oleh mandiraadmin | Okt 14, 2022 | Tips Kesehatan
Begitu penting bagi setiap orang untuk mengetahui cara jaga kesehatan mata. Hal ini karena, salah satu anggota tubuh tersebut mempunyai peran penting dalam membantu melihat secara jelas.
Mata sangat berguna dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman karena kebanyakan aktivitas memerlukan indra penglihatan. Fungsi indra tersebut mungkin saja mengalami penurunan seiring penuaan.
Baca Juga: Cara Rawat dan Rekomendasi Vitamin Kesehatan Mata sesuai Usia
Akan tetapi, Anda dapat menerapkan cara memelihara kesehatannya supaya mampu terhindar dari berbagai penyakit. Fungsinya akan lebih terjaga meskipun usia senantiasa bertambah tua.
7 Cara Jaga Kesehatan Mata
Anggota tubuh adalah aset berharga yang wajib dijaga karena berperan besar dalam membantu menjalankan aktivitas Anda sehari-hari. Menjaga kesehatan anggota tubuh bertujuan agar terhindar dari berbagai gangguan atau penyakit yang mungkin timbul dikemudian hari. Salah satu anggota tubuh yang sangat penting ialah indra penglihatan.
Jika mata tidak Anda jaga kesehatannya, tentunya akan menimbulkan beberapa gangguan. Gangguan bisa berbentuk mata kering, minus, plus, rabun jauh, rabun dekat, katarak, dan lain sebagainya. Supaya penglihatan tidak terganggu, perlu menerapkan cara jaga kesehatan mata yang tergolong mudah dan murah berikut ini.
1. Periksa Mata Secara Teratur
Pemeriksaan mata wajib dilakukan secara berkala, paling tidak 2 tahun sekali. Pemeriksaan ini perlu dilakukan oleh anak-anak, orang dewasa sampai lansia. Untuk lansia lebih dianjurkan melakukannya satu tahun sekali.
Pemeriksaan ini ditujukan untuk mencegah berbagai penyakit terkait indra penglihatan, terutama akibat pertambahan usia. Hal ini dikarenakan usia tua memungkinkan terserang degenerasi makula, glaukoma dan katarak.
Melalui pemeriksaan indera penglihatan, dokter bisa memantau kondisi dan mendeteksi sejak dini apabila terdapat masalah. Misalnya saja masalah mata yang diakibatkan oleh diabetes atau tekanan darah tinggi.
Pemeriksaan ini juga begitu penting terutama apabila mempunyai riwayat penyakit indera penglihatan yang diturunkan secara genetik dari orang tua ke anak. Maka, langkah penanganan akan jauh lebih cepat dan tepat.
2. Mengonsumsi Makanan Bergizi
Cara menjaga kesehatan mata selanjutnya adalah mengonsumsi makanan bergizi. Terutama dengan kandungan vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, selenium, dan asam lemak omega-3.
Sejumlah nutrisi tersebut mampu mencegah masalah mata terutama berkaitan dengan usia. Contohnya saja masalah katarak dan degenerasi makula. Sejumlah nutrisi tersebut bisa diperoleh melalui sayuran hijau, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan dan jeruk.
3. Menghindari Sinar Ultraviolet dari Matahari
Anda perlu menghindari bahaya sinar ultraviolet dari matahari. Apabila indra penglihatan Anda kerap terpapar sinar ultraviolet maka akan berisiko mengalami masalah berupa katarak, degenerasi makula, kornea terbakar hingga kanker.
4. Menghindari Rokok
Merokok mampu meningkatkan risiko terjadinya penyakit katarak, degenerasi makula, hingga kerusakan saraf optik. Dampak paling buruk ialah mengakibatkan kebutaan dan merusak retina.
5. Mengurangi Pemakaian Gawai
Cara jaga kesehatan mata yang lalai diterapkan ialah mengurangi pemakaian gawai. Layar smartphone, tablet maupun komputer mampu mengakibatkan mata lelah. Perlu diketahui, penggunaan gawai terlalu lama dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri leher, sakit bahu, sakit punggung, mata kering, dan pandangan kabur.
Apabila Anda bekerja di depan layar smartphone atau komputer sepanjang waktu, jangan lupa mengistirahatkan indra penglihatan. Caranya, Anda cukup perlu mengalihkan pandangan dari layar selama 20 detik setiap 20 menit sekali.
