oleh mandiraadmin | Mar 21, 2022 | Tips Kesehatan
Ternyata, tidak perlu menjadi apoteker untuk membuka apotek.
Banyak orang mengira bahwa usaha apotek hanya dapat dimiliki oleh apoteker. Kenyataannya, anggapan ini tidak sepenuhnya tepat. Anda yang tidak berprofesi sebagai apoteker juga bisa sukses menjalankan bisnis di bidang farmasi ini.
Meski demikian, apotek tetap harus berada di bawah tanggung jawab apoteker agar bisa berjalan secara legal berdasarkan aturan perundang-undangan. Ini karena menyangkut kesehatan, bisnis toko obat menawarkan peluang sukses menjanjikan.
Baca Juga: Tips Memilih Supplier Vitamin untuk Bisnis Apotek
Cara dan Kiat Memulai Usaha Apotek
Keuntungan dari hasil bisnis memang membuat banyak orang tergiur. Namun, kesuksesan tersebut tidak diperoleh secara instan melainkan melalui proses. Sama halnya ketika Anda hendak mendirikan toko obat atau apotek. Berikut ini adalah cara dan kiat memulai usaha apotek.
1. Rencanakan Jenis Obat yang Dijual
Hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah merencanakan obat apa saja yang akan dijual. Pada waktu awal, Anda mungkin belum bisa menyediakan sediaan farmasi secara lengkap karena berbagai alasan.
Misalnya keterbatasan modal hingga perlunya melakukan riset lebih mendalam terkait kebutuhan obat-obatan mendasar serta paling luas. Untuk itu, perlu sekali menyediakan produk obat secara tepat berdasarkan kebutuhan terbanyak.
2. Rencanakan dan Tentukan Modal Usaha
Usaha apotek tidak akan bisa berjalan tanpa adanya modal usaha. Sebelum mengeluarkan modal, Anda perlu membuat perencanaan yang disesuaikan dengan strategi bisnis. Jika modal terbatas, tidak ada salahnya memulai dari toko skala kecil.
Perencanaan dan penganggaran modal perlu memperhatikan beberapa pos pengeluaran, misalnya:
- Sewa tempat usaha
- Biaya pengajuan izin
- Biaya pengadaan obat atau produk lainnya
- Gaji karyawan
- Biaya operasional lain
3. Tentukan Lokasi Toko atau Apotek
Ketepatan dalam memilih lokasi akan menentukan kesuksesan usaha Anda. Maka dari itu, pilihlah lokasi yang padat penduduk serta memiliki kemudahan akses. Usahakan agar lokasi bisnis Anda tidak terlalu dekat dari kompetitor.
Adapun beberapa tips dalam memilih lokasi usaha apotek agar mendapatkan banyak pelanggan antara lain:
- Berlokasi di lingkungan padat penduduk
- Memiliki akses yang mudah dari dan ke mana saja
- Lokasinya ramah untuk pengguna transportasi umum
- Memiliki lahan parkir
4. Temukan Penyalur Obat Resmi
Ini merupakan langkah yang tidak kalah penting dalam mendirikan usaha apotek. Untuk memperoleh obat maupun bahan obat dengan harga murah, Anda harus mencari distributor obat resmi.
Bagi pemain baru, mungkin cukup sulit menemukan supplier atau distributor besar secara langsung. Tidak ada salahnya Anda bermitra dengan apotek besar lain atau bekerja sama dengan pemain lama untuk mengadakan sediaan farmasi.
5. Rekrut Tenaga Kerja Profesional
Sebuah apotek harus berjalan di bawah tanggung jawab seorang apoteker. Apabila Anda bukan seorang apoteker, maka wajib merekrut apoteker sebagai penanggung jawab. Selain itu, perlu pula merekrut asisten apoteker untuk membantunya.
Untuk memaksimalkan pelayanan toko, rekrut pula pegawai tambahan yang akan melayani konsumen Anda. Pastikan semua SDM yang direkrut profesional serta mengutamakan pelayanan kepada konsumen.
