...

4 Kriteria Distributor Obat Herbal yang Terpercaya

Suplemen dan obat merupakan dua produk yang saat ini sedang dicari oleh masyarakat melalui berbagai distributor obat herbal.

Pengobatan herbal kini semakin diminati. Selain karena lebih alami, dipercaya manjur meredakan berbagai macam gejala. Namun, ada beberapa kriteria distributor obat herbal agar lebih dipercaya seperti memiliki izin resmi dan produk bersertifkat BPOM, Memiliki alamat yang jelas baik offline maupun online, dan harga yang ditawarkan tidak mencurigakan banyak orang. Tingginya peminat obat herbal dilatarbelakangi dari tuntutan hidup sehat dan menjaga kebugaran tubuh di masa pandemi.

Masyarakat harus benar-benar memastikan kondisi tubuh bugar dan sehat sehingga potensi tertular virus cenderung minim. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi dan perangkat digital, menyeleksi distributor obat herbal juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit yang mengaku terpercaya, tetapi pada kenyataannya hanyalah kemasan atau pemasaran saja. 

Selain itu Anda juga perlu mengetahui Peran Penting Distributor Obat Herbal di Masa Pandemi ini bisa menjadi referensi Anda dalam menjual obat herbal. Peran penting ini perlu ditanamkan, agar para distributor dapat melakukan produktivitas dengan baik dan efektif.

4 Kriteria yang Harus Dimiliki Distributor Obat Herbal

Sebagai bagian dari masyarakat, Anda harus jeli dalam memilih toko atau distributor. Kurang jeli dalam mempelajari toko bisa menimbulkan kerugian secara finansial maupun kesehatan. Untuk mempermudah menyeleksinya, berikut ini beberapa kriterianya. 

1. Memiliki Izin Resmi dan Produknya Bersertifikasi BPOM

Kesehatan adalah hal yang sangat mahal. Karenanya, di Indonesia harus ada standarisasi apabila ada produk-produk kesehatan yang hendak diedarkan oleh masyarakat. Salah satunya adalah melalui BPOM untuk memastikan aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping.

Masyarakat Indonesia masih identik dengan kepercayaan tradisional sehingga terkadang pengetahuan masa lalu langsung diterapkan tanpa ada bukti secara ilmiah. Hal ini juga yang membuat banyak orang bisa mengklaim bahwa obatnya bisa menyembuhkan penyakit tertentu.

Adanya izin resmi mengedarkan obat dan memiliki sertifikat BPOM bisa mencegah adanya spekulasi-spekulasi tersebut. Selain itu, sebagai konsumen bisa lebih lega dan mengetahui khasiat spesifiknya sehingga bisa bijak dalam mengonsumsi obat herbalnya. 

2. Alamat Jelas, Secara Fisik Maupun Online

Ketika berselancar di internet dengan kata kunci “obat herbal”, ada banyak sekali rekomendasi toko yang menjualnya. Masing-masing toko akan mengklaim bahwa dirinya terpercaya dan memiliki sertifikat dari BPOM. Cara memeriksa apakah toko tersebut benar-benar terpercaya adalah dengan memeriksa kejelasan alamatnya.

Pertama, mulai dari memeriksa apakah menggunakan domain gratisan atau berbayar. Hindari membeli produk dari domain gratisan karena cenderung tidak profesional. Kedua, periksalah alamat fisiknya dan pastikan jelas dan lengkap.

Anda juga bisa memeriksanya secara langsung menggunakan google maps apabila di dekat jalan. Meskipun tidak akurat, cara ini bisa memastikan apakah alamatnya benar-benar ada. 

3. Harga yang Ditawarkan Tidak Mencurigakan

Harga juga bisa menjadi indikator apakah distributor obat herbal dapat dipercaya atau tidak. Terkadang ada brand-brand obat herbal yang sudah terkenal dan beredar luas di pasaran sehingga harganya cukup stabil. Namun, apabila ada yang menawarkan jauh di bawah itu, patut dicurigai.

Bisa juga dengan memeriksa apakah obat sejenis memiliki harga serupa atau dari toko lain menjual dengan harga yang sama. Perbedaan yang signifikan bisa menjadi tanda ada sesuatu dari distributornya. Terlalu murah mencurigakan, terlalu mahal juga perlu dipertanyakan. 

4. Tidak Menawarkan Obat Segala Macam Penyakit

Fenomena ini pastinya sering ditemui ketika hendak membeli suplemen atau obat herbal. Tawaran agar bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Khasiat itu antara fiksi atau hanya kemasan semata karena sejatinya tidak ada bahan yang dapat mengobati segala macam penyakit.

