...

Memahami Metode Morbiditas: Perhitungan Kebutuhan Obat yang Tepat

Metode morbiditas adalah salah satu perencanaan pengadaan obat sesuai dalam ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 34 Tahun 2021. Melalui penerapan metode morbiditas, pengadaan obat diharapkan efektif karena sesuai kebutuhan. Jadi, tidak kelebihan atau kekurangan stok obat.

Selain itu, metode morbiditas juga membantu efisiensi penggunaan anggaran karena obat-obatan lebih akurat jumlah, jenis, waktu, serta kualitasnya. Jadi, mari simak cara menghitung kebutuhan obat dengan metode morbiditas yang penting melalui pembahasan di bawah ini! 

Sebelum memulai pembahasan mengenai metode morbiditas, alangkah baiknya Anda juga mengenal Jenis Surat Pesanan Obat untuk Pengadaan Obat dan Cara Membuatnya.

Apa itu Metode Morbiditas?

Metode morbiditas adalah cara menghitung kebutuhan obat menyesuaikan pola penyakitnya. Pada metode morbiditas, faktor yang menjadi panduan dalam perkiraan kebutuhan obat tertentu mulai dari peristiwa penyakit umum, jumlah obat, serta pola standar untuk mengobati penyakit tersebut. 

Penerapan metode morbiditas umumnya dilaksanakan oleh program dengan kenaikan skala atau scaling up. Sebagai pembanding dari metode perencanaan pengadaan obat lainnya, tingkat kesulitan metode ini paling tinggi. 

Hal tersebut mengingat proses perhitungannya yang memakan waktu. Terutama saat harus mengumpulkan data morbiditas untuk suatu rangkaian penyakit yang perlu terjamin validitasnya.

Langkah-langkah Dalam Metode Morbiditas

Anda telah memahami bahwa metode morbiditas adalah cara penghitungan kebutuhan obat berdasarkan pola penyakit. Selanjutnya, Anda perlu mengetahui langkah-langkah melakukan metode morbiditas yang terdiri dari:

1. Mengumpulkan Data Komposisi Demografi dari Kelompok Populasi

Anda harus menyiapkan data berupa estimasi jumlah populasi yang diklasifikasikan menurut jenis kelamin serta kelompok umurnya. Kelompok umur tersebut dimulai dari:

  • 0–4 tahun;
  • 4–14 tahun;
  • 15–44 tahun;
  • > 45 tahun.

Selain itu, kelompok umur juga bisa Anda tetapkan menurut kategori:

  • Dewasa, yaitu di atas 12 tahun;
  • Anak, yaitu umur 1 hingga 12 tahun.

Tidak hanya itu, Anda pun perlu mengumpulkan data mengenai pola morbiditas penyakitnya. Pola morbiditas meliputi:

  • Jenis penyakit per tahun pada semua populasi di kelompok umur yang tersedia;
  • Frekuensi kejadian setiap penyakit per tahun pada semua populasi di kelompok umur yang tersedia. 

Lalu, kumpulkan juga data terkait standar pengobatan. Standar tersebut ditetapkan oleh rumah sakit dan berlaku untuk obat masuk pada rencana kebutuhan. 

2. Menghitung Kebutuhan Jumlah Sediaan Farmasi

Setelah itu, Anda perlu menghitung kuantitas kebutuhan pengadaan obat. Caranya dengan mengalikan jumlah kasus dan jumlah obat menyesuaikan panduan pengobatan dasar. 

Adapun perhitungan jumlah kebutuhan pengadaan obat yang masuk harus memeprtimbangkan berbagai faktor. Mulai dari lead time, pola penyakit, hingga buffer stock

Contoh Perhitungan Metode Morbiditas

Bila ingin menjamin kebutuhan obat terpenuhi, maka metode morbiditas adalah opsi perencanaan pengadaan obat yang bisa Anda coba. 

Ilustrasinya, terdapat kasus penyakit berupa diare akut yang membutuhkan penggunaan oralit untuk penyembuhannya. Melalui metode morbiditas, berikut penghitungan jumlah oralit yang dibutuhkan menyesuaikan data komposisi demografi serta jumlah kasusnya:

1. Dewasa 

Jumlah kasus diare akut: 110 kasus

Kebutuhan oralit per satu siklus pengobatan: 6 bungkus @ 1 liter

Total kebutuhan oralit: 110 x 6 = 660

Jadi, kebutuhan pengadaan oralit untuk diare akut pada orang dewasa adalah 660 bungkus.

2. Anak-anak 

Jumlah kasus diare akut: 185 kasus

Kebutuhan oralit per satu siklus pengobatan: 15 bungkus @ 200 ml

Total kebutuhan oralit: 185 x 15 = 2.775 

Jadi, kebutuhan pengadaan oralit untuk diare akut pada anak-anak adalah 2.775 bungkus. 

Tantangan & Inovasi dalam Penerapan Metode Morbiditas

Tantangan & Inovasi dalam Penerapan Metode Morbiditas

1. Tantangan Validitas Data Morbiditas

Akurasi sangat dipengaruhi mutu data insidensi/prevalensi, cakupan layanan, dan kepatuhan terhadap STGs; kekurangan atau keterlambatan data dapat menghasilkan estimasi berlebih atau kurang. 

