Contoh Obat Generik Bermerek dan Perbedaan dengan Berlogo

Ada beberapa contoh obat generik yang dapat Anda temukan di apotek seperti paracetamol. Namun, apakah anda tahu perbedaan obat generik bermerek dengan obat generik berlogo. Perbedaan paling menonjol yakni dari segi harga obat generik bermerek lebih terjangkau, dibandingkan dengan obat berlogo tanpa adanya pengurangan khasiat apapun.

Obat Generik Berlogo (OGB) merupakan program pemerintah yang diluncurkan pada 1989. Obat ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengakses obat-obatan dengan kualitas terjamin, harga terjangkau, dan ketersediaan yang cukup.

Nama ‘Obat Generik Berlogo’ sendiri diambil dari logo lingkaran hijau bergaris putih dengan tulisan ‘generik di bagian tengahnya. Selain dari logo dan harga jual, baik Obat Generik Berlogo maupun obat generik bermerek memiliki khasiat dan durasi reaksi yang sama. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah penjelasan antara Obat Generik Berlogo dan obat generik bermerek.

Selain paracetamol Anda juga dapat menemukan obat generik di apotek dengan berbagai variasinya. Berikut Ini 5 Contoh Obat Generik yang Bisa Ditemui di Apotek Terdekat.

Apa itu Obat Generik Bermerek?

Obat generik bermerek adalah obat generik yang dijual dengan merek dagang tertentu meskipun zat aktifnya sama dengan obat generik berlogo. Merek dagang ini diberikan oleh perusahaan farmasi yang memproduksinya untuk membedakan produknya dari produk sejenis yang dijual oleh perusahaan lain.

Apa itu Obat Generik Berlogo?

Obat generik berlogo adalah obat generik yang dipasarkan tanpa merek dagang dan biasanya hanya menggunakan nama zat aktif sebagai penanda. Obat ini ditandai dengan logo khusus dari pemerintah yang menandakan bahwa obat tersebut telah memenuhi standar kualitas dan efikasi yang ditetapkan.

OGB atau Obat Generik Berlogo dinamai sesuai dengan kandungan zat aktif yang dimiliki. Contohnya pada obat antibiotik seperti amoksisilin. Jika Anda menemukan kemasan obat  Amoksisilin tanpa ada nama lain di bagian belakang nama obat tersebut, dapat dipastikan obat tersebut adalah Obat Generik Berlogo.

Sebaliknya, obat generik bermerek adalah obat generik yang dinamai sesuai dengan keputusan perusahaan produksi. Contoh obat generik bermerek adalah Sanmol (parasetamol), Amoxsan (amoksisilin), Divask (amlodipine), dan lain sebagainya.

Dari segi efektivitas, kedua jenis obat tersebut memiliki kandungan zat aktif serta tingkat efektivitas yang sama. Anda dapat membedakan kedua jenis obat generik ini dari kemasan. Kemasan yang sederhana merupakan Obat Generik Berlogo, dan kemasan yang lebih berkualitas ada pada obat generik bermerek.

Dalam beberapa produk, Anda mungkin akan menemukan perbedaan dari beberapa zat tambahan serta zat pelarut yang digunakan pada racikan obat tersebut. Beberapa obat generik bermerek cenderung menggunakan zat tambahan untuk mengurangi aroma yang kurang sedap dari obat.

Perbedaan Obat Generik Bermerek dan Berlogo

1. Dari Segi Harga

Obat generik berlogo biasanya lebih murah dibandingkan dengan obat generik bermerek karena tidak ada biaya tambahan untuk branding atau pemasaran. Hal ini membuat obat generik berlogo menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi konsumen.

2. Dari Segi Branding

Obat generik bermerek memiliki merek dagang yang membuatnya lebih mudah dikenali oleh konsumen. Branding ini juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas obat tersebut.

3. Dari Segi Kualitas

Meskipun terdapat perbedaan harga dan branding, kualitas dan efikasi antara obat generik bermerek dan berlogo seharusnya tidak berbeda. Keduanya telah melalui uji klinis dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Obat Generik Berlogo Bukan Obat Orang Miskin

Karena harganya yang cenderung lebih murah, ada stigma bahwa Obat Generik Berlogo merupakan obat kelas dua atau obat yang diperuntukan untuk golongan masyarakat dengan ekonomi rendah.

Hal ini tentu tidak benar karena harga murah Obat Generik Berlogo bukan dari rendahnya kualitas obat, melainkan dari keringanan biaya promosi dan pemasaran yang tidak digunakan dalam penjualan. Selain itu, Obat Generik Berlogo juga menggunakan kemasan sederhana sesuai standar, sehingga Anda tidak perlu membayar biaya tambahan material seperti yang berlaku pada Obat Generik Bermerek. Dengan demikian, manfaat obat generik belogo dan obat generik bermerek masih sama saja.