Pada kondisi tertentu, diperlukan zat untuk menurunkan tekanan darah yang berfungsi mengobati hipertensi. Namun, kondisi lainnya diperlukan zat menaikkan tekanan darah apabila sedang mengalami hipotensi. Ini ilustrasi bahwa tidak ada obat segala macam penyakit. 

Mengobati dan meningkatkan imun tubuh bisa diperoleh dengan ramuan herbal. Bahan alami dari tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran sudah lama digunakan untuk menunjang kebugaran tubuh. Namun, Anda harus jeli dalam memilih distributor obat herbal agar tidak merugi.

Ingin mendapatkan distributor farmasi terbai? Anda dapat Simak 5 Tips Memilih Distributor Farmasi Terbaik yang dapat Anda implementasikan dengan baik.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Golongan Obat Antibiotik dan Resistensi Antibiotik

Untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, Anda bisa mengonsumsi obat antibiotik.

Cara kerjanya adalah dengan menghambat pertumbuhan bakteri di dalam tubuh sehingga meredakan gejala dan mengobati penyakit yang diderita. Penting diketahui bahwa obat antibiotik tidak bisa dikonsumsi untuk mengobati mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus. Bakteri sendiri terdiri atas berbagai jenis, mulai dari aerob dan anaerob hingga gram positif dan gram negatif. Oleh karena itu, tidak semua obat antibiotik efektif melawan bakteri.  Di sini, kami telah merangkum golongan obat antibiotik yang biasa digunakan dan kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan resistensi antibiotik.

Baca Juga: Waspada! Vitamin Anak Belum Tentu Baik bagi Kesehatan

10 Golongan Obat Antibiotik

Obat antibiotik tersedia dalam spektrum sempit yang melawan jenis bakteri spesifik dan spektrum luas yang melawan beberapa jenis bakteri sekaligus.

  1. Penicillin
  2. Tetracycline
  3. Cephalosporin 
  4. Quinolone
  5. Lincomycin 
  6. Makrolida
  7. Sulfonamide
  8. Glycopeptide
  9. Aminoglikosida
  10. Carbapenem

Jangan Lakukan Kebiasaan Buruk Ini untuk Menghindari Resistensi Antibiotik

Berbeda dari jenis obat-obatan lainnya, obat antibiotik tidak boleh terlalu sering dikonsumsi, apalagi dengan cara yang kurang benar. Kesalahan dalam aturan penggunaan obat antibiotik dapat menyebabkan terjadi resistensi antibiotik. Hal ini bukan berarti tubuh menjadi resisten atau kebal terhadap obat antibiotik, melainkan bakteri menjadi kebal terhadap obat antibiotik yang memang dirancang untuk melawannya. Akibatnya, Anda pun akan semakin tidak lekas sembuh. Selama proses pengobatan yang mengharuskan Anda mengonsumsi obat antibiotik, ada beberapa kebiasaan buruk yang jangan dilakukan untuk menghindari resistensi antibiotik.

1. Berhenti Mengonsumsi Obat Antibiotik

Pertama, jangan berhenti mengonsumsi obat antibiotik meskipun Anda merasa penyakit yang diderita jauh lebih membaik. Mengapa? Kebiasaan buruk ini mungkin hanya membunuh beberapa bakteri saja. Sementara itu, bakteri yang sudah kebal terhadap obat antibiotik akan kembali dengan ketahanan yang lebih kuat saat penyakit yang sama kambuh nantinya.

2. Mengurangi atau Menambah Dosis Obat Antibiotik

Kedua, jangan mengurangi atau menambah dosis obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Apabila lupa mengonsumsi obat antibiotik, Anda juga tidak diperbolehkan mengonsumsi dua obat antibiotik sekaligus. Mengapa? Kebiasaan buruk ini justru meningkatkan potensi resistensi antibiotik. Bahkan, memicu beberapa efek samping lainnya, mulai dari gangguan pada saluran pencernaan hingga.

3. Saling Berbagi Obat Antibiotik dengan Orang Lain

Ketiga, jangan saling berbagi obat antibiotik yang sedang dikonsumsi dengan orang lain. Setiap orang memiliki kebutuhan akan obat antibiotik yang berbeda-beda sehingga dosis Anda pun belum tentu sama dengan orang lain.

4. Mengonsumsi Obat Antibiotik untuk Mencegah Infeksi

Keempat, jangan mengonsumsi obat antibiotik untuk mencegah infeksi, apalagi mengobati mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus. Sekali lagi, obat antibiotik memang dirancang hanya bisa melawan bakteri, bukan virus.