6. Hati-hati dalam Memakai Make Up
Make up, khususnya yang berupa cairan maupun krim, sangat rentan dijadikan tempat tinggal bakteri apabila sudah lama tidak dipakai. Karenanya, Anda perlu memperhatikan kondisi penggunaan dan penyimpanan make up Anda, serta tanggal kedaluwarsanya. Perlu juga untuk mencuci alat make up secara rutin. Tak hanya itu, sebaiknya hindari berbagi alat make up dengan orang lain.
7. Olahraga Secara Teratur
Olahraga mampu mengurangi risiko penyakit pada indra penglihatan akibat diabetes hingga kolesterol tinggi. Cara ini perlu dilakukan secara teratur. Bukan hanya satu kali setahun atau satu kali sebulan.
Indra penglihatan perlu dirawat kesehatannya dengan menjalankan beragam kebiasaan baik secara teratur. Hal ini bertujuan agar Anda mampu mencegah timbulnya masalah pada indra penglihatan. Terdapat pilihan cara jaga kesehatan mata yang dapat dilakukan.
Baca Juga: Ini Jenis Suplemen Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh agar Kuat
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Okt 12, 2022 | Tips Kesehatan
Ginjal adalah organ vital dalam tubuh yang berfungsi untuk menyaring zat beracun. Karena fungsinya yang sangat penting, disarankan untuk mengonsumsi vitamin agar kesehatan ginjal terjaga. Jika organ ini tidak dijaga, sangat tinggi terkena risiko penyakit ginjal.
Menjalankan gaya hidup sehat dapat merawat organ yang bentuknya menyerupai kacang ini. Memang, dalam melakukan kebiasaan tertentu secara rutin dan menghindari kebiasaan buruk mungkin akan terasa berat ketika baru memulainya. Namun, jika dibarengi dengan konsistensi, lama-kelamaan akan terasa mudah.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurangi Gula Darah? Hindari Jenis Makanan Ini
Perlu Anda catat bahwa dalam menerapkan gaya hidup sehat ini tidak memerlukan konsumsi obat-obatan. Dengan begitu, gaya hidup sehat ini tidak akan menimbulkan efek samping dalam upaya memelihara kesehatan organ tubuh.
Cara Jaga Kesehatan Ginjal
Organ penyaring racun di dalam tubuh ini wajib dijaga kesehatannya agar dapat berfungsi secara normal. Jangan sampai organ tersebut bekerja terlalu keras hingga menyebabkan kondisi tubuh memburuk.
Sebenarnya, menjaga kesehatan organ tubuh tidak sulit dan tidak memerlukan biaya tinggi. Anda hanya perlu menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah kebiasaan yang perlu dijalankan.
1. Mengonsumsi Makanan Sehat
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil sayur dan buah yang melimpah. Sayur dan buah mengadung zat baik bagi organ tubuh, salah satunya ginjal. Sangat direkomendasikan untuk konsumsi sayur dan buah agar kesehatan ginjal dapat terjaga. Mengonsumsi makanan sehat akan membantu menyediakan vitamin untuk kesehatan ginjal.
2. Mengonsumsi Air Putih
Masih banyak orang mengabaikan pentingnya minum air putih dalam kadar yang cukup setiap harinya. Kebanyakan orang masih minum di bawah takaran yang dianjurkan. Padahal, air putih akan melancarkan penyaringan racun.
3. Rajin Olahraga
Mirip dengan air putih, masih banyak orang juga belum berolahraga secara rutin. Olahraga sendiri sangat membantu dalam mengontrol tekanan darah, glukosa, dan kadar kolesterol sehingga kesehatan ginjal terjaga.
4. Tidak Berlebihan dalam Mengonsumsi Obat
Mengonsumsi produk kimia berupa obat maupun vitamin untuk kesehatan ginjal memang diperbolehkan. Akan tetapi, tidak boleh terlalu sering mengonsumsi obat-obatan karena berdampak buruk pada organ penyaring racun.
5. Tidak Merokok
Kandungan rokok mampu merusak tubuh, bukan hanya pada organ penyaring racun. Oleh sebab itu, perlu menghindari rokok supaya tidak menghambat aliran darah di dalam tubuh. Terhambatnya aliran darah akan meningkatkan risiko hipertensi dan sakit ginjal.
