Penasaran dengan Gaji Farmasi di Indonesia? Berikut Informasi Selengkapnya!

Farmasi merupakan salah satu program studi yang cukup populer di berbagai kalangan. Sebenarnya, ada cukup banyak prospek yang bisa didapatkan jika Anda mendalami ilmu farmasi. Gaji farmasi pun bervariasi, tergantung dengan bidang kerja yang dijalani.

Mungkin saja, hingga saat ini masih banyak orang yang penasaran tentang hal tersebut tersebut. Maka dari itu, artikel ini akan memberikan Anda kisaran gaji dari berbagai bidang kerja farmasi. Selain itu Anda juga dapat mengetahui mengenai Tips Memilih Franchise Apotek yang Tepat dan Menguntungkan

Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.

Prospek Kerja sebagai Lulusan Farmasi

Sebagian orang mungkin berpikir bahwa lulusan farmasi hanya akan bekerja di apotek. Padahal, sebenarnya bidang keilmuan ini memiliki prospek kerja yang jauh lebih luas.

Selain menjadi apoteker, bisa juga bekerja di bidang ahli farmasi, farmasi industri, lembaga pemerintah, dosen, regulatory affairs, dan sebagainya.

Gaji Farmasi berdasarkan Profesinya

Setelah melihat prospeknya, mungkin akan muncul pertanyaan mengenai berapa kisaran gajinya. Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui kisaran tersebut.

1. Apoteker

Pertama, mari membahas profesi yang paling umum diketahui masyarakat terkait keilmuan farmasi, yakni apoteker.

Jika Anda ingin menjadi apoteker, maka perlu memiliki STRA atau Surat Tanda Registrasi Apoteker dan SIPA atau Surat Izin Praktik Apoteker.

Profesi ini bertanggung jawab untuk menyediakan dan memberikan obat untuk pasien, khususnya sesuai dengan resep dokter.

Selain itu, ada pula tanggung jawab lain, misalnya mengawasi tingkat efektivitas dari pemakaian obat serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemakaian obat dan berbagai efek samping yang dapat muncul.

Kisaran gaji untuk profesi ini di Indonesia rata-rata yakni Rp4 juta hingga Rp6 juta setiap bulannya. Jika ingin pendapatan yang lebih, maka Anda bisa membuka jasa konsultasi terkait penggunaan obat.

2. Ahli Farmasi

Kedua, ada profesi ahli farmasi yang memiliki tugas utama untuk bagian meracik obat. Selain itu, profesi ini juga bertanggung jawab untuk memberikan informasi kepada pasien tentang obat-obatan yang diberikan.

Karena tanggung jawabnya cukup besar, maka dibutuhkan lisensi atau sertifikasi resmi jika ingin menjalani profesi ini. Untuk kisaran gajinya yakni sekitar Rp7 juta per bulannya.

3. Farmasi Industri

Farmasi industri adalah salah satu jenis industri yang berkaitan dengan bidang farmasi. Misalnya, untuk industri obat, makanan, minuman, hingga produk kecantikan.

Profesi ini memiliki tugas untuk mencari bahan baku yang tepat, meracik bahan, menentukan formula bahan, dan merancang teknik pembuatan produk. Gaji farmasi industri berada di kisaran Rp5 juta sampai Rp7,5 juta.

4. Tenaga Pengajar atau Dosen

Sesuai dengan namanya, tenaga pengajar atau dosen farmasi memiliki tugas untuk memberikan berbagai ilmu farmasi kepada mahasiswanya.

Gaji untuk profesi dosen ini rata-rata Rp5 juta per bulan. Namun, perlu diketahui bahwa nominal tersebut masih belum termasuk berbagai jenis tunjangan terkait yang menjadi fasilitas untuk dosen. Kisaran gaji dosen juga dapat dipengaruhi oleh kampus tempat mengajarnya.

5. Regulatory Affairs

Selanjutnya, ada regulatory affairs yang tugasnya memastikan kualitas produk farmasi dari perusahaan tempat bekerja. Produk tersebut bisa berupa obat, makanan, hingga kosmetik. Rata-rata gaji jika bekerja di profesi ini yakni sekitar Rp4 juta.

6. Lembaga Pemerintah

Lulusan farmasi juga bisa bekerja di berbagai instansi pemerintah, misalnya di BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan. Tugas utama dari badan ini yakni untuk menjamin kualitas dan mutu dari produk obat serta makanan. Selain itu, BPOM juga menjalankan fungsi pengawasan.

