...

Rumus safety stock obat penting diterapkan dalam manajemen persediaan obat pada industri farmasi. Ini krusial sebab penerapan perumusan safety stock menjadi langkah penting pencegahan kekurangan ataupun kelebihan stok obat.

Selain itu, Anda juga dapat mengenal stock opname obat yang turut berpengaruh pada safety stock. Adapun memahami safety stock untuk obat bisa Anda maksimalkan melalui pembahasan berikut: 

Apa Itu Safety Stock?

Safety stock merupakan minimum obat yang wajib dimiliki oleh apotek sebagai bentuk antisipasi terhadap fluktuasi permintaan serta keterlambatan pengiriman dari pihak pemasok. 

1. Definisi Safety Stock dalam Industri Farmasi

Istilah rumus safety stock obat lebih umum dikenal dalam industri farmasi. Sebab, rumus tersebut merujuk pada alat penting yang diandalkan pelaku industri farmasi seperti apoteker agar ketersediaan obat terjaga. 

2. Pentingnya Safety Stock untuk Manajemen Persediaan Obat

Melalui safety stock, apotek bisa merasakan berbagai manfaat seperti:

  1. Membuat pemesanan lebih efisien, sebab jumlah obat cukup dan tidak kelebihan atau kekurangan;
  2. Menghindari kekurangan stok, sehingga selalu mendapatkan obat yang dibutuhkan walau terdapat keterlambatan pengiriman;
  3. Memaksimalkan kepuasan pelanggan, sehingga keuntungan apotek berpeluang meningkat. 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Safety Stock Obat

Terdapat tiga faktor yang umum menjadi perhatian, yakni:

1. Permintaan Pasien dan Fluktuasinya

Permintaan pasien serta fluktuasi atau naik turunnya termasuk faktor utama yang menentukan safety stock. Bila permintaan semakin naik, maka akan semakin besar kebutuhan untuk safety stock obat. 

2. Lead Time dalam Pengadaan Obat

Faktor berikutnya adalah lead time. Istilah ini merujuk pada interval waktu yang dibutuhkan dari mulai pemesanan obat dilakukan sampai dengan obat berhasil Anda terima. 

3. Ketidakpastian Pasokan dan Produksi

Pengadaan stok obat yang tidak pasti karena berbagai faktor dari pemasok atau produsen obat pun turut memengaruhi jumlah safety stock. 

Rumus Safety Stock Obat

Rumus untuk menghitung safety stock cukup simple, yaitu:

(Permintaan Maksimum – Permintaan Rata-Rata) x Lead Time = Safety Stock  

1. Komponen Utama dalam Perhitungan Safety Stock

Terdapat tiga komponen utama pada rumus menghitung safety stock, yakni:

  1. Permintaan Maksimum, yaitu jumlah obat paling banyak terjual per periode tertentu (bulanan);
  2. Permintaan Rata-Rata, yaitu jumlah obat rata-rata yang bisa terjual per periode tertentu (bulanan);
  3. Lead Time, yaitu waktu yang diperlukan dalam mendapatkan pasokan obat dari pemasok, dari tahap pemesanan sampai penerimaan obat di apotek.

2. Contoh Kasus Perhitungan Safety Stock untuk Obat

Anggap rata-rata penjualan apotek per bulan adalah 200 strip obat Y. Pada bulan tersibuk, permintaannya mencapai 250 strip. Lead time obat Y adalah 9 hari. 

Rumus safety stock obat yang berlaku berdasarkan contoh tersebut yaitu: 

(250 – 200) x 9 hari = 450 strip safety stock obat Y. 

Alat Bantu dan Software yang Dapat Digunakan

Anda bisa memaksimalkan safety stock dengan menggunakan aplikasi seperti Vmedis hingga software bernama RUN System. 

Praktik Terbaik dalam Manajemen Safety Stock Obat

Demi mengoptimalkan manajemen pengadaan safety stock, lakukan berbagai praktik berikut:

1. Monitoring dan Penyesuaian Stok Secara Berkala

Lakukan monitoring serta penyesuaian stok obat secara berkala setiap bulan agar pengadaan obat lebih efektif dan efisien tanpa harus khawatir dengan biaya penyimpanan. 

2. Kolaborasi dengan Pemasok dan Distribusi

Anda perlu menjalin kolaborasi dengan pihak pemasok serta distributor agar alur pengadaan obat diketahui secara pasti. Keterlambatan pengiriman pun dapat Anda hindari.

3. Strategi Efisiensi dalam Penyimpanan dan Pengelolaan Stok

Seimbangkan penyimpanan serta pengelolaan stok obat agar lebih efisien dengan sistem otomatisasi. Manfaatkan teknologi seperti RFID (Radio Frequency Identification) yang menghemat waktu verifikasi pengiriman stok obat.

Tantangan dan Solusi dalam Mengelola Safety Stock Obat

Terdapat berbagai tantangan dalam penerapan rumus safety stock obat sebagai berikut:

1. Menghadapi Keterbatasan Ruang Penyimpanan

Ruang penyimpanan obat yang terbatas membuat pengelolaan safety stock kurang efektif dan efisien. Pastikan monitoring stok obat rutin agar selalu tersedia ruang untuk menyimpan obat.

2. Mengatasi Ketidakpastian Permintaan Obat

Permintaan obat dipengaruhi oleh musim penyakit yang berkaitan. Anda bisa memperhatikan pola musim penyakit tersebut serta pastikan komunikasi dengan pemasok dan distributor selalu aman agar pengadaan obat lancar.

3. Studi Kasus: Kesuksesan dan Kegagalan dalam Mengelola Safety Stock

Penjualan per bulan obat ABC di Apotek XYZ adalah 100 strip. Saat musim penyakit DEF, penjualan obat naik hingga 150 strip. Dengan lead time 7 hari, maka apotek XYZ menerapkan rumus safety stock sehingga sukses mengelola 350 strip obat. 

Namun, kegagalan pengelolaan safety stock bisa saja terjadi jika pemasok terlambat mengantar obat. Pengadaan safety stock pun akan berakhir gagal mencapai 350 strip.  

Penuhi Kebutuhan Apotek Anda Bersama Distributor Obat Mandira Distra Abadi

Distributor Obat Mandira Distra Abadi telah 31 tahun dipercaya dalam industri farmasi untuk memaksimalkan penerapan rumus safety stock obat. Sebagai Pedagang Besar Farmasi (PBF), berbagai perusahaan obat ternama telah menjadi mitra kami.

Cek Halaman Prinsipal untuk mengetahui daftar mitra dan obat yang kami distribusikan. Hubungi kami untuk pengadaan obat terbaik di apotek Anda! Cek juga blog kami untuk tips-tips menarik, seperti fungsi dan cara membuat kartu stok obat.