Mana yang Paling Efektif Diantara Keduanya?

Peribahasa ‘Ada Uang Ada Barang’ merupakan istilah yang umum diketahui oleh masyarakat Indonesia. Meskipun dalam sebagian besar kasus hal ini benar adanya, pola pikir dari peribahasa ini tidak jarang menciptakan kesalahpahaman pada sejumlah produk.

Kesalahpahaman ini juga tercermin pada keraguan masyarakat terhadap Obat Generik Berlogo yang memiliki harga lebih murah dari obat generik bermerek. Harga murah teresebut seringkali diduga berasal dari rendahnya kualitas efektivitas obat, meski sebenarnya berasal dari pengemasan yang lebih sederhana dan tidak menggunakan biaya promosi.

BPOM juga telah menyatakan bahwa baik obat generik dan obat generik bermerek mengandung kesamaan dengan obat paten. Obat generik memiliki zat aktif dengan komposisi, kekuatan, bentuk sediaan, rute pemberian, indikasi, dan dosis yang sama dengan obat paten. Selain itu, baik Obat Generik Berlogo maupun obat generik bermerek telah melalui uji kesetaraan dengan obat inovator/originatornya untuk menjamin kesamaan kualitas obat berdasarkan efek, fungsi penyerapan, dan keamanan dari obat tersebut.

Dengan demikian, tidak ada obat yang lebih efektif di antara Obat Generik Berlogo dan obat generik bermerek. Perbedaan yang ada hanyalah dari harga, pengemasan, nama, dan dalam beberapa kasus, aroma obat.

Contoh yang Ada di Apotik

Contoh obat generik bermerek yang dapat Anda temukan sehari-hari adalah parasetamol, panadol, amoksilin dan masih banyak lagi. Semua obat ini sudah disesuaikan oleh Food and Drug Administration (FDA) dimana kadar hingga bahan kandungan obat-obatan ini telah sesuai dengan standar internasional. Biasanya obat-obat yang telah beredar di pasaran sudah lolos tahap uji terlebih dulu, sehingga dapat diperjual belikan dengan lebih aman.

Jika harus memilih mana, maka jawabannya akan kembali ke kebutuhan dan preferensi Anda sendiri. Obat generik bermerek dan obat bermerek sama-sama memiliki zat aktif, bentuk bahan sediaan serta cara penggunaan yang serupa. 

Baik obat bermerek maupun obat generik bermerek memiliki persamaan reaksi dan konsentrasi yang identik ketika bekerja di dalam tubuh. Faktor-faktor pembeda dari kedua jenis obat ini ada pada keterjangkauan harga, informasi, dan distribusinya.

Selain obat generik bermerek Anda juga perlu utnuk mengetahui yang namanya obat paten. Pada kesempatan kali ini Anda dapat menyimak Perbedaan Obat Generik dan Paten.

Manfaat Penggunaan Obat Generik

1. Efisiensi Biaya

Penggunaan obat generik, baik bermerek maupun berlogo, dapat mengurangi biaya pengobatan secara signifikan karena harganya yang lebih murah dibandingkan dengan obat paten.

2. Ketersediaan

Obat generik lebih mudah tersedia di pasaran karena diproduksi oleh banyak perusahaan farmasi, sehingga mengurangi risiko kekurangan stok obat.

3. Efikasi yang Sama

Obat generik memiliki kandungan zat aktif yang sama dengan obat paten, sehingga efektivitasnya dalam mengobati penyakit sama dengan obat paten.

Penuhi Kebutuhan Apotek Anda Bersama Distributor Obat Mandira Distra Abadi

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.

Obat Generik VS Obat Paten: Ini Perbedaanya!

Perbedaan obat generik berlogo dan paten sering menjadi pertanyaan saat kita mengunjungi apotek. Meski memiliki kandungan aktif yang sama, kedua jenis obat ini memiliki karakteristik yang berbeda.

Memahami perbedaan keduanya tidak hanya membantu kita membuat keputusan yang lebih bijak, tetapi juga memastikan kita mendapatkan pengobatan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Mari kita bahas lebih lanjut perbedaannya! Untuk informasi tambahan, baca juga informasi seputar resep dokter yang biasa didapatkan.

Apa Itu Obat Generik dan Obat Paten?

Istilah perbedaan obat generik dan paten sering muncul ketika kita mencari obat yang sesuai untuk pengobatan. Kedua jenis obat ini memiliki fungsi yang sama dalam mengobati penyakit, tetapi ada beberapa perbedaan penting yang perlu dipahami, terutama dalam komposisi, harga, dan tampilannya. 