Kisaran gaji bekerja di lembaga pemerintah yakni sekitar Rp. 4-8 juta per bulannya. Besar gaji juga dipengaruhi oleh jenis lembaga tempat bekerja.

Itulah berbagai prospek kerja dan kisaran gaji bagi orang-orang yang menggeluti bidang farmasi. Sebenarnya, bidang kerja di atas dapat dipilih berdasarkan berbagai aspek, salah satunya potensi diri dan keinginan.

Setelah mengetahui gaji farmasi, apakah Anda tertarik untuk menggeluti salah satu prospeknya? Jika Anda ingin mendirikan apotek atau berbagai bidang yang membutuhkan persediaan obat Kenali 7 Jenis Bisnis Apotek beserta Fungsinya terlebih dahulu. 

Jika Anda sedang mencari distributor obat-obatan terpercaya, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. 

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.

Apa itu UKAI? Serta Pentingnya Sertifikasi Profesi Apoteker

Jika Anda mulai mempelajari berbagai istilah dalam dunia farmasi, terlebih apoteker, maka mungkin akan bertanya tentang apa itu UKAI. Untuk menjawab rasa penasaran tentang dunia apoteker, Anda bisa menyimak artikel ini lebih lanjut.

Ketahui juga Apa itu STRA Apoteker? Bagaimana Cara Pengajuannya? Serta uji kompetensi di berbagai negara dan tahapan untuk menjadi seorang apoteker yang profesional. 

Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.

Apa itu UKAI?

UKAI merupakan singkatan dari Uji Kompetensi Apoteker Indonesia. Ini adalah tahap atau proses untuk mengukur capaian dari setiap mahasiswa program studi profesi apoteker. Seluruh perguruan tinggi yang membuka program studi tersebut wajib untuk mengadakan uji kompetensi ini.

Tujuannya yakni supaya tercapainya standar kelulusan dengan memperhatikan standar kompetensi kerja. Selain itu, ini merupakan langkah untuk mendapatkan sertifikat kompetensi apoteker menurut aturan di Indonesia.

Bagaimana Uji Kompetensi Seorang Apoteker di Berbagai Negara?

Setelah mengetahui apa itu UKAI, maka ini saatnya menyimak tentang uji kompetensi untuk apoteker yang dilakukan oleh berbagai negara.

1. Amerika Serikat

Amerika Serikat mempunyai uji kompetensi yang bernama North American Pharmacist Licensure Examination. Ini merupakan uji yang perlu dijalani oleh lulusan baru untuk profesi kefarmasian. Ujian ini meliputi pengetahuan kefarmasian umum dengan 225 jumlah soal.

2. Arab Saudi

Di Arab Saudi, terdapat Saudi Pharmacist Licensure Examination yang berisi 300 soal pilihan ganda. Durasi waktu mengerjakan uji kompetensi ini yakni 6 jam.

3. Australia

Australia memiliki Intern Written Exam yang dilakukan oleh lulusan profesi farmasi yang telah menyelesaikan program pelatihan dengan orientasi praktik. Uji kompetensi ini berdurasi 2 jam dan peserta akan diberikan 75 soal pilihan ganda.

4. Indonesia

Selanjutnya, untuk Indonesia, maka akan melalui tahap UKAI sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Tahapan Pendidikan Seorang Apoteker

Tidak mudah untuk menjadi seorang apoteker, karena ada berbagai tahap pendidikan, ujian, dan sertifikasi yang perlu dilakukan, berikut penjelasannya.

1. Praktik Kerja Profesi Apoteker atau PKPA

Setelah lulus dengan gelar sarjana farmasi, calon apoteker perlu menjalani pendidikan profesi yang dilakukan sekitar satu tahun.

Sebagian perguruan tinggi tidak menyediakan program profesi ini, sehingga lulusannya perlu mengambil profesi di kampus lain.

Dalam PKPA, calon apoteker akan diberikan berbagai materi kelas untuk mendukung pengetahuan dan kecakapan khusus. Lalu, ada pula praktik kerja di berbagai tempat untuk mengasah kemampuan mereka.

2. Lulus UKAI

Setelah lulus dari pendidikan profesi, selanjutnya mereka perlu lulus UKAI atau uji kompetensi yang menjadi topik utama di sini.

Terdapat dua jenis metode UKAI. Pertama, dengan CBT atau computer-based test. UKAI-CBT ini berdurasi 200 menit, dengan 200 soal pilihan ganda yang perlu dikerjakan.

