Membuat surat pesanan obat (SP) dengan benar merupakan kompetensi wajib bagi setiap apoteker, namun sayangnya kesalahan kecil dalam dokumen penting ini masih sering ditemukan.
Kesalahan tersebut tidak hanya berpotensi menunda pengadaan obat, tetapi juga bisa berakibat fatal pada aspek legalitas. Agar Anda terhindar dari risiko ini, mari pahami lebih dalam jenis-jenis surat pesanan obat dan cara penyusunannya yang tepat melalui informasi berikut.
Apa itu Surat Pesanan Obat?
Surat pesanan obat atau apotek adalah sebuah surat yang diberikan oleh seorang apoteker yang berisi permintaan barang atau produk pada PBF (Pedagang Besar Farmasi), atau bisa juga disebut distributor.
Surat ini diperlukan dalam setiap pemesanan obat, sesuai dengan ketentuan yang saat ini berlaku. Hal ini menandakan bahwa pemesanan obat tersebut dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 24 Tahun 2021. Surat pesanan ini harus mengandung beberapa informasi penting, di antaranya:
Informasi pemesanan, berupa nomor SIPA dan nama apoteker
Informasi PBF atau distributor yang dituju
Informasi terkait obat yang dipesan, mencakup nama obat, kekuatan, bentuk sediaan, jumlah yang ditulis dalam bentuk angka atau huruf
Informasi mengenai sarana yang akan menggunakan obat tersebut
Tanda tangan
Anda juga dapat mengetahui Jalur Kefarmasian di Distribusi Farmasi sebagai informasi tambahan dalam bidang bisnis apotek. Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Fungsi dan Pentingnya Surat Pesanan Obat
1. Legalitas
Menjamin bahwa pemesanan obat dilakukan oleh pihak yang berwenang dan memiliki izin.
2. Keamanan
Membantu mencegah penyalahgunaan obat dengan memastikan bahwa obat hanya dipesan oleh fasilitas yang berhak.
3. Akuntabilitas
Memberikan jejak audit yang jelas untuk setiap transaksi obat.
4. Kontrol Inventaris
Membantu dalam pengelolaan stok obat di fasilitas kesehatan.
5. Dokumentasi
Menjadi bagian dari arsip yang diperlukan untuk keperluan inspeksi atau audit.
Jenis-Jenis Surat Pesanan
Berdasarkan jenis obat yang dipesan, ada beberapa jenis SP yang berlaku menurut Permenkes Nomor 3 Tahun 2015. Adapun jenis-jenisnya yaitu sebagai berikut:
1. SP Obat Narkotika
Narkotika adalah jenis obat yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, mengurangi nyeri, menghilangkan rasa, serta menimbulkan ketergantungan. Obat ini dapat berasal dari tanaman atau non tanaman, baik sintetis ataupun semi sintetis.
Dalam pembuatannya, Surat Pesanan narkotika hanya akan memuat satu item obat narkotika saja. Dengan demikian, pemesanan untuk obat narkotika yang memiliki kekuatan atau sediaan berbeda harus dilakukan dengan surat pesanan yang berbeda juga.
Surat ini harus dibuat minimal 3 rangkap, 2 akan diberikan ke PBF, dan 1 sebagai simpanan. Surat ini harus ditandatangani oleh praktisi apoteker yang menjadi penanggung jawab, lengkap dengan nama jelas.
2. SP Obat Psikotropika
Psikotropika merupakan jenis obat baik alami dan bukan termasuk obat narkotika. Obat ini memiliki khasiat psikoaktif dengan cara mempengaruhi susunan saraf pusat sehingga dapat menyebabkan perubahan pada perilaku dan mental.
Contoh dari obat psikotropika yaitu Diazepam, Fenobarbital, Amfetamin, Pentobarbital, dan Nitrazepam. Setiap satu SP dapat memuat lebih dari satu pesanan obat psikotropika. Minimal dibuat menjadi 3 rangkap, dan sudah ditandatangani oleh praktisi apoteker yang bertanggung jawab.
3. SP Obat Prekursor Farmasi
Prekursor Farmasi merupakan bahan atau zat yang bisa digunakan untuk bahan baku atau penolong untuk kebutuhan produksi dalam industri farmasi atau produk ruahan, produk antara, dan produk jadi yang memiliki kandungan bahan tertentu.
Kandungan yang dimaksud yaitu Pseudoephedrine, Ephedrine, Potasium Permanganat, Ergotamin, dan Norephedrine atau Phenylpropanolamine.
Dalam satu SP, dapat dilakukan pemesanan lebih dari satu obat prekursor farmasi. Surat ini dibuat dalam 3 rangkap dan sudah ditandatangani oleh penanggung jawab, lengkap dengan nama jelas.