5. Menyisakan Obat Antibiotik untuk Dikonsumsi ketika Sakit pada Kemudian Hari

Kelima, obat antibiotik harus dikonsumsi sampai habis sesuai dengan dosis yang diresepkan oleh dokter. Apabila menyisakan obat antibiotik, Anda tidak mengikuti resep dokter. Jika sakit pada kemudian hari, Anda tetap akan membutuhkan obat antibiotik baru sesuai dengan dosis yang diresepkan oleh dokter. Jadi, tidak boleh hanya sekadar melanjutkan mengonsumsi obat antibiotik yang sebelumnya.

Baca Juga: Jangan Keliru, Begini Cara Menghitung Dosis Obat yang Benar

Demikianlah penjelasan tentang golongan obat antibiotik dan resistensi antibiotik yang perlu Anda ketahui. Hindari kelima tindakan di atas untuk menghindari resistensi antibiotik. Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Waspada! Vitamin Anak Belum Tentu Baik bagi Kesehatan

Dalam memberikan vitamin anak, orang tua harus mengerti kandungan pada zat tersebut.

Sudah cukup sering kita menemukan vitamin anak yang dijual di pasaran dengan harga bervariasi dan pastinya memiliki kandungan yang juga beragam. Vitamin anak biasanya dibuat dalam bentuk cair agar mereka lebih mudah mengonsumsinya, tetapi hadir juga dalam bentuk jelly dengan bentuk dan rasa menarik. Sebagai orang tua, pastinya kita selalu ingin memberikan yang terbaik bagi si kecil. Pemberian vitamin ini juga bertujuan agar mereka memiliki daya tahan tubuh lebih kuat sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit.

Pada usianya yang masih dalam masa pertumbuhan tentunya cukup penting untuk memenuhi nutrisi dan gizi dalam tubuh. Kesehatan si kecil merupakan hal yang membahagiakan bagi orang tua sehingga Anda pasti akan selalu memastikan bahwa perkembangan fisiknya berkembang dengan baik. Memberikan vitamin kepada si kecil menjadi hal yang bisa membuat perkembangannya berjalan dengan baik.

Selain itu Anda Jangan Keliru, Begini Cara Menghitung Dosis Obat yang Benar. Hal ini juga penting untuk Anda ketahui agar Anda juga tidak salah dalam menghitung obat untuk buah hati.

Beberapa Kandungan dalam Vitamin Anak yang Berbahaya 

Nyatanya tidak semua vitamin memiliki kandungan yang bermanfaat, ada beberapa kandungan yang sebaiknya Anda hindari. Maka dari itu perhatikan terlebih dahulu, apa saja kandungan yang terdapat pada vitamin tersebut.

1. Granulated Calcium Carbonate

Atau dikenal dengan Butiran Kalsium Karbonat, zat ini bisa mengakibatkan sembelit dan menyebabkan tubuh sulit mencegah mineral jika dikonsumsi terlalu banyak. Jadi sebaiknya hindari senyawa kimia ini, agar tidak dikonsumsi oleh si kecil.

2. Dextrose Mono-Hydrate

Dekstrosa Monohidrat merupakan zat yang bisa meningkatkan kadar gula darah, dan biasanya digunakan pada pasien dengan kondisi tertentu. Zat ini kurang sesuai untuk dikonsumsi, jika kadar gula darah si kecil dalam kondisi normal.

3. Sucrose

Hindari kandungan Sukrosa pada vitamin karena bisa menyebabkan kegemukan. Pada anak usia di bawah dua tahun, tidak disarankan untuk mengonsumsi Sukrosa, karena efeknya kurang baik bagi si kecil.

4. Sorbitol

Sorbitol merupakan pemanis buatan yang lebih rendah kalorinya, dibandingkan dengan gula pasir. Sebenarnya tidak masalah jika si kecil mengonsumsinya, namun jika terlalu banyak bisa menyebabkan diare dan perut kembung.

5. High Fructose Corn Syrup

Atau dikenal dengan Sirup Jagung Tinggi Fruktosa merupakan pemanis buatan yang terbuat dari jagung, zat ini berbahaya jika dikonsumsi berlebihan dan kurang baik bagi kesehatan anak, karena bisa menyebabkan kerusakan gigi, obesitas, diabetes, kerusakan hati hingga ADHD.

Kapan Anak Membutuhkan Suplemen Tambahan?

Sebenarnya jika kondisi tubuh si kecil sehat dan perkembangannya cukup baik, tidak masalah jika Anda tidak memberikannya suplemen vitamin. Namun ada beberapa kondisi kesehatan yang mengharuskan orang tua memberikannya suplemen tersebut.

1. Kekurangan Zat Gizi

Kondisi penyakit seperti diare, asma, anemia dan kondisi kekurangan gizi lainnya bisa membuat nutrisi serta vitamin dalam tubuh berkurang. Dalam kasus ini, Anda sangat disarankan memberikan suplemen vitamin tambahan, agar kondisi kesehatannya lebih baik.