Triangulasi dengan data konsumsi dan statistik layanan dianjurkan untuk meningkatkan keandalan.

2. Perbandingan dengan Metode Lain

– Metode konsumsi: menggunakan pemakaian historis persediaan; efektif bila data lengkap dan stabil, namun kurang sensitif terhadap perubahan pedoman klinis atau perluasan program.

– Metode statistik layanan: berbasis jumlah kunjungan/prosedur; membantu saat diagnosis spesifik tersedia tetapi membutuhkan pemetaan tepat antara layanan dan regimen.

– Morbiditas unggul saat merencanakan intervensi baru atau ketika data pemakaian terbatas, asalkan STGs dan data penyakit andal.

3. Inovasi Digital & Sistem Informasi untuk Mendukung Metode Morbiditas

Penerapan e-LMIS (electronic Logistics Management Information Systems) meningkatkan ketersediaan, ketepatan waktu, dan keterlacakan data untuk peramalan dan perencanaan pasokan.

Mandira Distra Distributor Obat untuk Pengadaan Apotek dan Rumah Sakit

Kini Anda paham bahwa metode morbiditas adalah cara mendapatkan jumlah pengadaan obat yang lebih akurat. Lalu, pastikan mutu obat terjamin dengan mendapatkannya melalui Mandira.

Sebagai Pedagang Besar Farmasi, Mandira mengirim obat dalam jumlah besar ke semua bagian Indonesia. Ketahui Alur Pengadaan Obat dari PBF Mandira Distra yang Aman.

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. 

Mandira Distra Abadi merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.

Kartu Stok Obat: Bagaimana Fungsi dan Cara Membuatnya?

Kartu stok obat merupakan alat esensial dalam industri farmasi, khususnya apotek. Melalui kartu stok, operasional apotek lebih efisien dalam mengelola keluar masuknya obat. Terlebih mengingat stok obat memerlukan modal besar serta berpengaruh pada pelayanan dan pemasaran apotek. 

Itulah mengapa, persediaan obat di apotek dikendalikan melalui penerapan sistem kartu stok. Berikut pengertian, fungsi, serta cara membuat kartu stok yang bisa Anda pahami. Selain itu Anda juga dapat mengetahui Ketahui Seputar Surat Resep Obat Dokter yang Biasa Kita Dapatkan.

Apa itu Kartu Stok Obat

Kartu stok untuk obat merupakan dokumen yang berlaku sebagai sistem pencatatan. Penggunaan kartu stok memiliki tujuan sebagai pelacakan inventaris berupa obat-obatan pada fasilitas kesehatan seperti apotek.

Keberadaan kartu stok membuat perekaman informasi mengenai jumlah obat masuk dan obat keluar lebih efisien. Terutama mengingat pada satu bisnis apotek harus mengelola produk obat mulai dari 2.000 hingga 7.000 SKU (Stock Keeping Unit). 

Pengelola apotek pun dapat memantau jumlah obat yang tersedia, mencegah stok kurang atau lebih, hingga menjamin efektivitas dan efisiensi penggunaan obat. 

Fungsi Kartu Stok untuk Obat

Berikut berbagai fungsi dari menggunakan kartu stok dalam operasional apotek:

1. Pemantauan Inventaris

Obat merupakan inventaris dalam bisnis apotek. Melalui kartu stok, maka memantau ketersediaan jumlah obat jadi lebih praktis. Pegawai apotek pun lebih efisien ketika mengambil keputusan pembelian obat-obatan. 

2. Pencegahan Kedaluwarsa

Salah satu faktor penentu kualitas obat adalah tanggal kadaluarsanya. Sebaiknya, apotek mendahulukan penjualan obat dengan tanggal kadaluarsa yang dekat untuk menghindari kerugian. 

Bila menggunakan kartu stok, identifikasi obat dengan tanggal kadaluarsa yang dekat pun lebih efektif. Jadi, penjualan dan penggunaan obat dapat diprioritaskan.

3. Pengendalian Keuangan

Kartu stok untuk obat juga memudahkan pengendalian keuangan bisnis apotek. Sebab, bisa memastikan ketersediaan obat sesuai sehingga tidak kekurangan atau kelebihan. 

4. Kepatuhan Regulasi

Keberadaan kartu stok juga membantu apotek mematuhi regulasi kesehatan dan farmasi yang berlaku. Ini dilakukan melalui pencatatan penggunaan obat-obatan yang akurat dengan kartu stok. 

Cara Membuat Kartu Stok Obat

Pembuatan kartu stok untuk obat didasari oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016. Permenkes tersebut berisi tentang ‘Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek’.

Terdapat kriteria penting agar pengelolaan obat terjamin akuntabel dan tepat, sehingga cara-cara di bawah ini perlu dilakukan:

1. Menyiapkan Format Kartu Stok

Siapkan format yang mengandung informasi dasar tentang obat pada kartu stok, meliputi:

  • Nama obat;
  • Jumlah masuk;
  • Jumlah keluar;
  • Tanggal keluar atau masuk;
  • Sisa stok;
  • Bentuk sediaan; 
  • Tanggal kadaluarsa.

