...

Di balik setiap puyer atau sediaan racikan yang diterima pasien, ada peran penting dari dua alat sederhana: mortir dan stamper. Meski terlihat kuno di era otomasi, lumpang dan alu ini tetap menjadi alat wajib di apotek reseptur karena fleksibilitas dan ketepatannya dalam skala kecil. Artikel ini menjelaskan fungsi, jenis, teknik penggunaan yang benar, hingga cara perawatannya.

Apa Itu Mortir dan Stamper?

Definisi Mortir (Lumpang)

Mortir adalah wadah berbentuk mangkuk atau cawan yang terbuat dari bahan keras, umumnya keramik porselen, batu, atau kaca. Digunakan untuk menampung bahan obat yang akan digerus atau dicampur. Dalam bahasa sehari-hari di farmasi Indonesia, mortir sering disebut lumpang.

Definisi Stamper (Alu)

Stamper adalah alat penggerus berbentuk seperti tongkat pendek dengan ujung yang membulat, digunakan bersama mortir untuk menggerus, memecah, atau mencampur bahan di dalam wadah. Dalam bahasa Indonesia, stamper disebut alu.

3 Jenis Mortir dan Stamper Berdasarkan Material

Pemilihan jenis mortir sangat memengaruhi kualitas peracikan. Setiap material memiliki keunggulan dan kegunaan yang berbeda:

1. Mortir Keramik Porselen

Ini adalah jenis yang paling umum digunakan di apotek reseptur Indonesia. Permukaan dalam yang sedikit kasar membantu proses penggerusan lebih efektif. Mudah dibersihkan dan tidak reaktif dengan sebagian besar bahan obat. Tersedia dalam berbagai ukuran: 8 cm, 10 cm, 13 cm, dan 16 cm tergantung volume bahan.

2. Mortir Batu

Mortir batu umumnya digunakan untuk peracikan obat tradisional berbahan simplisia atau herbal. Tekstur permukaan yang lebih kasar efektif untuk menghancurkan bahan yang keras. Namun lebih sulit dibersihkan dan berisiko kontaminasi silang jika tidak dirawat dengan baik.

3. Mortir Kaca

Digunakan untuk bahan yang memerlukan transparansi pengamatan, seperti campuran yang warnanya perlu dipantau. Permukaan halus dan tidak reaktif, cocok untuk bahan sensitif. Namun lebih mudah pecah dibanding porselen atau batu.

Fungsi Utama Mortir dan Stamper dalam Farmasi

1. Menggerus dan Menghaluskan Serbuk

Fungsi utama mortir dan stamper adalah memperkecil ukuran partikel bahan obat menjadi serbuk halus yang homogen. Proses ini meningkatkan luas permukaan bahan, yang secara langsung mempercepat kelarutan dan penyerapan obat dalam tubuh. Contoh aplikasinya adalah pembuatan obat puyer untuk pasien anak-anak.

2. Mencampur Bahan Aktif

Mortir dan stamper efektif untuk mencampur beberapa bahan obat menjadi sediaan yang homogen. Teknik geometrical dilution (pengenceran bertahap) menggunakan mortir memastikan bahan dengan konsentrasi berbeda tercampur merata tanpa segregasi.

3. Melarutkan dan Membuat Suspensi

Beberapa sediaan farmasi seperti krim atau pasta memerlukan mortir untuk mencampur bahan padat dengan bahan cair hingga menghasilkan tekstur yang konsisten. Stamper digunakan untuk ‘mengikat’ dua fase yang awalnya tidak bercampur.

Teknik Penggunaan Mortir dan Stamper yang Benar

Menggunakan mortir dan stamper terlihat mudah, tapi ada teknik yang perlu diperhatikan agar hasil peracikan optimal dan aman:

  1. Pastikan mortir dan stamper bersih dan kering sebelum digunakan. Sisa bahan sebelumnya bisa menyebabkan kontaminasi silang.
  2. Untuk bahan yang memiliki bau kuat atau warna kuat (misalnya karbon aktif), gerus terlebih dahulu sendiri sebelum dicampur bahan lain.
  3. Gunakan teknik geometrical dilution: campurkan bahan dengan jumlah paling sedikit terlebih dahulu, lalu tambahkan bahan lain secara bertahap dalam jumlah yang sama dengan campuran yang sudah ada.
  4. Gerus dengan gerakan memutar dan menekan, bukan menumbuk dari atas. Gerakan memutar menghasilkan serbuk yang lebih halus dan homogen.
  5. Periksa kehalusan serbuk secara berkala dengan mengoles sedikit di permukaan keras untuk memastikan tidak ada partikel yang masih kasar.

