Meski sama-sama menjadi tempat masyarakat memperoleh obat, toko obat dan apotek merupakan dua hal berbeda yang diatur oleh regulasi yang berlainan. Perbedaan toko obat dan apotek ini penting karena berkaitan dengan beberapa hal.
Misalnya soal tenaga kerja, izin usaha, jenis obat yang diperjualbelikan, hingga layanan yang tersedia memengaruhi keamanan dan mutu pelayanan kefarmasian.
Dengan memahami perbedaannya, masyarakat dapat menentukan lokasi yang paling sesuai untuk mendapatkan pengobatan dan pelayanan farmasi yang dibutuhkan.
Toko Obat
Tempat ini menjual obat namun dalam skala yang terbatas. Hanya untuk jenis obat bebas dan obat bebas terbatas seperti paracetamol, vitamin, antiseptik, atau suplemen kesehatan.
Toko obat dikelola oleh Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) yang berstatus asisten apoteker dan wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK) serta Surat Izin Praktik Tenaga Teknis Kefarmasian (SIPTTK).
Perbedaan toko obat dan apotek, toko ini tidak melayani resep dokter maupun penjualan obat keras, narkotika, atau psikotropika.
Apotek
Sementara itu, apotek merupakan tempat pelayanan kefarmasian yang diatur lebih ketat dan lengkap oleh peraturan pemerintah. Apotek dipimpin dan dikelola oleh apoteker yang wajib memiliki Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA).
Tempat ini juga memiliki kewenangan untuk menjual obat bebas, obat bebas terbatas, serta obat keras, antibiotik, narkotika, dan psikotropika. Namun harus dilengkapi resep dokter.
Di apotek, pelayanan kefarmasian tidak hanya berupa penjualan obat, tetapi juga edukasi tentang penggunaan obat, konsultasi farmasi, pemeriksaan kesehatan sederhana, serta penyerahan obat dengan peracikan sesuai kebutuhan pasien.
Perbedaan Toko Obat dan Apotek
Terdapat beberapa perbedaan yang signifikan antara toko obat dan apotek, yaitu:
1. Pekerja yang Bertugas
Di toko obat, pegawai yang bertugas adalah Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), sedangkan di apotek, harus ada apoteker sebagai penanggung jawab utama.
Tugas apoteker di apotek adalah memastikan seluruh proses pelayanan dan penyerahan obat sesuai standar kefarmasian. Sedangkan di toko obat, TTK bertugas hanya untuk pengelolaan dan penyerahan obat bebas.
2. Izin Penjualan dan Jenis Obat
Perbedaan toko obat dan apotek berikutnya adalah, pada toko ini harus memiliki izin untuk menjual obat bebas dan obat bebas terbatas serta suplemen kesehatan.
Sementara Apotek memiliki izin lebih luas dan dapat menjual obat keras, narkotika, serta psikotropika berdasarkan resep dokter. Perbedaan izin ini sangat tegas diatur dalam regulasi pemerintah (Permenkes, PP 51/2009, dan Permenkes Standar Usaha).
3. Layanan yang Tersedia
Berdasarkan aturan, toko obat hanya memiliki layanan terbatas pada pembelian langsung tanpa konsultasi farmasi atau resep.
Sementara Apotek menyediakan layanan konsultasi obat, edukasi kesehatan, peracikan resep, pemeriksaan tekanan darah atau gula darah, serta pendampingan penggunaan obat bagi pasien.
Pasal 1 ayat 1: Pekerjaan kefarmasian mencakup penyediaan, pengolahan, distribusi, dan pelayanan obat oleh apoteker/tenaga kesehatan.
Pasal 2 ayat 1 dan 2: Apotek adalah sarana pelayanan kesehatan yang wajib dikelola apoteker.
Pasal 4: Toko obat hanya boleh menjual obat bebas dan obat bebas terbatas, bukan obat keras/narkotika.
Pasal 13: Apoteker yang membuka apotek wajib memiliki izin praktik dan sertifikat kompetensi.