6. Pastikan Memiliki Izin Resmi dan Susunlah Strategi Pemasaran
Usaha apotek tidak akan bisa berjalan tanpa adanya izin pendirian. Oleh karena itu, Anda wajib mengurus perizinan agar toko obat tersebut bisa berkegiatan bisnis secara legal.
Setelah semua langkah di atas terpenuhi, sekarang saatnya menyusun strategi pemasaran. Bekerja sama dengan dokter umum, gigi, atau spesialis pada satu lokasi hingga menjual produk kesehatan lainnya bisa membuat apotek Anda semakin dikenal.
Semua bidang usaha memerlukan keseriusan serta ketekunan untuk mencapai kesuksesan. Jika ingin usaha apotek Anda sukses, pastikan memenuhi semua persyaratan serta strategi bisnisnya.
Baca Juga: Begini Cara Membedakan Obat Asli atau Palsu
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Mar 18, 2022 | Tips Kesehatan
Di masa pandemi, distributor obat herbal tentunya memegang peran penting bagi masyarakat.
Saat ini peran distributor obat herbal sangat penting, mereka menyediakan berbagai obat, membantu meningkatkan imunitas masyarakat, hingga meningkatkan kesadaran masyarakat melalui obat herbal. Bagaikan sebuah anomali, bisnis yang dijalankan oleh distributor obat herbal di masa pandemi justru mengalami peningkatan penjualan. Pandemi Covid-19 yang mendunia memang menimbulkan dampak dahsyat bagi semua tatanan kehidupan.
Sektor bisnis adalah salah satu yang menerima dampak paling besar akibat adanya pandemi. Di tengah terpuruknya berbagai sektor bisnis mulai dari pariwisata hingga pendidikan, bisnis produk pengobatan tradisional justru berjaya.
Adapun 4 Kriteria Distributor Obat Herbal yang Terpercaya ini bisa menjadi referensi Anda dalam menjual obat herbal. Ini sangat perlu diperhatikan agar Anda tidak salah dalam melakukan penjualan, Anda perlu memperhatikan beberapa aspek seperti izin resmi, alamat yang jelas, khasiat dan manfaat obat, dan sebagainya,
Ini tidak terpisah dari kesadaran masyarakat yang semakin meningkat untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga. Alhasil, konsumsi akan bahan pengobatan tradisional juga ikut meningkat.
Peran Distributor Obat Herbal di Masa Pandemi
Obat herbal adalah produk pengobatan yang dibuat dari beraneka macam bahan alami. Umumnya, masyarakat mengenal obat tradisional yang berasal dari tumbuhan. Namun tidak menutup kemungkinan pula melibatkan bahan alami dari hewan atau mineral.
Di pasaran, berbagai produk alami tersebut umumnya dipasarkan oleh distributor obat herbal. Di masa pandemi, banyak distributor tersebut mengalami kenaikan penjualan produk. Lantas, mengapa penyedia produk tradisional ini kian diminati di masa pandemi?
1. Menyediakan Berbagai Obat Herbal
Distributor ini menjual beragam produk alami yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Maka, tidak mengherankan apabila permintaan masyarakat akan produk herbal terus meningkat.
Terlebih lagi, masyarakat meyakini bahwa bahan-bahan alami yang terkandung pada produk kesehatan tradisional lebih aman untuk tubuh. Ini karena obat tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang bisa mendatangkan berbagai efek samping.
2. Membantu Masyarakat Meningkatkan Imunitas
Dengan menyediakan berbagai produk kesehatan dari bahan alami, dengan demikian distributor obat herbal juga berperan dalam membantu masyarakat meningkatkan imunitas. Imunitas adalah salah satu kunci terhindar dari paparan Covid-19.
Itulah mengapa menjaga bahkan meningkatkan imunitas tubuh selama masa pandemi sangat penting. Dengan mengkonsumsi produk berbahan alami, Anda bisa menjaga diri, keluarga, serta orang sekitar dari paparan virus Corona.