1. Apa Itu Obat Paten?

Obat paten adalah obat yang diciptakan oleh perusahaan farmasi yang memiliki hak paten eksklusif atas formula obat tersebut. 

Karena hak paten ini, hanya perusahaan pemegang paten yang dapat memproduksi dan menjualnya dalam waktu tertentu. Oleh karena itu, obat paten cenderung memiliki harga lebih tinggi.

2. Apa Itu Obat Generik?

Obat generik adalah obat yang mengandung zat aktif sama, seperti obat paten tetapi diproduksi setelah hak patennya habis. 

Dalam perbedaan obat generik dan paten, obat generik hadir dalam dua jenis utama, yaitu:

  • Obat Generik Berlogo

Obat generik berlogo merupakan jenis obat generik yang diproduksi dengan harga yang lebih terjangkau.

Obat ini biasanya tidak memiliki nama merek dan lebih dikenal dengan nama zat aktifnya, contohnya paracetamol.

  • Branded Generic

Adalah obat generik yang diproduksi oleh perusahaan farmasi dengan nama merek sendiri. 

Meskipun komposisinya sama dengan obat generik berlogo, jenis obat generik ini sering kali memiliki harga yang lebih tinggi karena biaya branding dan pemasaran.

Perbedaan Utama antara Obat Generik dan Obat Paten

Perbedaan Utama Antara Obat Generik dan Obat Paten

Terdapat beberapa perbedaan utama antara obat generik dan obat paten yang penting untuk diketahui, yaitu:

1. Komposisi dan Efektivitas

Meskipun memiliki zat aktif yang sama, obat paten dan obat generik memiliki perbedaan dalam bahan tambahan (eksipien) yang digunakan. 

Eksipien ini dapat mempengaruhi kecepatan pelepasan obat dalam tubuh, namun secara umum, efektivitas obat generik dan obat paten dalam mengatasi penyakit yang sama karena kandungan zat aktifnya identik.

2. Harga

Dari segi harga, perbedaan obat generik dan paten cukup signifikan. Obat paten lebih mahal karena mencakup biaya penelitian, pengembangan, dan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan farmasi. 

Sedangkan obat generik tidak perlu menanggung biaya penelitian sehingga harganya jauh lebih terjangkau. Obat ini cocok untuk Anda yang mempertimbangkan sisi ekonomis.

3. Branding dan Tampilan Fisik

Dari segi branding, obat paten justru lebih dikenal dengan mereknya karena dikembangkan oleh perusahaan farmasi tertentu yang mematenkan produk tersebut. 

Obat paten biasanya memiliki nama dagang khusus yang sering dipromosikan kepada masyarakat dan tenaga medis, sehingga lebih mudah dikenali di pasaran.

Sementara itu, obat generik terdiri dari dua jenis: obat generik berlogo (OGB) dan obat generik bermerek. 

Obat generik berlogo menggunakan nama zat aktifnya sebagai nama obat, tanpa mencantumkan merek dagang khusus, dan biasanya dilengkapi dengan logo dari pemerintah sebagai identitas. 

Obat generik bermerek, di sisi lain, memiliki nama dagang khusus yang diberikan oleh produsen farmasi.

Kapan Sebaiknya Memilih Obat Generik atau Obat Paten?

Kapan Sebaiknya Memilih Obat Generik atau Obat Paten

Pemilihan antara obat generik dan obat paten dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi tertentu. Anda bisa mempertimbangkan faktor berikut:

1. Pertimbangan Biaya dan Ketersediaan

Jika Anda menjadikan biaya sebagai pertimbangan utama, maka disarankan Anda memilih obat generik. 

Dari segi ketersediaan, obat ini juga lebih mudah ditemukan di berbagai apotek, baik kota maupun desa.

2. Rekomendasi Dokter

Sering kali, dokter akan merekomendasikan obat berdasarkan efektivitas dan pertimbangan ekonomi pasien. 

Untuk kasus penyakit kronis atau penggunaan jangka panjang, dokter mungkin akan menyarankan obat generik sebagai solusi yang lebih hemat tanpa mengurangi efektivitas pengobatan.

Obat Paten Lebih Efektif dibanding Obat Generik?

Terdapat anggapan bahwa obat paten lebih efektif dibandingkan obat generik. Namun, faktanya adalah obat generik yang telah mendapat persetujuan dari badan pengawas seperti BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) memiliki efektivitas yang setara dengan obat paten. 

Selama kandungan zat aktifnya sama, obat generik seharusnya bekerja dengan efektivitas yang sama pada tubuh pasien. 

Namun, jika seseorang memiliki sensitivitas terhadap eksipien tertentu, mereka mungkin akan merasa lebih nyaman dengan satu jenis obat dibandingkan yang lain.

Mandiradistra: Distributor Obat Terpercaya untuk Farmasi Anda

Setelah mengetahui perbedaan obat generik dan paten, temukan berbagai pilihan obat berkualitas hanya di distributor obat terpercaya Mandira! Pastikan kebutuhan farmasi Anda terpenuhi dengan produk aman dan terpercaya.

Anda bisa mengetahui daftar produk kami di halaman prinsipal. Jangan lupa untuk hubungi kontak kami untuk pertanyaan atau pemesanan. Lalu, dapatkan juga informasi dan tips kesehatan lainnya di laman kami, misalnya contoh obat generik bermerek dan perbedaannya dengan obat berlogo.

11 Jenis Obat Diabetes yang Umum Disarankan Dokter

Terdapat banyak jenis obat diabetes yang dapat Anda temukan di mana saja. 

Penggunaan jenis obat diabetes perlu memperhatikan kondisi pasien serta faktor-faktor lainnya. Dengan penggunaan yang tepat, obat yang dikonsumsi dapat bereaksi dan menangani keluhan pasien secara akurat.

Untuk memperluas pengetahuan Anda terkait jenis-jenis obat diabetes, berikut adalah penjelasan yang akan membantu Anda.

Baca Juga: Bolehkah Penderita Diabetes Makan Nasi Putih? Berikut Faktanya

Pilihan Jenis Obat yang Direkomendasikan

Dalam mengkonsumsi jenis obat, Anda dianjurkan untuk mengikuti petunjuk dokter. Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri dalam beberapa kondisi mendesak Anda mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis manapun. 

Dengan mengetahui apa saja jenis-jenis obat diabetes yang ada, Anda dapat menangani kondisi ini hingga menemukan waktu yang tepat untuk mendapatkan penanganan lanjut yang lebih profesional.

Artikel ini akan menjelaskan 11 jenis obat diabetes yang umum dapat Anda temukan di apotek. Ada baiknya untuk mempelajari tiap jenis dengan seksama sebelum memilih mana yang akan Anda atau penderita konsumsi.

1. Metmorfin

Jenis obat diabetes pertama adalah Metmorfin. Metformin umum digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. 

Untuk meningkatkan hasil pengobatan, penderita diabetes yang mengkonsumsi obat ini disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga, dan mengkonsumsi makan yang bergizi seimbang.

Kandungan Metmorfin juga mampu menurunkan kadar glukosa yang diproduksi di hati, sehingga mampu meningkatkan sensitivitas terhadap insulin. Berbentuk pil dengan efek samping berat badan turun.

2.  Sulfonilurea

Sulfonilurea adalah jenis obat senyawa organik yang digunakan dalam pengobatan dan pertanian, misalnya sebagai obat diabetes yang banyak digunakan dalam pengelolaan diabetes mellitus tipe 2. 

Obat ini berfungsi meningkatkan pelepasan insulin dari sel beta di pankreas dan dinilai cukup efektif dalam mengendalikan gula darah. Dengan begini insulin dapat diproduksi lebih banyak lagi sehingga mampu mengatasi retensi, biasa digunakan untuk penderita tipe 2.

3.  Meglitinide

Obat diabetes golongan Meglitinide bekerja seperti sulfonilurea, yaitu dengan merangsang pankreas menghasilkan lebih banyak insulin. Meglitinide umum ditujukan untuk diabetes melitus dan bekerja lebih cepat dari sulfonilurea. Durasi efeknya pada tubuh juga lebih pendek dari pada obat golongan sulfonilurea.

Karena durasinya yang lebih cepat, satu efek samping obat ini ialah mampu menaikkan berat badan penggunanya.

4.  Thiazolidinediones

Thiazolidinediones sering juga dikenal sebagai TZD atau glitazones adalah jenis obat senyawa heterosiklik (senyawa kimia dengan struktur cincin yang mengandung atom selain karbon) yang terdiri dari cincin C₃NS dengan lima kandungan

Obat ini sering digunakan bagi penderita diabetes tipe 2. Thiazolidinediones mampu memperbanyak produksi insulin, membantu meningkatkan kadar lemak HDL (High-density lipoprotein atau kolesterol yang membersihkan kelebihan kolesterol yang berbahaya di dalam darah dan membawanya kembali ke hati) dalam darah, hingga mampu memperbaiki metabolisme lemak.

5.  Inhibitor Dpp-4

Inhibitor of dipeptidyl peptidase 4 (DPP-4 inhibitor atau gliptins) adalah jenis Obat Hipoglikemik Oral (OHO). Dengan kata lain, obat ini merupakan obat penurun kadar glukosa pada darah yang diresepkan oleh dokter khusus bagi diabetesi untuk memblokir enzim dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4). Inhibitor Dpp-4 juga dapat digunakan untuk mengobati diabetes mellitus tipe 2.

