...

Berikut Daftar Obat Wajib Apotek yang Harus Anda Ketahui

Daftar Obat Wajib Apotek (DOWA) merupakan elemen penting dalam operasional apotek yang harus dipahami oleh para tenaga kesehatan dan masyarakat. Daftar ini disusun oleh pemerintah untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dasar yang dibutuhkan masyarakat. 

Dengan adanya DOWA, apotek dapat memberikan pelayanan yang optimal dan memastikan pasien mendapatkan obat sesuai dengan kebutuhannya.

Sebelum memahami soal daftar obat, berikut 5 Contoh Obat Generik yang Ada di Apotek Terdekat.

Apa Itu Daftar Obat Wajib Apotek?

Ada beberapa hal yang sebaiknya Anda pahami mengenai DOWA. Berikut ini penjelasan ringkasnya!

1. Definisi dan Fungsi DOWA

DOWA adalah daftar obat-obatan yang wajib disediakan oleh apotek sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Fungsi utamanya adalah untuk menjamin ketersediaan obat esensial yang dibutuhkan masyarakat dalam penanganan berbagai penyakit..

2. Regulasi Pemerintah Terkait DOWA

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan regulasi terkait DOWA. Sedikitnya ada 4 ketentuan mengenai DOW antara lain:

  1. Kepmenkes no 347 tahun 1990 tentang Obat Wajib Apotek daftar No. 1;
  2. Kepmenkes no 924 tahun 1993 tentang DOWA No. 2.
  3. Kepmenkes no 925 tahun 1993 tentang perubahan golongan OWA No.1, mengenai perubahan golongan obat terhadap daftar OWA No. 1, beberapa obat yang semula OWA berubah menjadi obat bebas terbatas atau obat bebas.
  4. Kepmenkes no 1176 tahun 1999 tentang DOWA No. 3

3. Kriteria Obat yang Masuk dalam DOWA

Obat-obatan yang masuk dalam DOWA ditetapkan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kriteria utama obat yang masuk dalam daftar ini adalah obat-obatan esensial yang terbukti efektif, aman, dan memiliki harga terjangkau

Jenis-Jenis Obat dalam Daftar Obat Wajib Apotek

Ada beberapa jenis obat yang ada dalam DOWA. Berikut adalah daftar obatnya:

1. Obat Generik Esensial

Obat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar pengobatan dengan harga yang lebih terjangkau, namun tetap memiliki kualitas dan efektivitas yang sama dengan obat bermerek. 

2. Obat Bebas dan Bebas Terbatas

Selain obat generik, DOWA juga mencakup obat bebas dan bebas terbatas. Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter dan digunakan untuk mengatasi kondisi ringan seperti sakit kepala, flu, atau demam. 

Sedangkan obat bebas terbatas, meskipun dapat dibeli tanpa resep, harus digunakan dengan kehati-hatian dan sesuai dengan aturan yang ada.

3. Obat Resep dalam DOWA

Obat resep adalah obat-obatan yang hanya bisa diberikan oleh apoteker jika pasien membawa resep dari dokter. Obat-obatan dalam kategori ini mencakup pengobatan untuk kondisi yang lebih serius, seperti penyakit kronis atau infeksi tertentu. 

Mengapa DOWA Penting untuk Operasional Apotek?

DOWA sangat penting untuk operasional apotek. Apa penyebabnya?

1. Dampaknya Terhadap Pelayanan Kesehatan

DOWA memainkan peran kunci dalam memastikan bahwa apotek dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Dengan adanya DOWA, apotek dapat selalu siap melayani kebutuhan obat masyarakat. 

2. Pemenuhan Standar Pelayanan di Apotek

Setiap apotek diwajibkan untuk memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan DOWA menjadi salah satu instrumen untuk mencapai standar tersebut. 

3. Ketersediaan Obat yang Selalu Siap

Ketersediaan ini sangat membantu terutama dalam situasi darurat. Di mana obat-obatan esensial seperti antibiotik atau obat penurun demam harus segera diberikan kepada pasien.