2. Mencatat Detail Obat

Untuk setiap jenis obat perlu kartu stok sendiri agar dapat mencatat detailnya. Termasuk tanggal kadaluarsa serta nomor batch per satu jenis obat masuk.

3. Mencatat Transaksi

Pencatatan transaksi pada kartu stok perlu dilakukan setiap ada obat yang masuk atau keluar di apotek. Informasi seperti tanggal masuk atau keluar, jumlah obat, hingga update saldo pun perlu dicantumkan pada kartu stok.

4. Memperbaharui Berkala

Setiap terjadi transaksi, maka kartu stok wajib diperbarui secara teratur. Pastikan pula saldo pada kartu stok akurat jumlahnya dengan banyak obat fisik di apotek.

5. Mengaudit dan Merekonsiliasi

Akurasi kartu stok juga perlu diaudit secara berkala. Lalu, lanjutkan dengan rekonsiliasi kartu stok dengan stok fisiknya agar dapat mengidentifikasi perbedaan dan mengatasinya.

Berbagai fungsi dan cara membuat kartu stok obat tersebut dapat menjadi panduan agar operasional apotek berjalan dengan efisien ketahui juga Jenis Surat Pesanan Obat untuk Pengadaan Obat dan Cara Membuatnya

Kemudian demi memastikan kualitas obat, percayakan hanya pada Pedagang Besar Farmasi seperti Mandira. 

Penuhi Kebutuhan Apotek Anda Bersama Distributor Obat Mandira Distra Abadi

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. 

Mandira Distra Abadi merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.

Kenali Peran Penting dan Tugas TTK di Apotek

TTK atau Tenaga Teknis Kefarmasian merupakan bagian penting dalam pekerjaan kefarmasian. Tugas TTK di apotek secara umum yaitu untuk membantu penggunaan obat agar sesuai dengan aturan. 

Menurut data tahun 2022 yang dirilis oleh Direktorat Perencanaan Tenaga Kesehatan, Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, jumlah TTK di Indonesia terdapat 51.632 orang. Dengan sebagian besar berada di Jawa Barat yaitu sebanyak 12,8%. dan paling sedikit di Maluku yaitu sebanyak 0,02% saja. 

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai TTK, Anda juga dapat Mengenal Apa Saja Tugas Apoteker di Apotek.

Siapa itu Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK)? 

TTK merupakan tenaga yang membantu apoteker dalam mengerjakan pekerjaan seputar kefarmasian. TTK yaitu tenaga kefarmasian yang lulus pendidikan D3 Farmasi dan sudah dipersiapkan untuk bekerja di lapangan. 

Dalam pendidikan vokasi atau D3, akan diajarkan keahlian terapan. Dalam hal ini rasio antara praktikum dan teorinya yaitu sekitar 70:30. Oleh karena itu, lulusan D3 Farmasi dianggap mampu memberikan pelayanan kefarmasian yang layak.

Pelayanan kefarmasian yang dimaksud yaitu pelayanan langsung pada pasien/pelanggan, yang berhubungan dengan sediaan obat farmasi agar tercapai peningkatan kehidupan masyarakat. 

Dalam Pasal 20 PP No. 51 Tahun 2009, dijelaskan bahwa apoteker bisa dibantu oleh TTK atau asisten apoteker dalam menjalankan tugas kefarmasian di fasilitas kesehatan (termasuk apotek, klinik, puskesmas, atau praktik bersama). 

Dalam menjalankan tugas TTK di apotek, seorang TTK wajib memiliki surat izin atau disebut Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK). Surat ini merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah pada TTK yang sudah teregistrasi. 

Dengan surat izin tersebut, TTK dapat menjalankan tugasnya selama 5 tahun lama, yaitu selama masa berlaku surat izin tersebut masih aktif. Bila sudah habis, tenaga teknis kefarmasian harus memperpanjang surat tersebut. Registrasi ini juga diperlukan oleh TTK yang mengambil alih profesi atau naik level. 

Surat STR akan diperoleh ketika TTK sudah mendapat ijazah dan sertifikat uji kompetensi. Setelah lulus dari program pendidikan, ijazah akan langsung dirilis oleh perguruan tinggi bersama sertifikat uji kompetensi dari DIKTI.

Pentingnya Surat Tanda Registrasi (STR) bagi TTK

Surat Tanda Registrasi (STR) adalah dokumen legal yang wajib dimiliki oleh seorang Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) untuk menjalankan tugasnya. STR menjadi bukti bahwa TTK telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan oleh pemerintah. Proses pendaftaran STR kini telah dipermudah melalui sistem elektronik atau e-STR. STR memiliki masa berlaku selama lima tahun, setelah itu harus diperpanjang untuk tetap digunakan​.

Proses pendaftaran e-STR mencakup pengumpulan dokumen seperti ijazah pendidikan farmasi, sertifikat kompetensi, dan surat sumpah profesi. STR memberikan hak bagi TTK untuk melakukan berbagai aktivitas kefarmasian, seperti membantu pengelolaan resep, pengemasan obat, dan edukasi pasien tentang penggunaan obat secara aman dan efektif. Tanpa STR, seorang TTK tidak diizinkan bekerja di apotek atau fasilitas kesehatan lainnya​.