Penuhi Kebutuhan Apotek Anda bersama Distributor Obat Mandira Distra Abadi
Perbedaan toko obat dan apotek memberi acuan jelas bagi masyarakat dalam memilih tempat yang aman. Toko obat hanya menyediakan obat bebas, sementara apotek melayani obat resep dan konsultasi di bawah pengawasan apoteker. Untuk informasi tambahan Anda juga dapat mengenal Peran Penting Apoteker di Distributor Obat-obatan Farmasi.
Untuk kebutuhan obat maupun suplemen yang terjamin resmi dan original, Anda dapat mempercayakannya pada Mandira sebagai distributor obat-obatan terpercaya.
Kunjungi situs Mandira, untuk informasi lebih lengkap. Anda juga bisa melihat rincian obat-obatan pada Halaman Principal kami. Langsung kontak kami untuk informasi lebih lanjut. Cek juga tips kesehatan lain di sini.
Kasus kanker tulang pada anak dapat dijumpai dengan gejala dan tingkat keparahan yang bervariasi. Jenis kanker ini juga sering dikenal dengan nama osteosarcoma dan Ewing’s Sarcoma. Tentunya penyakit ini memiliki dampak yang sangat membahayakan pada pertumbuhan anak-anak.
Sebenarnya jenis kanker yang satu ini tidak hanya dijumpai pada anak-anak namun juga sering terjadi pada orang dewasa. Gejala awalnya mungkin sangat sepele dimulai dari nyeri atau pegal di bagian tulang. Mari cari tahu lebih jauh lagi mengenai jenis kanker tulang yang bisa menyerang anak-anak ini. Namun sebelum melanjutkan pembahasan mengenai kanker tulang, ada baiknya untuk Mengenal Retinoblastoma Kanker Mata pada Anak yang Sering Dijumpai. Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Kanker Tulang pada Anak
Penyakit kanker tulang merupakan salah satu jenis penyakit yang bersifat ganas. Sebenarnya kondisi ini cukup jarang terjadi pada anak-anak. Paling tidak hanya 3% kasus kanker tulang terjadi anak-anak.
Saat penyakit ini sudah menyerang tubuh anak-anak, maka perkembangannya bisa terjadi di bagian tulang mana saja. Namun kasus yang paling sering dijumpai adalah kanker tulang yang terjadi pada tungkai dan lengan.
Tentunya jenis penyakit ini sangatlah berbahaya dan bisa menghambat tumbuh kembang anak. Selain itu penyakit ini juga bisa merusak jaringan tulang secara permanen dan menyebar ke organ lainnya. Perlu diketahui bahwa jenis kanker ini terbagi menjadi dua yaitu osteosarcoma dan Ewing’s Sarcoma.
Osteosarcoma
Pertama ada jenis osteosarcoma yang paling sering dijumpai pada anak-anak. Kanker ini umumnya akan menyerang tulang yang berukuran cukup besar dan panjang. Misalnya saja tulang lutut, tulang lengan, dan tungkai.
Gejala yang muncul akibat penyakit osteosarcoma ini sangat bervariasi. Sebagian besar anak akan merasakan nyeri pada tulang dan sendi terutama di waktu malam hari. Selain itu bisa juga muncul pembengkakan di bagian tulang yang terserang tumor.
Gejala lain yang bisa terjadi adalah muncul benjolan yang cukup keras di bagian kulit. Penderita juga biasanya akan mengalami pincang jika benjolan tersebut muncul di bagian kaki atau tungkai.
Ewing’s Sarcoma
Jenis kanker tulang lain yang juga bisa dijumpai pada anak-anak meskipun potensinya lebih rendah adalah Ewing’s Sarcoma. Ini merupakan jenis kanker tulang yang dominan terjadi pada anak laki-laki. Biasanya dijumpai di bagian tulang dada, rusuk, dan panggul. Namun kanker ini juga bisa menyerang bagian tulang tengkorang, tulang belakang, kaki, dan lengan.
Gejala yang muncul bisa hampir sama dengan osteosarcoma yang sudah dibahas tadi. Biasanya akan muncul nyeri dan bengkak di bagian tulang yang terkena kanker. Kemudian muncul benjolan di bagian kulit dan terasa nyeri jika disentuh.