2. Saat Anak Sulit Makan

Sulit makan pada anak memang biasa terjadi, jika asupan makannya cukup rendah dalam beberapa hari, maka berikan suplemen agar nutrisinya tercukupi.

3. Sedang Menjalani Diet Tertentu

Beberapa anak memiliki kondisi tertentu seperti obesitas atau diet vegan yang mengharuskan dia untuk menjalani diet. Pemberian vitamin juga harus tetap diberikan, agar kesehatannya terjaga dengan baik.

4. Memiliki Alergi Makanan

Alergi makanan pada anak membuat ia memiliki keterbatasan, dalam mengonsumsi makanan atau minuman. Namun jangan sampai nutrisi dan vitamin dalam tubuh tidak tercukupi, sehingga berikan suplemen agar kondisi kesehatannya stabil.

5. Terlambat dalam Tumbuh dan Kembang Fisiknya

Gagal tumbuh pada anak bisa disebabkan oleh berbagai hal, dan untuk mengejar keterlambatan fisiknya tersebut, anda harus memenuhi kebutuhan vitamin dalam tubuhnya dengan baik, serta memberikan suplemen.

Vitamin Anak bisa Diperoleh dari Sumber Alami

Tidak hanya didapat dari tablet, kapsul, ataupun jelly, vitamin juga bisa anda temukan dari makanan atau minuman yang berasal dari sumber alami. Tentunya dengan mengonsumsi dari sumber alami, maka anak akan terhindar dari zat kimia apapun.

1. Sayuran dan Buah

Hampir semua jenis sayuran dan buah, memiliki kandungan vitamin serta nutrisi bermanfaat lainnya. Sayur dan buah memang sesuai untuk memenuhi kebutuhan si kecil setiap harinya, agar kesehatannya terjaga dengan baik.

2. Protein Nabati dan Hewani

Sumber alami berikutnya berasal dari protein nabati dan hewani, seperti tempe, tahu, ayam, daging, ikan, atau telur. Dengan mengonsumsi makanan seperti ini, asupan harian anak bisa terpenuhi dengan baik.

3. Susu dan Produk Olahannya

Produk olahan susu, seperti keju, yoghurt dan mentega bisa menjadi makanan yang mengandung berbagai kandungan bermanfaat, seperti kalsium, vitamin D, protein, karbohidrat dan lainnya.

Lalu Apa Itu Obat Generik Berlogo? Pastinya Anda bertanya-tanya apabila belum mengetahui obat generik berlogo. Obat tersebut merupakan salah satu obat yang diproduksi masal dan kandungannya sama dengan obat paten.

Kebutuhan si kecil dalam masa pertumbuhannya memang cukup banyak, sehingga pemberian vitamin anak juga cukup penting tergantung pada kondisi kesehatannya. Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Jangan Keliru, Begini Cara Menghitung Dosis Obat yang Benar

Self medication atau pengobatan mandiri memang menjadi alternatif ketika terjangkit suatu penyakit, contoh paling sederhana adalah mengobati flu dan pilek ringan. Cara tradisional, seperti kerokan terkadang juga masih cukup populer digunakan.

Namun, ada juga yang mengonsumsi suplemen dan obat-obatan yang pernah diresepkan dokter sebelumnya. Pengalaman berhasil sembuh menjadi pendorong masyarakat Indonesia memilih melakukan pengobatan mandiri terlebih dahulu. Namun, banyak dari mereka yang belum begitu mengetahui dan memahami cara menghitung dosis obat dengan tepat.

Baca Juga: Apa Itu Obat Generik Berlogo? Berikut Penjelasannya

Apa itu Takaran Dosis?

Takaran dosis adalah jumlah obat yang diberikan kepada pasien dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai efek terapi yang diinginkan. Takaran ini berbeda untuk setiap individu.

Dalam praktek klinis biasanya mertimbangkan beberapa faktor ketika menentukan takaran dosis, termasuk:

  1. Berat badan pasien
  2. Usia 
  3. Jenis kelamin
  4. Kondisi kesehatan umum 
  5. Fungsi ginjal dan hati
  6. Interaksi dengan obat lain yang dikonsumsi

Takaran dosis biasanya dinyatakan dalam satuan berat (misalnya miligram atau gram) atau volume (misalnya milliliter) per berat badan (kg) atau per luas permukaan tubuh (m²).

Contoh: Untuk obat paracetamol, takaran dosis umumnya adalah 10-15 mg/kg berat badan, diberikan setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan.

Apa yang Dimaksud dengan Tepat Dosis?