3. Kesadaran Masyarakat akan Manfaat Obat Herbal Meningkat
Larisnya produk kesehatan yang dijual oleh distributor obat herbal menunjukkan bahwa kesadaran akan manfaat bahan-bahan alami di tengah masyarakat semakin meningkat. Itulah mengapa tidak sedikit yang beralih ke pengobatan tradisional.
Pangsa Pasar Peminat Obat Herbal
Kebiasaan masyarakat dalam mengkonsumsi bahan-bahan alami sebagai upaya untuk menjaga kesehatan telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur. Hal ini menjadikan berbagai macam produk herbal terbilang mudah dipasarkan.
Pangsa pasar konsumen obat-obatan alami datang dari berbagai macam kalangan. Kelompok tua muda maupun lelaki wanita memiliki minat cukup tinggi terhadap konsumsi jenis produk ini.
Ini ditambah keyakinan masyarakat akan keamanan produk kesehatan alami yang lebih aman dari efek samping sehingga membuat mereka lebih menyukainya. Maka dari itu, potensi sukses menjadi distributor obat herbal sangat terbuka lebar.
Kenali Jenis Obat Herbal serta Manfaatnya
Berdasarkan jenisnya, terdapat 3 jenis produk pengobatan tradisional yang beredar di pasaran dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat, antara lain:
1. Jamu
Jamu adalah racikan bahan-bahan alami yang dipercaya memberikan khasiat berupa kesehatan secara turun-temurun. Pembuatan jamu menggunakan sediaan alami yang masih asli seperti daun, rimpang, batang, atau lainnya.
2. OHT
Jenis kedua yaitu dinamakan OHT alias Obat Herbal Terstandar. Jenis ini adalah jamu yang sudah naik kelas karena telah melalui pengujian pra klinik.
3. Fitofarmaka
Fitofarmaka merupakan golongan produk pengobatan tradisional yang telah lulus uji praklinis serta klinis sehingga aman karena sesuai dengan strandardisasi tersendiri. Jenis obat herbal ini biasanya dijual oleh distributor obat herbal.
Adapun manfaat atau kegunaan produk pengobatan tradisional sangat beragam, antara lain untuk mendukung pengobatan:
- penyakit kardiovaskular
- gangguan prostat
- meredakan peradangan (inflamasi)
- meningkatkan kekebalan tubuh
Produk pengobatan tradisional menjadi alternatif yang diminati untuk menjaga imunitas di kala pandemi. Inilah mengapa banyak konsumen memilih membeli produk ke distributor obat herbal.
Lalu untuk referensi lebih lanjut ada 6 Herbal untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anda dalam menjaga imunitas tubuh. Hal ini dimaksudkan tubuh Anda lebih sehat dan terjaga dengan baik.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Mar 16, 2022 | Tips Kesehatan
Apoteker wajib berada di sebuah distributor farmasi karena berperan penting bagi kualitas obat yang akan disalurkan.
Distributor obat-obatan farmasi adalah perusahaan yang kegiatan bisnisnya adalah menyalurkan berbagai sediaan farmasi. Perusahaan ini bisa beroperasi apabila memiliki izin resmi sesuai aturan perundang-undangan.
Dengan adanya penyaluran sediaan farmasi secara merata, masyarakat bisa memperoleh beragam obat untuk menyembuhkan penyakitnya. Dengan begitu, kualitas kesehatan yang baik dapat diperoleh oleh semua lapisan masyarakat.
Baca Juga: Ini Fakta dari Mandira, Distributor Farmasi Terpercaya
Perusahaan distribusi farmasi harus berada di bawah tanggung jawab profesional dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Dalam hal ini, apoteker bertindak sebagai penanggung jawab di distribusi farmasi maupun Pedagang Besar Farmasi (PBF).