Selain itu anak yang menderita kanker ini juga biasanya akan sering mengalami demam. Anak juga jadi lebih mudah kelelahan dan kehilangan berat badan secara drastis.
Penyebab Kanker Tulang pada Anak
Sebenarnya penyebab penyakit kanker itu sendiri sangat bervariasi dan terkadang sulit dipastikan. Namun ada 4 jenis faktor yang memiliki potensi besar untuk menyebabkan penyakit ini. Berikut adalah beberapa faktor penyebab kanker tulang yang biasa dijumpai pada anak-anak:
1. Kelainan genetik
Pertama ada kelainan genetik yang akan memberi potensi besar terhadap terjadinya penyakit kanker tulang. Kondisi ini biasanya berkaitan erat dengan kelainan yang disebut sebagai sindrom Li-Fraumeni.
Sindrom Li-Fraumeni (LFS) adalah sindrom genetik yang sangat langka yang meningkatkan risiko terkena berbagai jenis kanker. Sindrom ini disebabkan oleh mutasi pada gen TP53, yang merupakan gen supresor tumor. Gen supresor tumor membantu menjaga sel-sel dari menjadi kanker.
2. Radioterapi
Riwayat pengobatan yang menggunakan teknologi radioterapi juga bisa meningkatkan risiko kanker tulang. Namun kondisi ini bisa sangat bervariasi tergantung tubuh anak masing-masing.
3. Penyakit Tulang
Anak dengan kelainan atau penyakit tulang juga punya risiko lebih besar mengalami kanker tulang. Hal ini terjadi karena kondisi tulang yang lebih lemah sehingga rentan untuk mengalami kanker.
Penyakit kanker tulang pada anak sebaiknya diobati dengan cara yang tepat. Jika muncul gejala-gejala seperti yang sudah dijelaskan diatas, maka sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Untuk upaya pencegahan dan menambah pengetahuan mengenai kanker, sebaiknya Anda Kenali Jenis-jenis Kanker pada Anak yang Sering Terjadi! Diharapkan informasi tersebut mampu memberikan informasi terkait penyakit yang tidak bisa dianggap sepele ini.Jika Anda membutuhkan berbagai obat tertentu atau suplemen, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini dan membaca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatandi sini.
Anosmia merupakan keadaan ketika Anda kehilangan kemampuan untuk mencium. Istilah ini ramai dikenal masyarakat sejak pandemi lalu. Banyak yang mencari tahu apa itu anosmia karena merasakan gejala kehilangan indra penciumannya ketika terkena virus COVID-19.
Saat kehilangan kepekaan terhadap bau, maka beberapa aspek di kehidupan Anda akan terpengaruh. Selain tidak bisa mencium bau di sekitar Anda, rasa makanan pun menjadi tidak begitu kuat. Sebab, indra penciuman dan pengecap saling terhubung.
Untuk mengenali gejala dan penyebab anosmia, maka sebaiknya jangan lewatkan informasi menarik dalam pembahasan berikut! Namun, sebelum itu kenali juga Perbedaan Gejala Flu Batuk dan Covid-19. Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen sesuai dengan resep dokter, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Apa itu Anosmia?
Anosmia merupakan penurunan kemampuan atau ketidakmampuan untuk mencium bau. Kemampuan mencium aroma di sekitar merupakan proses kompleks yang mengaitkan hidung dan otak. Ketika Anda mengalami anosmia, maka kemampuan indra pengecap pun dapat ikut menurun.
Kondisi ini dapat berlangsung sementara atau menjadi permanen tergantung apa yang menyebabkannya. Anosmia permanen umumnya terjadi pada orang yang telah kehilangan indra penciumannya sejak lahir. Sedangkan, anosmia sementara dialami karena sebab tertentu.
Anosmia dapat menjadi kondisi yang membahayakan diri karena kemampuan mencium bau mempengaruhi selera makan manusia. Jika Anda sering tidak berselera makan, hal ini berpotensi membuat tubuh Anda kekurangan nutrisi. Kondisi anosmia juga menyebabkan pengidapnya tidak sadar akan potensi bahaya di sekitarnya. Contohnya, bau asap kebakaran dan gas bocor
Gejala Anosmia
Setelah mengetahui apa itu anosmia, mari kenali gejala yang akan muncul ketika seseorang mengalaminya.
