oleh mandiraadmin | Mei 24, 2024 | Tips Kesehatan
Anda tentunya sudah tidak asing dengan sistem pembayaran pajak. Ini merupakan kontribusi yang wajib dilakukan oleh setiap warga negara serta badan yang dikenai wajib pajak. Hal ini juga berlaku untuk berbagai bisnis, termasuk apotek. Apakah Anda sudah tahu seperti apa perhitungan pajak apotek yang perlu dibayarkan?
Jika memisahkan jenis apotek berdasarkan kewajibannya dalam membayar pajak, maka akan terbagi menjadi dua, yaitu apotek berstatus Non-PKP dan berstatus PKP. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang perhitungan pajak untuk kedua kategori tersebut. Simak selengkapnya dan pastikan Anda taat pajak!
Informasi lain seputar bisnis apotek yang perlu Anda ketahui yaitu Ternyata Usaha Apotek Menjanjikan, Begini Cara Memulainya.
Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Pajak Apotek Berstatus Non-PKP
Apotek merupakan jenis usaha yang menyediakan serta menyalurkan berbagai sediaan farmasi, obat-obatan, dan alat kesehatan. Karena merupakan jenis usaha, maka apotek pun tidak lepas dari kewajibannya untuk membayar pajak.
Kategori pertama adalah pajak untuk apotek yang yang berstatus Non-PKP. Lalu, perlu dipahami juga bahwa PKP sendiri merupakan singkatan dari Pengusaha Kena Pajak.
1. Apotek yang Dikenai Pajak Ini
Pajak jenis pertama ini berlaku untuk jenis apotek yang masuk ke dalam kategori UMKM atau yang merupakan singkatan dari usaha mikro, kecil, dan menengah.
Kategori UMKM mencangkup apotek dengan omzet atau penghasilan bruto senilai kurang dari atau sama dengan 4,8 miliar rupiah per tahunnya.
Jadi, meki apotek masih baru, tetap akan masuk ke dalam kategori UMKM ini, sehingga jangan lupa untuk memperhatikan pembayaran pajaknya.
Namun, ada pengecualian untuk apotek yang telah memilih untuk menjadi PKP atau melakukan pembukuan. Dalam kasus tersebut, maka ketentuan pembayaran pajaknya akan menyesuaikan dengan kategori kedua, yakni pajak untuk apotek berstatus PKP.
2. Besar Pajak yang Perlu Dibayar
Untuk apotek yang termasuk dalam kategori pertama ini, besar pajak yang perlu dibayar yakni PPh 25 yang berarti sebesar 0,5 dari total omset atau penghasilan bruto.
Hal ini nantinya akan dilihat melalui laporan keuangan resmi dari apotek tersebut. Nilai pajak ini telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2018.
Supaya pembayaran pajak dapat berjalan dengan lancar, baik untuk kategori ini maupun kategori yang akan dibahas selanjutnya, maka penting untuk membuat pembukuan yang rapi dan tepat. Pembukuan ini nantinya akan berisi berbagai laporan, termasuk neraca keuangan dan laba rugi.
Pajak Apotek Berstatus PKP
Kategori kedua yakni pajak yang akan dikenakan untuk apotek yang telah memiliki status PKP atau Pengusaha Kena Pajak, berikut penjelasannya.
1. Apotek yang Dikenai Pajak Ini
Sebelumnya, telah dibahas tentang kategori apotek non-PKP, maka kini akan membahas kebalikannya.
Apotek yang akan dikenakan pajak untuk kategori kedua yakni apotek dengan omzet atau penghasilan bruto lebih dari 4,8 miliar per tahun.
Jika omzet dari sebuah apotek sudah mencapai angka tersebut, maka usaha apotek wajib untuk menjadi PKP.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kategori kedua ini juga berlaku bagi apotek dengan omzet di bawah 4,8 miliar namun memilih pembukuan sehingga berstatus PKP.
2. Besar Pajak yang Perlu Dibayar
Besar pajak berlaku untuk kategori ini yakni PPh atau Pajak Penghasilan (sesuai dengan pasal 17 dalam UU PPh), lalu ditambah dengan PPN atau Pajak Pertambahan Nilai.
Itulah penjelasan tentang perhitungan pajak yang perlu dibayarkan oleh pihak pemilik apotek sebagai kewajiban dalam menjalankan sebuah bisnis. Dengan dua kategori di atas, Anda bisa menyesuaikan pembayaran pajaknya.