Apoteker menjadi Penanggung Jawab Distributor Farmasi
Kegiatan bisnis yang dijalankan oleh distributor obat-obatan farmasi antara lain meliputi proses pengadaan, penyimpanan, hingga penyaluran obat maupun bahan obat. Semua kegiatan tersebut harus dilakukan berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
Agar semua rangkaian kegiatan bisnis perusahaan distribusi berjalan sesuai aturan, diperlukan keterlibatan seorang apoteker sebagai penanggung jawabnya. Adapun apoteker dimaksud adalah telah mengucapkan sumpah apoteker serta mengikuti pelatihan khusus.
Pelatihan ini berkaitan dengan pendistribusian obat. Di samping itu, penanggung jawab juga harus mempunyai izin khusus serta bukan sebagai pengurus maupun direksi PBF pusat ataupun cabang.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai penanggung jawab distributor obat-obatan farmasi, apoteker harus mengacu pada CDOB. CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) adalah cara penyaluran obat yang sesuai dengan aturan perundang-undangan.
Peran Apoteker pada CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik)
Penerapan CDOB pada kegiatan distribusi sediaan farmasi bertujuan untuk memastikan kualitas produk sepanjang jalur penyaluran berdasarkan persyaratan serta tujuan penggunaannya.
Adapun penerapan CDOB yang dilakukan oleh distributor obat-obatan farmasi di bawah tanggung jawab apoteker perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
- Manajemen mutu
- Organisasi
- Manajemen dan personalia
- Bangunan dan peralatan
- Operasional
- Inspeksi diri
- Transportasi
- Fasilitas penyaluran sesuai kontrak
- Dokumentasi
Dengan penerapan CDOB secara benar, kegiatan penyaluran obat farmasi bisa berjalan lancar serta tepat tujuan. Apoteker bertugas menjadi penanggung jawab yang memastikan bahwa penerapan CDOB sudah dilaksanakan untuk memenuhi pelayanan publik.
Peran Apoteker di Distributor Obat-obatan Farmasi
Selain memastikan penerapan CDOB secara tepat, apoteker juga memegang sejumlah tanggung jawab serta peranan penting lainnya, antara lain:
1. Sistem Manajemen Mutu
Bertanggung jawab dalam menyusun, memastikan, hingga mempertahankan pelaksanaan penerapan sistem manajemen mutu.
2. Akurasi Kegiatan dan Dokumen
Selalu fokus pada manajemen kegiatan yang menjadi wewenang serta tanggung jawabnya. Selain itu, apoteker juga harus menjaga akurasi serta kualitas dokumentasi.
3. CDOB
Di perusahaan distributor obat-obatan farmasi, apoteker penanggung jawab berperan dalam penyusunan dan penyetujuan program pelatihan dasar hingga lanjutan terkait CDOB. Pelatihan ini diperuntukkan bagi personil yang terlibat dalam kegiatan distribusi.
4. Penarikan Obat
Apoteker bertanggung jawab pada aktivitas penarikan obat maupun bahan obat mulai dari koordinasi hingga pelaksanaannya.
5. Keluhan Konsumen
Bertanggung jawab mengawasi serta memastikan penanganan terhadap keluhan konsumen dilakukan secara efektif.
6. Kualifikasi Produk
Bertanggung jawab melakukan kualifikasi dan juga persetujuan terhadap supplier dan konsumen.
7. Persetujuan Pengembalian
Menyetujui pengembalian produk obat-obatan ke dalam stok produk yang telah memenuhi syarat jual.
8. Menyusun Perjanjian Kontrak
Apoteker di distributor obat-obatan farmasi juga bertanggung jawab ikut terlibat dalam menyusun perjanjian antara pemberi dan penerima kontrak terkait kegiatan distribusi maupun transportasi obat-obatan.
9. Inspeksi
Memastikan pelaksanaan kegiatan inspeksi diri secara berkala berdasarkan susunan program dan diikuti tindakan perbaikan sesuai kebutuhan.
10. Delegasi Tugas
Apoteker penanggung jawab bisa mendelegasikan asisten maupun tenaga teknis kefarmasian yang telah disetujui oleh instansi berwenang untuk melaksanakan tugasnya pada jangka waktu tertentu apabila tidak sedang berada di tempat.