Percayakan Jenis Obat-obatan Bersama Mandira Distra Abadi

Apotek yang ingin memastikan ketersediaan obat sesuai dengan DOWA, bisa bekerja sama dengan Distributor Obat Mandira Distra Abadi. Kunjungi halaman prinsipal untuk mengetahui persediaan farmasi kami.  

Anda juga bisa hubungi kami untuk mengetahui daftar obat wajib apotek. Mengakses laman artikel lain di sini termasuk mengenai Mengenal SOP Apotek, Manfaat, dan Cara Pembuatannya.

Mengenal Mengenai Pengelolaan Sediaan Farmasi di Apotek

Pengelolaan sediaan farmasi di apotek yang baik sangat penting untuk menjamin ketersediaan obat yang aman dan efektif. Manajemen yang efisien berperan dalam menjaga kualitas layanan kesehatan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. 

Jika pengelolaan ini tidak berjalan dengan baik, bisa berdampak pada ketersediaan obat yang dibutuhkan oleh pasien. Sehingga mengganggu kualitas layanan, dan menurunkan kepercayaan pelanggan terhadap apotek tersebut.

Sebelum memahami pengelolaan sediaan farmasi, mari Mengenal Lebih Jauh Industri Farmasi di Indonesia.

Definisi Sediaan Farmasi

Sediaan farmasi adalah semua bentuk obat-obatan yang disediakan oleh apotek untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. 

Ini mencakup berbagai jenis obat, seperti tablet, kapsul, sirup, salep, serta alat kesehatan seperti masker dan alat suntik. Sediaan farmasi harus dikelola dengan baik agar selalu tersedia dan siap digunakan saat dibutuhkan pasien.

Tujuan Pengelolaan Sediaan Farmasi di Apotek yang Efektif

Pengelolaan sediaan farmasi bertujuan untuk memastikan bahwa obat-obatan tersedia dalam jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dengan kualitas yang baik. 

Tujuan utamanya adalah menjaga kesinambungan layanan kesehatan, mencegah kekurangan atau kelebihan stok obat. Sekaligus dapat meminimalkan risiko distribusi obat yang sudah kadaluarsa atau rusak.

Prinsip Dasar dalam Pengelolaan Obat di Apotek

Pengelolaan obat di apotek harus mematuhi prinsip-prinsip dasar, antara lain:

  1. Kualitas: Obat yang disediakan harus memenuhi standar kualitas.
  2. Efektivitas: Obat harus tersedia pada waktu yang dibutuhkan.
  3. Efisiensi: Proses pengelolaan harus menghindari pemborosan sumber daya.
  4. Keselamatan: Obat harus aman digunakan oleh pasien sesuai anjuran.

Proses Pengelolaan Sediaan Farmasi di Apotek

Ada beberapa proses dalam pengelolaan sediaan farmasi yang sebaiknya Anda lakukan. Berikut ini adalah prosesnya:

1. Penerimaan dan Penyimpanan Obat

Setelah obat diterima di apotek, proses pertama yang dilakukan adalah memeriksa kualitas dan kondisi fisik obat. 

Selanjutnya, obat disimpan di tempat yang sesuai dengan persyaratan penyimpanan, seperti suhu, kelembapan, dan cahaya. 

2. Prosedur Pengeluaran dan Penggunaan Obat

Proses pengeluaran obat dilakukan berdasarkan resep dokter atau permintaan pelanggan. Apotek harus mengikuti prosedur yang tepat agar tidak terjadi kesalahan pemberian obat. 

Penggunaan sistem informasi yang baik juga membantu memastikan bahwa semua obat yang dikeluarkan tercatat dengan benar.

3. Pengawasan dan Pelaporan Obat Kadaluarsa

Obat yang mendekati masa kadaluarsa harus diawasi secara ketat. Pengelolaan sediaan farmasi pada apotek juga melibatkan pelaporan obat-obat yang sudah kadaluarsa untuk dikembalikan atau dimusnahkan. 

Ini penting untuk mencegah distribusi obat yang tidak layak pakai dan berisiko terhadap kesehatan pasien.