Kedua, ada UKAI-OSCE atau Objective Structured Clinical Examination. Ini merupakan ujian praktik yang dilakukan dalam 9 ruangan dengan ujian tersendiri untuk setiap ruangannya.

3. Sertifikasi Kompetensi Profesi Apoteker atau SKPA

UKAI memang baru ditetapkan tahun 2018. Untuk calon apoteker yang belum mengikuti UKAI, maka bisa juga mengikuti SKPA yang merupakan sertifikasi dengan masa berlaku 5 tahun.

4. Sumpah Profesi dan Registrasi STRA

Terakhir, calon apoteker perlu menjalani sumpah profesi. Setelah disumpah, mereka masih perlu mengurus STRA atau Surat Tanda Registrasi Apoteker. Saat ini, STRA dapat diurus secara online, sehingga lebih mudah dan praktis.

Setelah membaca penjelasan di atas, Anda dapat lebih mengetahui berbagai hal terkait uji kompetensi apoteker.

Kini, Anda telah memahami apa itu UKAI dan berbagai tahapan menjadi apoteker. Hal tersebut memang penting supaya dapat menghasilkan para apoteker profesional. Jika Anda merupakan apoteker atau pemilik apotek, profesionalitas tentunya perlu menjadi prioritas. Bahkan jika Anda berniat untuk membuka bisnis apotek, dan membutuhkan informasi lebih lanjut Anda dapat mengetahui Tips Memilih Franchise Apotek yang Tepat dan Menguntungkan

Jika Anda sedang mencari distributor obat-obatan terpercaya, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. 

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.

Ketahui Seputar Surat Resep Obat Dokter yang Biasa Kita Dapatkan

Ketika seorang pasien berobat, maka umumnya akan mendapatkan resep obat dokter. Resep tersebut nantinya dapat dibeli di apotek supaya dapat secara optimal mendukung proses penyembuhan.

Namun, mungkin saja sebagian orang merasa penasaran tentang unsur yang ada di dalam resep tersebut dan format penulisannya. Sebagai informasi lain, Anda juga dapat mengetahui Seputar Konseling Apoteker yang Perlu Anda Ketahui. Hal ini tentu sangat membantu Anda untuk memahami kandungan dan penggunaan obat nantinya. 

Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.

Apa itu Resep Obat Dokter?

Resep obat merupakan surat rujukan atau pengantar dari dokter kepada pasien. Di dalamnya, tertulis jenis obat yang diperlukan pasien, lengkap dengan spesifikasinya.

Resep ini dibuat berdasarkan proses pemeriksaan yang sudah dilakukan, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien yang bersangkutan.

Maka dari itu, hanya dokter tertentu yang memiliki hak untuk menuliskan resep ini, misalnya dokter spesialis dan dokter umum.

Unsur-unsur yang Ada dalam Resep Obat Dokter

Tentunya, setiap resep perlu dituliskan secara jelas, sehingga pasien bisa mendapatkan obat yang sesuai dengan resep tersebut. Di bawah ini adalah unsur yang perlu ada di dalam resep obat dari dokter.

1. Identitas Dokter

Pertama, ada identitas dokter di dalam lembar resep. Identitas ini meliputi nama, nomor dari Surat Izin Praktik atau SIP, nomor telepon, alamat praktik, nama kota tempat praktik, dan tanggal penulisan resep. Biasanya, di lembar resep juga sudah tercetak hari dan waktu praktik.

2. Identitas Pasien

Kedua, identitas pasien. Dalam hal ini, identitas yang perlu dituliskan yakni nama, jenis kelamin, umur, alamat, berat badan, dan nomor telepon pasien.

Biasanya, format dari identitas ini sudah ada di lembar resep, sehingga dokter hanya perlu mengisinya sesuai data pasien.

3. Informasi Obat

Selanjutnya yakni informasi obat, ini terdiri dari dua bagian yakni simbol R/ dan simbol S.

Untuk simbol R/, ini adalah singkatan dari recipe yang merupakan kata dalam bahasa Latin, artinya ‘ambil’. Informasi dengan simbol ini memuat nama obat, bentuk obat (tablet, salep, kapsul, atau sirup), dosis, dan jumlah yang diperlukan.

