Suplemen dan obat merupakan dua produk yang saat ini sedang dicari oleh masyarakat melalui berbagai distributor obat herbal.

Pengobatan herbal kini semakin diminati. Selain karena lebih alami, dipercaya manjur meredakan berbagai macam gejala. Namun, ada beberapa kriteria distributor obat herbal agar lebih dipercaya seperti memiliki izin resmi dan produk bersertifkat BPOM, Memiliki alamat yang jelas baik offline maupun online, dan harga yang ditawarkan tidak mencurigakan banyak orang. Tingginya peminat obat herbal dilatarbelakangi dari tuntutan hidup sehat dan menjaga kebugaran tubuh di masa pandemi.

Masyarakat harus benar-benar memastikan kondisi tubuh bugar dan sehat sehingga potensi tertular virus cenderung minim. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi dan perangkat digital, menyeleksi distributor obat herbal juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit yang mengaku terpercaya, tetapi pada kenyataannya hanyalah kemasan atau pemasaran saja. 

Selain itu Anda juga perlu mengetahui Peran Penting Distributor Obat Herbal di Masa Pandemi ini bisa menjadi referensi Anda dalam menjual obat herbal. Peran penting ini perlu ditanamkan, agar para distributor dapat melakukan produktivitas dengan baik dan efektif.

4 Kriteria yang Harus Dimiliki Distributor Obat Herbal

Sebagai bagian dari masyarakat, Anda harus jeli dalam memilih toko atau distributor. Kurang jeli dalam mempelajari toko bisa menimbulkan kerugian secara finansial maupun kesehatan. Untuk mempermudah menyeleksinya, berikut ini beberapa kriterianya. 

1. Memiliki Izin Resmi dan Produknya Bersertifikasi BPOM

Kesehatan adalah hal yang sangat mahal. Karenanya, di Indonesia harus ada standarisasi apabila ada produk-produk kesehatan yang hendak diedarkan oleh masyarakat. Salah satunya adalah melalui BPOM untuk memastikan aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping.

Masyarakat Indonesia masih identik dengan kepercayaan tradisional sehingga terkadang pengetahuan masa lalu langsung diterapkan tanpa ada bukti secara ilmiah. Hal ini juga yang membuat banyak orang bisa mengklaim bahwa obatnya bisa menyembuhkan penyakit tertentu.

Adanya izin resmi mengedarkan obat dan memiliki sertifikat BPOM bisa mencegah adanya spekulasi-spekulasi tersebut. Selain itu, sebagai konsumen bisa lebih lega dan mengetahui khasiat spesifiknya sehingga bisa bijak dalam mengonsumsi obat herbalnya. 

2. Alamat Jelas, Secara Fisik Maupun Online

Ketika berselancar di internet dengan kata kunci “obat herbal”, ada banyak sekali rekomendasi toko yang menjualnya. Masing-masing toko akan mengklaim bahwa dirinya terpercaya dan memiliki sertifikat dari BPOM. Cara memeriksa apakah toko tersebut benar-benar terpercaya adalah dengan memeriksa kejelasan alamatnya.

Pertama, mulai dari memeriksa apakah menggunakan domain gratisan atau berbayar. Hindari membeli produk dari domain gratisan karena cenderung tidak profesional. Kedua, periksalah alamat fisiknya dan pastikan jelas dan lengkap.

Anda juga bisa memeriksanya secara langsung menggunakan google maps apabila di dekat jalan. Meskipun tidak akurat, cara ini bisa memastikan apakah alamatnya benar-benar ada. 

3. Harga yang Ditawarkan Tidak Mencurigakan

Harga juga bisa menjadi indikator apakah distributor obat herbal dapat dipercaya atau tidak. Terkadang ada brand-brand obat herbal yang sudah terkenal dan beredar luas di pasaran sehingga harganya cukup stabil. Namun, apabila ada yang menawarkan jauh di bawah itu, patut dicurigai.

Bisa juga dengan memeriksa apakah obat sejenis memiliki harga serupa atau dari toko lain menjual dengan harga yang sama. Perbedaan yang signifikan bisa menjadi tanda ada sesuatu dari distributornya. Terlalu murah mencurigakan, terlalu mahal juga perlu dipertanyakan. 

4. Tidak Menawarkan Obat Segala Macam Penyakit

Fenomena ini pastinya sering ditemui ketika hendak membeli suplemen atau obat herbal. Tawaran agar bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Khasiat itu antara fiksi atau hanya kemasan semata karena sejatinya tidak ada bahan yang dapat mengobati segala macam penyakit.

Pada kondisi tertentu, diperlukan zat untuk menurunkan tekanan darah yang berfungsi mengobati hipertensi. Namun, kondisi lainnya diperlukan zat menaikkan tekanan darah apabila sedang mengalami hipotensi. Ini ilustrasi bahwa tidak ada obat segala macam penyakit. 

Mengobati dan meningkatkan imun tubuh bisa diperoleh dengan ramuan herbal. Bahan alami dari tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran sudah lama digunakan untuk menunjang kebugaran tubuh. Namun, Anda harus jeli dalam memilih distributor obat herbal agar tidak merugi.

Ingin mendapatkan distributor farmasi terbai? Anda dapat Simak 5 Tips Memilih Distributor Farmasi Terbaik yang dapat Anda implementasikan dengan baik.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.