4. SP Obat Umum
Obat umum yang dimaksud di sini adalah golongan selain obat psikotropika, narkotika, dan obat prekursor farmasi. Golongan yang dimaksud yaitu obat bebas terbatas, obat keras lain, dan obat bebas.
SP obat umum dibuat dalam 3 rangkap, dan setiap SP diberikan nomor urut untuk memudahkan proses dokumentasi. Hal ini juga sebagai pengamanan agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
5. SP Obat Keras Tertentu (OKT)
Selain empat golongan di atas, ada satu kategori lagi yang memerlukan perhatian khusus dan sering kali harus dibuatkan surat pesanan tersendiri, yaitu Obat Keras Tertentu (OKT). Golongan ini sering juga disebut sebagai Obat-Obat Tertentu (OOT) yang kerap disalahgunakan.
Menurut Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2019, yang termasuk dalam golongan ini adalah obat-obat yang bekerja pada sistem saraf pusat selain Narkotika dan Psikotropika.
Aturan utamanya adalah, Surat Pesanan untuk OKT harus dibuat terpisah dan tidak dapat digabungkan dengan pesanan obat keras biasa lainnya dalam satu SP. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan dan mencegah penyalahgunaan. Sama seperti SP lainnya, SP OKT juga harus ditandatangani oleh Apoteker Penanggung Jawab, dilengkapi nama jelas, nomor SIPA, dan stempel apotek.
Cara Membuat Surat Pesanan Obat untuk Pengadaan di Apotek
Surat Pesanan (SP) merupakan dokumen penting dalam proses pemesanan obat di apotek. SP dapat dibuat secara manual atau elektronik, dengan ketentuan yang berbeda-beda. Berikut adalah perbedaan utama antara SP manual dan elektronik:
1. Surat Pesanan Obat Manual
Bentuk: Dibuat dalam bentuk kertas fisik, sebanyak 2 rangkap.
Penandatanganan: Ditandatangani oleh Apoteker/TTK penanggung jawab.
Informasi: Harus mencantumkan nama, bentuk, kekuatan, jumlah, isi kemasan obat yang dipesan, nama sarana apotek (disertai nomor izin), alamat lengkap, stampel sarana apotek, nama fasilitas pemasok, nomor urut SP, nama kota, dan tanggal.
Arsip: Satu rangkap diberikan kepada pemasok, dan satu rangkap disimpan sebagai arsip apotek.
2. Surat Pesanan Obat Elektronik
Bentuk: Dibuat dalam bentuk digital, menggunakan sistem elektronik.
Otoritas: Sistem elektronik harus menjamin otoritas penggunaan oleh Apoteker/TTK penanggung jawab.
Informasi: Harus mencantumkan nama, bentuk, kekuatan, jumlah, isi kemasan obat yang dipesan, nama sarana apotek (disertai nomor izin), alamat lengkap, stampel sarana apotek, nama fasilitas pemasok, nomor urut SP, nama kota, dan tanggal.
Ketertelusuran: Sistem elektronik harus menjamin ketertelusuran SP minimal 5 tahun terakhir.
Pertanggungjawaban: SP elektronik harus dapat ditunjukkan dan dipertanggungjawabkan kebenarannya saat pemeriksaan.
Backup Data: Sistem elektronik harus memiliki sistem backup data.
Evaluasi Data: Sistem elektronik harus memudahkan evaluasi dan penarikan data SP.
Pengiriman: Pesanan elektronik harus dipastikan diterima oleh pemasok.
Surat Pesanan Obat di atas hanyalah sebuah contoh. Informasi di dalamnya bisa Anda sesuaikan sendiri dengan kebutuhan. Setelah mengetahui SP obat, informasi lain yang harus diketahui dalam bidang farmasi yaitu Bagaimana Cara Bekerja Sama dengan Pedagang Besar Farmasi yang benar.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari dalam Membuat SP
Untuk meminimalisir penolakan pesanan atau penundaan pengiriman, hindari beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat membuat SP berikut ini:
Informasi Tidak Lengkap
Lupa mencantumkan kekuatan sediaan (misalnya, Asam Mefenamat 500mg), bentuk sediaan (tablet, sirup, salep), atau satuan kemasan (box, botol, tube).
Jumlah Tidak Sinkron
Terjadi perbedaan antara jumlah yang ditulis dalam bentuk angka dan yang ditulis dalam bentuk huruf.
Data Apotek Tidak Valid
Stempel apotek tidak terbaca dengan jelas, tidak mencantumkan nomor Surat Izin Apotek (SIA), atau alamat yang tertera berbeda dengan data di PBF.
Tanda Tangan Tidak Sesuai
Tanda tangan pada SP tidak sesuai dengan spesimen tanda tangan Apoteker Penanggung Jawab yang terdaftar di PBF, atau bahkan ditandatangani oleh pihak yang tidak berwenang.