Tantangan dalam Pengelolaan Sediaan Farmasi

Sementara itu, ada beberapa tantangan dalam pengelolaan sediaan farmasi. Berikut  ini adalah tantangannya:

1. Keterbatasan Ruang Penyimpanan

Keterbatasan ruang di apotek bisa menjadi masalah besar dalam pengelolaan sediaan farmasi. Penyimpanan yang tidak memadai dapat menyebabkan kerusakan obat dan mengurangi efisiensi pengelolaan stok.

2. Pengelolaan Obat Langka dan Obat Prioritas

Obat-obatan tertentu mungkin sulit ditemukan atau tergolong obat langka. Pengelolaan obat prioritas ini memerlukan perencanaan dan pemantauan yang cermat agar apotek tidak kehabisan stok.

3. Solusi untuk Pengelolaan Sediaan yang Efektif

Salah satu solusi untuk pengelolaan yang lebih baik adalah menggunakan teknologi seperti sistem manajemen stok berbasis digital. 

Hal ini memungkinkan apotek untuk memantau stok obat secara real-time, mencegah kehabisan atau kelebihan stok, serta membantu dalam pelaporan obat kadaluarsa.

Tingkatkan Pengelolaan Sediaan Farmasi Apotek Anda Bersama Kami

Saatnya untuk memilih Distributor Obat Mandira Distra Abadi untuk membantu pengelolaan sediaan farmasi pada apotek Anda. Kunjungi halaman prinsipal untuk memahami rincian obat untuk persediaan farmasi. 

Anda juga bisa hubungi kami untuk memahami pengelolaan sediaan farmasi di apotek. Simak artikel kesehatan lain di sini dan jangan lupa juga untuk Ketahui Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Apotek yang Tepat.

Ciri-Ciri Distributor Obat (PBF) Resmi dan Terpercaya untuk Rumah Sakit dan Klinik

Bayangkan tim pengadaan sudah menandatangani kontrak setahun dengan sebuah distributor, lalu di bulan ketiga baru ketahuan izin PBF-nya bermasalah. Stok tersendat, obat harus dicari dari sumber lain secara mendadak, dan proses ganti distributor di tengah jalan jauh lebih merepotkan dibanding melakukan pengecekan sejak awal.

Sebagai Pedagang Besar Farmasi yang sudah beroperasi sejak 1994, kami di Mandira Distra Abadi cukup sering ditanya tim pengadaan rumah sakit soal apa saja yang perlu dicek sebelum memutuskan kerja sama. Berikut rangkumannya.

1. Izin PBF dan Sertifikat CDOB yang Masih Aktif

Ini bukan sekadar formalitas. Sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) menunjukkan bahwa cara distributor menyimpan, menangani, dan menyalurkan obat sudah diverifikasi BPOM. Kalau ingin tahu lebih detail soal apa saja yang diatur di dalamnya, kami sudah membahasnya di artikel apa itu CDOB.

Status sertifikat CDOB sebuah PBF bisa dicek langsung lewat Sistem Informasi Sertifikasi CDOB BPOM. Kalau distributor keberatan datanya dicek, atau tidak bisa menyebut nomor sertifikatnya, itu sudah cukup jadi alasan untuk berhati-hati.

2. Produk yang Diedarkan Sudah Terverifikasi BPOM

Setiap obat yang beredar seharusnya punya nomor izin edar (NIE) yang sah. Anda bisa memverifikasinya sendiri lewat cekbpom.pom.go.id sebelum menerima pengiriman. Kalau distributor tidak bisa menunjukkan data batch dan tanggal kedaluwarsa dengan jelas di setiap faktur, itu juga patut dipertanyakan. Langkah verifikasi ini kami bahas lebih rinci di artikel cara cek legalitas distributor obat.

3. Rekam Jejak dan Kemitraan yang Jelas

Lama beroperasi bukan jaminan mutlak, tapi cukup membantu menilai stabilitas sebuah distributor. Mandira Distra Abadi sendiri sudah menjalankan distribusi farmasi lebih dari 30 tahun, bekerja sama dengan lebih dari 10 prinsipal seperti PT IFARS Pharmaceutical, PT ITRASAL, PT PIM Pharmaceuticals, PT Berlico Mulia Farma, dan PT Holi Pharma. Daftar lengkapnya bisa dilihat di halaman prinsipal kami.

