Gejala virus cacar monyet harus dipahami karena penyakit ini sudah banyak menjangkit beberapa orang di dunia, meski kasusnya hampir tidak ada di Indonesia. Seperti virus covid-19, cacar monyet dapat menular secara masif.
Kementerian Kesehatan bahkan telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar waspada terhadap resikonya. Cacar monyet atau Monkeypox merupakan penyakit akibat virus yang menular melalui binatang (zoonosis).
Baca Juga: Sering Dianggap Sama, Pahami Beda Bakteri dan Virus
Jika sudah menjangkit pada manusia, maka akan dapat menularkan ke manusia lainnya. Terbilang penyakit baru yang berhembus setelah pandemi covid-19. Seperti apa gejala dan penularannya? berikut penjelasannya.
6 Gejala Virus Cacar Monyet
Dari pemberitaan di berbagai media, Monkeypox ini bisa dilihat dari adanya ruam pada kulit hingga membesar seperti luka. Namun, sebelum kemunculannya, penderita akan mengalami beberapa gejala seperti berikut.
1. Demam
Gejala virus cacar monyet yang pertama kali dirasakan penderita adalah demam yang berlangsung dari 6-16 hari pasca terinfeksi. Penderita akan merasakan kenaikan suhu drastis pada tubuh.
2. Sakit kepala
Pada fase kedua setelah demam akan berlanjut dengan sakit kepala hebat. Pada masa ini biasanya paling dikeluhkan oleh penderita. Hal ini dikarenakan sakit kepala akan sangat mengganggu aktifitas.
3. Limfadenopati
Limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening ditandai dengan adanya gumpalan jaringan kecil berbentuk bulat yang tersebar di seluruh tubuh. Gejala ini dapat dilihat pada bagian bawah rahang, belakang daun telinga, ketiak, leher, dan pangkal paha.
4. Nyeri punggung
Pembengkakan kelenjar getah bening bisa jadi tidak berasa. Namun gejala virus cacar monyet masih berlanjut dengan dirasakannya nyeri punggung. Kemudian, berlanjut dengan nyeri otot dan lemas.
5. Ruam
Tanda yang muncul pada poin 1-4 adalah fase prodromal. Setelah 1-3 hari akan muncul gejala baru yaitu ruam atau lesi pada kulit. Dimulai dari bagian wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh secara bertahap.
6. Perkembangan lesi
Ruam atau lesi akan berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapular), lepuhan berisi cairan bening, kemudian berubah jadi berisi nanah. Kondisi ini masih akan berlanjut sampai lesi mengeras lalu rontok.
Cara Mengatasi Gejala Cacar Monyet
Saat ini, pengobatan khusus untuk cacar monyet masih belum ada. Umumnya, penyakit ini bisa sembuh tanpa melakukan pengobatan dalam kurun waktu 2-4 minggu.
Namun, komplikasi parah tetap bisa terjadi ketika terkena penyakit cacar monyet apabila penderita tergolong dalam ciri kelompok yang rentan terhadap virus ini. Sebagai contoh, penderita yang masih berusia bayi atau balita, penderita penyakit kronis, atau penderita yang belum divaksin cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Maka dari itu, risiko komplikasi parah dapat terjadi.
Karena hal tersebut, pengobatan dibutuhkan untuk meringankan gejala penyakit cacar monyet. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan dalam mengatasi gejala cacar monyet.
- Konsumsi air mineral yang banyak selama masa pemulihan
- Konsumsi obat antibiotik sesuai anjuran dan resep dokter
- Minum obat penurun demam sebagai pereda suhu tubuh yang tinggi dan minum obat penghilang rasa nyeri untuk mengurangi rasa sakit pada kulit
- Gunakan air hangat yang sudah diberi campuran oatmeal koloid ketika membersihkan tubuh. Kandungan pada oatmeal koloid mampu mengurangi ruam dan gatal
- Hindari kontak fisik dengan orang lain hingga seluruh lesi dan luka mengering, dianjurkan melakukan isolasi mandiri di rumah
- Tutupi luka yang melepuh dengan kasa atau perban
- Istirahat yang banyak untuk mengoptimalkan proses pemulihan
- Hindari kontak fisik dengan hewan peliharaan selama masa pemulihan
Untuk menghindari resiko tertular, sebaiknya menjaga jarak dengan orang asing. Menerapkan protokol kesehatan layaknya pandemi covid-19 juga efektif menghindari penyakit. Selain itu, penting juga untuk mengidentifikasi gejala virus cacar monyet dari orang-orang sekitar.
Baca Juga: Apa Penyebab Batuk Berdahak? Konsumsi Jenis Obat ini Agar Reda
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.