Penggabungan Obat yang Salah
Kesalahan paling fatal adalah menggabungkan beberapa golongan obat yang seharusnya dipisah dalam satu SP, seperti memesan Tramadol (OKT) dalam SP yang sama dengan Paracetamol (Obat Bebas).
Mandira Distra Distributor Obat untuk Pengadaan Apotek dan Rumah Sakit
Itulah Surat Pesanan Obat yang dapat Anda Ketahui. Mulai kerja sama dengan distributor obat Mandira Distra Abadi untuk memenuhi kebutuhan pengadaan obat di apotek Anda.
Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungilaman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.
Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.
Banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa, sering kesulitan menemukan cara minum obat kapsul yang tepat. Rasa tidak nyaman, takut tersedak, atau bahkan rasa pahit yang tertinggal di lidah bisa membuat pengalaman minum obat terasa tidak menyenangkan.
Jika Anda termasuk yang sering menghadapi masalah ini, jangan khawatir, Anda tidak sendirian!
Artikel ini akan memberikan tips dan teknik praktis untuk membantu Anda atau keluarga mengonsumsi obat kapsul dengan lebih mudah dan aman.
Selain itu, penting juga untuk memahami kebiasaan minum obat yang benar, seperti menghindari minum kopi setelah minum obat agar efeknya tidak terganggu. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Cara Minum Obat Kapsul dengan Mudah
Menelan obat kapsul sebenarnya bisa menjadi lebih mudah jika Anda tahu triknya. Berikut beberapa metode yang bisa Anda coba:
1. Minum Air Terlebih Dahulu
Basahi tenggorokan dengan minum air terlebih dahulu agar kapsul lebih mudah meluncur. Letakkan kapsul di tengah lidah, lalu minum air lagi sampai obat tertelan sempurna.
2. Mencondongkan Tubuh
Posisi tubuh ternyata berpengaruh! Cobalah duduk tegak, lalu condongkan kepala sedikit ke depan saat menelan. Teknik ini, dikenal sebagai lean-forward method, membantu kapsul bergerak lebih lancar ke kerongkongan tanpa tersangkut.
3. Gunakan Air Botol
Metode pop-bottle bisa sangat efektif. Letakkan kapsul di lidah, tempelkan mulut botol ke bibir, lalu minum sambil sedikit menekan botol. Tekanan air dari botol akan membantu mendorong kapsul masuk dengan lebih mudah.
4. Campur dengan Makanan Lunak
Jika masih sulit, coba telan kapsul bersama makanan lunak seperti pisang atau puding. Teksturnya yang lembut membantu obat meluncur lebih mudah. Namun, pastikan obat tersebut aman dikonsumsi dengan makanan.
Bolehkah Membuka Kapsul dan Mencampur Obat dengan Air?
Beberapa orang berpikir untuk membuka kapsul dan mencampur isinya dengan air agar lebih mudah diminum. Namun, secara umum hal ini tidak dianjurkan karena tidak selalu aman. Lapisan kapsul seringkali memiliki fungsi penting, seperti melindungi obat dari asam lambung atau mengatur pelepasan zat aktif secara perlahan di dalam tubuh.
Membuka kapsul secara sembarangan dapat menghilangkan fungsi tersebut dan menimbulkan beberapa risiko spesifik. Berikut adalah rinciannya:
Risiko Overdosis: Obat-obatan tertentu dirancang untuk melepaskan zat aktif secara perlahan (slow release). Membuka kapsulnya akan melepaskan seluruh dosis sekaligus, yang berpotensi menyebabkan overdosis.
Obat Menjadi Tidak Efektif: Beberapa obat memiliki lapisan khusus yang melindunginya dari asam lambung. Tanpa lapisan ini, obat dapat hancur oleh asam lambung sebelum diserap tubuh.
Iritasi Lambung: Sebaliknya, lapisan pelindung juga berfungsi untuk melindungi lambung Anda dari zat obat yang keras. Membukanya bisa berbahaya bagi lapisan lambung.
Rasa Pahit: Kapsul berfungsi untuk menutupi rasa obat yang sangat pahit, sehingga membukanya akan membuat Anda merasakan rasa tidak enak tersebut secara langsung.
Risiko Terhirup: Obat dalam bentuk serbuk halus berisiko terhirup saat kapsul dibuka, yang bisa menimbulkan efek samping pada saluran pernapasan.
Mengingat berbagai risiko tersebut, solusi terbaik adalah selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker sebelum memutuskan untuk membuka kapsul. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang waktu terbaik minum obat, baca juga artikel tentang apakah boleh minum obat setelah makan langsung.
Risiko Minum Obat Kapsul dengan Cara yang Salah
Kesalahan dalam menelan obat kapsul bisa menimbulkan masalah serius. Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai:
1. Minum dengan Sedikit Air
Kurangnya air minum bisa menyebabkan kapsul menempel di kerongkongan, mengakibatkan iritasi atau bahkan luka. Pastikan selalu minum air yang cukup saat menelan obat.