6. Tidak Mengonsumsi Minuman Beralkohol
Alkohol mampu menyebabkan meningkatnya jumlah urine. Jumlah urine yang meningkat tersebut akan menyebabkan organ kesulitan dalam mengatur aliran urine dan cairan tubuh. Hal tersebut termasuk dalam mengendalikan ion natrium, kalium dan klorida. Ketika peristiwa itu terjadi, akan muncul ketidakseimbangan cairan elektrolit sehingga menimbulkan dehidrasi.
Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Sakit Ginjal
Lalu, bagaimana dengan pasien yang memiliki gangguan kesehatan pada ginjal? Selain melakukan konsultasi dan perawatan dengan dokter, sangat direkomendasikan juga untuk dibarengi dengan konsumsi vitamin.
Vitamin adalah salah satu jenis zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Zat gizi ini bekerja dengan mengubah energi makanan sehingga mampu mencegah timbulnya berbagai macam penyakit. Berikut ini beberapa vitamin untuk kesehatan ginjal.
7. Vitamin B6
Kebutuhan zat gizi untuk orang sehat dan pasien sakit ginjal cukup berbeda. Bagi pasien, lebih disarankan untuk mengonsumsi jenis tertentu, misalnya vitamin B6 yang mampu menurunkan ekskresi oksalat urine.
8. Vitamin C
Zat gizi ini akan membantu dalam menyerap zat besi, menghasilkan kolagen dan memelihara sistem kekebalan tubuh. Kemudian juga memelihara kesehatan organ penyaring racun. Namun kadar konsumsinya perlu sesuai dengan anjuran dokter.
9. Vitamin B9
Vitamin untuk kesehatan ginjal akan membantu memperlambat perkembangan kerusakan organ penyaring racun. Bahkan juga mengurangi risiko anemia yang kerap bersandingan dengan penyakit ginjal.
10. Vitamin D
Ginjal akan mengolah zat gizi ini menjadi bentuk aktif yang dibutuhkan oleh tubuh. Umumnya, pasien sakit ginjal tidak memiliki kadar vitamin D yang cukup dalam tubuhnya. Maka dari itu, konsumsi vitamin D dalam kadar yang tepat sangat direkomendasikan. Pasien sakit ginjal bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kadar vitamin D yang dibutuhkan.
11. Vitamin B12
Ketika tubuh mengalami peningkatan kadar homosistein dalam darah, maka artinya tubuh kekurangan vitamin B12. Hal tersebut akan meningkatkan risiko terkena anemia sehingga konsumsi vitamin ini juga sangat direkomendasikan.
Meskipun masih berusia muda bukan berarti bisa menjalankan pola hidup sembarangan. Walau masih muda, Anda tetap memiliki kemungkinan terserang berbagai penyakit misalnya ginjal. Oleh sebab itu, lebih baik dibiasakan untuk mengonsumsi vitamin untuk kesehatan ginjal sejak muda.
Baca Juga: Inilah 7 Manfaat Vitamin B Komplex bagi Tubuh
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Okt 10, 2022 | Tips Kesehatan
Belum banyak orang yang mengetahui pentingnya mengonsumsi vitamin untuk menjaga kesehatan jantung. Penyakit jantung sendiri memang lebih banyak diderita oleh orang-orang lanjut usia. Akan tetapi, gaya hidup tidak sehat juga bisa membuat anak muda beresiko terserang penyakit ini.
Penyakit ini merupakan pembunuh nomor 2 (dua) di Indonesia setelah stroke. Maka, sangat penting untuk mengetahui cara menjaga kesehatan di usia muda supaya mampu menghindari penyakit tersebut.
Selain vitamin untuk kesehatan jantung yang dapat Anda gunakan. Anda juga perlu mengetahui Manfaat Pepaya bagi Kesehatan Jantung.
Jantung sendiri merupakan salah satu organ vital dalam tubuh. Maka tidak heran jika jantung perlu dijaga agar tetap sehat dan terhindar dari masalah. Begitu organ ini bermasalah, maka kelangsungan hidup akan terancam.
Panduan Sederhana Jaga Kesehatan Jantung
Jantung ialah pusat sistem peredaran darah di dalam tubuh manusia yang berguna memompa darah ke seluruh tubuh. Darah yang dipompa oleh organ ini akan membawa oksigen untuk membuat tubuh berfungsi secara normal.
Apabila organ ini mengalami masalah, maka sirkulasi darah akan terganggu. Risiko yang mungkin terjadi ialah sel, jaringan atau organ lain kekurangan asupan darah sehingga tidak mampu berfungsi normal. Oleh sebab itu, perlu menjaga kesehatan dengan cara ini.