Tantangan yang Dihadapi oleh TTK di Apotek

Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) sering kali menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaannya. Salah satu tantangan utama adalah memastikan keakuratan dan keamanan dalam pengelolaan obat, termasuk pengemasan, penyimpanan, dan distribusi. Hal ini menjadi kritis untuk mencegah kesalahan obat yang dapat membahayakan pasien.

Selain itu, TTK juga perlu memahami dan mengikuti regulasi yang terus diperbarui, seperti metode penyimpanan sesuai FEFO (First Expired, First Out). Ditambah lagi, tuntutan untuk memberikan pelayanan cepat kepada pasien seringkali memerlukan keterampilan multitasking dan manajemen waktu yang baik.

Apa saja Tugas TTK di Apotek? 

Setelah mengetahui apa itu TTK, mungkin Anda juga penasaran apa saja tugas utama dari seorang TTK. Adapun tugas dan tanggung jawabnya yaitu sebagai berikut:

  1. Menerima permintaan obat melalui resep yang diberikan oleh dokter. Mulai dari menyiapkan obat hingga memberikan etiket dan menyerahkan obat pada pasien.
  2. Menyampaikan informasi dengan benar pada pasien tentang cara penggunaan obat. 
  3. Mencatat laporan harian terkait penjualan setiap shift yang akan dicocokkan dengan resep yang masuk. 
  4. Mencatat jumlah ketersediaan obat dan alat kesehatan yang keluar dan masuk setiap bertugas. 
  5. Melakukan labeling, skrining, dan dispensing resep.
  6. Menjaga kerapian dan kebersihan apotek.
  7. Melakukan pekerjaan sesuai shift yang sudah ditentukan.

Dalam menjalankan tugasnya, diharapkan TTK mampu memahami prinsip compounding, kalkulasi, racikan, persiapan, dan kemasan obat. Selain itu, TTK juga diharapkan memahami prinsip dasar pengadaan obat, jalur pendistribusian, penyimpanan obat, pelayanan pelanggan, dan evaluasi. Anda dapat mengetahui informasi lebih jelasnya dalam artikel kami berikut Tugas, Tanggung Jawab, dan Struktur Organisasi Apotek.

Selain memberikan pelayanan terkait obat-obatan, tugas TTK di apotek juga memastikan ketersediaan stok obat. Dalam hal ini, Anda bisa bermitra dengan Mandira sebagai distributor obat yang menerima pengiriman dalam jumlah besar ke seluruh wilayah Indonesia. 

Penuhi Kebutuhan Apotek Anda Bersama Distributor Obat Mandira Distra Abadi

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.

Pemusnahan Obat di Apotek: Tahapan, Peraturan, dan Tujuan

Pemusnahan obat di apotek merupakan sebuah proses yang perlu dilakukan. Hal ini berkaitan dengan obat yang tersisa dan keadaannya sudah kadaluarsa. Selain itu, biasanya hal ini juga perlu dilakukan pada obat yang sudah tidak layak konsumsi, sekalipun belum melewati tanggal kadaluarsa. 

Biasanya, hal tersebut terjadi akibat cara penyampaiannya yang kurang sesuai. Proses pemusnahannya tentu tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Ada serangkaian langkah yang harus dilakukan. 

Untuk itu, dalam hal ini perlunya mengetahui Tips Penyimpanan Obat di Apotek yang Benar agar dapat mengetahui obat yang sudah masuk masa kadaluarsa. 

Apa Itu Pemusnahan Obat di Apotek?

Pemusnahan obat merupakan proses penting yang dilakukan untuk mengatur limbah obat-obatan yang tidak digunakan lagi atau telah kedaluwarsa. Praktek ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan obat, melindungi lingkungan dari pencemaran, serta memastikan keamanan pasien yang menggunakan obat.

Pemusnahan obat ini juga harus dilakukan pada obat yang mengandung psikotropika atau narkotika. Praktikum ini dilakukan oleh apoteker dan disaksikan langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Sementara itu, proses pemusnahan obat selain narkotika dan psikotropika, dapat dilakukan oleh apoteker dan harus disaksikan oleh tenaga kefarmasian lainnya yang sudah memiliki izin praktik kerja. Prose pemusnahan ini juga harus memiliki berita acara pemusnahan menggunakan formulir tertentu sebagai bukti.

Tujuan Pemusnahan Obat di Apotek

Pemusnahan obat yang dilakukan tentu bukan tanpa tujuan. Aktivitas ini dilakukan demi menjaga keamanan sekitar dari paparan obat yang sudah tidak layak atau berbahaya. 

Obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak digunakan lagi bisa menjadi bahaya jika tetap tersedia di apotek. Selain itu, menghancurkan obat-obatan yang tidak digunakan lagi dapat mencegah kemungkinan obat disalahgunakan oleh orang yang tidak berhak. Terutama obat-obat yang bersifat terlarang atau berpotensi adiktif seperti narkotika dan psikotropika.

Peraturan dan Regulasi Terkait Pemusnahan Obat

Proses pemusnahan obat telah diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 14 Tahun 2021. Dikatakan bahwa perlu dilakukan penarikan dan pemusnahan obat yang tidak sesuai ketentuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang obat.

