...

Ketika membutuhkan obat, Anda memiliki dua pilihan yaitu pergi ke toko obat atau apotek. Kedua tempat tersebut sama-sama menjual berbagai macam obat untuk berbagai jenis penyakit. Namun, ternyata terdapat perbedaan toko obat dan apotek yang menarik untuk dibahas.

Salah satu perbedaannya terletak pada jenis obat yang diizinkan untuk dijual. Toko obat hanya boleh menjual obat bebas dan bebas terbatas. Berbeda dengan apotek, yang memiliki izin penjualan obat lebih luas. 

Simak artikel berikut untuk mengetahui perbedaan lainnya. Namun, sebelum melanjutkan pembahasannya untuk tambahan informasi, Anda juga dapat mengetahui Perbedaan Obat Asli atau Palsu yang terjual bebas dipasaran. Kemudian jika membutuhkan obat-obatan atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia. 

Toko Obat

Mari pelajari apa itu toko obat terlebih dahulu untuk memahami perbedaan toko obat dan apotek. 

Toko obat merupakan tempat menjual obat yang telah memiliki izin operasional. Toko obat dioperasikan di bawah pekerja yang disebut Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dan pekerjanya telah tersertifikasi. 

Toko obat menjual obat-obatan yang termasuk dalam golongan bebas dan bebas terbatas. Untuk obat bebas memiliki tanda lingkaran hijau pada kemasan. Sementara itu, kemasan obat bebas terbatas ditandai lingkaran berwarna biru.

Kemudian, toko obat tidak memiliki izin untuk melayani dan menerima rujukan resep dokter untuk pasien. Hal ini mengingat jenis obat pada toko obat yang cenderung generik dan terbatas pada penyakit umum saja.

Apotek

Apabila toko obat bisa beroperasi dan dijaga oleh seorang TTK, maka apotek harus dikelolah oleh seorang apoteker agar dapat beroperasi. Apoteker yang dimaksud adalah lulusan sarjana farmasi dan juga lulus pendidikan profesi apoteker.

Hal tersebut menandakan bahwa apoteker telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker dan memenuhi syarat untuk bekerja di apotek. 

Peran seorang apoteker di apotek bervariasi. Mulai dari sebagai Pemilik Sarana Apotek (PSA), lalu sebagai penanggung jawab apotek, hingga apoteker pendamping. Tanggung jawab apoteker adalah menjadi tenaga kefarmasian yang melayani konseling, memberikan informasi obat, hingga menerima resep dokter. 

Mengenai jenis obat-obatannya, apotek dapat menjual golongan obat yang lebih luas. Anda akan menemukan obat non-resep maupun dengan resep dokter di sini. Obat non resep merupakan obat bebas dan juga obat bebas terbatas.

Sedangkan, untuk obat yang membutuhkan resep dokter adalah obat-obatan keras dengan tanda lingkaran merah dan huruf K berwarna hitam.

Tidak hanya itu, apotek pun memiliki izin untuk menjual secara terbatas obat-obatan yang termasuk golongan narkotika dan psikotropika. Kuantitas variasi obat-obatan yang tersedia di apotek menjadikannya pilihan tempat membeli obat yang lebih lengkap. 

Perbedaan Toko Obat dan Apotek

Terdapat beberapa perbedaan yang signifikan antara toko obat dan apotek, yaitu:

1. Pekerja yang Bertugas

Berdasarkan pembahasan sebelumnya, pekerja yang bertugas di toko obat dan apotek memiliki kualitas yang berbeda. Toko obat tidak memerlukan apoteker untuk beroperasi dan cukup dijaga oleh seorang Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK).

Sedangkan, apotek hanya bisa beroperasi jika dikelola oleh seorang apoteker. Hal ini diatur dalam bab bagian Pekerjaan Kefarmasian pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009.

Seperti perbedaan toko obat dan apotek, seorang TTK dan apoteker juga memiliki perbedaan dari segi latar belakang hingga kompetensinya. 

Kompetensi TTK meliputi kompetensi teknis dan kompetensi non-teknis. Kompetensi teknis TTK meliputi kemampuan dalam bidang farmasi, seperti dispensing, konseling, dan pengelolaan obat. Kompetensi non-teknis TTK meliputi kemampuan dalam bidang pelayanan, seperti komunikasi, kerjasama, dan etika.

Kompetensi apoteker meliputi kompetensi teknis dan kompetensi manajerial. Kompetensi teknis apoteker meliputi kemampuan dalam bidang farmasi, seperti dispensing, konseling, dan pengelolaan obat. Kompetensi manajerial apoteker meliputi kemampuan dalam bidang manajemen, seperti manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, dan manajemen operasional.

Apoteker juga memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan pada pasien dalam bentuk edukasi obat yang diberikan, menerima resep dokter, hingga konseling.

2. Izin Penjualan dan Jenis Obat

Perbedaan toko obat dan apotek berikutnya adalah izin penjualan obat serta jenis obat yang tersedia. Untuk toko obat, perizinan hanya diberikan untuk menjual obat-obatan dalam kategori bebas dan bebas terbatas. Jadi, jenis obat yang tersedia pun terbatas. 

Sedangkan apotek diperbolehkan untuk menjual obat-obatan lebih lengkap. Golongan obat yang diizinkan mulai dari obat kategori bebas, bebas terbatas, lalu obat-obatan keras, hingga golongan narkotika dan psikotropika. 

3. Layanan yang Tersedia

Layanan di apotek lebih lengkap daripada di toko obat. Anda bisa membeli obat sesuai resep dan rujukan dokter di apotek, sedangkan toko obat tidak bisa melayani pembelian dengan resep dokter.

Apotek juga menerima dan memberikan konseling serta edukasi obat bagi pasien. Jadi, apotek adalah opsi ideal untuk akses obat-obatan yang cepat dan tepercaya.

Demikian perbedaan toko obat dan apotek yang bisa Anda ketahui. Mulai dari pekerja yang bertugas, jenis obat, hingga layanan yang tersedia adalah perbedaan signifikan pada kedua tempat tersebut. Untuk informasi tambahan Anda juga dapat mengenal Peran Penting Apoteker di Distributor Obat-obatan Farmasi.

Jika Anda membutuhkan berbagai obat tertentu atau suplemen, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini dan membaca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini.