oleh mandiraadmin | Okt 6, 2021 | Tips Kesehatan
Vitamin yang dikonsumsi secara berlebihan berbahaya bagi kesehatan tubuh setiap orang tanpa disadari sebelumnya.
Meskipun vitamin tersebut bermanfaat dalam menjaga sistem imun seseorang, efeknya samping overdosis vitamin c perlu dicermati. Pada dasarnya, untuk mendapatkan asupan vitamin C, banyak orang mengonsumsi buah jeruk. Selain buah tersebut, rupanya mengonsumsi buah stroberi dapat memenuhi asupan nutrisi yang diperlukan tubuh.
Namun, tahukah Anda? dosis vitamin C yang didapat dari konsumsi harian jeruk dan buah lainnya akan terbuang bersama urine. Hal tersebut lantaran vitamin C mudah terlarut dalam cairan seperti urine. Secara umum, orang dewasa disarankan mengonsumsi vitamin C dengan kisaran kadar 65 sampai 90 miligram setiap hari. Maksimal kadar asupannya yaitu 2.000 miligram per hari.
Baca Juga: Ini Fakta dari Mandira, Distributor Farmasi Terpercaya
Bahaya Overdosis Vitamin C bagi Tubuh Setiap Orang
Setiap orang perlu mencermati bahaya yang ditimbulkan dari kebiasaan mengonsumsi vitamin C secara berlebihan. Dampak yang paling buruk akibat konsumsi vitamin C secara berlebihan, yaitu gangguan pada ginjal, pencernaan, sampai osteofit. Berikut ini bahaya overdosis vitamin C yang harus diwaspadai sejak dini.
1. Meningkatkan Risiko Terkena Batu Ginjal
Mengonsumsi vitamin C secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena batu ginjal. Hal ini karena vitamin tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda dengan jenis lainnya seperti A, B, atau D.
Asupan vitamin C yang dikonsumsi secara berlebih tidak akan menumpuk di dalam tubuh, melainkan nutrisi tersebut bisa terbuang bersama urine dalam bentuk oksalat. Namun, overdosis vitamin C tersebut tanpa disadari justru memperparah kondisi ginjal. Oksalat bisa terikat bersama mineral dan membentuk kristal yang nanti memicu munculnya batu ginjal.
2. Memicu Gangguan Pencernaan Seperti Diare
Bahaya dari asupan vitamin C yang berlebihan selanjutnya, yaitu memicu masalah diare. Kondisi tersebut ditandai dengan aktivitas buang air besar yang terjadi secara terus-menerus.
Permasalahan diare yang diakibatkan oleh asupan vitamin C berlebih juga ditandai dengan adanya rasa mual. Untuk menghindari hal tersebut, penderita sebaiknya mengurangi asupan vitamin C pada saat mengalami gangguan pencernaan.
3. Memicu Potensi Ketidakseimbangan Asupan Nutrisi
Overdosis vitamin C juga berpotensi mengganggu keseimbangan nutrisi di dalam tubuh. Hal ini bisa terjadi lantaran tubuh harus bekerja lebih keras untuk mengolah nutrisi yang masuk. Misalnya, pada kasus kurangnya asupan vitamin B12 di dalam tubuh seseorang. Kurangnya asupan nutrisi lain tersebut dikarenakan adanya kadar vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh.
4. Memicu Potensi Penumpukan Zat Besi di Dalam Tubuh
Permasalahan lain yang muncul akibat asupan vitamin C yang berlebihan, yaitu penumpukan zat besi di dalam tubuh. Potensi penumpukan lebih tinggi dikarenakan asupan vitamin C tidak terkontrol dengan baik. Selain itu, seseorang yang mengalami kelebihan zat besi juga berpotensi menderita penyakit lain. Seperti di antaranya pankreas, organ jantung, kelenjar tiroid, sistem saraf pusat hingga hati.
5. Meningkatkan Potensi Terkena Kanker Lebih Dini
Berlebihan mendapatkan asupan vitamin C dapat memicu penyakit kanker dalam diri seseorang. Hal ini lantaran vitamin C mempunyai tugas sebagai pro antioksidan yang berpotensi memicu kerusakan oksidatif.