Selain itu, aturan terkait pemusnahan obat juga terdapat dalam  Permenkes No. 72 Tahun 1998. Dalam peraturan tersebut dikatakan bahwa pemusnahan sediaan farmasi dan alat kesehatan akan dilakukan pada:

  • Sediaan farmasi/alat kesehatan yang diproduksi tanpa memenuhi syarat yang berlaku;
  • Telah kadaluarsa;
  • Tidak sesuai dengan syarat pelayanan kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan;
  • Telah dicabut izin edarnya;
  • Berkaitan dengan tindak pidana yang mengenai alat kesehatan dan bidang sediaan farmasi.

Langkah-Langkah Pemusnahan Obat

Proses pemusnahan obat di apotik dapat dilakukan sesuai dengan jenis sediaan obat tersebut. Jadi, prosedurnya tidak sama. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Cara Pemusnahan Obat Sediaan Padat (Tablet, Kaplet, Kapsul, dan Patch)

Proses pemusnahan obat sediaan padat dapat dilakukan dengan mengikuti langkah berikut:

  1. Proses pemusnahan dapat dilakukan dengan cara dibakar bersama kemasannya;
  2. Patch boleh digunting terlebih dahulu lalu dibakar;
  3. Bisa juga dengan cara ditanam. Caranya tablet harus dikeluarkan dari kemasan, lalu digerus, larutkan dalam air, dan timbun dalam tanah. Kemasan harus dirusak, dan bungkus limbah secara terpisah lalu buang di tempat sampah.

2. Cara Pemusnahan Obat Sediaan Cair (Sirup, Tetes Mata)

Pemusnahan obat untuk obat sediaan cair yaitu sebagai berikut:

  1. Keluarkan cairan obat, lalu encerkan dengan air. Buang ke dalam saluran air yang mengalir, atau melalui wastafel. 
  2. Hilangkan kemasan etiket.
  3. Botol obat bisa langsung dipecahkan atau dipergunakan kembali.

3. Cara Pemusnahan Obat Semi Padat (Krim, Salep)

Untuk sediaan salep, proses pemusnahannya yaitu sebagai berikut:

  1. Keluarkan semua isi obat dari tube, lalu timbun di dalam tanah.
  2. Etiket obat harus dirobek atau dirusak. Lalu, sisa tue bisa digunting dan dibuang ke dalam tempat sampah.

4. Persetujuan dan Laporan ke Dinas Kesehatan

  • Apotek wajib mengajukan laporan kepada Dinas Kesehatan setempat sebelum melakukan pemusnahan obat.
  • Jika obat yang dimusnahkan termasuk kategori narkotika atau psikotropika, prosedurnya lebih ketat dan memerlukan pengawasan lebih lanjut.

5. Pelaksanaan Pemusnahan dengan Pihak Berwenang

  • Pemusnahan obat dilakukan bersama Dinas Kesehatan, BPOM, atau pihak ketiga yang memiliki izin khusus dalam pengelolaan limbah farmasi.

6. Pembuatan Berita Acara Pemusnahan Obat

  • Setelah proses pemusnahan selesai, apotek harus membuat dokumen resmi (berita acara pemusnahan obat) yang ditandatangani oleh pihak terkait.
  • Dokumen ini menjadi bukti bahwa pemusnahan dilakukan sesuai regulasi.

Demikian proses pemusnahan obat di apotek yang dapat dilakukan. Di samping itu, pemenuhan ketersediaan stok obat di apotek harus selalu diperhatikan. Jangan sampai Anda kehabisan atau bahkan tidak memiliki ketersediaan stock obat. Maka, ada baiknya mengetahui Lead Time Obat: Tantangan dan Solusi untuk Pasokan Obat yang Tepat Waktu.

Untuk tetap menjaga pasokan obat, Anda dapat bermitra dengan Mandira, Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.

Konseling Obat: Panduan Lengkap untuk Apoteker

Konseling obat adalah salah satu bagian dari pelayanan kefarmasian terhadap pasien. Pasalnya, saat ini pelayanan kefarmasian mengalami pergeseran dari produk menjadi terhadap pasien. Hal ini membuat tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian semakin tinggi.

Mereka tidak akan sungkan untuk bertanya terkait penggunaan obat pada apoteker. Oleh karena itu, apoteker harus mampu membantu menyelesaikan permasalahan terkait kesehatan dan pengobatan yang benar.

Hal ini sesuai dengan ketentuan PerMenKes No. 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Untuk lebih lengkapnya Anda dapat Mengenal Apa Saja Tugas Apoteker di Apotek

Apa itu Konseling Obat?

Konseling obat adalah pelayanan kefarmasian yang diberikan untuk mencegah kesalahan dalam penggunaan obat, meningkatkan pengetahuan konsumen/pasien, efektivitas obat, serta kepatuhan terhadap aturan pakai obat tersebut.

Konseling ini juga menjadi bagian dari promosi layanan kesehatan yang baik bagi masyarakat. Apoteker dapat mendorong banyak orang agar bisa sembuh dari keluhan atau penyakitnya melalui konseling tersebut.

