...

Meski sama-sama menjadi tempat masyarakat memperoleh obat, toko obat dan apotek merupakan dua hal berbeda yang diatur oleh regulasi yang berlainan. Perbedaan toko obat dan apotek ini penting karena berkaitan dengan beberapa hal.

Misalnya soal tenaga kerja, izin usaha, jenis obat yang diperjualbelikan, hingga layanan yang tersedia memengaruhi keamanan dan mutu pelayanan kefarmasian. 

Dengan memahami perbedaannya, masyarakat dapat menentukan lokasi yang paling sesuai untuk mendapatkan pengobatan dan pelayanan farmasi yang dibutuhkan.

Toko Obat

Tempat ini menjual obat namun dalam skala yang terbatas. Hanya untuk jenis obat bebas dan obat bebas terbatas seperti paracetamol, vitamin, antiseptik, atau suplemen kesehatan.

Toko obat dikelola oleh Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) yang berstatus asisten apoteker dan wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK) serta Surat Izin Praktik Tenaga Teknis Kefarmasian (SIPTTK). 

Perbedaan toko obat dan apotek, toko ini tidak melayani resep dokter maupun penjualan obat keras, narkotika, atau psikotropika.

Apotek

Sementara itu, apotek merupakan tempat pelayanan kefarmasian yang diatur lebih ketat dan lengkap oleh peraturan pemerintah. Apotek dipimpin dan dikelola oleh apoteker yang wajib memiliki Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA). 

Tempat ini juga memiliki kewenangan untuk menjual obat bebas, obat bebas terbatas, serta obat keras, antibiotik, narkotika, dan psikotropika. Namun harus dilengkapi resep dokter.

Di apotek, pelayanan kefarmasian tidak hanya berupa penjualan obat, tetapi juga edukasi tentang penggunaan obat, konsultasi farmasi, pemeriksaan kesehatan sederhana, serta penyerahan obat dengan peracikan sesuai kebutuhan pasien. 

Perbedaan Toko Obat dan Apotek

Ketahui perbedaan toko obat dan apotek, mulai dari izin, jenis obat, tenaga kerja, hingga layanan yang diberikan, meski sama-sama menjual obat.

Terdapat beberapa perbedaan yang signifikan antara toko obat dan apotek, yaitu:

1. Pekerja yang Bertugas

Di toko obat, pegawai yang bertugas adalah Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), sedangkan di apotek, harus ada apoteker sebagai penanggung jawab utama. 

Tugas apoteker di apotek adalah memastikan seluruh proses pelayanan dan penyerahan obat sesuai standar kefarmasian. Sedangkan di toko obat, TTK bertugas hanya untuk pengelolaan dan penyerahan obat bebas.

2. Izin Penjualan dan Jenis Obat

Perbedaan toko obat dan apotek berikutnya adalah, pada toko ini harus memiliki izin untuk menjual obat bebas dan obat bebas terbatas serta suplemen kesehatan. 

Sementara Apotek memiliki izin lebih luas dan dapat menjual obat keras, narkotika, serta psikotropika berdasarkan resep dokter. Perbedaan izin ini sangat tegas diatur dalam regulasi pemerintah (Permenkes, PP 51/2009, dan Permenkes Standar Usaha).

3. Layanan yang Tersedia

Berdasarkan aturan, toko obat hanya memiliki layanan terbatas pada pembelian langsung tanpa konsultasi farmasi atau resep. 

Sementara Apotek menyediakan layanan konsultasi obat, edukasi kesehatan, peracikan resep, pemeriksaan tekanan darah atau gula darah, serta pendampingan penggunaan obat bagi pasien.

4. Perbedaan dalam Dasar Hukum

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian mengatur beberapa poin penting yang membedakan keduanya.

  • Pasal 1 ayat 1: Pekerjaan kefarmasian mencakup penyediaan, pengolahan, distribusi, dan pelayanan obat oleh apoteker/tenaga kesehatan.
  • Pasal 2 ayat 1 dan 2: Apotek adalah sarana pelayanan kesehatan yang wajib dikelola apoteker.
  • Pasal 4: Toko obat hanya boleh menjual obat bebas dan obat bebas terbatas, bukan obat keras/narkotika.
  • Pasal 13: Apoteker yang membuka apotek wajib memiliki izin praktik dan sertifikat kompetensi.

Penuhi Kebutuhan Apotek Anda bersama Distributor Obat Mandira Distra Abadi

Perbedaan toko obat dan apotek memberi acuan jelas bagi masyarakat dalam memilih tempat yang aman. Toko obat hanya menyediakan obat bebas, sementara apotek melayani obat resep dan konsultasi di bawah pengawasan apoteker. Untuk informasi tambahan Anda juga dapat mengenal Peran Penting Apoteker di Distributor Obat-obatan Farmasi.

Untuk kebutuhan obat maupun suplemen yang terjamin resmi dan original, Anda dapat mempercayakannya pada Mandira sebagai distributor obat-obatan terpercaya. 

Kunjungi situs Mandira, untuk informasi lebih lengkap. Anda juga bisa melihat rincian obat-obatan pada Halaman Principal kami. Langsung kontak kami untuk informasi lebih lanjut. Cek juga tips kesehatan lain di sini.