...

Ada beberapa contoh obat generik yang dapat Anda temukan di apotek seperti paracetamol. Namun, apakah anda tahu perbedaan obat generik bermerek dengan obat generik berlogo. Perbedaan paling menonjol yakni dari segi harga obat generik bermerek lebih terjangkau, dibandingkan dengan obat berlogo tanpa adanya pengurangan khasiat apapun.

Obat Generik Berlogo (OGB) merupakan program pemerintah yang diluncurkan pada 1989. Obat ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengakses obat-obatan dengan kualitas terjamin, harga terjangkau, dan ketersediaan yang cukup.

Nama ‘Obat Generik Berlogo’ sendiri diambil dari logo lingkaran hijau bergaris putih dengan tulisan ‘generik di bagian tengahnya. Selain dari logo dan harga jual, baik Obat Generik Berlogo maupun obat generik bermerek memiliki khasiat dan durasi reaksi yang sama. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah penjelasan antara Obat Generik Berlogo dan obat generik bermerek.

Selain paracetamol Anda juga dapat menemukan obat generik di apotek dengan berbagai variasinya. Berikut Ini 5 Contoh Obat Generik yang Bisa Ditemui di Apotek Terdekat.

OGB atau Obat Generik Berlogo dinamai sesuai dengan kandungan zat aktif yang dimiliki. Contohnya pada obat antibiotik seperti amoksisilin. Jika Anda menemukan kemasan obat  Amoksisilin tanpa ada nama lain di bagian belakang nama obat tersebut, dapat dipastikan obat tersebut adalah Obat Generik Berlogo.

Sebaliknya, obat generik bermerek adalah obat generik yang dinamai sesuai dengan keputusan perusahaan produksi. Contoh obat generik bermerek adalah Sanmol (parasetamol), Amoxsan (amoksisilin), Divask (amlodipine), dan lain sebagainya.

Dari segi efektivitas, kedua jenis obat tersebut memiliki kandungan zat aktif serta tingkat efektivitas yang sama. Anda dapat membedakan kedua jenis obat generik ini dari kemasan. Kemasan yang sederhana merupakan Obat Generik Berlogo, dan kemasan yang lebih berkualitas ada pada obat generik bermerek.

Dalam beberapa produk, Anda mungkin akan menemukan perbedaan dari beberapa zat tambahan serta zat pelarut yang digunakan pada racikan obat tersebut. Beberapa obat generik bermerek cenderung menggunakan zat tambahan untuk mengurangi aroma yang kurang sedap dari obat.

Obat Generik Berlogo Bukan Obat Orang Miskin

Karena harganya yang cenderung lebih murah, ada stigma bahwa Obat Generik Berlogo merupakan obat kelas dua atau obat yang diperuntukan untuk golongan masyarakat dengan ekonomi rendah.

Hal ini tentu tidak benar karena harga murah Obat Generik Berlogo bukan dari rendahnya kualitas obat, melainkan dari keringanan biaya promosi dan pemasaran yang tidak digunakan dalam penjualan. Selain itu, Obat Generik Berlogo juga menggunakan kemasan sederhana sesuai standar, sehingga Anda tidak perlu membayar biaya tambahan material seperti yang berlaku pada Obat Generik Bermerek. Dengan demikian, manfaat obat generik belogo dan obat generik bermerek masih sama saja.

Mana yang Paling Efektif Diantara Keduanya?

Peribahasa ‘Ada Uang Ada Barang’ merupakan istilah yang umum diketahui oleh masyarakat Indonesia. Meskipun dalam sebagian besar kasus hal ini benar adanya, pola pikir dari peribahasa ini tidak jarang menciptakan kesalahpahaman pada sejumlah produk.

Kesalahpahaman ini juga tercermin pada keraguan masyarakat terhadap Obat Generik Berlogo yang memiliki harga lebih murah dari obat generik bermerek. Harga murah teresebut seringkali diduga berasal dari rendahnya kualitas efektivitas obat, meski sebenarnya berasal dari pengemasan yang lebih sederhana dan tidak menggunakan biaya promosi.

BPOM juga telah menyatakan bahwa baik obat generik dan obat generik bermerek mengandung kesamaan dengan obat paten. Obat generik memiliki zat aktif dengan komposisi, kekuatan, bentuk sediaan, rute pemberian, indikasi, dan dosis yang sama dengan obat paten. Selain itu, baik Obat Generik Berlogo maupun obat generik bermerek telah melalui uji kesetaraan dengan obat inovator/originatornya untuk menjamin kesamaan kualitas obat berdasarkan efek, fungsi penyerapan, dan keamanan dari obat tersebut.

Dengan demikian, tidak ada obat yang lebih efektif di antara Obat Generik Berlogo dan obat generik bermerek. Perbedaan yang ada hanyalah dari harga, pengemasan, nama, dan dalam beberapa kasus, aroma obat.

Contoh yang Ada di Apotik

Contoh obat generik bermerek yang dapat Anda temukan sehari-hari adalah parasetamol, panadol, amoksilin dan masih banyak lagi. Semua obat ini sudah disesuaikan oleh Food and Drug Administration (FDA) dimana kadar hingga bahan kandungan obat-obatan ini telah sesuai dengan standar internasional. Biasanya obat-obat yang telah beredar di pasaran sudah lolos tahap uji terlebih dulu, sehingga dapat diperjual belikan dengan lebih aman.

Jika harus memilih mana, maka jawabannya akan kembali ke kebutuhan dan preferensi Anda sendiri. Obat generik bermerek dan obat bermerek sama-sama memiliki zat aktif, bentuk bahan sediaan serta cara penggunaan yang serupa. 

Baik obat bermerek maupun obat generik bermerek memiliki persamaan reaksi dan konsentrasi yang identik ketika bekerja di dalam tubuh. Faktor-faktor pembeda dari kedua jenis obat ini ada pada keterjangkauan harga, informasi, dan distribusinya.

Selain obat generik bermerek Anda juga perlu utnuk mengetahui yang namanya obat paten. Pada kesempatan kali ini Anda dapat menyimak Perbedaan Obat Generik dan Paten.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.