1. Menghindari Makanan Asin maupun Berlemak
Makanan asin akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sementara makanan dengan kandungan lemak jenuh akan menyebabkan meningkatnya kolesterol dan membentuk plak pada pembuluh darah.
2. Mengonsumsi Sayur dan Buah
Karena perlu menghindari makanan asin dan berlemak, Anda lebih disarankan untuk mengonsumsi sayur serta buah. Keduanya mengandung vitamin untuk kesehatan jantung. Sayur dan buah juga mengandung antioksidan yang berguna mencegah peradangan.
3. Olahraga
Banyak sekali orang yang mengabaikan pentingnya olahraga. Padahal, aktivitas fisik ini akan membantu memelihara seluruh organ tubuh, termasuk jantung. Olahraga akan membantu mengendalikan berat badan dan menurunkan tekanan darah.
4. Mengelola Stres
Selain mengonsumsi vitamin untuk kesehatan jantung, Anda juga perlu memelihara kesehatan mental, salah satunya dengan mengelola stres. Stres akan meningkatkan tekanan darah sehingga perlu dikelola agar tidak menyebabkan masalah kesehatan pada tubuh.
5. Menjaga Kesehatan Mulut
Permasalahan pada gusi, gigi, atau mulut dapat menyebarkan bakteri atau jamur ke pembuluh darah di sekitar jantung. Untuk memelihara kesehatan mulut, Anda dapat dilakukan dengan menggosok gigi secara rutin 2 (dua) kali sehari.
Vitamin untuk Kesehatan Jantung
Apabila ingin memelihara kesehatan jantung, terdapat nutrisi yang perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan setiap nutrisi mempunyai peran masing-masing dalam tubuh manusia. Berikut ini beberapa jenis vitamin yang mampu membantu memelihara kesehatan organ peredaran darah.
1. Vitamin B
Kandungan suplemen vitamin B misalnya asam folat, vitamin B6, dan B12 mampu mengurangi risiko serangan jantung. Vitamin B akan membantu mengurangi kadar homosistein dalam darah supaya tidak menimbulkan sumbatan pada arteri maupun vena.
2. Vitamin E
Vitamin E umumnya terkandung di dalam bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, merica, minyak zaitun, jagung, dan lain sebagainya. Suplemen ini mampu menjadi antioksidan dan melindungi darah dari timbunan lemak.
Vitamin untuk kesehatan jantung ini mampu menurunkan kolesterol jahat dan memelihara kolesterol baik. Dengan kemampuan tersebut, vitamin E dapat mencegah terjadinya gumpalan lemak di dalam arteri dan peredaran darah menjadi lancar.
3. Vitamin D dan Magnesium
Selanjutnya, vitamin D dan magnesium juga berguna dalam mengatur denyut jantung supaya senantiasa stabil. Tekanan darah akan normal dengan kadar vitamin D dan magnesium yang tercukupi, sehingga organ peredaran darah selalu dalam keadaan sehat.
4. Asam Lemak Omega-3
Asam lemak Omega-3 banyak terkandung di dalam salmon, mackerel, sarden, dan tuna. Mengonsumsi nutrisi ini secara teratur akan membantu memelihara kesehatan sistem peredaran darah.
Tubuh perlu dijaga kesehatannya supaya terhindar dari berbagai penyakit. Terutama penyakit jantung yang lebih rentan menyebabkan kematian. Salah satu hal yang dapat dilakukan ialah mengonsumsi vitamin untuk kesehatan jantung.
Vitamin D sangat penting dalam menjaga kesehatan jantung. Namun Anda perlu mengetahui Beragam Manfaat Vitamin D Bagi Kesehatan Tubuh yang lainnya.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Okt 7, 2022 | Tips Kesehatan
Ada beberapa vitamin anti penuaan dini yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah datangnya keriput, kerutan, dan garis halus seperti Vitamin A, Vitamin D, dan Kolagen. Penuaan dini sendiri bisa terjadi karena paparan sinar matahari, kontraksi otot wajah secara berulang, serta posisi tidur kurang tepat.
Proses penuaan biasanya datang di atas umur 50 tahun. Jika datangnya lebih cepat, maka disebut dengan penuaan dini. Lalu apa penyebab dari penuaan dini? Penuaan dini sendiri disebabkan oleh jaringan kolagen dan elastin tubuh yang senantiasa melemah.