2. Menelan dalam Posisi Berbaring
Minum obat sambil berbaring meningkatkan risiko obat tersangkut atau tidak sampai ke lambung dengan sempurna. Selalu duduk atau berdiri tegak saat minum obat.
3. Mengunyah Kapsul tanpa Tahu Efeknya
Beberapa obat tidak boleh dikunyah karena dapat mengubah cara kerjanya. Jika tidak yakin, tanyakan pada tenaga medis sebelum melakukannya.
Tips Tambahan untuk Anak & Lansia
Anak-anak dan lansia seringkali lebih kesulitan menelan obat kapsul. Berikut adalah solusi cara minum obat kapsul yang dapat dilakukan:
1. Latihan dengan Potongan Makanan
Ajari anak menelan kapsul dengan berlatih menggunakan potongan kecil jeli atau buah. Ini membantu mereka terbiasa dengan sensasi menelan benda padat.
2. Gunakan Alat Bantu Minum Obat
Ada alat khusus seperti pill swallower yang memudahkan proses menelan obat. Alat ini membantu mengarahkan kapsul langsung ke tenggorokan tanpa rasa tidak nyaman.
Minum Obat Kapsul Jadi Lebih Mudah
Dengan teknik yang tepat, cara minum obat kapsul bisa menjadi lebih mudah dan aman. Jika Anda membutuhkan obat berkualitas atau konsultasi lebih lanjut, kunjungi Mandira Distra untuk produk-produk terpercaya. Lihat juga halaman Prinsipal untuk informasi lengkap tentang produk kami.
Untuk pertanyaan atau pemesanan, jangan ragu menghubungi tim kami melalui halaman kontak. Jangan lupa kunjungi blog tips kesehatan untuk informasi bermanfaat seputar kesehatan dan industri farmasi.
Semoga artikel ini membantu Anda mengatasi kesulitan dalam cara minum obat kapsul dengan lebih percaya diri!
Bagi masyarakat umum, istilah lead time obat mungkin terdengar asing. Namun, jika Anda merupakan pemilik atau calon pemilik apotek, hal ini sebaiknya dipahami dengan baik.
Artikel ini akan menjelaskan tentang apa yang dimaksud lead time, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta tips yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan lead time. Kemudian informasi lain yang penting untuk diketahui yaitu Mengenal Jenis Surat Pesanan Obat untuk Pengadaan Obat dari PBF.
Jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Apa itu Lead Time Obat?
Pertama, mari memulai dari pengertian lead time. Secara umum, ini merupakan istilah yang berarti waktu yang dibutuhkan terhitung saat pesanan obat tiba dan ditempatkan, sampai nantinya obat tersebut siap untuk dijual di apotek.
Hal ini menjadi penting untuk menjaga ketersediaan stok obat. Dengan begitu, apotek dapat meminimalisir risiko kehabisan obat ketika pasien atau pembeli membutuhkannya.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lead Time Obat
Para praktiknya, ada berbagai faktor yang dapat berpengaruh pada lead time dan perhitungan pengadaan kebutuhan dari obat-obatan di apotek.
Dalam hal ini, sebenarnya tidak hanya membahas tentang obat-obatan, melainkan juga alat kesehatan, bahan medis siap pakai, dan berbagai sediaan farmasi lainnya. Di bawah ini adalah faktor-faktor yang sebaiknya diperhatikan bagi pemilik apotek.
1. Mengenal Metode Konsumsi
Pertama, ada faktor dari data konsumsi pada periode sebelumnya. Hal ini berkaitan dengan metode konsumsi dalam menghitung pengadaan obat di apotek. Dalam membuat perencanaan pengadaan yang efektif dan efisien, inilah metode yang paling banyak dipakai dan dianggap paling tepat.
2. Perhitungan Kebutuhan berdasarkan Pola Penyakit
Kedua, perlu diperhatikan tentang perhitungan kebutuhan obat berdasarkan pola dari penyakit tersebut. Setiap jenis penyakit biasanya memiliki karakteristik masing-masing, sehingga hal ini menjadi faktor penting dalam lead time dan pengadaan obat di apotek.
Perhitungan ini biasa disebut dengan metode morbiditas. Penggunaan obat akan diperkirakan berdasarkan jumlah kejadian dan pola standar dari penyakit yang bersangkutan.
3. Metode Proxy Consumption
Selanjutnya, ada metode proxy consumption yang bisa memandu Anda dalam menghitung kebutuhan obat dengan berbagai data yang diperlukan.
Data tersebut meliputi konsumsi obat, kejadian penyakit, permintaan obat, penggunaan obat, dan pengeluaran obat dari apotek. Dengan perhitungan yang tepat, maka lead time pun dapat berputar dengan baik.