Tepat dosis mengacu pada pemberian obat dalam jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dengan cara yang tepat. Ini adalah salah satu prinsip utama dalam pemberian obat yang aman dan efektif. Ketepatan dosis sangat krusial untuk:

  1. Memastikan efektivitas pengobatan
  2. Menghindari efek samping yang tidak diinginkan
  3. Mencegah resistensi obat (terutama untuk antibiotik)
  4. Mengoptimalkan hasil pengobatan

Ketepatan dosis melibatkan beberapa aspek:

  • Dosis yang tepat: Jumlah obat yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien.
  • Waktu yang tepat: Pemberian obat pada interval yang benar.
  • Rute yang tepat: Cara pemberian obat yang sesuai (oral, intravena, dll).
  • Pasien yang tepat: Memastikan obat diberikan kepada pasien yang benar.

Beberapa Cara Menghitung Dosis Obat agar Tidak Overdosis

Pihak yang tepat untuk mentipshitung sebuah dosis adalah petugas medis, seperti dokter dan perawat. Mereka dibekali pengetahuan tentang cara penggunaan obat yang baik dan kondisi detail pasiennya. Namun, untuk membantu proses penyembuhan dengan cepat dan pengetahuan tentang obat yang konsumsi, berikut ini beberapa cara menghitung dosis obat yang wajib Anda tahu.

1. Menggunakan Patokan Resep dan Jumlah Obatnya

Terkadang sebuah pil atau tablet diproduksi berdasarkan takaran tertentu, seperti satu tablet memiliki berat sebesar 150 mg, 200 mg, 40 mg, dan lain sebagainya. Sementara itu, kebutuhan pasien bisa jadi kurang atau lebih dari itu. Untuk kondisi demikian, Anda bisa melakukan perhitungan dosis menggunakan rumus berikut: (jumlah yang dianjurkan) / (kandungan obatnya).

Contohnya, kebutuhan Anda hanya 40 mg dan obatnya memiliki kandungan sebesar 120 mg. Untuk mengetahui dosisnya, perhitungannya berarti begini: 40/120 = 0,3. Sehingga konsumsi obatnya hanya sebanyak 0,3 tablet saja. Bergantung kebutuhan hariannya, bisa dikonsumsi sekali sehari atau sampai dengan 3 kali sehari.

2. Perhitungan Berdasarkan Berat Badan Pasien

Berat badan bisa juga dijadikan patokan untuk menghitung dosisnya. Terkadang, kebutuhan obat juga bergantung pada jenis kelamin, usia, maupun berat badan. Karenanya, berat badan yang berbeda memiliki kebutuhan dosisnya juga berbeda. Untuk menghitungnya, sebenarnya cukup sederhana.

Pertama, tinggal melihat anjuran penggunaannya kemudian mengalikannya dengan berat badan orang yang akan mengkonsumsinya. Contohnya, anjuran dokter konsumsinya sebesar 4mg/kg, sedangkan beratnya sebesar 60 kg. Besar konsumsinya adalah 4 mg/kg x 60 kg maka kebutuhan dosisnya adalah sebesar 240 mg.

3. Menghitung Obat yang Dilarutkan

Beda jenis obatnya tentu memiliki cara untuk menghitung dosisnya. Salah satu jenis obat yang tidak kalah sering dikonsumsi adalah sirup. Nyatanya, obat sirup juga memiliki cara sendiri untuk menghitung dosisinya. Sebenarnya, hal ini tidak jauh berbeda dengan rumus-rumus sebelumnya, yaitu ((jumlah dosis yang dianjurkan dokter) / (ketersediaan obatnya)) x (jumlah pelarutnya).

Ilustrasinya begini, seorang pasien membutuhkan sirup dengan takaran 300 mg, sedangkan obatnya tersedia sebesar 600 mg dalam 5 ml. Cara menghitung dosisnya begini: (300/600) x 5 ml, hasilnya adalah 2,5 ml. Ketika mengonsumsinya harus sebanyak 2.5 ml saja setiap harinya, tidak boleh lebih maupun kurang. Apabila lebih berpotensi terkena overdosis akibat kelebihan obatnya.

4. Dosis untuk Obat Serbuk

Menghitung serbuk sebenarnya tidak jauh berbeda ketika menghitung sirup karena keduanya mengandung pelarut. Namun, serbuk sedikit lebih fleksibel karena biasanya sudah dikemas sesuai dengan anjuran dokter. Contohnya, apabila 160 mg, sudah dikemas 160 mg.

Tantangannya adalah tinggal menambahkan pelarutnya saja. Apabila terlalu kental akan menimbulkan rasa tidak nyaman ketika ditelan, seperti terlalu pahit atau asam. Sebaliknya, terlalu banyak pelarut juga kurang baik ketika dikonsumsi.