Selanjutnya, untuk simbol S berisi aturan dan cara pemakaian obat. Dalam hal ini, akan dimuat informasi, misalnya:

  1. Waktu untuk meminum obat, misalnya pada pagi atau malam hari.
  2. Berapa kali obat tersebut perlu diminum setiap harinya (atau dalam durasi waktu lainnya).
  3. Keterangan obat tersebut diminum sebelum atau setelah makan.
  4. Dosis konsumsi obat;  misalnya sebanyak 1 sendok makan, 5 ml, dan 1 tablet.
  5. Cara penggunaan obat; misalnya obat perlu diminum, dioleskan, dan sebagainya.
  6. Informasi lain terkait pemakaian obat, misalnya obat perlu dihentikan jika sudah tidak muncul gejala atau obat diminum sampai habis

5. Legalitas

Terakhir, ada legalitas dari resep obat tersebut yang berupa tanda penutup dalam bentuk garis, lalu diikuti dengan tanda tangan dari dokter yang menuliskan resep.

Perlu diketahui juga bahwa ada jenis resep yang dapat diulang untuk penebusan obat selanjutnya, namun ada pula yang hanya untuk sekali penebusan obat atau tidak dapat diulang.

Penulisan Format Resep Obat Dokter

Supaya kualitas pelayanan farmasi di Indonesia tetap terjaga, maka ada format penulisan resep obat yang telah diatur secara resmi dengan Peraturan Menteri Kesehatan, lebih tepatnya Nomor 58 tahun 2014.

Dalam format tersebut, terdapat data minimal yang harus ada dalam resep dokter, yaitu sebagai berikut:

  • Nama, alamat, dan SIP dokter
  • Tanggal penulisan resep obat
  • Tanda tangan dokter
  • Data pasien: nama, jenis kelamin, usia, berat badan, dan alamat.
  • Nama, dosis, dan jumlah obat
  • Informasi tambahan yang diperlukan

Setelah membaca informasi di atas, tentunya kini Anda dapat lebih memahami resep obat yang umumnya diterima pasien.

Bagi para apoteker, membaca resep obat dokter adalah hal dasar yang penting untuk dipahami, supaya tidak ada kesalahan dalam memberikan obat karena itu merupakan Peran dan Tugas Asisten Apoteker. Selain itu, menyediakan stok obat yang berkualitas juga menjadi hal penting bagi pemilik apotek. Maka dari itu, Pastikan untuk memilih distributor obat yang sudah tepercaya, seperti Mandira

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.

Perlu Tahu! Berikut Alur Pengadaan Obat di Rumah Sakit

Pengadaan obat di rumah sakit merupakan aspek penting yang harus dipahami. Pasalnya, di rumah sakit ada banyak jenis obat yang harus dipastikan ketersediaannya agar dapat memenuhi kebutuhan pasien.

Pengadaan obat ataupun alat kesehatan seringkali menjadi persoalan di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk di rumah sakit. Pasalnya, fasilitas tersebut menjadi akses masyarakat agar bisa mendapat pelayanan kesehatan yang optimal. Maka dari itu, mengenal Alur Pengadaan Obat dari PBF Mandira Distra yang Aman dapat menjadi solusi. 

Alur Pengadaan Obat di Rumah Sakit

Pengadaan merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mewujudkan perencanaan kebutuhan. Agar efektif, pengadaan harus menjamin jumlah, ketersediaan, waktu, dan harga yang terjangkau sesuai standar mutu. Dalam pemenuhan stok obat, biasanya ada beberapa langkah yang ditempuh, yaitu:

1. Perencanaan Kebutuhan Obat

Langkah pertama yang harus dilakukan pada proses pengadaan yaitu membuat perencanaan obat yang dibutuhkan terlebih dahulu. Perencanaan ini sangat penting untuk bisa memperkirakan obat apa saja yang akan diperlukan oleh rumah sakit untuk menunjang pelayanan kesehatan. 

Anda bisa mengetahui kebutuhan obat ini melalui data pemesanan obat. Perhatikan jenis obat apa saja yang paling banyak dibutuhkan oleh pasien di rumah sakit tersebut.

2. Pilih Supplier Tepercaya

Selain membuat perencanaan kebutuhan, hal lainnya yang tidak kalah penting yaitu memilih supplier obat yang sudah tepercaya. 

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih supplier obat. Mulai dari mutu pelayanan, waktu pengiriman, serta kualitas produk obat. Selain itu, Anda juga dapat membandingkan beberapa supplier agar mendapat supplier yang terbaik.