Tentu saja, adanya pembayaran pajak yang tepat waktu dapat membuat bisnis apotek tetap berjalan lancar dan tidak ada masalah hukum kedepannya.
Selain penting untuk memahami pajak apotek, pastikan juga Anda telah menjalankan bisnis secara optimal dengan memperhatikan pengadaan obatnya. Anda dapat mempelajari lebih banyak mengenai Tips Membuka Bisnis Apotek jika baru ingin memulai bisnisnya.
Jika Anda sedang mencari distributor obat-obatan terpercaya, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original.
Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.
Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.
oleh mandiraadmin | Mei 22, 2024 | Tips Kesehatan
Berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA) kini berlaku seumur hidup. Kebijakan baru ini menghapus aturan lama yang mewajibkan apoteker untuk memperpanjang STRA setiap lima tahun sekali.
Bagaimana cara pengajuan STRA ini? Mari simak penjelasan selengkapnya dan pastikan calon apoteker teregistrasi dengan langkah yang tepat. Selain itu, untuk Anda yang mencari informasi terkait bidang kefarmasian perlu mengetahui juga Apa itu UKAI? Serta Pentingnya Sertifikasi Profesi Apoteker.
Apa itu STRA Apoteker?
STRA adalah sebuah bukti tertulis yang secara resmi dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dan didelegasikan melalui Komite Farmasi Nasional atau KFN. STRA akan diberikan kepada setiap apoteker yang telah memenuhi syarat dan diregistrasikan.
Setiap orang yang menjadi praktisi kefarmasian wajib memiliki STRA. Surat ini juga dapat menjadi gambaran bagi masyarakat ketika memilih tempat membeli obat atau berbagai keperluan farmasi lainnya.
Fungsi STRA
Setiap orang yang menjadi praktisi kefarmasian wajib memiliki STRA. Secara lebih rinci, STRA berfungsi sebagai:
- Syarat utama untuk mengurus SIPA (Surat Izin Praktik Apoteker).
- Dokumen wajib untuk melamar pekerjaan sebagai apoteker di berbagai fasilitas kesehatan seperti apotek, rumah sakit, atau industri farmasi.
- Jaminan legalitas dan kompetensi yang meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Cara Pengajuan STRA Apoteker
Jika Anda hendak melakukan pengajuan STRA, maka kini prosesnya lebih mudah karena dapat dilakukan secara online dengan langkah yang praktis. Simak penjelasan setiap tahap pengajuan e-STRA di bawah ini.
1. Pendaftaran Akun
Hal pertama yang perlu dilakukan yakni membuat akun di aplikasi E-STRA. Sebelum masuk ke aplikasi, akan ada lembar pemberitahuan yang perlu diperhatikan dalam melakukan registrasi.
Anda bisa membacanya dan mengklik bagian ‘Tutup’. Selanjutnya, lakukan pendaftaran akun dengan mengisi beberapa data membuat pin. Data tersebut meliputi nama, NIK, alamat email, dan tempat tanggal lahir. Jika sudah, silakan klik bagian ‘Daftar”.
2. Registrasi
Setelah memiliki akun, Anda bisa melakukan registrasi melalui akun tersebut dengan langkah berikut:
- Masuk ke Akun
Silakan masuk ke akun Anda dengan alamat email yang sebelumnya telah terdaftar.
- Pilih Jenis Registrasi
Selanjutnya, Anda bisa memilih bagian ESTRA untuk registrasi tenaga apoteker.
- Pilih Registrasi Apoteker Baru atau Registrasi Ulang
Tahap berikutnya, Anda perlu memilih registrasi yang dilakukan untuk apoteker baru atau Anda sudah teregistrasi sebelumnya.
Untuk registrasi baru, Anda perlu memasukkan data perguruan tinggi dan program studi. Secara otomatis, data akan muncul dan Anda bisa mengeceknya. Selanjutnya, lakukan pengisian berkas berupa:
- Pas foto 4×6 terbaru dengan latar merah
- Scan KTP asli
- Scan Sertifikat Kompetensi asli
- Scan Janji Apoteker atau Surat Sumpah
- Scan surat pernyataan bahwa bersedia mematuhi dan melaksanakan etika profesi
- Ijazah atau Sertifikat Profesi Apoteker
- Lalu, jika sudah teregistrasi, maka Anda perlu melakukan registrasi ulang supaya dapat memiliki STRA yang berlaku seumur hidup.