Tujuan Dari Konseling Obat

Dalam konseling yang dilakukan, ada beberapa tujuan yang harus dicapai. Adapun tujuan dari konseling obat adalah sebagai berikut:

  • Menciptakan kepercayaan sebagai apoteker yang bertanggung jawab dalam mengobati pasien.
  • Menunjukan sikap peduli dan perhatian pada pasien sehingga mereka patuh dengan aturan penggunaan obat.
  • Membantu pasien untuk mengikuti aturan penggunaan obat dengan benar. 
  • Membantu pasien dalam proses penyesuaian antara obat dan penyakitnya.
  • Menurunkan masalah efek samping obat, ketidakpatuhan, serta reaksi obat yang dapat merugikan pasien.
  • Meningkatkan kesadaran dan kemampuan pasien agar mampu menyelesaikan masalah kesehatan yang dialaminya secara mandiri.

Siapa Saja yang Membutuhkan Konseling?

Perlu diketahui bahwa tidak semua pasien wajib mendapatkan konseling seperti ini di apotek. Adapun kriteria pasien yang membutuhkan konseling obat adalah sebagai berikut:

  • Pasien yang mengidap penyakit kronis atau membutuhkan terapi dalam jangka panjang. Seperti epilepsi atau AIDS.
  • Pasien yang menderita kondisi khusus, seperti pasien geriatri, pediatri, gangguan fungsi ginjal/hati, dan ibu hamil/menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi obat khusus. Seperti, menggunakan obat kortikosteroid dengan tappering off/down.
  • Pasien yang mengonsumsi obat dengan indeks terapi yang kecil seperti fenitoin, digoksin, dan teofilin.
  • Pasien yang tidak patuh terhadap aturan penggunaan obat dan berisiko bagi kesehatannya.
  • Pasien yang menerima beberapa obat sekaligus untuk mengobati keluhan penyakit yang sama.

Tahapan Konseling Obat

Proses konseling obat tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, mulai dari membangun komunikasi hingga menyampaikan informasi obat. Adapun tahapan konseling obat adalah sebagai berikut:

1. Berkomunikasi dengan Pasien

Tahap pertama dalam konseling obat adalah membangun komunikasi yang efektif dengan pasien. Komunikasi yang baik akan menciptakan suasana yang nyaman dan terbuka sehingga pasien merasa didengarkan dan dihargai. 

Anda bisa mulai dengan memperkenalkan diri sebagai apoteker. Berikan sapaan yang ramah agar tercipta hubungan yang baik bersama pasien. Hindari penggunaan istilah medis yang rumit dan sulit dimengerti oleh pasien. Gunakanlah bahasa yang sederhana agar pasien dapat dengan mudah memahami informasi yang diberikan.

Selanjutnya, Anda juga bisa menggunakan komunikasi non verbal seperti menggunakan bahasa tubuh agar pasien lebih mengerti terhadap informasi yang disampaikan. 

2. Menganalisa Informasi dari Pasien

Setelah membangun komunikasi dengan pasien, apoteker harus mampu mengidentifikasi tingkat pemahaman pasien terhadap penyakit yang dimilikinya. Selain itu, kaji bagaimana sikap pasien mengenai penyakit tersebut dan bagaimana kemampuan mental dan fisiknya dalam penggunaan obat.

Berikan pertanyaan terbuka mengenai tujuan dari penggunaan obat tersebut dan hasil yang diinginkan. Anda juga bisa meminta pasien untuk menjelaskan bagaimana mereka menggunakan obat tersebut. 

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Anda bisa menggunakannya untuk memahami kondisi kesehatan pasien, potensi interaksi obat, dan faktor lain yang mungkin mempengaruhi penggunaan obat.

3. Mengedukasi Pasien

Setelah mendapat informasi yang cukup jelas dari pasien, selanjutnya Anda bisa langsung mengedukasi pasien. Anda bisa menggunakan demonstrasi untuk mengisi gap antara pemahaman pasien dan pengetahuan Anda. Mulai dari menunjukkan warna, bentuk, atau tanda dosis dari obat yang digunakan. 

Anda juga dapat langsung mendemonstrasikan cara penggunaan obat tersebut pada pasien. Misalnya, inhaler hidung, Anda bisa langsung mempraktekkan bagaimana obat tersebut digunakan. 

Bila perlu, Anda bisa menyediakan handout tertulis agar pasien dapat mengingat informasi tersebut lebih jelas. Jika ada pasien yang bermasalah dengan obatnya, segera kumpulkan data lalu kaji masalah tersebut sesuai dengan regimen farmakoterapi atau menghubungi dokter untuk mendapat resep.

4. Menyampaikan Informasi Obat

Dalam menyampaikan informasi obat, ada beberapa hal penting yang harus disampaikan, di antaranya:

  • Nama obat dan tujuan penggunaannya;
  • Aturan pakai, seperti waktu penggunaan, takaran, dan frekuensi;
  • Cara penggunaan obat, terutama obat yang digunakan dengan cara khusus;
  • Durasi penggunaan obat, terlebih pada obat antibiotik yang harus sesuai resep dokter.
  • Efek samping obat;
  • Tanda toksisitas, agar pasien memahami bila muncul ciri-ciri toksisitas setelah menggunakan obat terkait. 
  • Cara menyimpan obat.

Pentingnya Dokumentasi Konseling (Patient Medication Record)

Setelah sesi konseling selesai, langkah profesional berikutnya yang tidak boleh terlewat adalah dokumentasi. Setiap informasi penting yang dibahas wajib dicatat dalam sebuah Patient Medication Record (PMR) atau Catatan Pengobatan Pasien.