3. Proses Pemesanan

Bila daftar obat-obatan yang dibutuhkan sudah tersedia, Anda bisa langsung melakukan pemesanan. Dalam hal ini, ada beberapa jenis surat pesanan (SP) yang dapat digunakan. Pastikan Anda menggunakan surat pesanan yang sesuai agar bisa mengajukan pesanan obat sesuai ketentuan di Pedagang Besar Farmasi (PBF).

Setelah Anda melakukan pemesanan, jangan lupa untuk selalu memantau status pesanan tersebut secara berkala melalui resi yang diberikan.

4. Periksa Pesanan

Setelah obat sampai, pastikan untuk selalu cek pesanan yang diterima. Sebaiknya, penerimaan pesanan ini dilakukan oleh apoteker sehingga dapat langsung diperiksa kesesuaian data obat yang dipesan dengan yang diterima. 

Tidak hanya itu, apoteker juga harus memastikan beberapa aspek seperti jumlah obat, nama obat, sediaan obat, nomor bets, nama pemasok, serta tanggal kadaluwarsa. Dengan begitu, pengadaan obat dapat memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit tersebut.

5. Penyimpanan Obat

Setelah obat datang, penyimpanan obat harus dilakukan dengan benar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: 

  • Pastikan obat disimpan dalam kemasan aslinya. Bila dipindahkan, pastikan selalu steril. Wadah yang digunakan untuk menyimpan obat harus memuat nomor batch, nama obat, serta tanggal kadaluwarsa.
  • Simpan pada suhu ruang yang sesuai.
  • Pengeluaran obat diatur oleh sistem FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out).
  • Susun obat sesuai bentuk, kelas, dan tata sesuai abjad.
  • Jangan satukan penyimpanan obat dengan barang lain.

6. Pemusnahan Obat

Bila ditemukan obat yang sudah kadaluwarsa, pemusnahan harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Baik obat psikotropika maupun non-psikotropika harus dimusnahkan oleh apoteker dan disaksikan langsung oleh dinas kesehatan/POM setempat baik dari kabupaten, kota, maupun provinsi. 

7. Pengendalian Obat

Pengendalian dilakukan dengan tujuan mengorganisir jumlah stok obat yang tersedia sesuai dengan kebutuhan pelayanan sehingga tidak terjadi kekosongan atau kelebihan stok. Pengendalian ini mencakup tanggal kadaluwarsa, nama obat, jumlah pengeluaran, jumlah pemasukan, dan sisa obat yang tersedia.

8. Pelaporan

Pencatatan perlu dilakukan untuk mengetahui data obat-obatan yang keluar masuk. Ada dua jenis pelaporan yang perlu dilakukan, yaitu pelaporan internal dan eksternal. 

Pelaporan internal yaitu pelaporan manajemen apotek, seperti laporan barang, keuangan, dan lainnya. Sementara itu, pelaporan eksternal yaitu laporan pada pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

Jenis Pengadaan Obat

Ada beberapa jenis pengadaan obat di rumah sakit yang perlu dipahami. Hal ini bisa dilihat berdasarkan beberapa faktor, seperti pengadaan barang, sifat penggunaan, dan waktu pengadaan. 

Berdasarkan pengadaan barang, pengadaan obat dibedakan menjadi 3, yaitu: 

  • Pengadaan bahan dan makanan;
  • Pengadaan barang dan farmasi;
  • Pengadaan barang dan logistik.

Berdasarkan sifat penggunaannya, pengadaan obat dibedakan menjadi:

  • Bahan pembantu, seperti bahan antibiotika yang dibutuhkan untuk membuat salep;
  • Bahan baku, seperti Saccharum lactis yang digunakan untuk membuat racikan puyer;
  • Bahan jadi, seperti cairan infus;
  • Komponen jadi, seperti kapsul gelatin.

Berdasarkan waktu pengadaan, pengadaan obat terbagi menjadi:

  • Pembelian terjadwal (schedule purchasing), pembelian yang dilakukan dengan selang waktu tertentu, seperti 1 bulan  3 bulan, atau 6 bulan;
  • Pembelian tiap bulan, pembelian yang dilakukan setiap saat ketika stok obat sudah kurang;
  • Pembelian tahunan, pembelian obat yang dilakukan dengan selang waktu satu tahun.

Demikian alur pengadaan obat di rumah sakit yang dapat dilakukan. Disamping itu, Anda juga sebaiknya Mengenal Jenis Surat Pesanan Obat untuk Pengadaan Obat dari PBF. Pastikan untuk memilih supplier obat yang sudah tepercaya, seperti Mandira

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.