11. Karantina atau Pemusnahan Produk
Ikut terlibat dalam memutuskan untuk mengkarantina ataupun memusnahkan sediaan farmasi yang bersifat kembalian, rusak, diduga palsu, atau hasil penarikan kembali.
Perusahaan yang menyalurkan obat maupun bahan obat harus beroperasi sesuai peraturan perundang-undangan jika ingin berada di jalur legal. Distributor obat-obatan farmasi harus mengenali peran apoteker agar kegiatan usahanya berjalan lancar.
Baca Juga: Tips Memilih Supplier Vitamin untuk Bisnis Apotek
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Mar 14, 2022 | Tips Kesehatan
Memilih layanan distributor farmasi itu tidak boleh asal dan harus terbaik.
Mengapa memilih layanan distributor farmasi menjadi hal yang penting? Ini karena obat merupakan salah satu hal yang diatur dalam UU pengadaan, penyimpanan, penerimaan, serta pendistribusian.
Setiap instansi yang berbisnis di bidang itu harus terikat dengan UU karena obat akan dikonsumsi oleh masyarakat. Jadi, distributornya tidak boleh sembarangan dan harus memiliki izin resmi di mata hukum terbaru.
Baca Juga: Ini Fakta dari Mandira, Distributor Farmasi Terpercaya
Setiap kegiatan yang dilakukan dalam jumlah besar oleh PBF selalu diatur dengan CDOB saat ini. Itulah kenapa setiap apotek wajib mencari pihak distributor farmasi yang tepat untuk memenuhi kebutuhannya.
Jangan sampai salah pilih, atau bahkan sampai berhubungan dengan obat ilegal dan palsu. Hal tersebut bisa membuat Anda terjerat oleh hukum. Bukannya lancar, bisnis semakin bangkrut karena kesalahan itu.
Tips Memilih Distributor Farmasi Terbaik
Selain harus memperhatikan kelegalannya, memilih pihak yang tepat bisa membantu Anda mendapatkan harga terbaik. Untuk itu sebaiknya perhatikan beberapa hal di bawah ini ketika memilih distributor kesehatan supaya aman berbisnis.
1. Cek Legalitas
Perhatikan faktor kelegalannya dengan meminta buktinya dari awal perjanjian kerjasama agar bisa terhindar dari kasus obat palsu atau ilegal. Ini penting sekali bila ingin bisnis apotek berjalan lancar bebas hukum.
2. Pastikan Produk Berkualitas
Cek kualitas produk yang diberikan oleh pihak distributor farmasi. Bila perlu lakukan percobaan sendiri setiap produknya untuk mengecek kualitasnya. Cek kesesuaian nama, kadaluarsa, jumlah obat, dan bentuk fisiknya dengan baik.
3. Harga yang Ditawarkan
Perhatikan dari segi harganya. Ini hal yang krusial, terlebih bila ingin menambah omset bisnis. Pilih harga yang bersaing dan ada potongan harganya. Namun tetap perhatikan kelegalannya agar tidak terkena kasus.
4. Layanan Bermutu
Perhatikan kualitas layanan distributor farmasi untuk melihat baik tidaknya mereka. Cek seberapa responsif mereka dalam menghadapi setiap keluhan apotek. Misalnya, adakah penawaran pertukaran obat bila mendekati kadaluarsa.
5. Membership
Cek masalah kontrak, diskon, dan intensif dari pihak mereka. Pilih distributor yang mempunyai program loyalitas untuk membernya. Hal ini bisa memberikan keuntungan lebih bagi Anda sebagai pelaku bisnis apotek.
Jadi seperti itulah beberapa hal yang perlu dipahami ketika memilih pihak yang tepat ketika akan bekerja sama. Dengan memahaminya, tentunya itu akan memberikan keuntungan tersendiri bagi Anda yang sedang berbisnis.