Hal pertama yang akan dialami oleh penderita anosmia adalah menyadari bahwa terdapat bau yang tidak bisa mereka identifikasi lagi. Seperti aroma parfum, bau makanan, hingga bau yang terdapat di lingkungan sekitar, misalnya bau asap.
Sementara itu, orang dengan kondisi anosmia permanen sejak lahir yang disebabkan perbedaan genetik tidak akan menyadari kepekaan indra penciumannya menurun. Seseorang dengan kondisi anosmia dan tidak bisa mencium bau kemungkinan memiliki kualitas hidup yang rendah. Sebab, mereka tidak bisa menikmati makanan dan berinteraksi sosial dengan nyaman. Kesejahteraan mental penderita anosmia juga perlu menjadi perhatian.
Penyebab Anosmia
Selain karena terkena virus COVID-19, terdapat berbagai penyebab yang membuat seseorang terkena kondisi anosmia. Berikut beberapa di antaranya:
1. Mengalami Gangguan Obstruksi
Obstruksi merupakan kondisi ketika indra terhambat oleh sesuatu Ini jadi penyebab anosmia yang paling umum. Penghambatan penciuman terjadi akibat peradangan seperti flu, pilek (rhinitis), hingga rinosinusitis.
Polip, atau benjolan di lubang hidung, juga menjadi penyebab seseorang mengalami gangguan obstruksi.
2. Menderita Trauma Kepala
Trauma karena cedera di kepala mengakibatkan sinus maupun hidung mengalami kerusakan. Mekanisme penciuman pun menjadi terhambat ketika mengalami trauma kepala.
Tidak hanya itu, dampak lain dari trauma kepala adalah kerusakan saraf penghidu bernama nervus olfaktorius. Kondisi anosmia akibat trauma kepala bisa permanen atau sementara, tergantung jenis kerusakannya.
3. Merupakan Penyakit Bawaan
Seseorang bisa mengalami anosmia permanen akibat sindrom Turner serta sindrom Kallman yang merupakan penyakit bawaan sejak lahir (kongenital).
4. Mengalami Proses Neurodegeneratif dan Penuaan
Penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson, dementia Lewy Body, dan juga Alzheimerbisa berakibat pada penurunan indra penciuman.
Selain itu, penciuman ikut menurun kepekaannya ketika mengalami proses penuaan. Sebab, sel-sel pada saraf penghidu menghilang seiring meningkatnya usia.
5. Melakukan Terapi Radiasi
Penyebab anosmia yang satu ini dimaksudkan sebagai efek samping terapi radiasi pada bagian kepala dan juga leher yang dilakukan oleh penderita kanker.
Setelah mengetahui apa itu anosmia dan berbagai gejala serta penyebabnya, Anda mendapatkan referensi yang dibutuhkan ketika mengalami kondisi serupa. Selain itu, untuk informasi tambahan Anda juga dapat mengetahui Penyebab Telinga Terasa Penuh dan Pendengaran Berkurang!Jika Anda membutuhkan berbagai obat tertentu atau suplemen, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini dan membaca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatandi sini.
Penting untuk mengonsumsi makanan bergizi, namun lebih penting lagi untuk mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Maka dari itu, pengertian dan manfaat gizi seimbangperlu dibahas.
Adanya pembahasan kedua topik tersebut bisa membuat masyarakat lebih memahami arti dan pentingnya gizi seimbang. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang pun dapat semakin meningkat. Jika Anda penasaran dengan pembahasan kandungan gizi wajib pada makanan, Anda dapat membaca informasi Pahami Kandungan Gizi yang Wajib ada Dalam Makanan. Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen sesuai dengan resep dokter, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Mengenal Gizi Seimbang
Apa sebenarnya gizi seimbang itu? Ada berbagai pengertian mengenai hal tersebut. Namun pada intinya, gizi seimbang adalah makanan yang dikonsumsi setiap harinya yang mana makanan tersebut memiliki gizi sesuai kebutuhan tubuh, baik dari segi jenis maupun jumlahnya.