4. Kecepatan dan Konsistensi Pengiriman

RS dan klinik tidak selalu bisa menunggu lama saat stok menipis. Tanyakan target waktu kirim distributor untuk wilayah Anda, lalu bandingkan dengan pengalaman nyata, bukan cuma janji di brosur.

5. Transparansi Dokumen

Faktur, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa harus tercantum jelas di setiap pengiriman. Dokumen yang rapi juga akan sangat membantu saat proses audit internal atau akreditasi rumah sakit.

6. Respons terhadap Keluhan

Distributor yang baik tidak menghilang setelah barang terkirim. Perhatikan seberapa cepat mereka menanggapi keluhan atau permintaan retur. Ini biasanya jadi indikator paling jujur soal seberapa serius mereka menjaga hubungan jangka panjang.

Tanda yang Perlu Diwaspadai

Harga yang jauh di bawah pasar tanpa alasan jelas, distributor yang tidak bisa menunjukkan faktur pajak, atau yang menolak diverifikasi izinnya, sebaiknya jadi alasan untuk mundur dulu sebelum melanjutkan kerja sama.

Mandira Distra Memenuhi Kriteria di Atas

Kami adalah PBF bersertifikat CDOB yang melayani kebutuhan obat, suplemen, dan herbal untuk apotek, klinik, dan rumah sakit di Jabodetabek dan sekitarnya sejak 1994. Kalau Anda ingin memverifikasi legalitas kami atau mendiskusikan kebutuhan pengadaan, hubungi tim kami langsung, atau lihat dulu daftar mitra prinsipal kami di halaman prinsipal.

Baca juga soal checklist audit vendor sebelum teken kontrak tahunan untuk langkah verifikasi yang lebih menyeluruh.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya PBF dan sub-distributor? 

PBF utama bekerja langsung dengan prinsipal atau industri farmasi, sementara sub-distributor biasanya mendapat pasokan dari PBF utama untuk cakupan wilayah yang lebih kecil. Pembahasan lengkapnya ada di artikel distributor utama vs sub-distributor.

Bagaimana cara cek izin PBF sebuah distributor secara online? 

Anda bisa memeriksa status sertifikat CDOB lewat sertifikasicdob.pom.go.id, sementara izin edar produk bisa dicek lewat cekbpom.pom.go.id.

Apakah harga murah selalu jadi tanda bahaya? 

Tidak selalu, tapi kalau harga jauh di bawah kewajaran pasar tanpa penjelasan yang masuk akal, sebaiknya ditelusuri dulu sebelum melanjutkan transaksi.

Berapa lama proses verifikasi sebelum mulai kerja sama? 

Tergantung kelengkapan dokumen masing-masing pihak. Biasanya lebih cepat kalau dokumen perizinan RS atau klinik sudah lengkap sejak awal pengajuan.

Apa Itu CPOB? Jaminan Mutu untuk Obat yang Kita Konsumsi

Untuk menjamin mutu obat, Anda perlu mengetahui apa itu CPOB. CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) adalah standar yang harus dipenuhi oleh industri farmasi dalam setiap proses produksi obat untuk menjamin kualitas, keamanan, dan khasiatnya.

CPOB harus menjadi pedoman penting bagi pelaku industri farmasi maupun fasilitas yang melakukan pembuatan obat dan menggunakan bahan obat seperti apotek. 

CPOB sendiri di Indonesia telah diatur melalui Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 34 Tahun 2018 mengenai Pedoman Cara Membuat Obat yang Baik. 

Maka dari itu, pahami CPOB dengan lebih lengkapnya melalui penjelasan berikut. 

Sebelum itu, Kenali 7 Jenis Apotek Beserta Fungsinya agar Anda mendapatkan pengetahuan bisnis apotek secara lebih komprehensif. 

Mengenal Apa Itu CPOB?

CPOB adalah proses manajemen mutu yang melibatkan pengendalian standar kualitas obat. Obat yang diproduksi haruslah sesuai dengan ketentuan izin edar, uji klinik, tujuan penggunaan serta spesifikasi produk. 

Lantas, untuk apa CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) ini diterapkan di industri farmasi?

Mengapa CPOB itu Penting di Dunia Farmasi

Dengan memahami pengertian apa itu CPOB, Anda akan menyadari bahwa pedoman ini memiliki peran esensial dalam dunia farmasi. 