- Pengisian Informasi Administrasi dan Uji Kompetensi
Tahap berikutnya yakni Anda perlu mengisi keseluruhan informasi yang dibutuhkan dan melakukan uji kompetensi.
- Selesaikan Pendaftaran
Terakhir, selesaikan pendaftaran dan Anda bisa melakukan pengecekan validasi di bagian ‘Cek Status’.
3. Validasi Pengajuan
Proses selanjutnya yakni validasi pengajuan. Anda perlu menunggu hingga Sekretariat KFN melakukan validasi untuk registrasi yang masuk.
Validasi akan diterima jika berbagai berkas yang diunggah telah dinyatakan valid dan sesuai persyaratan.
4. Pembayaran
Ketika registrasi, Anda perlu melakukan pembayaran sebesar Rp250.000 berdasarkan kode billing yang telah diberikan. Anda dapat membayarnya melalui bank atau lembaga persepsi. Batas waktu pembayaran ini yakni selama 7 hari.
5. Tanda Tangan Elektronik
Setelah melakukan pembayaran, maka akan dilakukan proses tanda tangan elektronik dari KFN, dengan kerja sama bersama Badan Siber dan Sandi Negara.
6. Cetak Mandiri
Langkah terakhir yang perlu Anda lakukan yakni mencetak STRA secara mandiri. Anda dapat melakukannya melalui laman ‘Cek Status’.
Itulah berbagai langkah yang dapat Anda tempuh untuk pengajuan STRA yang dapat dilakukan oleh para calon apoteker.
Jika ingin membuka bisnis apotek, maka pengajuan STRA apoteker merupakan langkah penting. Selanjutnya, berbagai persiapan untuk pemenuhan stok obat pun perlu dipertimbangkan dengan matang, termasuk memilih distributor obat. Maka dari itu, mengetahui Tips Memilih Supplier Vitamin untuk Bisnis Apotek ini sangat penting.
Jika Anda sedang mencari distributor obat-obatan terpercaya, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original.
Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.
Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.
oleh mandiraadmin | Mei 17, 2024 | Tips Kesehatan
Farmasi merupakan salah satu program studi yang cukup populer di berbagai kalangan. Sebenarnya, ada cukup banyak prospek yang bisa didapatkan jika Anda mendalami ilmu farmasi. Gaji farmasi pun bervariasi, tergantung dengan bidang kerja yang dijalani.
Mungkin saja, hingga saat ini masih banyak orang yang penasaran tentang hal tersebut tersebut. Maka dari itu, artikel ini akan memberikan Anda kisaran gaji dari berbagai bidang kerja farmasi. Selain itu Anda juga dapat mengetahui mengenai Tips Memilih Franchise Apotek yang Tepat dan Menguntungkan.
Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Prospek Kerja sebagai Lulusan Farmasi
Sebagian orang mungkin berpikir bahwa lulusan farmasi hanya akan bekerja di apotek. Padahal, sebenarnya bidang keilmuan ini memiliki prospek kerja yang jauh lebih luas.
Selain menjadi apoteker, bisa juga bekerja di bidang ahli farmasi, farmasi industri, lembaga pemerintah, dosen, regulatory affairs, dan sebagainya.
Gaji Farmasi berdasarkan Profesinya
Setelah melihat prospeknya, mungkin akan muncul pertanyaan mengenai berapa kisaran gajinya. Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui kisaran tersebut.
1. Apoteker
Pertama, mari membahas profesi yang paling umum diketahui masyarakat terkait keilmuan farmasi, yakni apoteker.
Jika Anda ingin menjadi apoteker, maka perlu memiliki STRA atau Surat Tanda Registrasi Apoteker dan SIPA atau Surat Izin Praktik Apoteker.
Profesi ini bertanggung jawab untuk menyediakan dan memberikan obat untuk pasien, khususnya sesuai dengan resep dokter.
Selain itu, ada pula tanggung jawab lain, misalnya mengawasi tingkat efektivitas dari pemakaian obat serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemakaian obat dan berbagai efek samping yang dapat muncul.
Kisaran gaji untuk profesi ini di Indonesia rata-rata yakni Rp4 juta hingga Rp6 juta setiap bulannya. Jika ingin pendapatan yang lebih, maka Anda bisa membuka jasa konsultasi terkait penggunaan obat.