Self medication memiliki beberapa tantangan selain memilih obatnya juga harus menentukan takarannya. Kelebihan takaran berpotensi overdosis, sedangkan kekurangan dosis cenderung tidak manjur, sehingga cara menghitung dosis obat menjadi hal yang wajib yang harus kita ketahui bersama.

Baca Juga: Tips Memilih Supplier Vitamin untuk Bisnis Apotek

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Apa Itu Obat Generik Berlogo? Berikut Penjelasan dan Manfaatnya!

Apa itu obat generik? Obat generik adalah obat yang diproduksi secara masal dengan kandungan yang sama seperti obat paten pada umumnya. Ada banyak sekali jenisnya, tetapi di Indonesia jumlah konsumennya masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya adalah paradigma masyarakat bahwa obat generik berlogo masih kelas dua. Masyarakat juga terkadang menganggap khasiatnya tidak begitu manjur apabila dibandingkan yang bermerek. Padahal tidak demikian, kesalahpahaman semakin mahal harganya maka kualitasnya semakin bagus ini terjadi karena kurangnya edukasi kepada masyarakat.

Selain itu Anda juga perlu memahami dalam menjalankan bisnis obat maupun vitamin. Simak artikel mengenai Tips Memilih Supplier Vitamin untuk Bisnis Apotek yang satu ini!

Pengertian Obat Generik Berlogo (OGB)

Secara umum, Indonesia memiliki dua macam jenis obat, yaitu paten dan generik. Paten berarti pengembangan yang telah diuji secara klinis berdasarkan standar internasional. Sesuai dengan namanya, obatnya eksklusif diproduksi dan dipasarkan oleh perusahaan pemegang patennya. Sementara itu, generik berarti obat yang masa patennya sudah habis sehingga bisa diproduksi bebas oleh berbagai perusahaan farmasi. Di Indonesia sendiri, generik terbagi menjadi dua macam, yaitu generik berlogo dan generik bermerek (branded generic).

Sebenarnya, tidak ada perbedaan signifikan dari kedua jenis tersebut karena secara khasiat, resep, dan kandungan juga sama persis. Bahkan, efek sampingnya juga sama. Artinya, kedua perbedaan tersebut hanya terletak di kemasan saja. OGB secara kemasan memang lebih sederhana karena tidak terdapat logo atau merek dari perusahaan farmasi yang memproduksinya.

Namun, memiliki ciri serupa, yaitu bundar hijau dengan garis putih bertuliskan generik. Sementara itu, generik bermerek kemasannya lebih beragam yang bergantung identitas perusahaan produsennya. Tampilan dan bentuk obatnya juga dibuat agar lebih menarik. Karenanya, ada perbedaan signifikan pada sisi harga meskipun sama-sama berjenis generik. Harga OGB sendiri dikendalikan oleh pemerintah.

Sebenarnya, jenis OGB sudah sering ditemui bagi masyarakat umum, salah satunya seperti parasetamol yang biasa digunakan untuk meredakan demam, asam mefenamat yang mengurangi nyeri haid, dan antasida pereda nyeri lambung. Obat-obat tersebut sudah terbukti ampuh sehingga tidak perlu khawatir dalam mengonsumsinya.

Fakta Umum Mengenai OGB yang Dapat Anda Ketahui

Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan ketika berpindah menggunakan OGB untuk mengobati berbagai macam penyakit yang sedang diderita. Manfaatnya beragam, mulai dari sisi ekonomi hingga kesadaran tentang penggunaan obatnya. Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang beberapa fakta dan juga manfaat obat generik.

1. Lebih Bernilai Ekonomis

Ada dua hal yang membuat berobat mahal. Pertama, mengadakan tes laboratorium untuk memeriksa berbagai kondisi tubuh dan kedua, membeli obatnya. Sekali berobat bahkan bisa menghabiskan uang jutaan, belum lagi kebutuhan kontrol dan konsultasi.

Anda bisa memangkas biaya pengobatan tersebut dengan memilih mengkonsumsi obat dalam penyembuhanya, cobalah meminta resep OGB ke dokter. OGB jauh lebih murah harganya karena tidak ada biaya riset, uji, dan pemasaran. Namun, OGB memiliki fokus dalam menyediakan suplemen bagi tubuh.

2. Bisa Sembuh dari Penyakit yang Diderita

Secara umum, OGB tidak jauh berbeda khasiatnya dari yang bermerek, mengingat komposisinya sama dan telah melalui pengujian sebelumnya. Apabila mengkonsumsi obat generik bermerek bisa sembuh, hal serupa juga akan sama ketika menggunakan generik berlogo.