Tentu gizi seimbang yang dibutuhkan masing-masing orang berbeda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan aktivitas, umur, berat badan, dan berbagai faktor lainnya.
Selain itu, penerapan gizi seimbang ini juga harus memperhatikan kebersihan dan keberagaman makanan. Dengan demikian, makanan yang masuk ke dalam tubuh pun dalam keadaan higienis dan mengandung gizi yang beragam pula.
Manfaat Gizi Seimbang
Ada berbagai manfaat dari makanan dengan gizi seimbang. Inilah di antaranya:
1. Membantu Proses Pertumbuhan dan Perkembangan pada Anak
Di masa kanak-kanak, manusia akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Proses ini harus berjalan dengan baik karena dapat mempengaruhi masa depannya.
Di saat seperti inilah makanan dengan gizi seimbang diperlukan. Hal ini dikarenakan makanan tersebut dapat membantu kedua proses itu sehingga bisa berjalan dengan maksimal.
2. Menjaga Kesehatan
Berbagai zat gizi dalam makanan bisa membantu untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Jadi, tubuh tak mudah sakit sekalipun terpapar oleh berbagai jenis virus maupun patogen lainnya.
Tak hanya itu saja, zat gizi pada makanan juga membantu pemulihan tubuh saat sedang sakit. Itulah mengapa banyak orang disarankan untuk makan makanan bergizi saat sedang sakit.
3. Membantu Aktivitas Sehari-Hari
Salah satu manfaat gizi seimbang lainnya adalah membantu manusia untuk beraktivitas sehari-hari. Hal ini diakibatkan adanya sumber energi dalam gizi seimbang tersebut, seperti karbohidrat, protein, dan lemak.
Lalu seperti yang telah disinggung sebelumnya, gizi seimbang juga bisa menjaga tubuh agar tetap sehat. Jika tubuh tetap sehat, maka aktivitas sehari-hari pun bisa terlaksana dengan optimal.
4. Membantu Kelancaran Proses dalam Tubuh
Tubuh menjalankan berbagai proses setiap saat agar bisa berfungsi dengan maksimal. Agar proses tersebut berjalan dengan lancar, maka tubuh membutuhkan berbagai nutrisi seperti vitamin. Vitamin yang dibutuhkan pun tak hanya satu jenis saja, namun beragam.
Di sinilah makanan dengan gizi seimbang berperan karena adanya vitamin yang dikandung. Vitamin tersebut pun tak hanya satu jenis saja, namun bermacam-macam karena prinsip gizi seimbang adalah keberagaman makanan seperti yang telah disinggung sebelumnya.
5. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Secara tidak langsung, makanan dengan gizi seimbang dapat membantu menjaga penampilan dari dalam. Hal ini disebabkan gizi tersebut bisa membuat kulit dan wajah menjadi lebih cerah dan terhindar dari berbagai penyakit.
Jika penampilan terjaga, maka kepercayaan diri pun meningkat. Hal ini dapat berpengaruh terhadap pembawaan seseorang di kehidupan sehari-hari.
Selain menjaga asupan makanan untuk memperoleh gizi yang seimbang, ada baiknya ada rutin berkonsultasi dengan dokter ahli gizi untuk mengetahui kandungan gizi yang tepat dalam tubuh. Mengapa Perlu Pergi ke Ahli Gizi? Alasannya yaitu untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat terkait gizi.Jika Anda membutuhkan berbagai obat tertentu atau suplemen, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini dan membaca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatandi sini.
Kanker merupakan jenis penyakit mematikan yang bisa menyerang berbagai usia. Meski lebih identik dengan orang dewasa, kasus kanker pada anak juga masih sering ditemukan. Tentunya hal ini harus menjadi perhatian bagi semua orang tua agar anak-anak mereka terhindar dari penyakit tersebut.