4. Berbagai Tantangan dalam Lead Time
Faktor selanjutnya yang juga penting untuk diperhatikan yakni ada berbagai tantangan dalam lead time. Misalnya, keterlambatan pengiriman obat, peningkatan permintaan obat yang terjadi secara mendadak, dan masalah kualitas obat.
Tips untuk Mengoptimalkan Lead Time Obat
Untuk bisa menjalankan lead time secara optimal, maka Anda bisa mengikuti berbagai tips di bawah ini.
1. Melakukan Perencanaan dengan Baik
Pertama, penting untuk melakukan perencanaan pengadaan obat dengan tepat. Berbagai faktor yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya dapat menjadi pertimbangan untuk hal ini. Perhatikan pula teknis pengadaan obat yang telah disusun oleh Menteri Kesehatan.
2. Pengadaan Obat dengan Jalur Resmi
Setelah direncanakan, maka selanjutnya perhatikan pengadaannya. Ketika akan melakukan pengadaan obat, pastikan bahwa Anda melakukannya dengan memakai jalur resmi, perhatikan pula berbagai peraturan yang berlaku.
3. Pastikan Penerimaan Berjalan Lancar
Proses penerimaan obat perlu diperhatikan untuk menjamin berbagai spesifikasi obat, misalnya dari segi mutu, harga, dan kesesuaiannya.
4. Simpan dengan Tepat
Tata cara penyimpanan obat perlu dipahami oleh setiap apotek, supaya lead time dapat berjalan dengan baik.
5. Lakukan Pengendalian
Selanjutnya, jangan lupa lakukan pengendalian obat, supaya stok yang ada tidak berlebih atau kurang.
Tantangan & Inovasi Mengelola Lead Time Obat
Tantangan Utama dalam Lead Time Obat
1. Data Penyakit (Morbiditas) Terbatas
Ketersediaan dan kualitas data penyakit yang kurang baik bikin perkiraan kebutuhan tidak akurat. Akhirnya rencana pembelian bisa meleset dari kondisi di lapangan.
2. Permintaan Naik Turun
Musim, wabah, atau perubahan praktik klinis membuat permintaan berubah cepat. Ini menyulitkan peramalan dan penentuan stok cadangan yang pas.
Inovasi dalam Mengelola Lead Time Obat
1. Penerapan Lean Six Sigma
Lean: memetakan alur kerja, membuang langkah yang tidak perlu, waktu proses jadi lebih singkat.
Six Sigma (DMAIC): mengurangi variasi dan kesalahan proses sehingga waktu tunggu lebih stabil.
Kombinasi keduanya membantu logistik dan layanan farmasi bergerak lebih cepat dan konsisten.
2. Kolaborasi Erat dengan PBF dan Pemasok
Bangun kerja sama dengan Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan produsen lewat perjanjian tertulis, berbagi data peramalan, dan pemantauan performa pengiriman. Pastikan kepatuhan Good Distribution Practice (GDP), serta komunikasikan jadwal produksi dan pengiriman secara rutin agar lead time lebih terjaga.
Mandira Distra, PBF Obat-obatan Berkualitas Indonesia
Setelah membaca berbagai penjelasan di atas, tentunya kini Anda dapat lebih memahami tentang lead time, khususnya untuk obat di apotek. Maka dari itu, berbagai faktor dan tips di atas pun sebaiknya Anda perhatikan jika sedang atau akan menjalankan bisnis apotek.
Selain penting untuk memahami tentang lead time obat, Anda juga perlu memilih distributor obat yang tepat dalam memenuhi stok apotek dengan mengetahui Tips Memilih Supplier Vitamin untuk Bisnis Apotek.
Jika Anda sedang mencari distributor obat-obatan terpercaya, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original.
Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungilaman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.
Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.
Anda tentunya sudah tidak asing dengan sistem pembayaran pajak. Ini merupakan kontribusi yang wajib dilakukan oleh setiap warga negara serta badan yang dikenai wajib pajak. Hal ini juga berlaku untuk berbagai bisnis, termasuk apotek. Apakah Anda sudah tahu seperti apa perhitungan pajak apotek yang perlu dibayarkan?
Jika memisahkan jenis apotek berdasarkan kewajibannya dalam membayar pajak, maka akan terbagi menjadi dua, yaitu apotek berstatus Non-PKP dan berstatus PKP. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang perhitungan pajak untuk kedua kategori tersebut. Simak selengkapnya dan pastikan Anda taat pajak!
Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Pajak Apotek Berstatus Non-PKP
Apotek merupakan jenis usaha yang menyediakan serta menyalurkan berbagai sediaan farmasi, obat-obatan, dan alat kesehatan. Karena merupakan jenis usaha, maka apotek pun tidak lepas dari kewajibannya untuk membayar pajak.
Kategori pertama adalah pajak untuk apotek yang yang berstatus Non-PKP. Lalu, perlu dipahami juga bahwa PKP sendiri merupakan singkatan dari Pengusaha Kena Pajak.