Anda juga perlu Kenali 5 Manfaat Vitamin C untuk Kesehatan Kulit. Vitamin C ini mudah didapatkan dan sangat penting untuk regenerasi kulit Anda agar nampak cerah dan tidak kusam.
Elastisitas kulit yang berkurang menyebabkan munculnya keriput atau kerutan. Ketika hal tersebut muncul sebelum umur 50 tahun, tentunya akan mengganggu penampilan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan tindakan pencegahan.
Rekomendasi 8 Vitamin Anti Penuaan Dini
Vitamin mampu membantu dalam memperlambat proses penuaan dari dalam tubuh. Anda juga bisa mengandalkan produk perawatan kulit seperti krim wajah atau serum.
Saat ini, banyak ditemui produk perawatan kulit atau skincare yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan wajah Anda. Melalui pemakaian dan konsumsi nutrisi di bawah ini, tentunya akan membantu Anda dalam menjaga kesehatan kulit wajah.
1. Kolagen
Pertama, Anda bisa menggunakan produk atau konsumsi vitamin yang mengandung kolagen. Nutrisi ini sendiri merupakan bahan yang paling banyak dipakai dalam produk perawatan wajah untuk meremajakan kulit. Kolagen adalah protein yang membantu memelihara elastisitas dan mengurangi kerutan.
2. Vitamin A
Jenis vitamin anti penuaan dini selanjutnya adalah vitamin A. Vitamin A dipercaya mampu mencegah dan memperlambat efek pertambahan usia pada kulit. Biasanya, jenis ini juga dikenal dengan istilah retinol. Anda bisa mendapati retinol dalam produk kecantikan.
3. Vitamin D
Jenis selanjutnya adalah vitamin D yang bisa diperoleh secara gratis melalui sinar matahari. Bukan hanya mencegah keriput, vitamin D mampu membuat umur lebih panjang karena mengurangi kemungkinan terpapar penyakit akibat penuaan.
4. Vitamin E
Vitamin E akan membantu mengatur sistem kekebalan tubuh. Kemudian juga melindungi kulit dari kerutan, meningkatkan produksi kolagen, mempercepat regenerasi sel, hingga mendukung pertumbuhan kulit baru.
5. Resveratrol
Anda bisa menemukan resveratrol pada anggur dan raspberry. Tambahkan suplemen ini untuk melawan keriput dan garis-garis halus. Antioksidan ini dapat diandalkan dalam memerangi masalah pada kulit wajah.
6. Seng
Seng adalah mineral yang biasanya terdapat dalam sel darah merah dan mempunyai banyak tugas pada tubuh manusia. Jika kekurangan mineral ini, maka akan mempercepat proses penuaan. Maka dari itu, pastikan kebutuhan seng dalam tubuh Anda tetap terpenuhi dengan baik.
7. Kurkumin
Kurkumin terkandung di dalam akar tanaman kunyit. Selain itu, kurkumin tidak hanya berguna dalam mencegah keriput atau garis halus, tetapi juga mampu meningkatkan kognisi dan memori.
8. Selenium
Terakhir, selenium berguna dalam mencegah kekurangan vitamin E. Selain bermanfaat untuk kulit, selenium juga berguna dalam memerangi penyakit terkait usia. Sebagai contoh, selenium dapat membantu dalam mencegah tumor dan penyakit kardiovaskular.
Panduan Praktis Mencegah Penuaan Dini
Dalam penjelasan di atas sudah disebutkan beberapa vitamin anti penuaan dini yang bermanfaat mencegah keriput hingga garis halus. Sekarang, mari membahas berbagai cara yang mampu membantu mencegah penuaan dini.
1. Memakai Sabun Pembersih Wajah Lembut
Sangat disarankan untuk menggunakan sabun pembersih wajah yang lembut. Supaya kelembaban wajah senantiasa terjaga. Kulit yang kering justru berpotensi mengalami keriput dan garis halus.
2. Memakai Sunscreen
Banyak orang yang enggan memakai sunscreen karena merasa repot atau tidak ada waktu untuk memakainya. Padahal, sunscreen akan melindungi wajah dan kulit tubuh dari paparan sinar matahari. Disarankan menggunakan sunscreen dengan SPF di atas 30.
3. Memakai Produk Perawatan Kulit Retinoid
Selanjutnya, kami rekomendasikan untuk memakai produk perawatan kulit dengan kandungan turunan vitamin A misalnya retinoid. Dalam penjelasan di atas sudah disebutkan manfaat dari vitamin anti penuaan dini tersebut.