2. Ahli Farmasi
Kedua, ada profesi ahli farmasi yang memiliki tugas utama untuk bagian meracik obat. Selain itu, profesi ini juga bertanggung jawab untuk memberikan informasi kepada pasien tentang obat-obatan yang diberikan.
Karena tanggung jawabnya cukup besar, maka dibutuhkan lisensi atau sertifikasi resmi jika ingin menjalani profesi ini. Untuk kisaran gajinya yakni sekitar Rp7 juta per bulannya.
3. Farmasi Industri
Farmasi industri adalah salah satu jenis industri yang berkaitan dengan bidang farmasi. Misalnya, untuk industri obat, makanan, minuman, hingga produk kecantikan.
Profesi ini memiliki tugas untuk mencari bahan baku yang tepat, meracik bahan, menentukan formula bahan, dan merancang teknik pembuatan produk. Gaji farmasi industri berada di kisaran Rp5 juta sampai Rp7,5 juta.
4. Tenaga Pengajar atau Dosen
Sesuai dengan namanya, tenaga pengajar atau dosen farmasi memiliki tugas untuk memberikan berbagai ilmu farmasi kepada mahasiswanya.
Gaji untuk profesi dosen ini rata-rata Rp5 juta per bulan. Namun, perlu diketahui bahwa nominal tersebut masih belum termasuk berbagai jenis tunjangan terkait yang menjadi fasilitas untuk dosen. Kisaran gaji dosen juga dapat dipengaruhi oleh kampus tempat mengajarnya.
5. Regulatory Affairs
Selanjutnya, ada regulatory affairs yang tugasnya memastikan kualitas produk farmasi dari perusahaan tempat bekerja. Produk tersebut bisa berupa obat, makanan, hingga kosmetik. Rata-rata gaji jika bekerja di profesi ini yakni sekitar Rp4 juta.
6. Lembaga Pemerintah
Lulusan farmasi juga bisa bekerja di berbagai instansi pemerintah, misalnya di BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan. Tugas utama dari badan ini yakni untuk menjamin kualitas dan mutu dari produk obat serta makanan. Selain itu, BPOM juga menjalankan fungsi pengawasan.
Kisaran gaji bekerja di lembaga pemerintah yakni sekitar Rp. 4-8 juta per bulannya. Besar gaji juga dipengaruhi oleh jenis lembaga tempat bekerja.
Itulah berbagai prospek kerja dan kisaran gaji bagi orang-orang yang menggeluti bidang farmasi. Sebenarnya, bidang kerja di atas dapat dipilih berdasarkan berbagai aspek, salah satunya potensi diri dan keinginan.
Setelah mengetahui gaji farmasi, apakah Anda tertarik untuk menggeluti salah satu prospeknya? Jika Anda ingin mendirikan apotek atau berbagai bidang yang membutuhkan persediaan obat Kenali 7 Jenis Bisnis Apotek beserta Fungsinya terlebih dahulu.
Jika Anda sedang mencari distributor obat-obatan terpercaya, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original.
Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.
Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.
oleh mandiraadmin | Mei 15, 2024 | Tips Kesehatan
Jika Anda mulai mempelajari berbagai istilah dalam dunia farmasi, terlebih apoteker, maka mungkin akan bertanya tentang apa itu UKAI. Untuk menjawab rasa penasaran tentang dunia apoteker, Anda bisa menyimak artikel ini lebih lanjut.
Ketahui juga Apa itu STRA Apoteker? Bagaimana Cara Pengajuannya? Serta uji kompetensi di berbagai negara dan tahapan untuk menjadi seorang apoteker yang profesional.
Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Apa itu UKAI?
UKAI merupakan singkatan dari Uji Kompetensi Apoteker Indonesia. Ini adalah tahap atau proses untuk mengukur capaian dari setiap mahasiswa program studi profesi apoteker. Seluruh perguruan tinggi yang membuka program studi tersebut wajib untuk mengadakan uji kompetensi ini.
Tujuannya yakni supaya tercapainya standar kelulusan dengan memperhatikan standar kompetensi kerja. Selain itu, ini merupakan langkah untuk mendapatkan sertifikat kompetensi apoteker menurut aturan di Indonesia.
Bagaimana Uji Kompetensi Seorang Apoteker di Berbagai Negara?
Setelah mengetahui apa itu UKAI, maka ini saatnya menyimak tentang uji kompetensi untuk apoteker yang dilakukan oleh berbagai negara.