Cara Perawatan Mortir dan Stamper agar Tidak Terkontaminasi

Perawatan yang benar adalah kunci untuk mencegah kontaminasi silang antarbahan:

  • Bersihkan mortir segera setelah digunakan dengan pelarut yang sesuai (umumnya alkohol 70%).
  • Bilas dengan air bersih mengalir, lalu keringkan sepenuhnya sebelum disimpan.
  • Untuk membersihkan sisa bahan yang menempel kuat, gunakan larutan deterjen ringan farmasi, rendam 15 menit, baru gosok dengan sikat.
  • Jangan menyimpan mortir dalam kondisi lembab karena bisa menyebabkan pertumbuhan jamur pada celah-celah keramik.
  • Lakukan pemeriksaan visual setiap sebelum penggunaan untuk memastikan tidak ada retak atau keripik di permukaan mortir.

Tabel Perbandingan: Mortir & Stamper vs Alat Penggerus Modern

Aspek Mortir & Stamper Pulverizer/Blender Farmasi
Kapasitas Kecil (skala reseptur) Besar (skala produksi)
Kecepatan Lambat (manual) Cepat (otomatis)
Presisi Tinggi untuk formula kecil Tinggi untuk volume besar
Biaya Sangat terjangkau Mahal
Fleksibilitas Tinggi (bisa multi-formula) Terbatas (perlu pembersihan ketat)
Risiko kontaminasi Rendah jika dibersihkan dengan benar Rendah dengan prosedur CIP
Cocok untuk Apotek reseptur, klinik kecil Industri farmasi, produksi massal

Keterbatasan Mortir dan Stamper

Mortir dan stamper bukanlah alat yang sempurna untuk semua kebutuhan. Keterbatasan utamanya adalah kapasitas yang sangat terbatas (tidak cocok untuk batch produksi besar), kecepatan manual yang memakan waktu untuk volume tinggi, dan kehalusan serbuk yang bergantung pada keterampilan dan kesabaran operator. Untuk kebutuhan volume besar atau kehalusan mesh tertentu, pulverizer atau blender farmasi lebih tepat.

Lengkapi Kebutuhan Farmasi Apotek Anda Bersama Mandira Distra!

Operasional apotek yang baik, termasuk kegiatan peracikan, membutuhkan pasokan bahan obat yang berkualitas dan terpercaya. Mandira Distra Abadi adalah distributor PBF yang siap memastikan ketersediaan obat dan bahan farmasi untuk apotek Anda. Hubungi tim kami atau kunjungi  untuk informasi produk dan pemesanan.

FAQ: Pertanyaan Seputar Mortir dan Stamper Farmasi

Berapa ukuran mortir yang paling umum digunakan di apotek?

Untuk apotek reseptur skala kecil hingga menengah, ukuran 13 cm adalah yang paling sering digunakan karena kapasitasnya yang cukup untuk sebagian besar formula racikan harian. Ukuran 8-10 cm untuk formula sangat kecil, sedangkan 16 cm untuk kapasitas yang lebih besar.

Apakah mortir keramik bisa digunakan untuk semua jenis bahan obat?

Sebagian besar bahan, ya. Namun untuk bahan yang sangat korosif atau reaktif terhadap keramik, perlu menggunakan mortir kaca atau material khusus. Selalu periksa kompatibilitas bahan dengan wadah sebelum peracikan.

Bagaimana cara mengetahui mortir sudah bersih dari bahan sebelumnya?

Setelah pembersihan, gerus sejumlah kecil laktosa (bahan inert) di dalam mortir. Jika laktosa tidak berubah warna atau bau, mortir sudah bersih. Buang laktosa tersebut sebelum memulai peracikan.

Apakah ada standar SOP penggunaan mortir di apotek?

Ya. Setiap apotek yang melakukan peracikan sebaiknya memiliki SOP penggunaan dan pembersihan mortir yang mengacu pada Pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik (CPKB) dari Kemenkes. SOP ini penting untuk audit dan akreditasi apotek.