4. Memakai Produk Perawatan Kulit dengan Kandungan Antioksidan dan Peptida
Kandungan antioksidan dan peptida seperti vitamin A, C, E, teh hijau, hingga ekstrak biji anggur sangat bermanfaat mencegah kerutan atau garis halus. Gunakan secara rutin di pagi hari supaya kulit terlindungi dari kerusakan.
5. Mengonsumsi Makanan Sehat dan Bergizi
Makanan sehat dan bergizi memang sangat baik untuk tubuh. Misalnya saja sayur-sayuran dan buah-buahan. Makan tersebut akan membantu mencegah kerusakan kulit sehingga senantiasa kencang dan sehat.
Keriput, kerutan dan garis halus adalah hal yang sangat mengganggu kecantikan kulit wajah. Anda perlu memerhatikan dan melakukan pencegahan ketika penuaan dini hadir sebelum umur 50 tahun. Akan tetapi, hal tersebut dapat dicegah dengan vitamin anti penuaan dini.
Selain dalam mengatasi permasalahan kulit yang dapat Anda ketahui. Anda juga perlu mengetahui Faktor Genetik, ini 5 Jenis Vitamin untuk Jerawat Hormon yang bisa Anda jadikan referensi agar Anda dapat menanggulanginya dengan baik.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Okt 5, 2022 | Tips Kesehatan
Meskipun beda alzheimer dan demensia dapat dilihat dengan jelas, masih banyak orang yang menganggap keduanya sama. Namun memang, umumnya kedua penyakit ini seringkali dipahami sebagai penyakit pikun pada lansia dan hal tersebut tidaklah salah sepenuhnya.
Seiring bertambahnya usia, wajar apabila terjadi penurunan kualitas kesehatan, terutama pada fungsi kinerja otak. Salah satu akibat dari penurunan kinerja otak adalah timbulnya demensia dan alzheimer. Demensia maupun alzheimer merupakan dua jenis penyakit yang mudah menyerang lansia.
Baca Juga: Lakukan 6 Hal Ini agar Bahagia dan Sehat di Masa Pensiun
Meskipun keduanya saling berkaitan, keduanya bukanlah penyakit yang sama. Perbedaan di antara keduanya bisa ditandai dari beberapa hal, yaitu dilihat dari gejala, penyebab, hingga pengobatannya.
Beda Alzheimer dan Demensia pada Lansia
Seiring bertambahnya usia, fungsi otak akan menurun terutama ketika seseorang mulai memasuki usia tua. Penurunan fungsi otak berakibat pada menurunnya daya ingat sehingga memicu munculnya demensia dan alzheimer. Mari kita simak perbedaan keduanya di bawah ini dengan lebih jelas.
1. Perbedaan secara Mendasar
Pertama, mari mengenali beda alzheimer dan demensia secara mendasar. Alzheimer adalah salah satu tipe penyebab demensia, jadi keduanya saling terkait, tetapi tidak sama. Jadi, demensia merupakan payung dari alzheimer itu sendiri.
Lalu, apa itu demensia dan alzheimer? Demensia adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menggambarkan berbagai gejala yang mempengaruhi performa sehari-hari, kemampuan komunikasi, dan otak.
Sedangkan, alzheimer adalah penyakit otak yang secara bertahap merusak fungsi intelegensi dan memori. Maka dari itu, alzheimer merupakan salah satu penyebab atau pemicu munculnya demensia pada seseorang.
2. Perbedaan Penyebab
Beda alzheimer dan demensia selanjutnya dapat diketahui dari penyebabnya. Demensia dapat disebabkan oleh kerusakan pada sel saraf yang ada di otak.
Rusaknya sel saraf sendiri dapat diakibatkan oleh berbagai faktor. Sebagai contoh, gangguan pembuluh darah otak, stroke, tumor, gangguan metabolisme, kekurangan nutrisi, kelainan genetik, diabetes, kolesterol tinggi, hingga keracunan bahan kimia.
Sedangkan, alzheimer belum ditemukan apa penyebabnya. Kemungkinan yang menyebabkan alzheimer berkaitan dengan aktivitas dua ragam protein, yaitu beta-amyloid serta tau. Kemungkinan lainnya ialah kelainan genetik hingga gaya hidup.
3. Perbedaan Gejala
Sebenarnya gejalanya terbilang mirip, seperti gangguan memori, kesulitan komunikasi, dan penurunan kemampuan berpikir. Akan tetapi, jika diperhatikan lebih detail, terdapat perbedaan di antara kedua penyakit ini.