Perlu Tahu! Ini Bahaya Minuman Kemasan Jika Dikonsumsi Berlebihan

Mengonsumsi minuman kemasan yang dingin di tengah panasnya matahari memang menyegarkan. Namun, tahukah Anda ada bahaya minuman kemasan yang sedang menanti? Minuman kemasan mengandung beberapa kandungan yang dapat membahayakan kesehatan, misalnya bagi organ hati dan ginjal.

Terlalu sering mengonsumsi minuman kemasan dalam jumlah berlebih seringkali dikaitkan dengan risiko kesehatan. Pasalnya, minuman ini mengandung banyak zat berbahaya dan berisiko menyebabkan berbagai penyakit salah satunya penyakit jantung. Maka dari itu sebaiknya segera mengganti dengan 10 Minuman Sehat untuk Jantung ini Dapat Anda Konsumsi Setiap Saat.

Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.

Bahaya Minuman Kemasan Jika Dikonsumsi Berlebihan

Minuman kemasan selalu tampak menarik dengan aneka rasa dan warna yang ditawarkan. Selain itu, minuman ini juga dianggap lebih praktis untuk dikonsumsi. Namun, Anda perlu mewaspadai beberapa penyakit di bawah ini bila masih suka mengonsumsi minuman kemasan dalam jumlah banyak:

1. Obesitas

Rasa manis yang terdapat dalam minuman kemasan biasanya terbuat dari pemanis buatan. Salah satunya yaitu fruktosa dalam kadar yang cukup tinggi. Fruktosa merupakan gula sederhana yang tidak memberikan efek kenyang sehingga dapat memicu Anda untuk terus mengonsumsi minuman tersebut dalam jumlah banyak.

Akibatnya, kebutuhan asupan kalori harian Anda akan menjadi berlebihan. Dampak berikutnya yang muncul yaitu terjadi penambahan berat badan yang bisa menimbulkan obesitas.

2. Diabetes

Bahaya minuman kemasan berikutnya yaitu dapat menyebabkan diabetes, yaitu adanya peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Asupan fruktosa yang berlebihan dari minuman kemasan dapat memicu resistensi insulin. 

Kondisi ini merupakan faktor penyebab utama diabetes tipe 2. Para ahli menyebutkan bahwa risiko penyakit diabetes tipe 2 akan meningkat sekitar 1,1% pada orang-orang yang mendapat tambahan 150 kalori gula setiap harinya.

3. Penyakit Jantung

Tidak hanya menyebabkan diabetes, minuman kemasan juga dapat memicu penyakit jantung. Asupan gula dapat meningkatkan beberapa faktor risiko pemicu penyakit jantung. Misalnya, gula darah, kolesterol jahat, dan trigliserida. 

Dalam sebuah studi yang berjudul “Association of Sugary Drink Consumption with Cardiovascular Disease Mortality Among US Adults” disebutkan bahwa rutin mengonsumsi minuman kemasan manis setiap hari dapat meningkatkan 20%  risiko mengalami atau bahkan meninggal karena serangan jantung.

4. Batu Ginjal

Memang benar bahwa mencukupi kebutuhan air dapat membantu menjaga kesehatan ginjal. Namun, hal ini tidak berlaku ketika Anda sering mengonsumsi minuman kemasan.

Para peneliti telah menguji efek dari mengonsumsi minuman kemasan yang tinggi gula, seperti kopi, teh, atau jus buah kemasan dapat memicu adanya pembentukan batu ginjal.

Dalam penelitian yang berjudul “Soda and Other Beverages and the Risk of Kidney Stones” disebutkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi satu atau lebih soft drink per hari lebih berisiko terkena batu ginjal sebanyak 23% ketimbang orang yang kurang minum per minggu.

Kandungan Berbahaya dalam Minuman Kemasan

Beberapa dampak bahaya yang ditimbulkan oleh minuman kemasan tidak terlepas dari kandungan yang dimilikinya. Adapun kandungan berbahaya yang terdapat dalam minuman kemasan yaitu:

1. 4-methylimidazole (4-MEI)

Kandungan yang satu ini biasanya ditemukan pada minuman kemasan berwarna karamel seperti root beer atau cola. Dalam sebuah studi ditemukan adanya tumor pada tikus yang mengonsumsi 4-MEI dalam kadar yang tinggi. 

Sementara itu, di Amerika Serikat, produsen diminta untuk mengurangi penggunaan zat tersebut dalam produk minuman karena diduga karsinogen.