Pencatatan ini memiliki dua tujuan utama yang sangat praktis:

  1. Menjamin Kontinuitas Pelayanan: Jika di kemudian hari pasien kembali dan dilayani oleh apoteker yang berbeda, riwayat konselingnya dapat langsung diakses. Ini memastikan pelayanan tetap konsisten dan pasien tidak perlu mengulang informasi dari awal.
  2. Sebagai Bukti dan Alat Evaluasi: Dokumentasi adalah bukti tercatat bahwa standar pelayanan telah dijalankan. Catatan ini juga berguna untuk memantau perkembangan terapi pasien dan secara hukum dapat menjadi bukti profesionalisme apoteker.

Singkatnya, dokumentasi memastikan setiap sesi konseling dapat dipertanggungjawabkan dan terukur.

Dapat diketahui bahwa konseling obat adalah bagian dari pelayanan kesehatan yang diberikan oleh apoteker. Selain itu, pastikan pelayanan apotek Anda sudah sesuai dengan standar yang baik, dan sebaiknya dilakukan Evaluasi Mutu Pelayanan Kefarmasian di Apotek.

Ketersediaan stok obat selalu terpenuhi agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal pada pasien. Anda bisa mengandalkan distributor obat terpercaya seperti Mandira untuk pemenuhan ketersediaan obat apotek.

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.

Defecta Adalah Rahasia di Balik Ketersediaan Obat di Apotek, Berikut Penjelasannya!

Defecta adalah salah satu rahasia bagaimana sebuah apotek mempertahankan ketersediaan suatu obat yang banyak dibutuhkan oleh konsumen. Dengan sistem ini, apotek mampu menjaga agar stok obat selalu tersedia. Jadi, setiap kali ada konsumen yang datang mereka mampu memberikan obat yang dicari.

Dalam dunia farmasi, mengelola persediaan obat merupakan salah satu standar yang harus dijaga. Hal ini penting dilakukan agar apotek dapat memenuhi permintaan pasien atau pelanggan. Dengan begitu, pelanggan tidak akan mencari apotek lain untuk mendapatkan obat yang mereka butuhkan.  

Anda juga dapat mengetahui 3 Hal yang Perlu Diketahui dalam Pengadaan Obat di Apotek.

Apa itu Defecta? 

Defecta adalah sebuah metode pencatatan obat yang akan dipesan untuk menjaga ketersediaan obat di apotek. Ketersediaan ini mencakup obat, bahan obat, kosmetik, bahan medis habis pakai, dan alat kesehatan. 

Tugas ini merupakan tanggung jawab seorang apoteker. Defecta harus selalu dilakukan untuk mengelola stok obat yang tersedia agar bisa tetap memenuhi kebutuhan konsumen atau pasien. 

Tujuan utama dari pencatatan ini yaitu untuk mengontrol atau mengecek stok produk. mengetahui produk apa saja yang slow moving dan fast moving, serta menghindari adanya produk yang terlupa saat pemesanan. Dengan demikian, apotek dapat menyediakan obat atau produk dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien atau pelanggan.

Dalam pengadaan obat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Adapun hal tersebut di antaranya:

1. Rencanakan Pembelian Obat sesuai Analisis

Sebelum membeli obat untuk memenuhi stok, sebaiknya apoteker membuat perencanaan pembelian obat sesuai dengan analisis agar lebih sesuai dengan performa penjualan apotek terkait. Apoteker bisa menggunakan metode analisis pareto dan menganalisis status stok sebelum melakukan pemesanan stok obat.  

Pada metode analisis Pareto, Anda dapat mengetahui frekuensi pemesanan dan menentukan prioritas permintaan sesuai nilai obat. Sementara itu, analisis status stok dilakukan berdasarkan status stok dari obat tersebut dibanding dengan kebutuhan per bulannya. Misalnya, overstock, dead stock, atau understock.

2. Kartu Stok Harus Selalu Update

Kartu stok harus selalu diperbarui secara rutin, terutama ketika ada barang yang keluar masuk agar pencatatan lebih akurat. Tujuan utama dari pencatatan ini yaitu untuk mendokumentasikan mutasi obat. Mulai dari proses penerimaan, pengeluaran, rusak, hilang, hingga kadaluarsa.

3. Melakukan Stok Opname

Stok opname harus dilakukan agar ketersediaan produk yang dijual di apotek dapat diketahui dengan pasti jumlahnya. Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan agar stok riil dan stok yang tercatat sesuai. Prosedur ini dapat membantu mengendalikan ketersediaan produk di apotek dengan lebih akurat.

Selain berfungsi untuk mencatat produk apa saja yang akan dipesan, fungsi lainnya pencatatan defecta adalah untuk membantu menyaring produk obat-obatan baru dari supplier. Bila produk obat yang ditawarkan tersebut tidak ada dalam daftar defecta, Anda bisa menolak tawaran stok tersebut.

Mengapa Defacta Penting dalam Pengelolaan Apotek?