1. Keamanan dalam Obat 

CPOB menjadi penjamin bahwa setiap obat yang diproduksi, dijual, dan dikonsumsi oleh masyarakat memenuhi standar keamanan yang ketat. 

Dengan menerapkan pedoman CPOB, risiko seperti kontaminasi produk, penempatan label yang salah pada obat, dan pencampuran bahan aktif terlalu banyak pada racikan obat, bisa benar-benar terhindarkan. 

2. Ketersedian Stok Produksi Obat 

Secara tidak langsung, CPOB berperan penting dalam menjaga ketersediaan stok obat berkualitas. Saat menerapkan prinsip CPOB, produsen obat akan memperhatikan efisiensi proses produksi serta menjaga kontinuitas pasokan obat. 

Hal ini penting untuk memastikan bahwa obat yang dibutuhkan oleh pasien selalu tersedia di pasaran. 

3. Jaminan Kepercayaan Masyarakat Secara Legal

Sertifikasi CPOB menjadi dokumen yang sah untuk memvalidasi kualitas produk obat. Sertifikasi ini bisa digunakan untuk membentuk kepercayaan masyarakat melalui bukti legal dan konkret. 

Maka dari itu, perhatikan setiap obat yang Anda jual di apotek apakah sudah memiliki sertifikasi CPOB sebagai jaminan mutu atau belum. 

Bagaimana Jika Perusahaan Farmasi tidak Memiliki CPOB

Terdapat beberapa konsekuensi serius jika perusahaan farmasi tidak menaati pedoman CPOB dengan baik, diantaranya yaitu:

  • Memperoleh peringatan keras;
  • Penghentian kegiatan bisnis untuk sementara;
  • Sertifikat CPOB dibekukan;
  • Sertifikat CPOB dicabut;
  • Izin industri farmasi juga bisa terancam. 

Oleh sebab itu, menaati prinsip CPOB menjadi sebuah keharusan bagi industri farmasi. Hal ini tidak hanya demi manajemen kualitas produk obat, tetapi juga perizinan dan eksistensi bisnis di masa depan. 

Mandira Distra Bekerja Sama dengan Mitra yang Tervalidasi CPOB

Jadi, apakah obat yang Anda jual di apotek sudah tervalidasi CPOB? Dengan memahami apa itu CPOB, sertifikasi produk menjadi perhatian yang tidak boleh luput dari pemilik apotek. 

Untuk memastikan standarisasi produk obat, Anda bisa percayakan pada Mandira sebagai distributor obat profesional. 

Mandira telah bekerja sama dengan banyak mitra yang telah memiliki sertifikasi CPOB. Anda bisa melihat lebih lengkapnya melalui laman prinsipal. Jangan khawatir, Anda bisa berdiskusi dengan kami untuk meninjau ulang kualitas dan mutu obat yang digunakan oleh apotek. 

Dapatkan Tips Membuka Bisnis Apotek beserta informasi seputar dunia apotek lainnya melalui blog Mandira.

Jenis-Jenis Alat Farmasi yang Perlu Anda Ketahui

Alat farmasi sangat penting diketahui terutama bagi Anda yang berbisnis di industri farmasi. Terdapat banyak jenis alat dalam industri farmasi dengan fungsi khususnya masing-masing. Seperti  peralatan untuk pengukuran, penghancur dan pencampur bahan, pembuat bentuk sediaan, sterilisasi, hingga alat pengemasan yang digunakan dalam proses produksi obat.. 

Sebelum membahas apa saja jenis alat-alat farmasi yang penting untuk Anda pelajari, pahami juga penjelasan tentang defecta yang penting dalam ketersediaan obat. Setelah itu, mari simak berbagai alat dalam industri farmasi dan juga fungsinya di bawah ini: 

Alat-Alat Farmasi yang Perlu Anda Ketahui

Mulai dari alat untuk pengukuran, lalu penghancur dan pencampur, pembuat bentuk, sterilisasi, hingga pengemasan, berikut informasi selengkapnya tentang alat dalam industri farmasi dan beberapa contoh umumnya:

1. Alat Farmasi untuk Pengukuran

Berfungsi melakukan pengukuran terkait massa hingga volume benda, berikut tiga contoh alat-alat farmasi yang umum digunakan:

  • Timbangan Analitik

Jenis timbangan ini digunakan sebagai pengukur massa suatu benda. Bila dibandingkan timbangan biasa, maka timbangan ini lebih akurat dalam menimbang benda yang sangat ringan. 