2. Asam Fosfat

Kandungan yang satu ini biasanya digunakan pada minuman soda agar lebih tahan lama dan rasanya lebih tajam. Namun, zat ini dapat mengikir gigi jika dikonsumsi setiap hari. Selain itu, dalam sebuah studi ditemukan wanita yang sering minum soda lebih berisiko mengalami patah tulang pinggul dan memiliki tulang yang lemah.

3. Bisphenol A (BPA)

Bahan kimia ini biasanya ditemukan pada botol plastik dan kaleng soda aluminium. Menurut penelitian, zat tersebut dapat keluar dari kemasan dan bercampur dengan minuman. Saat berada di dalam tubuh, BPA dapat menyebabkan pubertas dini, meningkatkan risiko kanker reproduksi dan mengurangi jumlah sperma.

4. Sirup Jagung Fruktosa Tinggi

Jenis gula yang satu ini seringkali ditemukan pada minuman kemasan. Makanan atau minuman yang tinggi fruktosa dapat menghambat kemampuan seseorang ketika mengingat informasi baru atau saat belajar. Sirup ini juga seringkali dikaitkan dengan risiko obesitas.

5. Aspartame

Aspartame merupakan pemanis buatan yang dapat berubah menjadi formaldehid dan alkohol kayu beracun pada saat masuk ke dalam tubuh. Namun, zat ini tidak dapat dihilangkan melalui proses penyaringan pada hati dan ginjal.

6. Asam Sitrat

Beberapa perusahaan biasanya akan menggunakan asam sitrat untuk mengimbangi rasa manis pada soda. Beberapa penelitian sering mengaitkan kandungan ini dengan erosi pada gigi.

7. Natrium Benzoat

Natrium benzoat sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi tubuh. Namun, bila dikombinasikan dengan asam askorbat dapat meningkatkan risiko kanker pada tubuh. Biasanya, kombinasi ini seringkali ditemukan pada soda.

Sebenarnya, mengonsumsi minuman kemasan masih diperbolehkan asal dalam kadar yang wajar. Dengan memahami bahaya minuman kemasan di atas, semoga Anda bisa mulai membatasinya. Mulailah dengan Waspadai Minuman dan Makanan Penyebab Kanker

Jika Anda sedang mencari distributor obat-obatan terpercaya, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. 

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.

Apakah Ada Efek Samping Buah Nanas untuk Ibu Hamil?

Benarkah ada efek samping buah nanas untuk ibu hamil? Pertanyaan seperti ini kerap kali muncul di kalangan ibu hamil. Pasalnya, banyak masyarakat yang percaya jika buah nanas berbahaya bagi ibu hamil dan dapat menyebabkan keguguran. 

Faktanya, buah nanas tetap aman bagi ibu hamil jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Meskipun demikian, memang ada efek samping yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil ketika ingin makan buah nanas. Agar tidak salah informasi lagi, mari simak faktanya di bawah ini.

Untuk menjaga janin tetap sehat pada masa kehamilan, tentunya sangat disarankan untuk ibu hamil mengongsumsi jus alpukat yang kaya akan manfaatnya bagi kehamilan. Berikut 10 Manfaat Jus Alpukat untuk Ibu Hamil

Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.

Efek Samping Buah Nanas untuk Ibu Hamil

Dampak negatif buah nanas bagi kehamilan berkaitan dengan kandungan enzim bromelain yang terdapat pada buah tersebut. Enzim ini memiliki sifat proteolitik yang bisa memecah protein dalam tubuh. Selain itu, zat ini juga dapat memicu kontraksi sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan keguguran.

Di samping itu, ada beberapa efek samping lainnya yang dapat dirasakan oleh ibu hamil ketika mengonsumsi buah nanas. Adapun efek sampingnya yaitu:

1. Keguguran atau Lahir Prematur

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, enzim bromelain pada nanas dapat memicu kontraksi pada ibu hamil. Bila kontraksi muncul di waktu yang tidak tepat, bisa saja bayi menjadi lahir prematur atau terburuknya terjadi keguguran. 

Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengkonsumsi buah ini dengan jumlah berlebihan di awal kehamilan. Agar lebih aman, Anda bisa mengonsumsi buah lainnya yang tidak memicu kontraksi seperti alpukat, jeruk, strawberry, dan buah lainnya.