6.  Agonis Reseptor GLP-1

Agonis Glucagon Like Peptide-1 atau GLP-1 Receptor Agonist (GLP-1RA) merupakan obat antidiabetik suntikan yang mekanisme kerjanya berbasis inkretin pada saluran pencernaan, terutama usus. 

Obat ini merupakan salah satu agen incretin based therapy. GLP-1RA sudah direkomendasikan oleh American Diabetes Association dan European Association for The Study of Diabetes sebagai opsi lini kedua untuk penanganan diabetes tipe 2. 

GLP-1RA juga membantu penurunan berat badan karena efek GLP-1 yang mengatur rasa kenyang melalui jalur sistem saraf pusat dan memperlambat pengosongan lambung via reseptor GLP-1. Selain itu, GLP-1 turut meningkatkan lipolisis dan mengganggu lipogenesis. 

7.  Inhibitor SGLT2

Jenis berikutnya adalah SGLT2 atau sodium glucose co transporter. Sebagai transporter, obat ini bekerja dalam tubulus ginjal proksimal untuk menyerap kembali glukosa dari lumen tubular. Dengan menghambat reabsorpsi glukosa, Inhibitor SGLT2 mengekskresikan glukosa dalam urin dan menurunkan glukosa plasma. Obat ini biasa digunakan untuk tipe 1 dan ketoasidosis.

8.  Inhibitor Alfa-Glukosidase

Obat ini adalah obat antidiabetik oral yang umum penderita diabetes mellitus tipe 2  gunakan.  Inhibitor alfa-glukosidase mencegah pencernaan karbohidrat dan bisa memberikan efek langsung terhadap sekresi serta sensitivitas tubuh, terutama terhadap insulin.

9.  Terapi Insulin

Pada dasarnya, terapi insulin lebih condong sebagai metode pengobatan ketimbang jenis obat. Untuk mengatasi diabetes, Terapi Insulin membantu hormon yang mengatur jumlah gula dalam darah atau glukosa. 

Jenis ini biasanya digunakan untuk diabetes tipe 1 walau terkadang bagi mereka yang mempunyai diabetes tipe 2 juga perlu melakukannya agar tubuh dapat merespons terhadap insulin dengan lebih mudah.

10. Dopamine Agonist

Agonis dopamin atau Dopamine Agonist adalah senyawa yang mengaktifkan reseptor dopamin. Obat ini memiliki efek yang cukup intens dalam melakukan pencegahan retensi insulin, sehingga ritme kerja tubuh menjadi lebih baik. Selain itu kandungan dalam Dopamine Agonist dapat memberikan sinyal pada tubuh untuk menurunkan kadar gulanya.

11. Biguanide

Jenis obat terakhir adalah Biguanide mampu merangsang dan mengurangi kadar gula yang diproduksi oleh organ hati. Jenis ini mampu meningkatkan kadar sensivitas tubuh terutama untuk insulin.

Tetap Konsultasi dengan Dokter sebelum Konsumsi Obat

Karena artikel ini sekedar menjelaskan rekomendasi obat, ada baiknya bagi Anda untuk melakukan konsultasi yang lebih komprehensif dengan dokter profesional sebelum mengkonsumsi obat manapun. Hal ini bertujuan agar terhindar dari konsumsi obat yang tidak sesuai dengan jenis diabetes yang Anda derita. 

Baca Juga: Apa Penyebab Batuk Berdahak? Konsumsi Jenis Obat ini Agar Reda

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Keuntungan dan Kerugian Stok Berlebih pada Distributor Obat

Kerap kali, distributor farmasi mengalami peristiwa kelebihan stok obat pada masa produksi.

Distributor obat harus memikirkan banyak hal agar kualitasnya tetap baik dimata para pelanggannya. Salah satunya adalah memikirkan bagaimana stoknya, rencananya hanya ada dua mau melebihkan atau membuatnya pas.

Hal ini perlu dipikirkan benar agar tidak menimbulkan masalah kedepannya. Artinya seperti ini, ketika pelanggan begitu banyak dan stock obat tersebut ternyata pas. Kalau kehabisan, pasti akan mengecewakan mereka bukan?

Baca Juga: Tips untuk Penerimaan Obat dari Distributor Farmasi Minim Kesalahan

Karena, untuk mendapatkannya pasti membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Lalu, bagaimana kalau dibuat berlebih? Jadi, harusnya dalam gudang ada 4 biji tetapi ditambahkan menjadi 10 biji sehingga selalu melimpah.

