Meskipun beda alzheimer dan demensia dapat dilihat dengan jelas, masih banyak orang yang menganggap keduanya sama. Namun memang, umumnya kedua penyakit ini seringkali dipahami sebagai penyakit pikun pada lansia dan hal tersebut tidaklah salah sepenuhnya.
Seiring bertambahnya usia, wajar apabila terjadi penurunan kualitas kesehatan, terutama pada fungsi kinerja otak. Salah satu akibat dari penurunan kinerja otak adalah timbulnya demensia dan alzheimer. Demensia maupun alzheimer merupakan dua jenis penyakit yang mudah menyerang lansia.
Baca Juga: Lakukan 6 Hal Ini agar Bahagia dan Sehat di Masa Pensiun
Meskipun keduanya saling berkaitan, keduanya bukanlah penyakit yang sama. Perbedaan di antara keduanya bisa ditandai dari beberapa hal, yaitu dilihat dari gejala, penyebab, hingga pengobatannya.
Beda Alzheimer dan Demensia pada Lansia
Seiring bertambahnya usia, fungsi otak akan menurun terutama ketika seseorang mulai memasuki usia tua. Penurunan fungsi otak berakibat pada menurunnya daya ingat sehingga memicu munculnya demensia dan alzheimer. Mari kita simak perbedaan keduanya di bawah ini dengan lebih jelas.
1. Perbedaan secara Mendasar
Pertama, mari mengenali beda alzheimer dan demensia secara mendasar. Alzheimer adalah salah satu tipe penyebab demensia, jadi keduanya saling terkait, tetapi tidak sama. Jadi, demensia merupakan payung dari alzheimer itu sendiri.
Lalu, apa itu demensia dan alzheimer? Demensia adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menggambarkan berbagai gejala yang mempengaruhi performa sehari-hari, kemampuan komunikasi, dan otak.
Sedangkan, alzheimer adalah penyakit otak yang secara bertahap merusak fungsi intelegensi dan memori. Maka dari itu, alzheimer merupakan salah satu penyebab atau pemicu munculnya demensia pada seseorang.
2. Perbedaan Penyebab
Beda alzheimer dan demensia selanjutnya dapat diketahui dari penyebabnya. Demensia dapat disebabkan oleh kerusakan pada sel saraf yang ada di otak.
Rusaknya sel saraf sendiri dapat diakibatkan oleh berbagai faktor. Sebagai contoh, gangguan pembuluh darah otak, stroke, tumor, gangguan metabolisme, kekurangan nutrisi, kelainan genetik, diabetes, kolesterol tinggi, hingga keracunan bahan kimia.
Sedangkan, alzheimer belum ditemukan apa penyebabnya. Kemungkinan yang menyebabkan alzheimer berkaitan dengan aktivitas dua ragam protein, yaitu beta-amyloid serta tau. Kemungkinan lainnya ialah kelainan genetik hingga gaya hidup.
3. Perbedaan Gejala
Sebenarnya gejalanya terbilang mirip, seperti gangguan memori, kesulitan komunikasi, dan penurunan kemampuan berpikir. Akan tetapi, jika diperhatikan lebih detail, terdapat perbedaan di antara kedua penyakit ini.
Gejala demensia meliputi beberapa hal, yaitu lupa informasi atau kejadian, mengulang pertanyaan atau komentar, lupa meletakkan barang, tidak tahu tanggal maupun waktu, kesulitan mengungkapkan pikiran, dan mood mudah berubah.
Gejala dari demensia juga berisiko semakin memburuk, seperti kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, kesulitan mengambil keputusan ketika ada masalah, perubahan pola tidur, bingung, frustasi, depresi, cemas, hingga halusinasi.
Sementara, pada alzheimer, gejalanya bukan sekedar gangguan memori, penurunan kemampuan berpikir, maupun kesulitan komunikasi. Namun, gejala alzheimer juga dapat ditandai oleh muncul rasa acuh tak acuh, kesulitan mengingat kejadian, depresi, kebingungan, hingga perubahan perilaku.
4. Perbedaan Pengobatan
Beda alzheimer dan demensia selanjutnya adalah dalam segi pengobatan. Pengobatan pada demensia disesuaikan dengan penyebabnya. Perlu diketahui bahwa tidak seluruh kasus demensia dapat disembuhkan.
Sementara itu, penyakit alzheimer hingga saat ini belum dapat disembuhkan. Namun, penderitanya dapat mengonsumsi obat-obatan untuk meringankan gejala yang timbul. Ini dikarenakan, jika semakin parah, gejalanya juga semakin buruk. Gejala meliputi kesulitan menelan, berjalan, maupun berbicara.
Kondisi yang dapat diringankan adalah dalam hal kehilangan memori, masalah tidur, perubahan perilaku, dan depresi. Sementara, pada demensia bisa disembuhkan jika penyakitnya diakibatkan oleh tumor, hipoglikemia, obat-obatan, dan gangguan metabolisme.
Kedua penyakit tersebut perlu ditangani sebelum semakin parah. Paling tidak, perlu dilakukan penanganan sejak dini untuk memperlambat proses perkembangannya. Penanganan sejak dini dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan olahraga teratur.
Tak hanya itu, bisa juga diimbangi dengan konsumsi makanan sehat dan bernutrisi, tidur cukup ketika malam hari, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok. Upaya sederhana terbilang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Begitu memasuki usia tua, banyak sekali kemungkinan masalah kesehatan yang muncul. Terutama masalah kesehatan berkaitan dengan daya ingat. Akan tetapi, masalah kesehatan ini terbilang beda alzheimer dan demensia.
Baca Juga: Penting! Berikut 4 Manfaat Suplemen Makanan untuk Tubuh
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.