  • Volumeter

Alat yang satu ini merupakan instrumen yang berfungsi sebagai pengukur volume untuk material seperti cairan atau gas. Pengukuran bisa dilakukan secara langsung maupun melalui perpindahan cairan (seperti padatan).

Pada industri farmasi, fungsi volumeter cukup penting karena memudahkan pengukuran kepadatan serbuk curah. Hasilnya, pengukuran lebih akurat, kualitasnya lebih terjamin, dan proses penelitian obat berbentuk serbuk tersebut juga lebih efisien. 

  • Densitometer

Pengukur kepadatan ini berguna dalam industri farmasi agar evaluasi porositas material pada zat obat yang padat lebih optimal. Alat ini akan mengukur volume padat yang berasal dari sampel.

2. Alat Penghancur dan Pencampur dalam Farmasi

Kategori alat farmasi selanjutnya adalah alat penghancur serta pencampur. Terdapat tiga alat yang umum digunakan, seperti:

  • Mortar dan Pestle

Alat bernama mortar dan pestle ini adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Anda harus menggunakannya bersamaan mengingat fungsinya adalah menghancurkan sampel seperti akar, biji, serta daun.

Tujuan dari penghancuran sampel antara lain agar dapat mengisolasi DNA, RNA, maupun protein pada sampel. Mortar sendiri merupakan wadahnya, sedangkan batang penghancur yang harus Anda pegang adalah pestle. 

  • Mixer Homogen

Mixer ini menggunakan bilah homogen yang serupa seperti gigi dengan kecepatan tinggi. Hasil mixer berdaya potong kuat sehingga bisa mencampur, memotong dan menggiling, serta menyebarkan material hingga berbentuk bubuk. Hasil produk farmasi yang bisa tercipta dari alat ini seperti krim obat hingga salep mata.

  • Granulator

Bernama granulator, alat ini digunakan sebagai pengubah material curah ke dalam bentuk partikel kecil dan seragam. Adapun prosesnya disebut granulasi, yang merupakan proses krusial pada produksi produk farmasi berbentuk tablet. 

3. Alat Pembuat Bentuk Sediaan

Terdapat pula alat yang berfungsi sebagai pembuat bentuk sediaan seperti dua alat berikut ini:

  • Capsule Filling Machine

Seperti namanya, alat ini berperan sebagai pengisi kapsul yang berjalan otomatis dan berkecepatan tinggi. Penggunaannya di laboratorium bertujuan mendukung formulasi obat baru serta investigasi manufaktur. 

Dengan mesin pengisi kapsul, berbagai macam bahan seperti cairan, bubuk, hingga pelet bisa masuk ke dalam ukuran kapsul yang sama. Presisi pada tahap pengisian terjamin tinggi, bahkan ketika pengisian hanya melibatkan material yang sedikit.

  • Salep Base Mixer

Alat mixer untuk  salep base ini esensial dalam proses produksi produk farmasi dalam bentuk krim, losion, serta bentuk gel. Prosesnya kompleks namun hasilnya sepadan karena struktur produk stabil dan berkilau. 

Sanitasi produk pun terjamin karena alat mudah dibersihkan. Proses produksi salep dan produk sejenisnya pun lebih cepat karena alat mampu menampung hingga 360 liter material.

4. Alat Farmasi untuk Sterilisasi

Untuk fungsi sterilisasi, oven khusus laboratorium biasanya sering digunakan dalam industri farmasi: 

  • Oven Sterilisasi

Mensterilkan bahan atau alat yang berisiko terkontaminasi mikroorganisme lebih mudah dengan oven ini. Suhu maksimum oven ini biasanya adalah 250 hingga 300 derajat Celcius. 