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat mempunyai uji kompetensi yang bernama North American Pharmacist Licensure Examination. Ini merupakan uji yang perlu dijalani oleh lulusan baru untuk profesi kefarmasian. Ujian ini meliputi pengetahuan kefarmasian umum dengan 225 jumlah soal.
2. Arab Saudi
Di Arab Saudi, terdapat Saudi Pharmacist Licensure Examination yang berisi 300 soal pilihan ganda. Durasi waktu mengerjakan uji kompetensi ini yakni 6 jam.
3. Australia
Australia memiliki Intern Written Exam yang dilakukan oleh lulusan profesi farmasi yang telah menyelesaikan program pelatihan dengan orientasi praktik. Uji kompetensi ini berdurasi 2 jam dan peserta akan diberikan 75 soal pilihan ganda.
4. Indonesia
Selanjutnya, untuk Indonesia, maka akan melalui tahap UKAI sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Tahapan Pendidikan Seorang Apoteker
Tidak mudah untuk menjadi seorang apoteker, karena ada berbagai tahap pendidikan, ujian, dan sertifikasi yang perlu dilakukan, berikut penjelasannya.
1. Praktik Kerja Profesi Apoteker atau PKPA
Setelah lulus dengan gelar sarjana farmasi, calon apoteker perlu menjalani pendidikan profesi yang dilakukan sekitar satu tahun.
Sebagian perguruan tinggi tidak menyediakan program profesi ini, sehingga lulusannya perlu mengambil profesi di kampus lain.
Dalam PKPA, calon apoteker akan diberikan berbagai materi kelas untuk mendukung pengetahuan dan kecakapan khusus. Lalu, ada pula praktik kerja di berbagai tempat untuk mengasah kemampuan mereka.
2. Lulus UKAI
Setelah lulus dari pendidikan profesi, selanjutnya mereka perlu lulus UKAI atau uji kompetensi yang menjadi topik utama di sini.
Terdapat dua jenis metode UKAI. Pertama, dengan CBT atau computer-based test. UKAI-CBT ini berdurasi 200 menit, dengan 200 soal pilihan ganda yang perlu dikerjakan.
Kedua, ada UKAI-OSCE atau Objective Structured Clinical Examination. Ini merupakan ujian praktik yang dilakukan dalam 9 ruangan dengan ujian tersendiri untuk setiap ruangannya.
3. Sertifikasi Kompetensi Profesi Apoteker atau SKPA
UKAI memang baru ditetapkan tahun 2018. Untuk calon apoteker yang belum mengikuti UKAI, maka bisa juga mengikuti SKPA yang merupakan sertifikasi dengan masa berlaku 5 tahun.
4. Sumpah Profesi dan Registrasi STRA
Terakhir, calon apoteker perlu menjalani sumpah profesi. Setelah disumpah, mereka masih perlu mengurus STRA atau Surat Tanda Registrasi Apoteker. Saat ini, STRA dapat diurus secara online, sehingga lebih mudah dan praktis.
Setelah membaca penjelasan di atas, Anda dapat lebih mengetahui berbagai hal terkait uji kompetensi apoteker.
Kini, Anda telah memahami apa itu UKAI dan berbagai tahapan menjadi apoteker. Hal tersebut memang penting supaya dapat menghasilkan para apoteker profesional. Jika Anda merupakan apoteker atau pemilik apotek, profesionalitas tentunya perlu menjadi prioritas. Bahkan jika Anda berniat untuk membuka bisnis apotek, dan membutuhkan informasi lebih lanjut Anda dapat mengetahui Tips Memilih Franchise Apotek yang Tepat dan Menguntungkan.
Jika Anda sedang mencari distributor obat-obatan terpercaya, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original.
Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.
Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.
oleh mandiraadmin | Mei 13, 2024 | Tips Kesehatan
Ketika seorang pasien berobat, maka umumnya akan mendapatkan resep obat dokter. Resep tersebut nantinya dapat dibeli di apotek supaya dapat secara optimal mendukung proses penyembuhan.
Namun, mungkin saja sebagian orang merasa penasaran tentang unsur yang ada di dalam resep tersebut dan format penulisannya. Sebagai informasi lain, Anda juga dapat mengetahui Seputar Konseling Apoteker yang Perlu Anda Ketahui. Hal ini tentu sangat membantu Anda untuk memahami kandungan dan penggunaan obat nantinya.
Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Apa itu Resep Obat Dokter?
Resep obat merupakan surat rujukan atau pengantar dari dokter kepada pasien. Di dalamnya, tertulis jenis obat yang diperlukan pasien, lengkap dengan spesifikasinya.
Resep ini dibuat berdasarkan proses pemeriksaan yang sudah dilakukan, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien yang bersangkutan.
Maka dari itu, hanya dokter tertentu yang memiliki hak untuk menuliskan resep ini, misalnya dokter spesialis dan dokter umum.
Fungsi Resep Obat
- Pengobatan yang Tepat: Resep memastikan bahwa pasien mendapatkan obat yang sesuai dengan diagnosis dan kondisi medis mereka.
- Panduan Dosis: Melalui resep, dokter menentukan dosis yang aman dan efektif sesuai usia, berat badan, dan kondisi medis pasien.
- Mengurangi Risiko Efek Samping: Dengan menggunakan resep, risiko efek samping atau interaksi obat yang tidak diinginkan dapat diminimalisir.
- Pencegahan Penyalahgunaan: Resep obat membantu mencegah penyalahgunaan atau penggunaan obat yang tidak sesuai, terutama untuk obat keras atau narkotika.
Jenis-Jenis Resep Obat
1. Resep Obat Keras
Resep obat keras adalah resep yang diberikan untuk obat-obatan yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Obat-obatan ini biasanya memiliki potensi efek samping atau risiko yang lebih tinggi, sehingga penggunaannya harus diawasi oleh tenaga medis. Contoh obat keras termasuk antibiotik, antidepresan, dan obat penghilang nyeri tertentu.
2. Resep Obat Narkotika
Obat narkotika adalah jenis obat yang dapat menyebabkan ketergantungan jika tidak digunakan sesuai dengan aturan. Oleh karena itu, obat ini harus diresepkan secara ketat oleh dokter dan penggunaannya diawasi secara khusus. Obat ini sering digunakan untuk meredakan nyeri berat, seperti pada pasien kanker atau setelah operasi besar.
3. Resep Obat Psikotropika
Obat psikotropika adalah obat yang mempengaruhi sistem saraf pusat dan dapat mengubah perilaku, mood, atau persepsi seseorang. Contohnya adalah obat penenang atau obat anti-kejang. Penggunaan obat psikotropika juga harus sangat hati-hati karena risiko penyalahgunaannya cukup tinggi.
4. Resep Obat Bebas Terbatas
Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya bisa dibeli tanpa resep dokter, tetapi penggunaannya memerlukan pengawasan, terutama dalam hal dosis dan durasi penggunaan. Misalnya, obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) yang sering digunakan untuk mengurangi nyeri atau demam.
Unsur-unsur yang Ada dalam Resep Obat Dokter
Tentunya, setiap resep perlu dituliskan secara jelas, sehingga pasien bisa mendapatkan obat yang sesuai dengan resep tersebut. Di bawah ini adalah unsur yang perlu ada di dalam resep obat dari dokter.
1. Identitas Dokter
Pertama, ada identitas dokter di dalam lembar resep. Identitas ini meliputi nama, nomor dari Surat Izin Praktik atau SIP, nomor telepon, alamat praktik, nama kota tempat praktik, dan tanggal penulisan resep. Biasanya, di lembar resep juga sudah tercetak hari dan waktu praktik.
2. Identitas Pasien
Kedua, identitas pasien. Dalam hal ini, identitas yang perlu dituliskan yakni nama, jenis kelamin, umur, alamat, berat badan, dan nomor telepon pasien.
Biasanya, format dari identitas ini sudah ada di lembar resep, sehingga dokter hanya perlu mengisinya sesuai data pasien.
Selanjutnya yakni informasi obat, ini terdiri dari dua bagian yakni simbol R/ dan simbol S.
Untuk simbol R/, ini adalah singkatan dari recipe yang merupakan kata dalam bahasa Latin, artinya ‘ambil’. Informasi dengan simbol ini memuat nama obat, bentuk obat (tablet, salep, kapsul, atau sirup), dosis, dan jumlah yang diperlukan.
Selanjutnya, untuk simbol S berisi aturan dan cara pemakaian obat. Dalam hal ini, akan dimuat informasi, misalnya:
- Waktu untuk meminum obat, misalnya pada pagi atau malam hari.