6. Meningkatkan Risiko Osteofit
Terakhir, kelebihan mengonsumsi vitamin C bisa meningkatkan risiko osteofit. Kondisi osteofit terjadi ketika muncul tulang yang menonjol pada bagian tepi tulang, terutama biasanya pada sendi. Osteofit terkadang menimbulkan rasa nyeri.Jadi, asupan vitamin C memang dibutuhkan oleh tubuh sebagai penyeimbang nutrisi. Namun asupan yang berlebihan memunculkan bahaya overdosis vitamin C yang dapat mengancam tubuh Anda.
Baca Juga: 4 Cara Minum Obat Kapsul yang Mudah dan Ampuh
Jadi, asupan vitamin C memang dibutuhkan oleh tubuh sebagai penyeimbang nutrisi. Namun asupan yang berlebihan memunculkan bahaya overdosis vitamin C yang dapat mengancam tubuh Anda. Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
Sumber:
Hello Sehat. (2021, July 6). 5 bahaya dari kelebihan vitamin c. https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/overdosis-kebanyakan-mengonsumsi-vitamin-c/
SehatQ. (2019, October 30). Hati-hati, kelebihan vitamin c bisa sebabkan batu ginjal. https://www.sehatq.com/artikel/risiko-dan-efek-samping-kelebihan-vitamin-c
oleh mandiraadmin | Okt 4, 2021 | Tips Kesehatan
Sebagai distributor farmasi terpercaya, ada berbagai fakta penting dan menarik yang harus Anda ketahui mengenai Mandira.
Suplai obat merupakan hal yang paling penting untuk mencegah atau mengatasi situasi genting seperti ketika masa pandemi Covid-19 yang tengah menyerang saat ini. Ada berbagai jenis obat, mulai dari generik hingga bermerek. Setiap orang memiliki kecocokan yang berbeda-beda dengan jenis obat.
Kemudahan dalam memperoleh pengobatan dapat membantu menyehatkan seluruh masyarakat Indonesia kapan pun dan di mana pun mereka berada. Kami merangkum berbagai fakta penting dan menarik mengenai Mandira sebagai distributor farmasi terpercaya. Berbagai fakta ini dapat bermanfaat menjadi informasi bagi Anda dalam meyakinkan diri sendiri bahwa layanan dari Mandira terpercaya.
Baca Juga: 4 Cara Minum Obat Kapsul yang Mudah dan Ampuh
Banyak Merek Farmasi dari Distributor Farmasi Mandira
Fakta pertama, Mandira hadir sebagai distributor untuk berbagai merek farmasi. Kelebihannya adalah tidak perlu mencari ke berbagai tempat untuk menyuplai obat di toko atau apotek Anda. Ada beberapa merk yang tercatat didistribusikan oleh kami, yakni FM, Berlico, PIM, Itrasal, IFARS, Nova, Graha dan Holi di Jabodetabek. Kami tidak hanya berfokus menjual obat, tetapi juga menyediakan suplemen dan vitamin untuk kesehatan konsumen. Kemudahan dari Mandira sebagai distributor farmasi ini dalam rangka mewujudkan visi perusahaan yang mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.
Mandira Menyediakan Obat dengan Kualitas Baik dan Harga Terjangkau
Kami menyediakan berbagai pilihan jenis obat dengan harga terjangkau. Kesehatan adalah hak setiap orang dengan akses membeli obat yang mudah sebagai salah satu upaya mencapainya. Semakin banyak orang sehat maka semakin baik pencapaian setiap aspek yang menjadi tujuan Indonesia. Penting untuk diperhatikan bahwa yang terbaik bukan berarti yang paling mahal, melainkan yang paling ampuh dalam mengatasi penyakit.