Gejala demensia meliputi beberapa hal, yaitu lupa informasi atau kejadian, mengulang pertanyaan atau komentar, lupa meletakkan barang, tidak tahu tanggal maupun waktu, kesulitan mengungkapkan pikiran, dan mood mudah berubah.
Gejala dari demensia juga berisiko semakin memburuk, seperti kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, kesulitan mengambil keputusan ketika ada masalah, perubahan pola tidur, bingung, frustasi, depresi, cemas, hingga halusinasi.
Sementara, pada alzheimer, gejalanya bukan sekedar gangguan memori, penurunan kemampuan berpikir, maupun kesulitan komunikasi. Namun, gejala alzheimer juga dapat ditandai oleh muncul rasa acuh tak acuh, kesulitan mengingat kejadian, depresi, kebingungan, hingga perubahan perilaku.
4. Perbedaan Pengobatan
Beda alzheimer dan demensia selanjutnya adalah dalam segi pengobatan. Pengobatan pada demensia disesuaikan dengan penyebabnya. Perlu diketahui bahwa tidak seluruh kasus demensia dapat disembuhkan.
Sementara itu, penyakit alzheimer hingga saat ini belum dapat disembuhkan. Namun, penderitanya dapat mengonsumsi obat-obatan untuk meringankan gejala yang timbul. Ini dikarenakan, jika semakin parah, gejalanya juga semakin buruk. Gejala meliputi kesulitan menelan, berjalan, maupun berbicara.
Kondisi yang dapat diringankan adalah dalam hal kehilangan memori, masalah tidur, perubahan perilaku, dan depresi. Sementara, pada demensia bisa disembuhkan jika penyakitnya diakibatkan oleh tumor, hipoglikemia, obat-obatan, dan gangguan metabolisme.
Kedua penyakit tersebut perlu ditangani sebelum semakin parah. Paling tidak, perlu dilakukan penanganan sejak dini untuk memperlambat proses perkembangannya. Penanganan sejak dini dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan olahraga teratur.
Tak hanya itu, bisa juga diimbangi dengan konsumsi makanan sehat dan bernutrisi, tidur cukup ketika malam hari, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok. Upaya sederhana terbilang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Begitu memasuki usia tua, banyak sekali kemungkinan masalah kesehatan yang muncul. Terutama masalah kesehatan berkaitan dengan daya ingat. Akan tetapi, masalah kesehatan ini terbilang beda alzheimer dan demensia.
Baca Juga: Penting! Berikut 4 Manfaat Suplemen Makanan untuk Tubuh
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Okt 3, 2022 | Tips Kesehatan
Terdapat beberapa jenis vitamin untuk demensia yang mampu memperlambat sindrom tersebut seperti Vitamin E. Demensia sendiri adalah salah satu masalah kesehatan yang kerap menimpa orang-orang dengan usia lanjut.
Masalah kesehatan ini mampu mempengaruhi cara berpikir, pengendalian emosi sampai aktivitas sehari-hari. Meskipun lebih umum dialami oleh mereka dengan usia di atas 65 tahun, banyak juga penderita berusia 40 tahun hingga 50 tahun.
Demensia ini disebabkan karena faktor usia, pastinya dengan hal tersebut ada beberapa tindakan preventif yang dapat dilakukan. Maka dari itu Anda dapat Lakukan 6 Hal Ini agar Bahagia dan Sehat di Masa Pensiun .
Karena memungkinkan menyerang di usia 40 tahun, ada baiknya Anda mengenali beragam penyebab dan cara mencegah demensia. Hal ini karena, upaya mencegah tentu akan lebih baik daripada mengobati.
Penyebab Munculnya Demensia
Demensia adalah sindrom yang mampu menurunkan fungsi kognitif di mana gejalanya terus memburuk dari waktu ke waktu. Penderitanya sangat mungkin mengalami gangguan memori, berpikir, berhitung, belajar, berbahasa, bahkan hingga menimbang sesuatu.
Karena dampaknya cukup buruk, banyak vitamin untuk demensia yang mampu memperlambat tingkat keparahannya. Penyebab dari sindrom ini sendiri adalah perubahan pada otak. Ada sejumlah faktor yang mampu mempengaruhi perubahan otak seperti berikut.
1. Usia
Sebenarnya, begitu manusia menginjak usia tua, akan muncul berbagai gangguan kesehatan, salah satunya merupakan demensia. Umumnya, demensia akan menyerang seseorang ketika memasuki usia 65 tahun ke atas.