Terdapat indikator yang memastikan proses sterilisasi berhasil. Bahan seperti logam, gelas, kertas, hingga plastik terjamin steril setelah masuk oven ini. 

5. Alat Pengemasan

Untuk mengemas produk farmasi, kedua alat ini umum digunakan oleh produsen:

  • Labeling Machine

Mesin akan menjalankan pelabelan secara ketat dan terkontrol sehingga obat memiliki kemasan yang mudah dilacak serta ditelusuri. Label pun biasanya anti rusak, jadi meminimalkan potensi pemalsuan obat yang kian marak.

  • Bottle Filling Machine

Mesin ini memastikan pengemasan produk botol kapsul serta tablet memenuhi standar keamanan. Prosesnya yang otomatis juga memudahkan pengisian botol dengan dosis yang tepat. Produsen farmasi pun bisa menjalankan produksi secara efisien dengan alat ini.

Pentingnya Alat Farmasi untuk Mutu dan Kualitas Obat

Berbagai alat pendukung farmasi tersebut sangat krusial demi memastikan kualitas serta mutu obat tetap prima hingga sampai ke tangan pelanggan. Begitu pula dengan Distributor Obat Mandira Distra Abadi yang memastikan obat sampai dengan aman ke berbagai penjuru Indonesia selama 31 tahun. 

Anda bisa cek Halaman Prinsipal kami yang isinya mitra perusahaan obat ternama. Oleh karena itu, jangan ragu hubungi kami untuk pemesanan obat yang berkualitas! Baca juga artikel menarik tentang pemusnahan obat di apotek hanya di blog kami!

Mengapa Tanda Biru pada Obat Jarang Kita Temui?

Tanda biru pada obat adalah salah satu simbol yang menandakan bahwa obat tersebut bisa Anda dapatkan tanpa resep dokter. Namun, obat dengan simbol biru cenderung lebih jarang ditemukan dari simbol lainnya. 

Mengapa demikian? Mandira telah menjelaskan informasinya lebih lanjut pada artikel ini. Sebelum itu, baca dulu tentang Begini Macam Simbol Obat-obatan, Ada Logo Obat Keras! agar Anda lebih paham arti simbol-simbol pada obat. Setelahnya, mari lanjutkan dengan membaca artikel ini hingga akhir!

Mengapa Obat-Obatan yang Beredar di Publik Memiliki Simbol

Simbol pada obat-obatan merupakan upaya menggolongkan obat yang praktis agar masyarakat lebih mudah memahami kegunaan obat tersebut. Termasuk tanda biru pada obat, simbol-simbol lainnya juga membantu meningkatkan kesadaran agar masyarakat lebih peduli pada informasi tentang obat.

1. Sistem Penggolongan Obat Berdasarkan Warna

Penggolongan obat yang diatur berdasarkan warna berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 917/MENKES/PER/X/1993. Berikut daftar simbol obat dan artinya untuk Anda pahami lebih jelas:

  • Simbol Hijau Lingkaran Hitam

Ini adalah golongan obat yang beredar secara bebas. Anda bisa menjumpai obat ini di apotek hingga klinik terdekat dan membeli atau menjualnya tanpa batasan.

  • Simbol Biru Lingkaran Hitam

Ini adalah obat dengan golongan bebas terbatas. Anda bisa membelinya tanpa membutuhkan resep dokter. Tetapi, tanda biru pada obat ini menandakan obat keras juga bila melihat kandungannya. 

Penggunaan obat harus hati-hati dan memperhatikan petunjuknya dengan seksama agar menghindari efek sampingnya.

  • Simbol Lingkaran Merah dan Huruf K Hitam

Untuk simbol dengan lingkaran merah serta huruf K hitam, artinya obat tergolong keras dan termasuk psikotropika. Anda butuh resep dokter untuk memperoleh obatnya sehingga tidak bisa dibeli secara bebas. 

  • Simbol Pohon

Obat ini merupakan obat yang terbuat dari tanaman tradisional atau herbal. Penyebutan obat ini umumnya adalah obat jamu.

  • Simbol Tiga Bintang

Adapun obat yang bersimbol tiga bintang merupakan OHT atau Obat Herbal Terstandar. Tetapi, OHT tidak seperti jamu karena berbeda pada proses pengolahan obatnya. 