Jenist penyakit kanker pada anak-anak sangatlah beragam. Cara penanganannya juga berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing anak dan tingkat penyebaran kanker itu sendiri. Mari cari tahu lebih jauh lagi apa saja sebenarnya jenis kanker yang biasa menyerang anak-anak, seperti apa gejala dan penyebabnya, hingga langkah pengobatan yang bisa dilakukan.
Untuk informasi tambahan Anda juga dapat mengetahui Cara Deteksi dan 4 Pemeriksaan Kanker Anak Sejak Dini, untuk tindakan preventif sebelum penyakit tersebut menyerang anak. Jika membutuhkan obat atau suplemen sesuai dengan resep dokter, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Jenis-Jenis Kanker pada Anak
Pada dasarnya ada banyak jenis penyakit memiliki potensi menyerang anak-anak, dan kanker sendiri terbagi menjadi beragam jenis. Berikut ini beberapa jenis kanker yang sering sekali dijumpai kasusnya pada usia anak-anak.
1. Retinoblastoma
Pertama ada retinoblastoma atau kanker yang menyerang organ mata. Kanker ini sangat sering dijumpai pada anak-anak khususnya di bawah usia 5 tahun. Ada beberapa gejala yang ditunjukkan oleh penyakit ini seperti mata juling, mata berwarna kemerahan, pembesaran bola mata, hingga muncul bercak putih pada mata.
2. Leukemia
Selanjutnya ada leukemia atau kanker sel darah putih yang juga sering dijumpai pada anak-anak. Kanker leukimia itu sendiri ada bermacam-macam dan yang paling sering menyerang anak-anak adalah leukemia limfoblastik akut serta leukemia mieloid akut.
3. Kanker Tulang
Banyak juga dijumpai kasus kanker tulang pada usia anak-anak. Salah satunya adalah untuk jenis kanker osteosarkoma dan kanker tulang sarkoma ewing. Penyakit ini umumnya memiliki gejala nyeri tulang yang cukup berat terutama di malam hari.
4. Limfoma
Jenis kanker berikutnya yang sering menyerang anak-anak adalah limfoma atau kanker kelenjar getah bening. Kanker ini sering menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun dan dibedakan menjadi dua jenis yaitu limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin.
5. Neuroblastoma
Selanjutnya ada neuroblastoma yang menyerang jaringan saraf pada tubuh anak-anak. Ini merupakan jenis kanker langka yang ternyata penyebarannya cukup cepat. Biasanya akan menyebar ke tulang, kulit, dan kelenjar getah bening.
6. Hepatoblastoma
Jenis kanker yang satu ini juga sering dijumpai pada anak. Hepatoblastoma adalah kanker yang menyerang organ hati dan sering dijumpai pada bayi hingga anak-anak usia 3 tahun.
7. Kanker Otak
Kemudian ada juga kanker otak yang kasusnya cukup sering dijumpai pada anak-anak. Jenis kanker ini bisa menyerang bagian otak yang berbeda dan tingkat keparahannya sangat bervariasi.
Gejala Kanker pada Anak
Pada dasarnya gejala penyakit kanker yang ditunjukkan oleh setiap anak berbeda-beda. Tentu saja gejala ini sangat dipengaruhi oleh jenis kanker yang menyerang. Namun ada beberapa jenis gejala umum yang bisa dipakai untuk mendeteksi penyakit kanker secara dini pada anak-anak.
Orang tua harus tahu betul apa saja gejala atau perubahan umum yang terjadi untuk memaksimalkan potensi kesembuhan anak sebesar mungkin. Berikut adalah beberapa gejala kanker yang umum dijumpai pada anak-anak:
Penurunan berat badan secara drastis.
Hilangnya nafsu makan.
Perut membuncit tanpa penyebab pasti.
Nyeri di bagian tangan atau kaku pada bagian tulang.
Bengkak pada bagian tertentu tanpa ada riwayat trauma.
Demam tanpa sebab yang jelas.
Batuk yang terjadi terus-menerus atau menetap.
Mudah muncul keringat di malam hari.
Muncul benjolan tanpa ada alasan yang jelas.
Sakit kepala yang terjadi terus-menerus atau menetap.