Distributor Obat Punya Stock Berlebih

Pada dasarnya ketika sebuah perusahaan memiliki stock berlebih, sebenarnya menguntungkan mereka. Karena, pembeli memang tidak tahu bukan? Kapa datangnya apakah mau memborong atau hanya cukup bijian saja.

Agar Anda lebih memahami mau memilih yang mana, kami sudah memberikan pembahasannya. Tentang kerugian serta kelebihan disaat sebuah industri memutuskan untuk memiliki stock yang cukup tinggi.

Keuntungan yang Didapat Jika Menjadi Distributor Obat

Distributor obat yang memiliki stock melimpah memberikan kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pasar. Artinya seperti ini, ketika di gudang masih banyak, sementara lainnya sedikit maka memungkinkan konsumen pindah.

Terkadang pelanggan sendiri malas untuk menunggu sesuatu, alhasil langsung pergi untuk membeli di tempat Anda. Hal ini akan sangat menguntungkan, apalagi kalau pelayanannya super prima. Kemungkinannya tinggi untuk balik.

1. Mendapatkan Pelanggan Baru

Keuntungan lain dari distributor obat menyiapkannya berlebih lainnya adalah mendapatkan pelanggan baru. Biasanya kelebihan seperti ini akan disiasati dengan diskon atau pengurangan biaya untuk pembeli.

Hal tersebut membuat perusahaan bisa lebih menjangkau banyak konsumen baru. Karena, harga tersebut dinilai cukup menggiurkan, hanya saja jangan sampai menurunkan kualitas produknya justru harus ditingkatkan.

2. Dapat Melakukan Eksperimen Pasar

Kelebihan stock tersebut juga membuat Anda bisa melakukan berbagai eksperimen pasar. Salah satunya mengenai bagaimana kualitasnya selama ini, feedback tersebut sangat bagus agar perusahaan bisa terus berkembang.

Jika ada yang kurang berkenan dapat disampaikan dan menjadi bahan evaluasi. Setelah mendapatkannya dapat dijadikan sebagai acuan agar kedepannya lebih baik. Hanya saja, perlu diketahui pula kekurangannya.

Jadi, jangan hanya mengambil sisi positifnya saja. Tetapi, bandingkan dengan negatifnya agar Anda bisa memutuskan harus bagaimana. Karena, sebuah industri dan pergerakan pasar itu sulit untuk ditebak.

3. Kerugian Mempunyai Stock Melimpah

Distributor obat dengan banyak barang seperti ini harus memikirkan dimana gudangnya. Kondisi itu membuat para pengusaha juga harus berpikir keras untuk tambahan biayanya, Misalnya saja tempat penyimpanan sudah penuh.

Pasti harus memikirkannya lagi mau setidaknya tambah biaya. Kalau saja laku maka perputaran uang bisa berjalan, tetapi kalau sebaliknya justru akan berhenti maka uang yang masuk ke tempat Anda juga berputar.

Dengan begini kerugian dapat dikurangi. Selain itu, banyak stock membuat produk tersebut menjadi kurang layak dan terkontaminasi oleh berbagai kuman, penyakit. Kalau sudah begini sulit rasanya untuk kembali untung.

Walau untuk ukuran obat kedaluwarsa yang diberikan cukup jauh. Namun kalau tidak dilihat lagi pasti memberikan dampak negatif. Dalam hal bisnis kondisi ini harus dihindari oleh distributor obat agar keuangannya tetap lancar.

Perlu diketahui bahwa, semakin lama usia sebuah obat maka kemampuannya juga akan menurun. Selain itu, Anda juga perlu tempat khusus, karena menaruhnya tidak boleh sembarangan begitu saja.

Bisa terkontaminasi bahkan kandungannya sendiri dapat berubah. Inilah yang harus dihindari oleh. Oleh karena itu sebagai distributor obat harus pintar membaca bagaimana kebutuhan pasar yang sebenarnya.

Baca Juga: Simak 5 Tips Memilih Distributor Farmasi Terbaik

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Sertifikasi CDOB: Pengertian dan Prinsip dari Mandira Distra

Setiap distributor farmasi perlu memiliki sertifikasi CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik).

Sertifikasi CDOB merupakan salah satu bukti penting yang harus diperhatikan oleh para distributor. Kondisi tersebut sebagai upaya melindungi konsumen dari produk yang kurang kurang berkualitas bahkan sampai pemalsuan.

Perlu diketahui saat ini kasus penipuan cukup banyak. Apalagi, namanya obat tidak dapat dilihat secara langsung. Perlu pembuktian dan waktunya cukup panjang, oleh karena itu terobosan seperti ini memang diperlukan.