1. Apotek yang Dikenai Pajak Ini
Pajak jenis pertama ini berlaku untuk jenis apotek yang masuk ke dalam kategori UMKM atau yang merupakan singkatan dari usaha mikro, kecil, dan menengah.
Kategori UMKM mencangkup apotek dengan omzet atau penghasilan bruto senilai kurang dari atau sama dengan 4,8 miliar rupiah per tahunnya.
Jadi, meki apotek masih baru, tetap akan masuk ke dalam kategori UMKM ini, sehingga jangan lupa untuk memperhatikan pembayaran pajaknya.
Namun, ada pengecualian untuk apotek yang telah memilih untuk menjadi PKP atau melakukan pembukuan. Dalam kasus tersebut, maka ketentuan pembayaran pajaknya akan menyesuaikan dengan kategori kedua, yakni pajak untuk apotek berstatus PKP.
2. Besar Pajak yang Perlu Dibayar
Untuk apotek yang termasuk dalam kategori pertama ini, besar pajak yang perlu dibayar yakni PPh 25 yang berarti sebesar 0,5 dari total omset atau penghasilan bruto.
Hal ini nantinya akan dilihat melalui laporan keuangan resmi dari apotek tersebut. Nilai pajak ini telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2018.
Supaya pembayaran pajak dapat berjalan dengan lancar, baik untuk kategori ini maupun kategori yang akan dibahas selanjutnya, maka penting untuk membuat pembukuan yang rapi dan tepat. Pembukuan ini nantinya akan berisi berbagai laporan, termasuk neraca keuangan dan laba rugi.
Pajak Apotek Berstatus PKP
Kategori kedua yakni pajak yang akan dikenakan untuk apotek yang telah memiliki status PKP atau Pengusaha Kena Pajak, berikut penjelasannya.
1. Apotek yang Dikenai Pajak Ini
Sebelumnya, telah dibahas tentang kategori apotek non-PKP, maka kini akan membahas kebalikannya.
Apotek yang akan dikenakan pajak untuk kategori kedua yakni apotek dengan omzet atau penghasilan bruto lebih dari 4,8 miliar per tahun.
Jika omzet dari sebuah apotek sudah mencapai angka tersebut, maka usaha apotek wajib untuk menjadi PKP.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kategori kedua ini juga berlaku bagi apotek dengan omzet di bawah 4,8 miliar namun memilih pembukuan sehingga berstatus PKP.
2. Besar Pajak yang Perlu Dibayar
Besar pajak berlaku untuk kategori ini yakni PPh atau Pajak Penghasilan (sesuai dengan pasal 17 dalam UU PPh), lalu ditambah dengan PPN atau Pajak Pertambahan Nilai.
Itulah penjelasan tentang perhitungan pajak yang perlu dibayarkan oleh pihak pemilik apotek sebagai kewajiban dalam menjalankan sebuah bisnis. Dengan dua kategori di atas, Anda bisa menyesuaikan pembayaran pajaknya.
Tentu saja, adanya pembayaran pajak yang tepat waktu dapat membuat bisnis apotek tetap berjalan lancar dan tidak ada masalah hukum kedepannya.
Selain penting untuk memahami pajak apotek, pastikan juga Anda telah menjalankan bisnis secara optimal dengan memperhatikan pengadaan obatnya. Anda dapat mempelajari lebih banyak mengenai Tips Membuka Bisnis Apotek jika baru ingin memulai bisnisnya.
Jika Anda sedang mencari distributor obat-obatan terpercaya, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original.
Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungilaman prinsipaluntuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.
Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.
Berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA) kini berlaku seumur hidup. Kebijakan baru ini menghapus aturan lama yang mewajibkan apoteker untuk memperpanjang STRA setiap lima tahun sekali.
Bagaimana cara pengajuan STRA ini? Mari simak penjelasan selengkapnya dan pastikan calon apoteker teregistrasi dengan langkah yang tepat. Selain itu, untuk Anda yang mencari informasi terkait bidang kefarmasian perlu mengetahui juga Apa itu UKAI? Serta Pentingnya Sertifikasi Profesi Apoteker.
Apa itu STRA Apoteker?
STRA adalah sebuah bukti tertulis yang secara resmi dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dan didelegasikan melalui Komite Farmasi Nasional atau KFN. STRA akan diberikan kepada setiap apoteker yang telah memenuhi syarat dan diregistrasikan.
Setiap orang yang menjadi praktisi kefarmasian wajib memiliki STRA. Surat ini juga dapat menjadi gambaran bagi masyarakat ketika memilih tempat membeli obat atau berbagai keperluan farmasi lainnya.