Wilayah Distribusi Farmasi di Jawa dan Layanan ke Berbagai Tempat
Jabodetabek bukan satu-satunya wilayah distribusi kami. Selain itu, kami juga mendistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Cikarang, Karawang, Cikampek, dan Banten. Ke depannya, berkat kepercayaan pelanggan, bukan tidak mungkin lagi kami dapat mendistribusikan ke luar pulau Jawa. Suplai obat yang semakin luas akan membantu lebih banyak orang memperoleh kualitas hidup yang sehat. Sebagai distributor farmasi, Mandira berkomitmen untuk memberikan hal terbaik untuk menyempurnakan pencapaian Indonesia sebagai negara yang sehat.
Distribusi oleh Mandira tersebar ke berbagai fasilitas kefarmasian, seperti rumah sakit, klinik, apotek, dan toko obat. Banyaknya pilihan membantu Anda atau siapa pun dalam mengakses tempat terdekat dari rumah. Artinya, tidak perlu jauh-jauh pergi ke rumah sakit untuk memperoleh obat. Terkadang, pihak rumah sakit kehabisan stok sehingga hanya memberikan resep dan merekomendasikan pembelian obat ke apotek luar rumah sakit. Untuk menebus anjuran dokter, jangan lupa ajukan resep yang ditulis terlebih dahulu.
Tersedia Juga untuk Layanan Online dari Distributor Farmasi Mandira
Fakta terakhir, untuk mengikuti perkembangan zaman, kami dapat dihubungi melalui platform digital, seperti website dan WhatsApp. Layanan interaktif ini membantu siapa pun dalam mendapatkan pelayanan terbaik yang berkaitan dengan distribusi vitamin dan suplemen makanan. Berbagai fasilitas kefarmasian dapat menyiapkan berkas-berkas untuk memenuhi syarat dan ketentuan menjalin kerja sama dengan distributor farmasi Mandira demi mewujudkan hidup sehat bagi banyak orang.
Baca Juga: PBF adalah Usaha di Bidang Obat-obatan
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Sep 29, 2021 | Tips Kesehatan
Masyarakat umum mungkin belum mengerti kalau PBF adalah sebuah usaha di bidang farmasi yang berkaitan dengan distribusi dan penyimpanan.
Yang paling familiar adalah mengenai distribusi obatnya, yaitu ketika pergi ke apotek atau klinik. PBF sendiri merupakan kependekan dari Pedagang Besar Farmasi yang berbeda dari toko obat atau apotek biasa. PBF hanya melayani peredaran berbagai jenis obat dalam jumlah besar atau sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Model bisnisnya juga sedikit berbeda dari bisnis biasa, tetapi intinya sama, yaitu membantu pabrik farmasi untuk menyalurkan produk obatnya. Sasaran penerimanya adalah apotek, klinik, rumah sakit, dan berbagai tempat yang telah ditentukan lainnya.
Baca Juga: Bagaimana Cara Bekerja Sama dengan Pedagang Besar Farmasi
PBF Adalah Penghubung Antara Pabrik dan Distributor
Sistem kerja Pedagang Besar Farmasi telah diatur berdasarkan undang-undang untuk memastikan ketersediaan obat di masyarakat bisa terpenuhi secara merata. Selain itu, juga menjaga agar fungsinya tetap berjalan secara maksimal. Berikut ini beberapa fungsi dari PBF
1. Menyediakan dan Menyimpan Obat
Setelah diproduksi, obat tentunya harus disimpan dan siap untuk diedarkan agar bisa segera digunakan oleh masyarakat. Untuk membantu mempermudah proses penyimpanan, pengiriman, dan penyediaan obatnya, diperlukanlah tempat sentral. PBF memenuhi fungsi tersebut dengan adanya seorang apoteker penanggung jawab yang bisa memastikan penyimpanan dan distribusi sesuai dengan peran dan aturan undang-undang yang berlaku. Hal ini bisa mengurangi pengedaran suplemen palsu.
2. Distributor ke Fasilitas Kefarmasian
Tentunya mendapatkan obat langsung dari pabriknya oleh fasilitas kefarmasian tidaklah mudah. Adanya PBF sebagai penyalur tersebut membantu memudahkan setiap fasilitas kefarmasian mendapatkan suplai obatnya secara teratur. Adanya kontrol ketat dari kualitas penyimpanan dan pengiriman melalui sertifikat CDOB bisa menjamin dan menjaga kualitas obatnya. Aturan hukum yang tegas juga bisa menjadi salah satu penunjang terbentuknya jaringan distribusi yang sehat.