Penyebab Terjadinya Kanker pada Anak
Munculnya kanker pada tubuh anak bisa terjadi karena beberapa penyebab tertentu, hal ini juga perlu dipahami agar orang tua bisa semakin waspada. Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya penyakit kanker pada tubuh anak-anak:
1. Mutasi Gen
Sebagian besar kasus kanker yang dijumpai pada anak-anak terjadi karena adanya mutasi gen. Kondisi ini kemudian memicu pertumbuhan sel yang sulit untuk dikendalikan dan berakhir pada kanker. Biasanya perubahan genetik tersebut diturunkan dari orang tua atau bisa juga berkembang secara spontan.
2. Paparan Radiasi
Selanjutnya ada faktor paparan radiasi yang juga bisa memicu terjadinya kanker. Sumber paparan radiasi ini bisa sangat bervariasi. Bahkan bisa terjadi mulai dari anak masih di dalam kandungan sang ibu.
3. Faktor Lingkungan
Pengaruh kondisi lingkungan juga bisa saja menjadi pemicu kanker pada tubuh anak-anak. Apalagi jika kondisi lingkungan ini juga mengubah gaya hidup anak jadi kurang sehat.
Pengobatan dan Pencegahan Kanker pada Anak
Tentunya proses pengobatan yang harus dijalani anak-anak penderita kanker sangat bervariasi. Tergantung pada jenis kanker yang mereka derita dan tingkat keparahannya. Umumnya dokter akan menyarankan terapi dan pengobatan untuk mengurangi semua gejala yang membuat tubuh anak semakin sakit atau lemah.
Sementara itu untuk langkah pencegahannya sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan. Mulai dari penerapan pola hidup yang sehat hingga kontrol kesehatan secara berkala.
Penyakit kanker pada anak bisa saja sulit untuk dicegah apalagi jika sudah ada riwayat dari keluarga, salah satu pencegahan kanker yang baik yaitu dengan Mewaspadai Minuman dan Makanan Penyebab Kanker. Jika Anda membutuhkan berbagai obat tertentu atau suplemen, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini dan membaca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatandi sini.
Kulit adalah organ tubuh yang paling luas dan mudah terlihat. Selain berfungsi sebagai pelindung tubuh dari berbagai macam bahaya, kulit juga dapat menjadi media penularan penyakit. Penyakit kulit menular adalah penyakit yang dapat menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung atau tidak langsung.
Oleh sebab itu, pengetahuan terhadap berbagai penyakit kulit yang bisa menular penting untuk diasosiasikan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Jika Anda penasaran mengenai pengetahuan tersebut, maka simak ulasan di bawah ini. Namun sebelum itu, Anda juga dapat mengetahui Penyakit Peradangan Kulit: Gejala, Penyebab dan Jenisnya. Jika membutuhkan obat atau suplemen sesuai dengan resep dokter, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
7 Jenis Penyakit Kulit Menular dan Penanganannya
Sebagai lapisan terluar kulit, terdapat banyak hal yang dapat terjadi pada kulit manusia. Salah satunya adalah penyakit yang sebagian diantaranya bisa menular ke orang-orang sehat lainnya. Berikut tujuh contohnya.
1. Cacar Air
Penyakit pertama yang tergolong menular adalah cacar air. Cacar air sering diderita oleh anak-anak. Namun tak menutup kemungkinan orang dewasa juga mengalaminya.
Penyebab cacar air adalah virus Varicella zoster. Jika terinfeksi virus ini, maka tubuh akan menimbulkan berbagai gejala. Salah satunya adalah timbulnya lepuhan berisi cairan yang terasa gatal.
Cacar air dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2-3 minggu. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya, yaitu:
Berikan obat anti gatal untuk mengurangi rasa gatal.
Oleskan krim atau salep antiseptik untuk mencegah infeksi.
Mandi dengan sabun dan air hangat untuk membersihkan kulit.
2. Cacar Api
Penyebab cacar api adalah virus yang sama dengan cacar air, yaitu Varicella zoster. Bedanya, cacar api timbul saat virus cacar air yang ada di dalam tubuh hidup lagi karena turunnya imunitas tubuh.