Jika masih ragu untuk mengonsumsinya, cobalah berkonsultasi dengan dokter yang memeriksa Anda. Apakah bisa mengonsumsi OGB untuk mengobati penyakit, berapa dosisnya, dan lama untuk mengkonsumsinya. Dengan demikian, kemungkinan sembuh bisa lebih tinggi.

3. Membantu Melawan Paradigma Negatif

Paradigma negatif muncul karena belum banyak orang memiliki pengetahuan utuh mengenai OGB. Karenanya, apabila semakin banyak orang menggunakan obat, keyakinan masyarakat akan meningkat dan lama-kelamaan paradigma negatif mulai berkurang.

Mengobati menjadi langkah terbaik untuk menyelesaikan sakit yang dialami. Namun, terkadang juga harus mempertimbangkan berbagai aspek lainnya, seperti finansial. Untuk itu, cobalah pesan obat generik berlogo saja, kami mampu menyediakan yang terbaik bagi Anda.

4. Obat Tidak Selalu ada Versi Generiknya

Hak paten penemuan obat biasanya bisa mencapai 20 tahun, sehingga untuk sebagian obat yang baru ditemukan beberapa tahun belum ada versi generiknya.  

Sehingga selama hak paten tersebut belum selesai, maka perusahaan obat lain tidak diperbolehkan menjual obat dengan bahan aktif yang sama. 

5. Layanan Kesehatan Pemerintah Wajib Meresepkan Obat Generik

Melalui Permenkes No. HK.02.02/MENKES/068/1/2010 disebutkan bahwa seluruh pelayanan kesehatan pemerintah diwajibkan memberikan resep obat generik. 

Hanya jika obat generik belum tersedia, maka dokter puskesmas atau klinik baru boleh memberikan resep obat generik bermerek.

Manfaat OGB

1. Kualitas Terjamin 

OGB harus memenuhi standar BPOM terkait dengan identitas, kekuatan, kualitas, kemurnian, dan kemanjuran obat. Ini memastikan bahwa OGB memiliki kualitas yang setara dengan obat bermerek yang telah habis masa patennya.

2. Harga Terjangkau

Karena tidak ada biaya promosi dan penelitian yang harus ditanggung, OGB dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan obat bermerek. Ini membuat OGB menjadi pilihan yang ekonomis bagi masyarakat luas dan sangat cocok untuk pengadaan dalam jumlah besar oleh pemerintah untuk program BPJS Kesehatan​​.

3. Aksesibilitas

OGB mudah diakses oleh masyarakat karena harganya yang terjangkau dan ketersediaannya yang luas. Ini membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap obat-obatan yang berkualitas.

Penuhi Kebutuhan Apotek Anda Bersama Distributor Obat Mandira Distra Abadi

Selain itu Anda juga perlu mengetahui suplemen makanan untuk tubuh. Penjelasan pada artikel Penting! Berikut 4 Manfaat Suplemen Makanan untuk Tubuh ini bisa menjadi referensi untuk Anda dalam menjaga kesehatan tubuh yang baik.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Tips Memilih Supplier Vitamin untuk Bisnis Apotek

Pemasok vitamin bagi bisnis apotek sangat penting untuk diperhatikan karena ketersediaan stok tentu menjadi perhatian utama dalam sebuah bisnis.

Jangan sampai obat-obatan penting tidak tersedia ketika sedang banyak permintaan dari masyarakat. Agar Anda mampu melaksanakan bisnis apotek dengan tepat, Anda perlu memilih supplier vitamin dengan cara memastikan produknya dengan baik.

Perkembangan bisnis Apotek selalu menunjukkan tren kenaikan yang positif. Hal ini dibarengi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat. Vitamin dan suplemen makanan menjadi incaran masyarakat.

Terlebih, pada kondisi pandemi seperti ini, kebutuhan masyarakat akan suplemen meningkat drastis. Prospektus yang tinggi ini menjadi faktor penarik perhatian bagi pemilik bisnis apotek atau yang hendak membuka apotek. Tentunya keberadaan supplier vitamin menjadi penting bagi mereka untuk memasok ketersediaan stok vitamin.

Selain itu juga, Anda juga perlu mengetahui 4 Manfaat Suplemen Makanan untuk Tubuh. Jadi tidak hanya penerapan suplemennya. Namun, Anda juga perlu mengetahui manfaatnya bagi tubuh Anda agar tidak terserang penyakit.

Tips Memilih Supplier yang Memasok Vitamin bagi Bisnis Anda

Sebagai seorang pemilik bisnis apotek, memilih supplier sedikit menantang. Pemilihan supplier yang tidak tepat akan berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis Anda, bahkan bisa membuat bisnis menjadi merugi apabila tidak jeli. Berikut ini adalah beberapa tips memilih suppliernya.

