FEFO adalah prinsip penting dalam manajemen stok, khususnya untuk produk-produk dengan masa kadaluwarsa seperti obat-obatan. Demi memastikan sebuah apotek bisa melayani masyarakat dengan baik, maka manajemen stok sangat penting untuk dilakukan. Dalam hal ini, apotek bisa menerapkan beberapa metode agar stok obat yang mereka miliki bisa selalu stabil. 

FIFO, LIFO, dan FEFO adalah 3 metode manajemen stok obat yang dapat diterapkan oleh sebuah apotek. Melalui 3 metode tersebut, apotek bisa memastikan bahwa produk obat mereka layak digunakan dan tersedia dalam jumlah yang memadai. 

Selain itu, untuk tetap menjaga keberlangsungan bisnis apotek Anda sebaiknya pahami juga mengenai Tips Mengelola Manajemen Apotek dengan Baik.

Apa Itu Manajemen Stok Obat?

Manajemen stok merupakan sebuah langkah pengendalian, pengawasan, serta pengelolaan persediaan aset atau barang di sebuah bisnis. Jika itu berlaku di sebuah apotek, maka produk yang mereka kelola stoknya adalah obat. 

Manajemen persediaan barang ini adalah bagian dari manajemen rantai pasokan. Tujuannya adalah untuk mengawasi aliran barang mulai dari proses pembelian, penyimpanan, hingga ke proses penjualan pada konsumen. Semua barang tersebut tercatat dengan baik sehingga diketahui jumlahnya pada masing-masing tahap. 

Manajemen persediaan sangat penting untuk dilakukan demi mencegah keterlambatan distribusi dan kehabisan stok. Langkah ini akan membantu mencegah terjadinya kehabisan stok sampai masyarakat susah mendapatkan obat yang mereka butuhkan. 

Mengenal Metode FIFO, LIFO, dan FEFO

Ada beberapa metode yang sering digunakan dalam manajemen stok. FIFO, LIFO, dan FEFO adalah 3 jenis metode yang sangat terkenal dalam bidang ini. Berikut penjelasan untuk masing-masing metode tersebut. 

1. FIFO adalah Memproses Item yang Awal Masuk

Pertama ada metode FIFO atau First In First Out. Metode ini menggunakan prinsip stok barang yang masuk pertama kali adalah stok yang harus dikeluarkan pertama kali dari gudang. 

Tujuan dari penerapan FIFO adalah untuk memastikan agar barang-barang yang disimpan pertama kali bisa segera didistribusikan. Barang yang disimpan pertama kali memiliki potensi rusak lebih cepat karena disimpan terlalu lama. Oleh sebab itu barang tersebut harus dikeluarkan secepatnya. 

2. LIFO adalah Memproses Item yang Terakhir Masuk

Selanjutnya ada metode LIFO atau Last In First Out. Metode ini merupakan kebalikan dari FIFO dimana barang yang terakhir kali disimpan di gudang adalah barang yang akan dikeluarkan pertama kali.

Metode ini dilakukan pada situasi tertentu misalnya saat terjadi wabah penyakit di suatu kelompok masyarakat. Saat wabah melanda maka obat yang bisa mengatasi penyakit tersebut akan dibutuhkan dalam jumlah besar. Masyarakat akan memburu obat tersebut dan apotek harus menyediakan stok yang memadai. 

Pada periode awal terjadinya wabah, pihak apotek mungkin masih memiliki stok obat yang memadai untuk didistribusikan. Namun seiring berjalannya waktu stok obat bisa menipis dan apotek harus mendatangkannya dari supplier. Begitu barang masuk maka barang tersebut bisa langsung dijual ke masyarakat. 

3. FEFO adalah Memproses Item yang akan Kedaluwarsa

Metode yang terakhir adalah FEFO atau First Expired First Out. FEFO adalah metode pengelolaan stok dengan cara mengeluarkan barang-barang yang akan kadaluarsa lebih dulu. Jadi pihak apotek perlu memiliki data lengkap terkait tanggal kedaluwarsa semua produknya. 

Metode yang satu ini dikenal efektif karena bisa mencegah pembuangan produk. Produk yang kadaluarsa lebih dulu akan langsung dikeluarkan sehingga bisa dikonsumsi masyarakat. Artinya tidak akan ada produk kedaluwarsa yang terbuang percuma dan memicu kerugian apotek. 

FEFO adalah sebuah metode yang akan meningkatkan efektivitas stok di sebuah bisnis. Melalui metode ini, bisnis Anda bisa mengoptimalkan penjualan dan meminimalkan kerugian akibat barang yang kadaluarsa. 

Manfaat Menggunakan Metode FIFO, LIFO, dan FEFO

Mengapa perlu menerapkan metode FIFO, LIFO, dan FEFO dalam sistem manajemen apotek? Ketiga metode ini akan membantu apotek untuk mengendalikan perputaran stok barang mereka secara efektif. Selain itu, ketiga metode ini juga membantu apotek untuk menyediakan kebutuhan masyarakat dengan baik. 

FIFO, LIFO, dan FEFO adalah metode yang akan membantu apotek mengawasi stok produk. Tidak lagi ada penimbunan barang di dalam gudang karena sirkulasinya berjalan lancar sesuai prinsip ketiga metode tadi. Selain itu FIFO, LIFO, dan FEFO dapat meningkatkan keuntungan bisnis sekaligus menurunkan risiko kerugian. 

Manajemen stok bisa berjalan dengan lancar jika apotek menerapkan metode yang tepat. Dalam hal ini FIFO, LIFO, dan FEFO adalah tiga metode yang efektif untuk diterapkan. Selain itu manajemen stok tersebut juga bisa berjalan lancar berkat adanya kerja sama dengan supplier obat yang terpercaya. Itulah mengapa Mandira hadir untuk membantu apotek-apotek di Indonesia menjaga stabilitas stok obat mereka. 

Namun sebelum itu, Anda juga perlu melakukan strategi pemasaran untuk apotek Anda dan berikut Cara Mengembangkan Strategi Pemasaran Apotek.

Selain melakukan FEFO, FIFO dan LIFO dengan baik, pastikan juga Anda memilih distributor obat yang tepat bagi apotek Anda. Mulai kerja sama dengan distributor obat Mandira Distra Abadi untuk memenuhi kebutuhan pengadaan obat di apotek, klinik atau rumah sakit Anda.

Distributor obat Mandira Distra Abadi telah dipercaya selama 31 tahun untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, pedagang besar farmasi, hingga rumah sakit. Mandira Distra Abadi merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang bekerja sama dengan perusahaan produsen obat kenamaan, kunjungi laman prinsipal untuk melihat ragam obat dari prinsipal kami. Kami menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi selengkapnya terkait obat yang tersedia dan dapatkan penawaran terbaik. Anda juga dapat mempelajari beragam informasi terkini seputar kesehatan dan tips operasional apotek melalui laman blog kami.