1. Menjaga Ketersediaan Obat

Salah satu tanggung jawab utama apotek adalah memastikan ketersediaan obat-obatan penting bagi pasien. Kehabisan obat-obatan, terutama obat-obat esensial yang sering digunakan, bisa berdampak buruk pada layanan kesehatan yang diberikan. Dengan penerapan Defacta, apotek dapat secara proaktif menjaga ketersediaan obat, sehingga bisa memberikan layanan terbaik kepada pasien.

2. Efisiensi Operasional

Pengelolaan apotek yang baik tidak hanya membutuhkan keahlian dalam hal farmasi, tetapi juga dalam hal manajemen stok. Defecta membantu meningkatkan efisiensi dalam operasional sehari-hari, karena petugas tidak perlu melakukan pemeriksaan stok secara manual terlalu sering. Dengan informasi yang sudah terdokumentasi, apotek dapat segera mengetahui obat mana yang perlu dipesan dan kapan waktu yang tepat untuk memesan kembali.

3. Meningkatkan Keakuratan Pemesanan

Dengan adanya pencatatan yang teratur, Defecta membantu apotek melakukan pemesanan dengan lebih akurat. Petugas apotek bisa terhindar dari kesalahan seperti overstock (persediaan obat berlebihan) atau understock (persediaan obat terlalu sedikit). Sistem ini memastikan bahwa stok obat berada pada level yang ideal, sehingga apotek bisa bekerja secara efisien dan meminimalkan pemborosan.

4. Meminimalisir Resiko Kehilangan Pendapatan

Apotek yang tidak memiliki stok obat yang dibutuhkan dapat kehilangan pelanggan. Dalam situasi darurat, pasien akan mencari apotek lain yang memiliki ketersediaan obat yang mereka butuhkan. Dengan Defacta, apotek dapat memastikan mereka selalu memiliki stok yang cukup dan sesuai permintaan pasien, yang pada akhirnya akan menjaga pendapatan apotek tetap stabil.

Bagaimana Cara Kerja Defecta

Proses kerja defecta adalah dengan rutin melakukan pengecekan ketersediaan obat di apotek, mencatat obat yang sudah hampir habis, serta membuat pesanan sesuai dengan catatan yang sudah dibuat. Dengan sistem ini, ketersediaan obat di apotek akan lebih terjaga dan terhindar dari kehabisan stok.

Berkat teknologi yang semakin berkembang, kini proses pencatatan defecta dapat dilakukan dengan lebih mudah. Anda bisa menggunakan berbagai aplikasi atau software yang sudah dibuat khusus untuk mempermudah apoteker dalam mengelola ketersediaan produk obat dan melakukan pencatatan defecta.

Fungsi Utama Defacta

Beberapa fungsi utama dari penerapan Defecta di apotek antara lain:

1. Monitoring Stok Obat

Defecta mempermudah apotek untuk memantau stok obat secara real-time. Apotek bisa mengetahui secara pasti berapa jumlah obat yang masih tersedia dan mana yang perlu segera dipesan.

2. Menghindari Kehabisan Obat

Dengan adanya pencatatan melalui Defecta, apotek dapat mengantisipasi kekosongan stok. Apotek bisa segera memesan obat sebelum stok habis, sehingga kebutuhan pasien dapat selalu terpenuhi.

3. Mempermudah Pemesanan Obat

Defecta membantu petugas apotek dalam proses pemesanan obat. Petugas bisa mengetahui jenis obat apa yang perlu dipesan tanpa harus memeriksa stok secara manual setiap kali.

4. Mencegah Kelupaan Pemesanan

Kesibukan operasional apotek seringkali bisa membuat pemesanan ulang obat terlewatkan. Defecta berfungsi sebagai pengingat bagi apotek untuk memesan kembali obat yang mulai menipis sebelum benar-benar habis.

Cara Membuat Defecta

Sebenarnya, proses pencatatan defecta tidak begitu sulit. Intinya, catatan ini akan berisi produk apa saja yang akan dipesan serta kuantitas pemesanannya. Untuk membuat catatan defecta secara manual, Anda bisa mengikuti langkah berikut:

  • Catat produk apa saja yang sudah habis atau ketersediaan stoknya sudah menipis.
  • Tuliskan produk apa saja yang paling banyak dicari oleh konsumen, tetapi tidak terpenuhi oleh apotek tersebut karena produknya tidak tersedia.
  • Cek dan hitung persediaan stok produk di apotek secara manual. Hal ini membantu memberikan gambaran produk mana yang harus dipesan kembali. 

Proses pencatatan ketersediaan obat ini harus dilakukan pada buku defecta secara rutin. Tujuannya yaitu untuk menghindari adanya obat yang terlupa dipesan. Jangan menumpuk pencatatan ini dalam satu waktu, karena Anda bisa saja keliru atau lupa apa saja yang harus dicatat. Agar lebih mudah, Anda juga dapat mengandalkan aplikasi pencatatan defecta.

Dari informasi di atas, dapat diketahui bahwa defecta adalah metode pencatatan obat di apotek untuk menjaga ketersediaannya. Untuk memenuhi persediaan ini, Anda bisa mengandalkan Mandira, distributor obat terpercaya yang menerima pengiriman dalam jumlah besar ke seluruh wilayah Indonesia. Ketahui Alur Pengadaan Obat dari PBF Mandira Distra yang Aman.

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.