Keuntungan Memilih Distributor Farmasi Terbaik
Memilih pihak yang tepat itu penting ketika membicarakan tentang kesehatan dan obat-obatan. Kesalahan memilih bisa menyebabkan Anda mendapatkan obat palsu dan merugikan kesehatan. Berikut keuntungan memilih pihak terbaik, antara lain:
1. Layanan Berkualitas
Dengan memilih distributor farmasi yang tepat akan memungkinkan Anda mendapatkan layanan terbaik. Sebagai pemula, Anda butuh beberapa informasi untuk mengembangkan usaha. Supplier terbaik biasanya akan memberikan layanan informasi yang terbaik.
2. Rekomendasi Obat
Saat berhasil menemukan supplier terbaik, Anda bisa mendapatkan rekomendasi obat yang tepat dan terlaris. Setidaknya Anda bisa mendapatkan produk yang sesuai dan cocok untuk banyak orang supaya bisnis berjalan lancar.
3. Proses Transaksi Cepat dan Aman
Dengan pemilihan supplier kesehatan yang tepat memungkinkan proses transaksi dan pengiriman produk obat-obatannya cepat. Jadi setelah pesanan dilakukan, maka permintaan akan segera dikirim sesuai kebutuhan pelanggan dengan nominal yang ditentukan.
Proses transaksi yang cepat seperti inilah yang paling dibutuhkan saat ini, begitu juga dengan pengirimannya. Hal ini akan membantu Anda untuk tidak mengalami telat stok kebutuhan kesehatan karena setiap pesanan selalu dikirim tepat waktu.
Jadi seperti itulah keuntungan memilih layanan distributor yang tepat. Maka dari itu supaya bisa mendapatkan manfaatnya, sebaiknya pahami tips memilih distributor farmasi terbaik di atas agar mendapatkan produk yang tepat.
Baca Juga: Tips untuk Penerimaan Obat dari Distributor Farmasi Minim Kesalahan
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Mar 11, 2022 | Tips Kesehatan
Kerap kali kebingungan dapat terjadi mengenai lebih baik memilih obat paten atau obat generik.
Sebagian besar orang mengenal perbedaan obat generik dan paten dari segi harganya. Namun, perbedaan lainnya juga dapat dilihat dari distribusinya. Anda bisa membeli obat generik dengan harga lebih murah. Sedangkan untuk membeli obat paten biasanya perlu mengeluarkan biaya lebih tinggi.
Perbedaan harga tersebut seringkali membuat masyarakat beranggapan bahwa obat paten lebih baik ketimbang generik. Namun, apakah hal tersebut sepenuhnya tepat? Ternyata kedua jenis zat tersebut sama-sama efektif untuk mengobati.
Lalu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai obat generik. Anda perlu menyimak artikel lainnya mengenai Apa Itu Obat Generik Berlogo? Berikut Penjelasannya.
Lantas, apa yang membedakan antara keduanya sehingga perlu dikelompokkan sendiri-sendiri? Untuk memahaminya secara tuntas, berikut akan kami jelaskan perbedaan antara keduanya.
Pahami Perbedaan Obat Generik dan Paten
Obat merupakan zat yang dibuat untuk mencegah, mengurangi, menghilangkan, serta menyembuhkan berbagai penyakit maupun gejala gangguan kesehatan. Ketika seseorang jatuh sakit, zat ini sangat dibutuhkan sebagai solusi untuk mengatasinya.
Tidak sedikit pasien meminta dokter untuk diberi resep patent ketimbang generik tanpa benar-benar mengetahui apa perbedaan obat generik dan paten. Untuk itu, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang tepat terkait kedua jenis tersebut.
Anggapan mengenai efektivitas produk generic yang lebih buruk ketimbang patent sangat kurang tepat. Ini karena, keduanya telah melalui proses produksi serta pengujian klinis sesuai standar sehingga baik untuk menyembuhkan penyakit.
Apa Itu Obat Paten
Perbedaan obat generik dan paten yang paling utama terletak pada proses produksinya. Produk patent adalah jenis zat yang baru diproduksi serta dipasarkan oleh perusahaan farmasi tertentu dan telah mengantongi hak paten.