Fungsi STRA
Setiap orang yang menjadi praktisi kefarmasian wajib memiliki STRA. Secara lebih rinci, STRA berfungsi sebagai:
Dokumen wajib untuk melamar pekerjaan sebagai apoteker di berbagai fasilitas kesehatan seperti apotek, rumah sakit, atau industri farmasi.
Jaminan legalitas dan kompetensi yang meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Cara Pengajuan STRA Apoteker
Jika Anda hendak melakukan pengajuan STRA, maka kini prosesnya lebih mudah karena dapat dilakukan secara online dengan langkah yang praktis. Simak penjelasan setiap tahap pengajuan e-STRA di bawah ini.
1. Pendaftaran Akun
Hal pertama yang perlu dilakukan yakni membuat akun di aplikasi E-STRA. Sebelum masuk ke aplikasi, akan ada lembar pemberitahuan yang perlu diperhatikan dalam melakukan registrasi.
Anda bisa membacanya dan mengklik bagian ‘Tutup’. Selanjutnya, lakukan pendaftaran akun dengan mengisi beberapa data membuat pin. Data tersebut meliputi nama, NIK, alamat email, dan tempat tanggal lahir. Jika sudah, silakan klik bagian ‘Daftar”.
2. Registrasi
Setelah memiliki akun, Anda bisa melakukan registrasi melalui akun tersebut dengan langkah berikut:
Masuk ke Akun
Silakan masuk ke akun Anda dengan alamat email yang sebelumnya telah terdaftar.
Pilih Jenis Registrasi
Selanjutnya, Anda bisa memilih bagian ESTRA untuk registrasi tenaga apoteker.
Pilih Registrasi Apoteker Baru atau Registrasi Ulang
Tahap berikutnya, Anda perlu memilih registrasi yang dilakukan untuk apoteker baru atau Anda sudah teregistrasi sebelumnya.
Untuk registrasi baru, Anda perlu memasukkan data perguruan tinggi dan program studi. Secara otomatis, data akan muncul dan Anda bisa mengeceknya. Selanjutnya, lakukan pengisian berkas berupa:
Pas foto 4×6 terbaru dengan latar merah
Scan KTP asli
Scan Sertifikat Kompetensi asli
Scan Janji Apoteker atau Surat Sumpah
Scan surat pernyataan bahwa bersedia mematuhi dan melaksanakan etika profesi
Ijazah atau Sertifikat Profesi Apoteker
Lalu, jika sudah teregistrasi, maka Anda perlu melakukan registrasi ulang supaya dapat memiliki STRA yang berlaku seumur hidup.
Pengisian Informasi Administrasi dan Uji Kompetensi
Tahap berikutnya yakni Anda perlu mengisi keseluruhan informasi yang dibutuhkan dan melakukan uji kompetensi.
Selesaikan Pendaftaran
Terakhir, selesaikan pendaftaran dan Anda bisa melakukan pengecekan validasi di bagian ‘Cek Status’.
3. Validasi Pengajuan
Proses selanjutnya yakni validasi pengajuan. Anda perlu menunggu hingga Sekretariat KFN melakukan validasi untuk registrasi yang masuk.
Validasi akan diterima jika berbagai berkas yang diunggah telah dinyatakan valid dan sesuai persyaratan.
4. Pembayaran
Ketika registrasi, Anda perlu melakukan pembayaran sebesar Rp250.000 berdasarkan kode billing yang telah diberikan. Anda dapat membayarnya melalui bank atau lembaga persepsi. Batas waktu pembayaran ini yakni selama 7 hari.
5. Tanda Tangan Elektronik
Setelah melakukan pembayaran, maka akan dilakukan proses tanda tangan elektronik dari KFN, dengan kerja sama bersama Badan Siber dan Sandi Negara.
6. Cetak Mandiri
Langkah terakhir yang perlu Anda lakukan yakni mencetak STRA secara mandiri. Anda dapat melakukannya melalui laman ‘Cek Status’.
Itulah berbagai langkah yang dapat Anda tempuh untuk pengajuan STRA yang dapat dilakukan oleh para calon apoteker.
Jika ingin membuka bisnis apotek, maka pengajuan STRA apoteker merupakan langkah penting. Selanjutnya, berbagai persiapan untuk pemenuhan stok obat pun perlu dipertimbangkan dengan matang, termasuk memilih distributor obat. Maka dari itu, mengetahui Tips Memilih Supplier Vitamin untuk Bisnis Apotek ini sangat penting.
Jika Anda sedang mencari distributor obat-obatan terpercaya, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original.
Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungilaman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.
Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.
Farmasi merupakan salah satu program studi yang cukup populer di berbagai kalangan. Sebenarnya, ada cukup banyak prospek yang bisa didapatkan jika Anda mendalami ilmu farmasi. Gaji farmasi pun bervariasi, tergantung dengan bidang kerja yang dijalani.