Obat berbahan dasar alami dan telah melalui pengolahan berteknologi tinggi. Higienitasnya juga terjaga serta telah teruji kronis dan toksisitasnya.

  • Simbol Serpihan Salju Hijau

Ini adalah simbol fitofarmaka. Pengolahannya serupa dengan Obat Herbal Terstandar, namun telah disetarakan dengan jenis obat yang modern. Proses pengolahan fitofarmaka pun lebih kompleks daripada OHT. 

  • Simbol Palang Medali Merah  

Obat dengan simbol ini paling berbahaya. Sebab, obat tersebut termasuk narkotika baik dari tanaman atau tidak serta sintetis atau semisintetis. Ini bisa memicu efek ketergantungan, jadi penggunaan medisnya pun perlu pengawasan ketat.

Mengapa Tanda Biru Pada Obat Jarang Ditemukan?

Terdapat berbagai alasan yang membuat obat dengan simbol tanda biru kini jarang ditemukan, di antaranya:

1. Perubahan Regulasi

Kementerian Kesehatan melakukan perubahan penggolongan pada beberapa obat yang semula termasuk ke dalam obat bebas terbatas. 

Contohnya, Lidocaine yang awalnya merupakan obat bebas terbatas kini berubah menjadi obat keras. Termasuk juga Benzocaine yang berubah dari obat bebas terbatas ke obat keras.

2. Perubahan Formulasi

Formulasi pada obat bebas terbatas pun mengalami perubahan. Misalnya, seperti obat Bromhexine yang kini formulasinya tidak melebihi 8 mg dalam bentuk tablet serta kapsul. Jumlahnya 10 per kemasan tablet atau kapsul. 

Sedangkan, untuk versi sirup dan suspensi, obat Bromhexine tidak boleh melebihi 4mg/5ml. Kemasannya pun dilarang melebihi 60 ml. Perubahan formulasi tersebut juga berlaku pada obat bebas terbatas lainnya seperti Ibuprofen, Tioconazole, hingga Aminophylline.

3. Kebiasaan Konsumen

Tanda biru pada obat kini jarang ditemukan akibat kebiasaan masyarakat yang juga jarang membelinya karena sifat obat yang terbatas. Swamedikasi dengan obat bebas yang lebih aman pun cenderung lebih dipilih masyarakat karena lebih aman.

Tips Menggunakan Obat Sesuai dengan Golongannya

Anda bisa menggunakan obat menurut golongannya secara efektif dan efisien melalui penerapan tips-tips berikut:

  • Membaca aturan pakai sebelum mengonsumsi obat;
  • Mematuhi anjuran dosis obat ketika mengkonsumsinya. Sebagai contoh, gunakanlah sendok takar yang diberikan pada kemasan jika mengonsumsi obat sirup;
  • Memastikan rentang waktu obat sama. Misalnya, sistem penggunaan 3×1 yang berarti Anda harus meminum obat setiap 8 jam sekali;
  • Menggunakan obat dengan durasi sesuai kebutuhan, seperti antibiotik yang bisa Anda minum untuk 3 hingga 5 hari;
  • Menghindari penggunaan obat bebas terbatas serta obat bebas, sebab tujuan obat hanya meringankan gejala sakit dan bukan penyebab sakitnya. Segera hubungi dokter bila sakit tidak kunjung sembuh.

Cermat Membeli dan Menggunakan Obat Bersama Mandira

Tanda biru pada obat menandakan bahwa obat digunakan secara terbatas meskipun masih tergolong bebas. Ini mengingat kandungan obat yang cukup keras, sehingga Anda sebaiknya berhati-hati saat ingin mengonsumsinya. 

Bersama Distributor Obat Mandira Distra Abadi, Anda bisa lebih cermat menggunakan obat. Pedagang Besar Farmasi (PBF) ini telah berpengalaman selama 31 tahun, sehingga Anda bisa percaya pada mitranya di Halaman Prinsipal yang ternama.

Hubungi kami untuk mendapatkan penawaran obat yang menguntungkan! Baca juga tentang Begini Macam Simbol Obat-obatan, Ada Logo Obat Keras! hanya di blog kami.