- Berapa kali obat tersebut perlu diminum setiap harinya (atau dalam durasi waktu lainnya).
- Keterangan obat tersebut diminum sebelum atau setelah makan.
- Dosis konsumsi obat; misalnya sebanyak 1 sendok makan, 5 ml, dan 1 tablet.
- Cara penggunaan obat; misalnya obat perlu diminum, dioleskan, dan sebagainya.
- Informasi lain terkait pemakaian obat, misalnya obat perlu dihentikan jika sudah tidak muncul gejala atau obat diminum sampai habis
5. Legalitas
Terakhir, ada legalitas dari resep obat tersebut yang berupa tanda penutup dalam bentuk garis, lalu diikuti dengan tanda tangan dari dokter yang menuliskan resep.
Perlu diketahui juga bahwa ada jenis resep yang dapat diulang untuk penebusan obat selanjutnya, namun ada pula yang hanya untuk sekali penebusan obat atau tidak dapat diulang.
Supaya kualitas pelayanan farmasi di Indonesia tetap terjaga, maka ada format penulisan resep obat yang telah diatur secara resmi dengan Peraturan Menteri Kesehatan, lebih tepatnya Nomor 58 tahun 2014.
Dalam format tersebut, terdapat data minimal yang harus ada dalam resep dokter, yaitu sebagai berikut:
- Nama, alamat, dan SIP dokter
- Tanggal penulisan resep obat
- Tanda tangan dokter
- Data pasien: nama, jenis kelamin, usia, berat badan, dan alamat.
- Nama, dosis, dan jumlah obat
- Informasi tambahan yang diperlukan
Setelah membaca informasi di atas, tentunya kini Anda dapat lebih memahami resep obat yang umumnya diterima pasien.
Bagi para apoteker, membaca resep obat dokter adalah hal dasar yang penting untuk dipahami, supaya tidak ada kesalahan dalam memberikan obat karena itu merupakan Peran dan Tugas Asisten Apoteker. Selain itu, menyediakan stok obat yang berkualitas juga menjadi hal penting bagi pemilik apotek. Maka dari itu, Pastikan untuk memilih distributor obat yang sudah tepercaya, seperti Mandira.
Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.
Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.
oleh mandiraadmin | Mei 10, 2024 | Tips Kesehatan
Pengadaan obat di rumah sakit merupakan aspek penting yang harus dipahami. Pasalnya, di rumah sakit ada banyak jenis obat yang harus dipastikan ketersediaannya agar dapat memenuhi kebutuhan pasien.
Pengadaan obat ataupun alat kesehatan seringkali menjadi persoalan di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk di rumah sakit. Pasalnya, fasilitas tersebut menjadi akses masyarakat agar bisa mendapat pelayanan kesehatan yang optimal. Maka dari itu, mengenal Alur Pengadaan Obat dari PBF Mandira Distra yang Aman dapat menjadi solusi.
Alur Pengadaan Obat di Rumah Sakit
Pengadaan merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mewujudkan perencanaan kebutuhan. Agar efektif, pengadaan harus menjamin jumlah, ketersediaan, waktu, dan harga yang terjangkau sesuai standar mutu. Dalam pemenuhan stok obat, biasanya ada beberapa langkah yang ditempuh, yaitu:
1. Perencanaan Kebutuhan Obat
Langkah pertama yang harus dilakukan pada proses pengadaan yaitu membuat perencanaan obat yang dibutuhkan terlebih dahulu. Perencanaan ini sangat penting untuk bisa memperkirakan obat apa saja yang akan diperlukan oleh rumah sakit untuk menunjang pelayanan kesehatan.
Anda bisa mengetahui kebutuhan obat ini melalui data pemesanan obat. Perhatikan jenis obat apa saja yang paling banyak dibutuhkan oleh pasien di rumah sakit tersebut.
2. Pilih Supplier Tepercaya
Selain membuat perencanaan kebutuhan, hal lainnya yang tidak kalah penting yaitu memilih supplier obat yang sudah tepercaya.
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih supplier obat. Mulai dari mutu pelayanan, waktu pengiriman, serta kualitas produk obat. Selain itu, Anda juga dapat membandingkan beberapa supplier agar mendapat supplier yang terbaik.