Mungkin saja, hingga saat ini masih banyak orang yang penasaran tentang hal tersebut tersebut. Maka dari itu, artikel ini akan memberikan Anda kisaran gaji dari berbagai bidang kerja farmasi. Selain itu Anda juga dapat mengetahui mengenai Tips Memilih Franchise Apotek yang Tepat dan Menguntungkan.
Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Prospek Kerja sebagai Lulusan Farmasi
Sebagian orang mungkin berpikir bahwa lulusan farmasi hanya akan bekerja di apotek. Padahal, sebenarnya bidang keilmuan ini memiliki prospek kerja yang jauh lebih luas.
Selain menjadi apoteker, bisa juga bekerja di bidang ahli farmasi, farmasi industri, lembaga pemerintah, dosen, regulatory affairs, dan sebagainya.
Gaji Farmasi berdasarkan Profesinya
Setelah melihat prospeknya, mungkin akan muncul pertanyaan mengenai berapa kisaran gajinya. Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui kisaran tersebut.
1. Apoteker
Pertama, mari membahas profesi yang paling umum diketahui masyarakat terkait keilmuan farmasi, yakni apoteker.
Jika Anda ingin menjadi apoteker, maka perlu memiliki STRA atau Surat Tanda Registrasi Apoteker dan SIPA atau Surat Izin Praktik Apoteker.
Profesi ini bertanggung jawab untuk menyediakan dan memberikan obat untuk pasien, khususnya sesuai dengan resep dokter.
Selain itu, ada pula tanggung jawab lain, misalnya mengawasi tingkat efektivitas dari pemakaian obat serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemakaian obat dan berbagai efek samping yang dapat muncul.
Kisaran gaji untuk profesi ini di Indonesia rata-rata yakni Rp4 juta hingga Rp6 juta setiap bulannya. Jika ingin pendapatan yang lebih, maka Anda bisa membuka jasa konsultasi terkait penggunaan obat.
2. Ahli Farmasi
Kedua, ada profesi ahli farmasi yang memiliki tugas utama untuk bagian meracik obat. Selain itu, profesi ini juga bertanggung jawab untuk memberikan informasi kepada pasien tentang obat-obatan yang diberikan.
Karena tanggung jawabnya cukup besar, maka dibutuhkan lisensi atau sertifikasi resmi jika ingin menjalani profesi ini. Untuk kisaran gajinya yakni sekitar Rp7 juta per bulannya.
3. Farmasi Industri
Farmasi industri adalah salah satu jenis industri yang berkaitan dengan bidang farmasi. Misalnya, untuk industri obat, makanan, minuman, hingga produk kecantikan.
Profesi ini memiliki tugas untuk mencari bahan baku yang tepat, meracik bahan, menentukan formula bahan, dan merancang teknik pembuatan produk. Gaji farmasi industri berada di kisaran Rp5 juta sampai Rp7,5 juta.
4. Tenaga Pengajar atau Dosen
Sesuai dengan namanya, tenaga pengajar atau dosen farmasi memiliki tugas untuk memberikan berbagai ilmu farmasi kepada mahasiswanya.
Gaji untuk profesi dosen ini rata-rata Rp5 juta per bulan. Namun, perlu diketahui bahwa nominal tersebut masih belum termasuk berbagai jenis tunjangan terkait yang menjadi fasilitas untuk dosen. Kisaran gaji dosen juga dapat dipengaruhi oleh kampus tempat mengajarnya.
5. Regulatory Affairs
Selanjutnya, ada regulatory affairs yang tugasnya memastikan kualitas produk farmasi dari perusahaan tempat bekerja. Produk tersebut bisa berupa obat, makanan, hingga kosmetik. Rata-rata gaji jika bekerja di profesi ini yakni sekitar Rp4 juta.
6. Lembaga Pemerintah
Lulusan farmasi juga bisa bekerja di berbagai instansi pemerintah, misalnya di BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan. Tugas utama dari badan ini yakni untuk menjamin kualitas dan mutu dari produk obat serta makanan. Selain itu, BPOM juga menjalankan fungsi pengawasan.
Kisaran gaji bekerja di lembaga pemerintah yakni sekitar Rp. 4-8 juta per bulannya. Besar gaji juga dipengaruhi oleh jenis lembaga tempat bekerja.
Itulah berbagai prospek kerja dan kisaran gaji bagi orang-orang yang menggeluti bidang farmasi. Sebenarnya, bidang kerja di atas dapat dipilih berdasarkan berbagai aspek, salah satunya potensi diri dan keinginan.
Setelah mengetahui gaji farmasi, apakah Anda tertarik untuk menggeluti salah satu prospeknya? Jika Anda ingin mendirikan apotek atau berbagai bidang yang membutuhkan persediaan obat Kenali 7 Jenis Bisnis Apotek beserta Fungsinya terlebih dahulu.
Jika Anda sedang mencari distributor obat-obatan terpercaya, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original.
Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungilaman prinsipaluntuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.
Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.