Bagaimanapun juga, gejala yang ditimbulkan oleh cacar api sedikit berbeda dengan cacar air. Hal ini disebabkan oleh adanya pembengkakan pada area kulit yang memiliki lepuhan. Selain itu, ada juga rasa nyeri dan terbakar di sekitarnya.
Cacar api dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2-4 minggu. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya, yaitu:
Berikan obat anti gatal untuk mengurangi rasa gatal.
Oleskan krim atau salep antiseptik untuk mencegah infeksi.
Gunakan kompres dingin untuk meredakan nyeri dan pembengkakan.
3. Kudis
Kudis merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan tungau dengan spesies Sarcoptes scabiei. Gejala infeksi baru muncul setelah dua sampai enam minggu yang ditandai dengan adanya lepuhan seperti jerawat namun bersisi yang menimbulkan rasa gatal.
Sayangnya, penyakit ini bersifat sangat menular. Tetapi demikian, kudis dapat disembuhkan jika diatasi dengan baik. Kudis dapat disembuhkan dengan obat antiparasit. Obat ini harus dioleskan ke seluruh tubuh, termasuk area kulit yang tidak terdapat gejala.
4. Herpes Simpleks
Herpes simpleks merupakan penyakit yang timbul karena infeksi virus. Umumnya, herpes simpleks lebih sering menyerang anak-anak daripada orang dewasa.
Gejala penyakit kulit menular ini adalah timbulnya luka pada mulut. Selain itu, penyakit ini juga mempunyai gejala yang mirip dengan flu, seperti demam, mual, pusing, hingga sulit untuk menelan.
Herpes simpleks dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya, yaitu:
Berikan obat antivirus untuk mempersingkat durasi gejala.
Oleskan krim atau salep antiseptik untuk mencegah infeksi.
Hindari menyentuh atau menggaruk luka herpes.
5. Kurap
Kurap adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur, yakni microsporum,trichophyton, dan epidermophyton. Jamur tersebut dapat menginfeksi manusia setelah terkena kontak kulit dengan hewan, benda yang terkontaminasi, dan manusia lain yang sedang menderita penyakit ini.
Jika terinfeksi, maka ruam berbentuk cincin akan terlihat pada kulit. Ruam ini bisa menyebar ke area kulit lainnya jika tidak diatasi dengan baik. Tak hanya membuat penampilan menurun saja, ruam ini juga bisa menimbulkan sensasi gatal.
Kurap dapat disembuhkan dengan obat antijamur. Obat ini harus dioleskan ke area kulit yang terdapat ruam selama minimal 2 minggu.
6. Kutil
Kutil disebabkan oleh virus HPV (Human papillomavirus) pada lapisan atas kulit sehingga membuatnya bertumbuh secara berlebihan. Oleh sebab itu, kutil akan terlihat sepeti benjolan kecil di atas kulit.
Kutil pun dapat menular akibat adanya kontak kulit dengan penderita. Selain itu, barang-barang yang telah disentuh penderita dengan kutil tersebut juga bisa menjadi media penularan.
Kutil dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan, yaitu:
Mengoleskan krim atau salep asam salisilat atau asam trikloroasetat.
Melakukan pembekuan kutil dengan nitrogen cair.
Melakukan terapi laser untuk menghancurkan kutil.
7. Infeksi Jamur
Infeksi jamur adalah salah satu penyakit kulit yang bisa menular dengan cepat. Umumnya jamur akan tumbuh di bagian kulit yang tidak bersih dan lembap, seperti ketiak, area kelamin, lipatan paha, dan sela-sela jari. Penyakit ini pun bisa menimbulkan sensasi gatal.
Infeksi jamur dapat sembuh dengan obat antijamur. Obat ini harus dioleskan ke area kulit yang terdapat ruam selama minimal 2 minggu.
Berbagai penyakit kulit menular di atas harus diatasi dengan baik agar tidak bertambah parah dan membuat orang lain sakit. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kesehatan kulit, Kenali5 Manfaat Vitamin C untuk Kesehatan Kulit. Jika Anda membutuhkan berbagai obat tertentu atau suplemen, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini dan membaca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatandi sini.