3. Proses Pemesanan
Bila daftar obat-obatan yang dibutuhkan sudah tersedia, Anda bisa langsung melakukan pemesanan. Dalam hal ini, ada beberapa jenis surat pesanan (SP) yang dapat digunakan. Pastikan Anda menggunakan surat pesanan yang sesuai agar bisa mengajukan pesanan obat sesuai ketentuan di Pedagang Besar Farmasi (PBF).
Setelah Anda melakukan pemesanan, jangan lupa untuk selalu memantau status pesanan tersebut secara berkala melalui resi yang diberikan.
4. Periksa Pesanan
Setelah obat sampai, pastikan untuk selalu cek pesanan yang diterima. Sebaiknya, penerimaan pesanan ini dilakukan oleh apoteker sehingga dapat langsung diperiksa kesesuaian data obat yang dipesan dengan yang diterima.
Tidak hanya itu, apoteker juga harus memastikan beberapa aspek seperti jumlah obat, nama obat, sediaan obat, nomor bets, nama pemasok, serta tanggal kadaluwarsa. Dengan begitu, pengadaan obat dapat memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit tersebut.
5. Penyimpanan Obat
Setelah obat datang, penyimpanan obat harus dilakukan dengan benar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
- Pastikan obat disimpan dalam kemasan aslinya. Bila dipindahkan, pastikan selalu steril. Wadah yang digunakan untuk menyimpan obat harus memuat nomor batch, nama obat, serta tanggal kadaluwarsa.
- Simpan pada suhu ruang yang sesuai.
- Pengeluaran obat diatur oleh sistem FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out).
- Susun obat sesuai bentuk, kelas, dan tata sesuai abjad.
- Jangan satukan penyimpanan obat dengan barang lain.
6. Pemusnahan Obat
Bila ditemukan obat yang sudah kadaluwarsa, pemusnahan harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Baik obat psikotropika maupun non-psikotropika harus dimusnahkan oleh apoteker dan disaksikan langsung oleh dinas kesehatan/POM setempat baik dari kabupaten, kota, maupun provinsi.
7. Pengendalian Obat
Pengendalian dilakukan dengan tujuan mengorganisir jumlah stok obat yang tersedia sesuai dengan kebutuhan pelayanan sehingga tidak terjadi kekosongan atau kelebihan stok. Pengendalian ini mencakup tanggal kadaluwarsa, nama obat, jumlah pengeluaran, jumlah pemasukan, dan sisa obat yang tersedia.
8. Pelaporan
Pencatatan perlu dilakukan untuk mengetahui data obat-obatan yang keluar masuk. Ada dua jenis pelaporan yang perlu dilakukan, yaitu pelaporan internal dan eksternal.
Pelaporan internal yaitu pelaporan manajemen apotek, seperti laporan barang, keuangan, dan lainnya. Sementara itu, pelaporan eksternal yaitu laporan pada pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
Jenis Pengadaan Obat
Ada beberapa jenis pengadaan obat di rumah sakit yang perlu dipahami. Hal ini bisa dilihat berdasarkan beberapa faktor, seperti pengadaan barang, sifat penggunaan, dan waktu pengadaan.
Berdasarkan pengadaan barang, pengadaan obat dibedakan menjadi 3, yaitu:
- Pengadaan bahan dan makanan;
- Pengadaan barang dan farmasi;
- Pengadaan barang dan logistik.
Berdasarkan sifat penggunaannya, pengadaan obat dibedakan menjadi:
- Bahan pembantu, seperti bahan antibiotika yang dibutuhkan untuk membuat salep;
- Bahan baku, seperti Saccharum lactis yang digunakan untuk membuat racikan puyer;
- Bahan jadi, seperti cairan infus;
- Komponen jadi, seperti kapsul gelatin.
Berdasarkan waktu pengadaan, pengadaan obat terbagi menjadi:
- Pembelian terjadwal (schedule purchasing), pembelian yang dilakukan dengan selang waktu tertentu, seperti 1 bulan 3 bulan, atau 6 bulan;
- Pembelian tiap bulan, pembelian yang dilakukan setiap saat ketika stok obat sudah kurang;
- Pembelian tahunan, pembelian obat yang dilakukan dengan selang waktu satu tahun.
Demikian alur pengadaan obat di rumah sakit yang dapat dilakukan. Disamping itu, Anda juga sebaiknya Mengenal Jenis Surat Pesanan Obat untuk Pengadaan Obat dari PBF. Pastikan untuk memilih supplier obat yang sudah tepercaya, seperti Mandira.
Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.
Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.