Konsekuensi dari kepemilikan hak paten tersebut adalah hanya perusahaan farmasi itu saja yang bisa memproduksi produk tersebut. Sedangkan perusahaan farmasi lain tidak bisa memproduksi maupun memasarkannya tanpa seizin perusahaan pemilik patent.
Letak perbedaan keduanya dapat dilihat dari segi harga berasal dari panjangnya proses produksi. Mulai dari penelitian, pengujian klinis, hingga mendaftarkan sehingga memperoleh hak paten yang perlu biaya besar.
Maka tidak mengherankan apabila hasil produksinya juga dibanderol harga lebih tinggi di pasaran. Hak patent suatu perusahaan farmasi bisa berakhir apabila tidak diperpanjang. Berlakunya hak tersebut di Indonesia sekitar 20 tahun lamanya.
Apabila perusahaan farmasi tidak memperpanjang masa paten, maka perusahaan lain dapat memproduksi zat serupa menggunakan zat aktif sama. Meski demikian, zat pembawanya berbeda sehingga membutuhkan pengujian lain sebelum dipasarkan.
Apa Itu Obat Generic
Untuk memahami perbedaan obat generik dan paten secara tuntas, Anda tentu harus mengetahui apa itu obat generic. Jika produk pengobatan jenis patent diproduksi secara eksklusif oleh perusahaan farmasi, bagaimana dengan jenis generic?
Produsen zat tersebut tentunya juga perusahaan farmasi yang memiliki izin produksi. Namun, produknya bukan merupakan produk awal. Melainkan dibuat setelah habisnya masa patent sehingga semua perusahaan bisa memproduksinya.
Karena bisa diproduksi tanpa harus membayar paten, maka perbedaan obat generik dan paten paling terlihat dari segi harganya. Perusahaan farmasi pembuat pertama memang tidak sepenuhnya membeberkan resepnya.
Meski begitu, kandungan yang ada dalam produk generic tetap sama sehingga efektivitasnya dalam menyembuhkan penyakit juga sama baiknya. Sedangkan kelebihannya adalah harga lebih murah sehingga bisa diakses semua kalangan masyarakat.
Perbedaan obat generik dan paten juga bisa ditinjau dari segi jenisnya. Produk generik terdiri dari dua jenis, yakni berlogo dan bermerek.
1. Obat Generik Berlogo
Adalah produk yang menampilkan logo generic, tidak menampilkan nama produsen atau perusahaan farmasi. Jenis satu ini biasanya harganya lebih murah karena tidak membutuhkan biaya promosi.
2. Branded Generic
Adalah produk generik dengan merek (brand) perusahaan farmasi yang memproduksinya. Harga jualnya biasanya lebih tinggi dibanding jenis sebelumnya.
Baik produk patent maupun generik sama-sama memiliki kandungan yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit asalkan sesuai aturan dosis. Pastinya hal ini penting untuk Anda ketahui, Anda bisa dapat memilih sesuai dengan kebutuhan.
Selain mengenali perbedaan mengenai obat generik dan obat paten. Anda juga perlu mengenali simbol dalam obat-obatan, Begini Macam Simbol Obat-obatan, Ada Logo Obat Keras!
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Mar 9, 2022 | Tips Kesehatan
Ketika posisi tubuh keliru ketika mengangkat barang yang berat, nyeri di bahu dapat terjadi.
Pernah mengalami rasa nyeri pada bahu sehabis mengangkat barang berat? Bisa jadi posisi barang tersebut keliru sehingga menyebabkan cedera pundak bagian dalam. Apabila dibiarkan akan menyebabkan permasalahan serius sehingga tubuh tidak bisa berdiri tegak.
Konon, banyak pasien mendatangi ahli Ortopedi mengeluhkan sakit bahu dengan berbagai tingkatan. Kenapa bahu menjadi bagian yang rentan merasakan nyeri atau pegal? Karena bagian ini terdiri atas tiga tulang, diantaranya lengan atas, belikat, dan terakhir selangka.