2. Faktor Keturunan
Terdapat beberapa jenis penyakit yang dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi sesudahnya. Salah satu penyakit bawaan tersebut adalah demensia, dimana penyakit ini dapat diwariskan kepada keturunan Anda. Maka dari itu, demensia tidak hanya disebabkan oleh penyebab internal, tetapi juga eksternal, yaitu faktor genetik.
3. Kurang Gerak dan Kurang Aktivitas Kognitif
Manusia mempunyai tubuh dan otak tentu harus dimanfaatkan secara teratur. Jika bagian kognitif otak kurang diasah, akan berdampak buruk pada kesehatan. Begitu juga jika kurang gerak, mampu menyebabkan beragam masalah kesehatan seperti demensia.
4. Merokok, Alkohol, dan Narkoba
Seperti yang Anda tahu, rokok, alkohol, dan narkoba sama-sama menyimpan dampak buruk bagi kesehatan. Salah satu dampak buruk yang disebabkan oleh rokok, alkohol, dan narkoba adalah menurunnya kemampuan daya ingat tubuh. Karenanya, kemungkinan tubuh mengalami demensia juga ikut meningkat.
5. Masalah Kesehatan Mental
Setiap orang tidak hanya perlu menjaga kesehatan secara fisik, tetapi juga mental. Apabila memiliki gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan isolasi sosial, mampu mempengaruhi kesehatan fisik, seperti terkena sindrom penurunan fungsi kognitif. Oleh karena itu, kemungkinan terkena demensia juga ikut meningkat.
Cara Cegah Timbulnya Demensia
Perubahan gaya hidup mampu menurunkan risiko pengembangan demensia. Perubahan gaya hidup sendiri tergolong cara yang mudah dan sederhana untuk membantu memperlambat keparahan sindrom penurunan kognitif, seperti berikut.
1. Diet Sehat
Supaya otak senantiasa sehat, perlu untuk menerapkan diet yang sehat. Anda bisa meningkatkan konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, ikan, minyak zaitun, dan kacang-kacangan. Bisa juga ditambahkan konsumsi vitamin untuk demensia yang akan dibahas di akhir artikel ini.
2. Tidur Cukup
Tubuh memerlukan waktu tidur yang cukup ketika malam hari. Ketika tidur, otak akan menyingkirkan racun yang mampu menyebabkan sindrom penurunan fungsi kognitif.
3. Rutin Olahraga dan Melatih Otak
Tubuh dan otak sama-sama perlu dilatih secara teratur. Olahraga yang bisa dilakukan misalnya jalan, bersepeda hingga berkebun. Sementara melatih otak dapat berupa membaca, menulis surat, bermain kartu, hingga permainan papan.
Rekomendasi Vitamin untuk Demensia
Menerapkan pola hidup dan pola makan sehat memang mampu membantu dalam mencegah demensia. Akan tetapi, perlu diimbangi dengan konsumsi vitamin supaya lebih optimal.
1. Vitamin E
Vitamin E mampu membantu menurunkan dampak buruk pada penderita demensia. Jenis vitamin ini terkandung dalam berbagai jenis buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau.
2. Vitamin B
Vitamin untuk demensia ini berguna dalam memperlambat penurunan penyusutan otak. Penyusutan volume otak sendiri dampak berdampak buruk terhadap fungsi otak untuk menyimpan dan menggunakan informasi.
3. Vitamin B6
Selanjutnya, jenis vitamin B6 mampu memperkuat dan menyehatkan otak. Vitamin B6 ini akan membantu dalam produksi neurotransmitter atau senyawa kimia yang berguna mengirimkan pesan atau sinyal ke memori otak.
4. Vitamin D
Vitamin D mampu mencegah terserang demensia. Tidak hanya itu, vitamin ini juga mampu mencegah penyakit lain seperti osteoporosis yang biasa menimpa orang-orang lanjut usia.
Tidak jarang, penderita demensia mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi. Bahkan juga terjadi perubahan pada kepribadiannya. Masalah kesehatan ini dapat berlanjut pada tingkat yang cukup parah sehingga perlu mengonsumsi vitamin untuk demensia.
Selain vitamin dan suplmen yang dapat meminimalisir penyakit demensia. Anda juga perlu mengetahui Tips dan Rekomendasi Suplemen Jaga Lansia Sehat dan Bahagia.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.