Evaluasi mutu pelayanan kefarmasian di apotek perlu dilakukan demi meningkatkan kepuasan pelanggan. Tidak hanya itu, evaluasi berkala terhadap mutu pelayanan apotek pun dapat membantu kualitas apotek berkembang secara internal. 

Waktu pelayanan, penyerahan obat, medication error, serta kepuasan pelanggan menjadi aspek yang patut dievaluasi. Pelaksanaan evaluasi rutin dapat mengacu pada panduan di bawah ini. Sebelum melanjukan pembahasan ini, Anda perlu Mengenal SOP Apotek, Manfaat, dan Cara Pembuatannya untuk keberlangsungan bisnis Apotek Anda. 

Evaluasi Mutu Pelayanan Kefarmasian Di Apotek

Demi menjamin kesuksesan apotek, Anda dan tim pengelola apotek sebaiknya mengevaluasi berbagai aspek berikut ini:

1. Audit Waktu Pelayanan

Waktu tunggu untuk pelayanan obat jenis racikan adalah 1 jam atau 60 menit. Ketentuan tersebut terdapat dalam Keputusan Menteri Kesehatan atau Kepmenkes No. 129/Menkes/SK/2008. Sementara itu, waktu tunggu untuk pelayanan obat jenis nonracikan paling lama 30 menit.

Pengadaan audit perlu mengacu pada ketentuan berdasarkan Kepmenkes tersebut. Jika target waktu pelayanan tidak tercapai sehingga pelanggan/pasien terlalu lama menunggu, evaluasi pun perlu dilakukan. 

Selidiki pada tahap apa yang menghambat pelayanan sehingga menjadi lebih lama. Jadi, pelayanan di masa mendatang bisa lebih cepat dan sesuai target waktunya. 

2. Audit Penyerahan Obat Kepada Setiap Pasien

Mengaudit bagaimana obat diserahkan pada pasien bisa mengacu pada standar yang berlaku. Umumnya, sistem penyerahan saat ini akan dibandingkan dengan sistem penyerahan sebelumnya. 

Sebagai contoh, penyerahan obat keras perlu dilakukan oleh apoteker dengan pemberian informasi tentang obat secara tepat dan relevan.

3. Review Medication Error

Evaluasi mutu pelayanan kefarmasian di apotek selanjutnya adalah review atau meninjau medication error. 

Adapun medication error atau kesalahan pengobatan merujuk pada kejadian yang membahayakan keselamatan dan merugikan pasien. Kejadian tersebut dilakukan petugas kesehatan, terutama yang bertanggung jawab atas pelayanan pengobatan.

Medication error bisa terjadi pada setiap proses pengobatan pasien. Untuk pelayanan kefarmasian apotek, umumnya terjadi ketika tahap persiapan obat (dispensing) serta penyerahan obat.

Peninjauan terhadap medication error sangat krusial. Sebab, sejatinya medication error tidak boleh dialami oleh pasien yang mendapatkan pelayanan kefarmasian klinik.

Jika terjadi error, maka apoteker perlu melaksanakan review atau peninjauan. Review tersebut bisa diawali dengan pendataan terhadap peristiwa medication error. Lalu, apoteker akan melakukan kategorisasi. 

Setelah itu, menindaklanjuti medication error sebagai upaya pencegahan agar tidak terulang kembali di masa depan.

4. Lakukan Survey Kepuasan Pelanggan

Anda perlu melakukan survey untuk mengetahui kepuasan pelanggan apotek. Butuh kuesioner yang tepat agar hasil yang Anda dapat sesuai. Maka dari itu, pastikan kuesioner mengandung berbagai aspek berikut:

  • Reliability, yaitu kemampuan apotek dalam memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan dengan memuaskan dan bersegera. Misalnya, pelayanan sesuai dengan jam buka apotek;
  • Responsiveness, yaitu keinginan apotek dalam membantu pelanggan. Contohnya, pasien tidak menunggu lama saat mengurus penebusan resep di apotek; 
  • Empathy, yaitu kemampuan apotek dalam memberikan perhatian, komunikasi, dan kemudahan sesuai kebutuhan. Misalnya, karyawan apotek mencari alternatif obat sesuai kondisi keuangan pasien/pelanggan;
  • Assurance, yaitu kemampuan apotek memberikan kepercayaan pada pelanggan akan jasa atau produknya. Contohnya, karyawan apotek berpengetahuan dan bisa menjawab pertanyaan pasien terkait obat-obatan;
  • Tangible, yaitu segala aspek yang tampak dan terlihat. Misalnya,  penampilan karyawan, layout pada display obat, hingga fasilitas fisik apotek (contoh: ruang tunggu).

Lakukan evaluasi mutu pelayanan kefarmasian di apotek secara rutin agar meningkatkan kepuasan pelanggan. Cara lain untuk meningkatkan kepuasan pelanggan adalah dengan memiliki sistem manajemen apotek yang baik. Anda dapat melakukan Tips Mengelola Manajemen Apotek dengan Baik ini.

Selain melakukan evaluasi mutu pelayanan kefarmasian di apotek dengan baik, pastikan juga Anda memilih distributor obat yang tepat bagi apotek Anda. Mulai kerja sama dengan distributor obat Mandira Distra Abadi untuk memenuhi kebutuhan pengadaan obat di apotek, klinik atau rumah sakit Anda.

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.