Baca Juga: 4 Penyebab Nyeri Punggung Bawah, Termasuk Cara Mencegah dan Mengatasinya
7 Penyebab Nyeri pada Bahu
Ketika area bahu Anda mulai merasakan nyeri, mulai dari gejala ringan sampai parah, bisa jadi disebabkan oleh berbagai kondisi berikut ini:
1. Bursitis
Gangguan bursitis atau bursa yang merupakan pelindung tulang serta otot pundak mengalami penurunan fungsi. Penggunaan area ini secara berlebihan memicu sakit hebat ketika bahu digerakkan ke depan maupun ke area atas.
2. Tendinitis
Gangguan tendinitis atau gangguan pada tendon penghubung otot dengan tulang. Rasa sakit dari gejala ini adalah sensasi tajam seperti ketika Anda sedang sakit gigi. Namun, nyeri pada bahu tendinitis sebagai efek buruknya bisa sangat mengganggu ketika Anda tertidur.
3. Robekan Tendon
Robekan tendon yang biasanya terjadi pada orang-orang lanjut usia atau lansia. Ciri-cirinya, penderita kesulitan mengangkat bahu karena tidak adanya tenaga atau sedikit sekali tenaga dimiliki. Robekan tendon biasa disebut sebagai rotator cuff tear dalam istilah medisnya.
Memasuki usia senja, terkadang penyakit datang bukan karena tubuh ceroboh, melainkan karena fungsi tubuh yang berkurang. Termasuk kondisi nyeri pada bahu yang kerap dirasakan lansia juga sebagian besar penyebabnya karena faktor usia semakin tua.
4. Impingement Syndrome
Impingement Syndrome, merupakan kondisi ketika seseorang sudah menderita robekan tendon kemudian mendapatkan tekanan dari luar. Kondisi ini bisa dikatakan sebagai situasi combo, dimana ketika lengan diangkat robekan terjadi dan terjadi juga kondisi bursitis.
5. Instabilitas Sendi
Instabilitas sendi bahu ini merupakan keterbalikan dari robekan tendon yang kebanyakan menimpa lansia. Kondisi ini justru banyak menyerang generasi muda ketika aktif melakukan kegiatan olahraga, terutama kegiatan bela diri.
Dislokasi yang menyebabkan nyeri pada bahu yang disebabkan oleh aktivitas fisik berlebih merupakan contoh gangguan ini. Sebenarnya bisa ditangani, namun setelah itu harus berhati-hati sekali karena terkadang fungsi tubuh tidak kembali seperti semula.
6. Radang Sendi
Radang sendi dengan tanda nyeri pada area bahu dan biasanya disebabkan oleh kekakuan. Paling sering kondisi radang sendi atau artritis yang menimpa penderita adalah osteoarthritis atau perasaan sakit yang tidak timbul setiap hari dan muncul secara perlahan.
Usia tua muda bisa mengalami nyeri pada bahu ini. Perbedaannya jika usia tua disebabkan oleh menurunnya fungsi tubuh, untuk usia muda bisa disebabkan oleh jarangnya tubuh bergerak. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, orang semakin malas bergerak karena di rumah saja.
7. Patah Tulang
Terakhir, fraktur atau patah tulang. Pada kondisi ini, tua muda bisa mengalaminya. Bedanya, biasanya penyebab gangguan pada usia tua karena terjatuh dan tubuh mulai berkurang fungsinya. Sementara pada generasi muda beda lagi.
Kebanyakan generasi muda mengalami fraktur karena mengeluarkan energi berlebih sehingga tubuh tidak siap menerima gerakan baru. Dampaknya, patah tulang terjadi, meskipun bisa ditangani secara baik apabila berobat langsung ke tempat tepat.
Banyak dari masyarakat kita masih percaya bahwa setiap sakit pada sendi maka jawabannya pergi ke tukang pijat. Padahal, dalam beberapa kondisi nyeri pada bahu dan area lainnya membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dari ahlinya menggunakan alat medis lengkap.
Baca Juga: Bagaimana Posisi Tidur dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.