Ketika seorang pasien berobat, maka umumnya akan mendapatkan resep obat dokter. Resep tersebut nantinya dapat dibeli di apotek supaya dapat secara optimal mendukung proses penyembuhan.

Namun, mungkin saja sebagian orang merasa penasaran tentang unsur yang ada di dalam resep tersebut dan format penulisannya. Sebagai informasi lain, Anda juga dapat mengetahui Seputar Konseling Apoteker yang Perlu Anda Ketahui. Hal ini tentu sangat membantu Anda untuk memahami kandungan dan penggunaan obat nantinya. 

Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.

Apa itu Resep Obat Dokter?

Resep obat merupakan surat rujukan atau pengantar dari dokter kepada pasien. Di dalamnya, tertulis jenis obat yang diperlukan pasien, lengkap dengan spesifikasinya.

Resep ini dibuat berdasarkan proses pemeriksaan yang sudah dilakukan, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien yang bersangkutan.

Maka dari itu, hanya dokter tertentu yang memiliki hak untuk menuliskan resep ini, misalnya dokter spesialis dan dokter umum.

Unsur-unsur yang Ada dalam Resep Obat Dokter

Tentunya, setiap resep perlu dituliskan secara jelas, sehingga pasien bisa mendapatkan obat yang sesuai dengan resep tersebut. Di bawah ini adalah unsur yang perlu ada di dalam resep obat dari dokter.

1. Identitas Dokter

Pertama, ada identitas dokter di dalam lembar resep. Identitas ini meliputi nama, nomor dari Surat Izin Praktik atau SIP, nomor telepon, alamat praktik, nama kota tempat praktik, dan tanggal penulisan resep. Biasanya, di lembar resep juga sudah tercetak hari dan waktu praktik.

2. Identitas Pasien

Kedua, identitas pasien. Dalam hal ini, identitas yang perlu dituliskan yakni nama, jenis kelamin, umur, alamat, berat badan, dan nomor telepon pasien.

Biasanya, format dari identitas ini sudah ada di lembar resep, sehingga dokter hanya perlu mengisinya sesuai data pasien.

3. Informasi Obat

Selanjutnya yakni informasi obat, ini terdiri dari dua bagian yakni simbol R/ dan simbol S.

Untuk simbol R/, ini adalah singkatan dari recipe yang merupakan kata dalam bahasa Latin, artinya ‘ambil’. Informasi dengan simbol ini memuat nama obat, bentuk obat (tablet, salep, kapsul, atau sirup), dosis, dan jumlah yang diperlukan.

Selanjutnya, untuk simbol S berisi aturan dan cara pemakaian obat. Dalam hal ini, akan dimuat informasi, misalnya:

  1. Waktu untuk meminum obat, misalnya pada pagi atau malam hari.
  2. Berapa kali obat tersebut perlu diminum setiap harinya (atau dalam durasi waktu lainnya).
  3. Keterangan obat tersebut diminum sebelum atau setelah makan.
  4. Dosis konsumsi obat;  misalnya sebanyak 1 sendok makan, 5 ml, dan 1 tablet.
  5. Cara penggunaan obat; misalnya obat perlu diminum, dioleskan, dan sebagainya.
  6. Informasi lain terkait pemakaian obat, misalnya obat perlu dihentikan jika sudah tidak muncul gejala atau obat diminum sampai habis

5. Legalitas

Terakhir, ada legalitas dari resep obat tersebut yang berupa tanda penutup dalam bentuk garis, lalu diikuti dengan tanda tangan dari dokter yang menuliskan resep.

Perlu diketahui juga bahwa ada jenis resep yang dapat diulang untuk penebusan obat selanjutnya, namun ada pula yang hanya untuk sekali penebusan obat atau tidak dapat diulang.

Penulisan Format Resep Obat Dokter

Supaya kualitas pelayanan farmasi di Indonesia tetap terjaga, maka ada format penulisan resep obat yang telah diatur secara resmi dengan Peraturan Menteri Kesehatan, lebih tepatnya Nomor 58 tahun 2014.

Dalam format tersebut, terdapat data minimal yang harus ada dalam resep dokter, yaitu sebagai berikut:

  • Nama, alamat, dan SIP dokter
  • Tanggal penulisan resep obat
  • Tanda tangan dokter
  • Data pasien: nama, jenis kelamin, usia, berat badan, dan alamat.
  • Nama, dosis, dan jumlah obat
  • Informasi tambahan yang diperlukan

Setelah membaca informasi di atas, tentunya kini Anda dapat lebih memahami resep obat yang umumnya diterima pasien.

Bagi para apoteker, membaca resep obat dokter adalah hal dasar yang penting untuk dipahami, supaya tidak ada kesalahan dalam memberikan obat karena itu merupakan Peran dan Tugas Asisten Apoteker. Selain itu, menyediakan stok obat yang berkualitas juga menjadi hal penting bagi pemilik apotek. Maka dari itu, Pastikan untuk memilih distributor obat yang sudah tepercaya, seperti Mandira

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.