Baca Juga: Cara Penanganan Keluhan oleh Distributor Farmasi Mandira Distra

Pengertian Secara Menyeluruh Sertifikasi CDOB

Untuk memahaminya secara menyeluruh maka, perhatikan dulu bagaimana pengertiannya. Secara garis besar CDOB ini adalah cara distribusi obat baik. Dari sini saja, pasti Anda sudah mengerti bukan?

Sertifikat tersebut digunakan sebagai bukti bahwa, perusahaan tersebut memang layak diprioritaskan. Karena, dari sistemnya saja sudah cukup bagus, mereka memperhatikan benar kelayakannya dari awal sampai akhir.

Perlu diketahui, dalam tahap mendapatkan sertifikasi CDOB tidak mudah. Mereka perlu memperhatikan beberapa pengaturan serta prinsip umumnya terlebih dulu. Karenanya, mutunya benar-benar terjamin.

Bukan hanya produsen saja, pedagang, instalasi Farmasi, rumah sakit, hingga toko obat juga terlibat didalamnya. Secara garis besar semua instansi tersebut diatur oleh Badan POM RI sebagai salah satu pengawas.

Prinsip Umum tentang Distribusi Obat

Dalam memenuhinya setiap instansi tersebut harus mengetahui terlebih dulu tentang beberapa prinsip umum. Meliputi pengadaan, penyimpanan, penyaluran, hingga pengembalian di dalam rantai distribusi obat mulai dari awal sampai akhir.

Selanjutnya dalam memenuhi prinsip umum dari sertifikasi CDOB ini semua pihak wajib bertanggung jawab. Andai saja terjadi apa-apa dalam penyaluran tersebut hingga mampu mempertahankan integritasnya sehingga tetap menjaga kualitasnya.

Bukan hanya obat biasa saja melainkan, untuk donasi ke berbagai wilayah yang terkena bencana, atau hanya digunakan untuk pengujian klinis. Perlu diperhatikan pula semua pihak wajib berhati-hati dalam melakukan distribusi.

Salah sedikit saja bisa terkontaminasi dan hal itu sangat fatal. Bahkan, untuk obat sendiri kontaminasinya bisa melalui udara, maka jangan sampai salah dalam melakukan standar operating procedure.

Semua harus dibaca serta dipahami benar, kesalahan sedikit saja misalnya 0,01 cm dapat merusak segalanya, bahkan menimbulkan kematian. Inilah alasannya mengapa setiap instansi harus memahami prinsip dari sertifikasi CDOB.

Poin Penting dalam Alur Distribusi

Untuk mendapatkannya Anda harus mengetahui terlebih dulu bagaimana alurnya. Misalnya, setiap distributor harus memahami bagaimana caranya menjaga mutu serta kualitas. Bahkan, bila perlu harus didokumentasikan sebagai bukti.

Jika terjadi apa-apa tidak ada saling tunjuk kesalahan satu sama lain. Sistem manajemen mutu ini memang cukup rumit dan sulit, oleh karena itu sebagai perusahaan harus memahaminya terlebih dulu.

Hal itu dapat dilakukan asalkan mereka mempunyai sistem organisasi yang baik. Mempunyai pemimpin hebat dalam mengatur alur distribusi tersebut. Memahami pula bagaimana cara menjaga obat agar sampai di tempat tujuan.

Tanpa adanya penambahan atau pengurangan kapasitas kandungan sehingga, saat sampai ke tangan konsumen kondisinya tetap bagus dan khasiatnya tidak berubah sama sekali. Untuk mencapai titik ini didukung juga dengan peralatan.

Sertifikasi CDOB harus mampu menguasai segala hal serta dalam keadaan apa saja. Jadi, kalau terjadi hal yang tidak diinginkan kualitas obatnya masih tetap bagus. Tidak mengurangi kandungan didalamnya.

Kondisi ini sudah sesuai dengan sistem pelayanan di Mandira Distra yang selalu memberikan pelayanan terbaik. Seluruh produknya dijamin nomor satu dan sampai ke konsumen masih bagus.

Selain itu kami juga selalu terbuka memastikan berbagai macam koreksi serta saran dari berbagai mitra agar pelayanannya lebih bagus lagi. Karena, sebagai perusahaan sertifikasi CDOB kualitas harus menjadi yang utama.

Baca Juga: 7 Alasan Eksistensi Industri Distributor Farmasi Itu Penting

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

4 Tips Penting Cek Keamanan Distributor Obat untuk Farmasi

Memeriksa keamanan produksi dari sebuah distributor obat sangatlah penting.

Memilih distributor obat memang tidak boleh sembarangan, dilihat dulu bagaimana kualitasnya agar mendapatkan produk terbaik. Hal tersebut juga akan berpengaruh kepada kepercayaan konsumen apakah akan terus membeli atau cukup sekali.

