Dalam industri farmasi ada sebuah istilah buffer stock yang memiliki fungsi sangat penting. Buffer stock obat adalah sebuah istilah yang merujuk pada sistem manajemen untuk menjaga stabilitas harga juga ketersediaan atau stok obat di pasar. 

Langkah ini sangat penting untuk diaplikasikan dalam bidang industri obat-obatan karena berpengaruh langsung pada stok yang bisa diakses oleh masyarakat. Mari kenali lebih jauh apa sebenarnya buffer stock itu dan seperti apa cara untuk menghitungnya. Namun, sebelum melanjutkan pembahasannya ada baiknya jika Anda mengetahui Tips Penyimpanan Obat di Apotek yang Benar ini juga.

Lebih Dalam tentang Buffer Stock Obat

Demi memastikan konsumen mendapatkan produk obat sesuai kebutuhan mereka, maka buffer stock obat perlu diterapkan. Melalui penerapan buffer stock obat yang tepat maka masyarakat bisa mendapatkan obat dengan harga yang stabil kapan saja dibutuhkan. 

Buffer stock obat adalah persediaan ekstra produk obat-obatan yang nantinya akan dipakai untuk mengantisipasi situasi darurat. Situasi darurat di sini bisa terjadi karena berbagai alasan dan salah satunya adalah lonjakan jumlah permintaan dalam satu waktu. 

Tidak hanya lonjakan permintaan, buffer stock juga biasanya akan ditentukan oleh data penjualan obat di periode sebelumnya. Nantinya penentuan jumlah buffer stock ini akan ditentukan oleh stock opname

Bisa disimpulkan bahwa buffer stock obat merupakan sebuah penjaga dalam rantai pasokan. Sistem ini digunakan sebagai lapisan perlindungan dalam berbagai kondisi. Bahkan saat permintaan konsumen berubah-ubah dan pasokan dari supplier tidak pasti. 

Fungsi Buffer Stock Obat

Mengapa perlu dilakukan buffer stock obat? Fungsi penting dari buffer stock obat adalah untuk memastikan bahwa obat-obatan tersebut tersedia dalam berbagai kondisi dan mudah dijangkau oleh masyarakat. 

Buffer stock ini bisa sangat membantu ketika ada daerah-daerah dengan kondisi kekayaan yang berbeda. Buffer stock akan membantu menyediakan persediaan obat di daerah-daerah yang dinyatakan kekurangan. 

Langkah ini juga bisa membantu ketika ada kondisi darurat misalnya saja seperti bencana alam atau saat ada wabah penyakit. Kebutuhan akan obat bisa terpenuhi dengan baik berkat adanya sistem manajemen buffer stock tadi. 

Jika dikelola dengan baik, buffer stock ini bisa disalurkan kepada sasaran yang tepat. Jumlah persediaan obat juga bisa langsung dikirim ke berbagai daerah dengan cepat. Hal ini membantu masyarakat yang membutuhkan bisa segera mendapatkan obat mereka. 

Fungsi lain dari buffer stock obat adalah untuk menjaga stabilitas harga. Melalui manajemen ini, pembeli bisa mendapatkan harga khusus dan tidak perlu mengeluarkan biaya lebih besar untuk order ulang. 

Rumus dan Cara Menghitung Buffer Stock Obat

Ada 3 cara berbeda yang biasa diterapkan untuk menghitung buffer stock obat. Setiap metode perhitungan memiliki rumus yang berbeda dengan tujuan menyesuaikan situasi pada saat itu. Berikut ini beberapa rumus perhitungan buffer stock obat yang perlu diketahui. 

1. Metode Konsumsi

Pertama ada metode konsumsi yang dilakukan sesuai data konsumsi pada periode sebelumnya. Metode ini seringkali disebut sebagai metode perhitungan yang paling tepat. Paling tidak sangat efektif bagi apotek yang sudah berjalan kurang lebih selama 3 bulan. 

Rumus perhitungan buffer stock obat untuk metode konsumsi ini adalah sebagai berikut:

A = (B+C+D)-E

A merupakan rencana pengadaan stok, B merupakan pemakaian rata-rata per bulan, C adalah buffer stock yang bergantung pada kelompok tertentu, D adalah lead time stock, dan E merupakan sisa stok dari periode sebelumnya. 

2. Metode Morbiditas

Selanjutnya ada metode morbiditas yang juga bisa digunakan untuk menghitung buffer stock obat. Metode ini akan menghitung kebutuhan obat dengan dasar pola sebuah penyakit. 

Melalui metode ini, dapat diperkirakan keperluan obat sesuai jumlah, kejadian penyakit serta pola standar pengobatan untuk penyakit tersebut. Namun jika dibandingkan metode sebelumnya, metode ini cukup jarang diterapkan. 

Cara perhitungannya cukup sederhana. Misalnya saja ada wabah berupa penyakit diare akut. Dalam satu siklus pengobatan diare dibutuhkan 15 bungkus oralit dengan masing-masing obat 200ml. Pada saat itu terjadi jumlah kasus sebanyak 200. Maka jumlah oralit yang dibutuhkan adalah 200 kasus x 15 bungkus = 3000 bungkus @200ml. 

3. Metode Proxy Consumption

Selanjutnya ada metode proxy consumption. Ini merupakan sebuah metode perhitungan kebutuhan obat yang memakai data kejadian penyakit, permintaan konsumen, konsumsi obat, juga pengeluaran obat dari apotek  yang sudah beroperasi lebih dulu. 

Metode ini biasanya digunakan untuk perencanaan operasional apotek baru. Nantinya metode perhitungan ini akan menghasilkan gambaran saat ada beberapa apotek yang memiliki kemiripan profil di masyarakat. 

Buffer stock obat adalah sistem manajemen yang sangat dibutuhkan untuk memastikan distribusi obat berjalan secara stabil. Untuk informasi lainnya Anda dapat mengetahui Jenis Surat Pesanan Obat untuk Pengadaan Obat dan Cara Membuatnya.

Selain melakukan Buffer stock obat dengan baik, pastikan juga Anda memilih distributor obat yang tepat bagi apotek Anda. Mulai kerja sama dengan distributor obat Mandira Distra Abadi untuk memenuhi kebutuhan pengadaan obat di apotek, klinik atau rumah sakit Anda.

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.