1. Memastikan Kualitas Produknya

Produk menjadi perhatian utama ketika hendak memutuskan apakah akan bekerja sama dengan suatu supplier tertentu. Produk yang baik dalam bidang farmasi bisa ditentukan dengan adanya label dari BPOM yang menunjukkan bahwa produk telah memenuhi standar dan layak dikonsumsi. Selain kualitas produk dengan adanya penanda BPOM, Anda juga harus memperhatikan juga kualitas pengiriman dan distribusi.

Dalam upaya memastikan proses distribusinya lancar, sertifikat CDOB (Cara Distribusi Obat yang Benar) diperlukan. Oleh karena itu, Anda pastikan apakah supliernya benar-benar memiliki produk berkualitas dan memiliki prosedur distribusi yang tersertifikasi. Apabila kualitas produknya tidak terjamin, alangkah baiknya Anda tidak memilih supplier tersebut karena berpotensi merugikan usaha.

2. Track Record yang Baik

Periksalah bagaimana rekam jejak dari suppliernya, bisa melihat dari berbagai ulasan-ulasan yang ada. Lihatlah bagaimana pendapat dan tanggapan dari para klien sebelumnya, bacalah secara seimbang antara ulasan baik dan buruknya. Melihat dari dua sisi mampu membantu Anda untuk melihat bagaimana dinamika menjalin mitra dengan suppliernya. Apabila ada kekurangan bisa digunakan sebagai bahan persiapan untuk meminimalisir risiko.

Selain rekam jejak, juga pastikan supplier memiliki kontak yang mudah untuk dihubungi. Komunikatif dalam menanggapi berbagai pertanyaan klien menunjukkan adanya keseriusan dan profesionalisme dalam menjalin kemitraan. Dengan begitu, ketika ada kendala, bisa dengan cepat didiskusikan.

3. Pertimbangkan Konsistensi untuk Jangka Panjang

Anda tentunya ingin agar bisnis bisa berjalan dalam kurun waktu yang panjang. Begitu juga untuk memastikan ketersediaan stoknya pasti juga harus memiliki supplier vitamin tetap. Tentu bisa saja berganti-ganti supplier, tetapi prosesnya cukup panjang. Idealnya adalah memiliki distributor yang terpercaya dan dapat menjalin kerja sama dalam waktu lama. Selain memudahkan mencari sumber obat dan vitaminnya, hal ini juga mempercepat proses restocking.

4. Perhatikan Penawaran Harganya

Pertimbangan berikutnya adalah penawaran harga. Sebagai seorang pemilik bisnis, keuntungan tentu harus dimaksimalkan. Keuntungan ini bisa diperoleh dengan menaikkan harga atau menurunkan biaya produksi. Carilah distributor yang memiliki harga yang pantas.

Cobalah menjalin hubungan baik dengan suppliernya karena hubungan baik terkadang melahirkan kesepakatan yang lebih ramah. Seperti mendapatkan potongan harga apabila membeli paket tertentu dan mendapatkan penawaran spesial.

5. Carilah Supplier Tambahan

Sebagai pemilik bisnis, Anda tentu mengetahui cara memanajemen risiko, salah satunya adalah tidak bergantung pada satu distributor saja. Bergantung pada satu distributor saja akan berdampak buruk apabila ada kejadian buruk menimpa distributor tersebut.

Memiliki supplier tambahan juga bisa menyelamatkan bisnis apabila salah satu distributornya sedang berhalangan untuk mengirimkan tepat waktu yang mungkin karena kendala transportasi atau kebijakan tertentu. Mempersiapkan ketersediaan obat dan suplemen menjadi salah satu keharusan dalam mengembangkan bisnis apotek. Menjalin kerja sama dengan supplier vitamin terpercaya dan bersertifikat dapat membantu pengembangan bisnis Anda lebih lancar.

Demikianlah beberapa tips memilih supplier vitamin untuk bisnis Anda. Sebaiknya menerapkan beberapa tips datas untuk keberlanjutan bisnis dan keuntungan dimasa yang akan datang. Hal ini karena tips di atas membahas tidak hanya sepak terjang bisnis apotek Anda dalam waktu dekat, tapi juga memberikan solusi untuk jangka panjang.

Selain tips untuk mengetahui supplier vitamin ini tepat atau tidak. Anda juga perlu mengetahui 5 Vitamin Kekebalan Tubuh yang Laris di Masa Pandemi. Hal ini cukup penting agar Anda dapat mengelola tubuh Anda agar tetap fit.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.