Harus diakui bahwa obat ini memang cukup rawan keberadaannya. Ketika pelanggan mendapatkan kualitas yang buruk biasanya akan terjadi hal tidak diinginkan, keadaan tersebut memang kurang bagus ke depannya.

Baca Juga: Sejarah Mandira sebagai Distributor Obat-obatan Farmasi Indonesia

Cara Memilih Distributor Obat Terbaik

Ada beberapa cara terbaik yang bisa dilakukan untuk memilihnya. Poin utama adalah melihat bagaimana perizinannya, dalam surat tersebut Anda bisa melihat prosedur apa saja yang digunakan dalam pembuatannya.

Seterusnya pasti akan menggunakan standar yang sama. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk bertanya terlebih dulu kepada mereka, mulai dari nomor hingga langsung melakukan pemeriksaan secara langsung.

Bukan hanya itu saja, masih ada beberapa langkah lagi yang dapat dilakukan agar Anda sendiri bisa paham bagaimana menentukan distributor obat terbaik. Berbagai penjelasannya seperti di bawah ini.

1. Lakukan Feedback ke Pelanggan

Poin selanjutnya yang dapat dilakukan adalah melakukan feedback ke pelanggan. Artinya, saat mereka membeli tidak ada salahnya untuk bertanya, apalagi kepada pelanggan setia yang selalu datang lagi untuk membeli sesuatu.

Feedback ini menjadi penilaian utama Anda dalam menentukannya. Ketika mereka mengatakan kondisinya kurang bagus dan terjadi beberapa pelanggan. Maka, apa yang dilakukan ini dapat disampaikan secara langsung

Hal tersebut juga bisa menjadi salah satu evaluasi dari distributor obat agar dapat berbenah. Jika memang keluhan selalu datang tanpa henti. Lebih baik hentikan saja untuk sementara waktu agar tingkat kepercayaannya kembali tinggi.

Pernyataan konsumen ini sebagai bentuk bukti bahwa, ada masalah yang harus segera diatasi. Bila keluhan tersebut tidak juga ditanggapi lebih baik mencari tempat lain saja, agar reputasi tetap terjaga.

2. Jangan Tergiur Dengan Tawaran

Distributor obat harusnya memberikan harga yang wajar saja, tidak perlu adanya diskon besar-besaran. Hingga angkanya menurun tajam, kondisi tersebut harus menjadi kewaspadaan bersama. Pasti ada bahan kurang bagus.

Perlu diketahui bahan pembuatannya ini cukup mahal. Jika mereka menjualnya murah, sudah pasti ada yang dikurangi kualitasnya. Contohnya, memakai kandungan tingkat 1 tetapi angkanya turun tajam jadi sudah tahu bukan?

Selain itu usahakan meminta samplenya. Lihat apakah ada ciri yang mencurigakan atau memang produk tersebut layak diperjualbelikan. Jangan hanya tertipu pada kemasannya saja, terlihat menarik tetapi kenyataannya buruk.

Jika masih bingung soal harga bisa dilihat di beberapa tempat lainnya. Coba bandingkan pasti akan terasa sekali perbedaannya, dari sini Anda bisa menilai sendiri apakah tetap memakainya atau cari lain.

3. Cek Pelayanannya

Bagus atau tidaknya distributor obat dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satunya adalah pelayanannya seperti apa. Kalau memang bagus maka bisa melanjutkan, tetapi bila sebaliknya lebih baik jangan.

Contohnya, ketika hendak telepon customer service ternyata kurang responsif, kemudian tidak memberikan berbagai macam solusi justru hanya berputar-putar disitu saja. Hal semacam ini lebih baik jangan dilanjutkan lagi.

Biasanya mereka hanya asal membuatnya saja, bukan melihat dulu bagaimana kandungannya. Jadi, saat Anda bertanya mengenai masalah pasti bingung. Seharusnya, punya jawaban terbaik sehingga konsumen lega.

4. Program yang Diberikan

Harus diakui memberikan diskon memang menjadi tanda tanya besar mengenai perusahaan tersebut. Tetapi, kalau ini bagian dari program karena Anda sangat loyal tidak masalah bukan? Pasti angkanya juga maksimal 20%.

Dari segi perhitungan juga sangat terjangkau, salah satu distributor terpercaya yang bisa memberikan semua tips di atas adalah Mandra Distra. Sudah ada sejak lama dengan pelayanan terbaik selalu diberikan.

Tidak heran sampai sekarang, pelanggan banyak dan terus bertambah. Kondisi tersebut membuat kami sebagai distributor obat akan terus memberikan pelayanan terbaik dan prima agar Anda tidak kecewa.

Baca Juga: Tips untuk Penerimaan Obat dari Distributor Farmasi Minim Kesalahan

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.