Stok obat kosong adalah salah satu masalah operasional yang paling mengganggu di rumah sakit. Selain berdampak pada pelayanan pasien, kondisi ini sering membuat tim farmasi harus mencari obat pengganti secara mendadak, biasanya dengan harga yang tidak sebaik biasanya.
Penyebab Umum Stok Obat Kosong
Beberapa penyebab yang sering terjadi antara lain perencanaan kebutuhan yang kurang akurat, keterlambatan pengiriman dari distributor, atau ketergantungan pada satu sumber pasokan untuk obat tertentu.
Strategi Mencegah Stockout
1. Tentukan safety stock per kategori obat
Safety stock adalah cadangan stok minimum yang disiapkan untuk mengantisipasi keterlambatan pengadaan. Besarannya berbeda tergantung tingkat kekritisan obat dan kecepatan penggunaannya.
2. Gunakan sistem FEFO secara konsisten
Prinsip First Expired First Out membantu memastikan obat dengan tanggal kedaluwarsa lebih dekat digunakan lebih dulu, sehingga rotasi stok berjalan lebih rapi. Alur ini kami jelaskan lebih detail di artikel alur pengadaan obat dari PBF ke rumah sakit.
3. Diversifikasi distributor untuk obat kritis
Bergantung pada satu distributor saja untuk obat yang sangat penting bisa berisiko kalau terjadi gangguan pasokan mendadak.
4. Manfaatkan monitoring digital
Sistem pencatatan stok yang terintegrasi membantu tim farmasi tahu lebih awal kapan harus melakukan pemesanan ulang. Pembahasan lebih detail soal ini ada di artikel integrasi sistem digital pengadaan obat rumah sakit.
5. Evaluasi kinerja pengiriman distributor secara berkala
Distributor yang sering terlambat perlu dievaluasi ulang. Kami sudah merangkum indikator yang bisa dipakai di artikel KPI evaluasi distributor obat.
Kapan Harus Menambah atau Mengganti Distributor
Kalau keterlambatan pengiriman terus berulang meski sudah dikomunikasikan, ini bisa jadi sinyal untuk mempertimbangkan distributor tambahan, setidaknya untuk kategori obat yang paling sering mengalami kekosongan.
Mandira Distra: Partner untuk Ketersediaan Stok yang Lebih Konsisten
Kami menerapkan target waktu pengiriman 24 jam untuk wilayah Jabodetabek dan 2×24 jam untuk luar Jabodetabek, dengan kapasitas gudang yang terus kami kembangkan untuk menjaga ketersediaan produk bagi mitra kami. Cakupan wilayah lengkapnya bisa dilihat di artikel distributor obat Jabodetabek.
Kalau rumah sakit atau klinik Anda sedang mencari distributor tambahan untuk memperkuat rantai pasok obat, hubungi tim kami.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa hari safety stock ideal untuk obat kritis?
Jumlahnya berbeda-beda tergantung tingkat penggunaan dan risiko keterlambatan pasokan masing-masing obat, sehingga sebaiknya dihitung berdasarkan data historis pemakaian di fasilitas Anda.
Apakah bergantung pada satu distributor saja berisiko?
Untuk obat-obat yang sangat kritis, memiliki lebih dari satu sumber pasokan bisa membantu mengurangi risiko gangguan pasokan mendadak.
Bagaimana cara menghitung reorder point yang tepat?
Reorder point umumnya dihitung berdasarkan rata-rata kebutuhan harian dikalikan waktu tunggu pengiriman, ditambah safety stock. Perhitungan ini sebaiknya disesuaikan dengan pola pemakaian obat di fasilitas masing-masing.