2. Buruk bagi Kulit Bayi

Nanas yang dikonsumsi dalam kondisi panas dapat berdampak buruk bagi kulit bayi. Selain itu, buah nanas juga dapat memicu reaksi alergi pada kulit bayi. Kedua efek tersebut dapat muncul karena nanas yang disajikan panas dapat melepaskan zat beracun yang berbahaya.

3. Reaksi Alergi

Efek samping buah nanas untuk ibu hamil berikutnya yaitu dapat memicu reaksi alergi. Ibu hamil yang memiliki alergi pada lateks atau serbuk sari memiliki risiko lebih tinggi mengalami alergi ketika mengonsumsi nanas.

Gejala yang muncul bisa berupa gatal dan kemerahan di kulit. Dalam beberapa kondisi, bisa juga mengakibatkan diare, muntah, hingga sesak nafas.

4. Nyeri Ulu Hati

Mengonsumsi nanas dalam jumlah yang berlebihan dapat mengganggu sistem pencernaan ibu hamil. Pasalnya, buah ini mengandung asam yang bisa menyebabkan produksi asam lambung meningkat sehingga memicu refluks asam lambung dan nyeri pada ulu hati. Sesekali, kondisi ini dapat disertai diare.

Manfaat Buah Nanas untuk Ibu Hamil

Di samping bahaya di atas, buah nanas masih memiliki beberapa manfaat bagi ibu hamil bila dikonsumsi dalam jumlah dan waktu yang tepat. Pasalnya, buah ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap dan baik bagi ibu hamil. Mulai dari vitamin A, vitamin C, zat besi, magnesium, sukrosa, natrium, fosfor, enzim bromelain, dan kalsium. 

Adapun manfaat yang bisa didapatkan oleh ibu hamil dari mengonsumsi buah nanas yaitu sebagai berikut:

1. Melancarkan Persalinan

Seperti yang diketahui, nanas mengandung enzim bromelain yang dapat memicu kontraksi. Enzim ini akan melunakkan leher rahim sehingga sangat bermanfaat ketika proses persalinan. 

Jadi, Anda bisa mengonsumsinya ketika sudah mendekati waktu lahir. Meskipun demikian, ibu hamil tetap tidak dianjurkan mengonsumsi buah nanas dalam jumlah terlalu banyak karena dapat menyebabkan diare.

2. Meredakan Rasa Cemas

Umumnya, selama masa kehamilan ibu hamil lebih mudah merasa cemas. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon dalam tubuh yang bisa meningkatkan kecemasan pada ibu hamil. 

Dengan mengonsumsi buah nanas dalam kadar yang cukup, rasa cemas tersebut dapat menurun. Pasalnya. buah nanas mengandung vitamin dan flavonoid yang bersifat ansiolitik, yaitu dapat membantu menekan rasa cemas. 

3. Mempercantik Kulit

Tetap tampil cantik selama masa kehamilan tentunya idaman semua ibu hamil. Pasalnya, selama masa ini ibu hamil cenderung lebih malas merawat diri, terlebih ketika trimester pertama.

Namun, Anda bisa mengonsumsi buah nanas agar kulit tetap sehat dan cantik. Dalam satu gelas jus nanas terdapat 79 mg vitamin C yang berperan penting dalam proses produksi kolagen di dalam tubuh. Dengan demikian, ibu hamil tidak perlu takut dengan berbagai masalah kulit selama masa kehamilan.

4. Sumber Nutrisi Ibu dan Janin

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan mengonsumsi buah nanas pada saat hamil. Pasalnya, buah ini juga mengandung nutrisi lengkap yang baik bagi ibu dan janin. Nanas mengandung asam folat yang dapat mencegah kecacatan pada bayi.

Selain itu, buah ini juga mengandung zat besi yang sangat dibutuhkan ibu hamil untuk mencegah anemia. Terdapat uga magnesium, vitamin B6, dan mangan, yang tentunya sangat baik bagi ibu hamil.

Dari informasi di atas dapat diketahui bahwa memang ada beberapa efek samping buah nanas untuk ibu hamil yang cukup berbahaya. Namun, jika dikonsumsi dalam kadar yang cukup dan di waktu yang tepat, nanas dapat memberikan manfaat bagi ibu hamil. 

Sebagai alternatif lain, ibu hamil dapat mengonsumsi 5 Makanan Wajib untuk Nutrisi Awal Kehamilan Bagi Ibu untuk kesehatan janin. 

Jika Anda sedang mencari distributor obat-obatan terpercaya, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. 

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.