Mengenal Bagaimana Sistem Bisnis PBF
Secara umum bisnis adalah sebuah kegiatan menjual dan membeli untuk memaksimalkan keuntungan dengan mempertimbangkan biaya produksinya. Meskipun sedikit berbeda, sistem bisnis dari PBF tidak jauh berbeda dari prinsip dasarnya. Yang membedakan distributor biasa dengan PBF adalah cakupan distribusi dan kewajibannya saja. Namun, sebagai sebuah entitas bisnis tidak jauh berbeda. Beberapa fungsi, seperti pengadaan, penjualan, penyimpanan, dan penagihan tidak jauh berbeda. Dalam proses pengadaan, tidak sembarang suplemen akan dibeli. Pertama, mempertimbangkan kebutuhan dan kemendesakan. Kedua, juga mempertimbangkan faktor bisnis, seperti riwayat penjualan, program pemasaran, dan permintaan pasar.
Penyimpanan dan Pengiriman
Penyimpanan juga harus dipertimbangkan secara matang. Ada prosedur untuk mencegah terjadinya kerugian yang besar akibat tidak teliti dalam menyimpannya. Pertama adalah melihat bagaimana kondisi expired datenya. Sistem dalam menyimpan menggunakan prinsip first expired, first out. Artinya, barang mana yang akan kedaluwarsa terlebih dahulu harus dijual lebih dulu.
Penempatannya juga harus dikelompokkan berdasarkan golongan obatnya. Proses berikutnya adalah pengiriman. Namun, dalam mengirimkannya harus diperhatikan dengan betul standar CDOB. Pengiriman bisa dilakukan secara langsung apabila memiliki tim atau biasanya memanfaatkan layanan pihak ketiga.
Pembayaran dan Penagihan
Sistem terakhir yang harus dipahami ketika menggunakan model bisnis ini adalah penagihan pembayaran. Biasanya, karena penjualannya dalam jumlah banyak maka pembayarannya dapat menggunakan sistem kredit. Proses pembayaran dan penagihannya sederhana. Apabila fasilitas kefarmasian membutuhkan stok, tinggal menuju salesmannya untuk dibuatkan faktur pembayaran. Setelah disetujui oleh apoteker penanggung jawab, dikirimkan barangnya. Ketika jatuh tempo akan ditagih.
Usaha di berbagai bidang memiliki sistem dan cara kerja berbeda-beda. Namun, secara umum sistemnya sama, yaitu meliputi pengadaan, penyimpanan, dan pengiriman. Karena PBF adalah distributor besar maka beberapa proses distribusinya diatur melalui undang-undang.
Baca Juga: Melakukan Kerja Sama dengan Mandira Pedagang Besar Farmasi
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Sep 27, 2021 | Tips Kesehatan
Ketika masalah kesehatan pada saluran pernapasan terjadi, salah satu gejala umum yang muncul adalah batuk.
Penting diketahui bahwa tidak semua batuk itu sama, setiap jenisnya memiliki gejala yang berbeda-beda. Dalam menentukan pengobatan berupa jenis obat batuk yang tepat, Anda perlu memahami perbedaan gejala setiap jenis batuk.
Baca Juga: 4 Kriteria Distributor Obat Herbal yang Terpercaya
5 Jenis Obat Batuk
Berdasarkan fungsinya, Anda dapat membedakan obat batuk ke dalam 5 jenis sebagai berikut.
- Antitusif: Jenis obat batuk ini berfungsi untuk menekan refleks batuk di sistem saraf.
- Mukolitik: Jenis obat batuk ini bekerja dengan mengurangi kekentalan dahak yang menggumpal agar lebih mudah dikeluarkan Namun, mukolitik tidak dapat memberikan kesembuhan tetap di bagian paru-paru, baik bagi usia anak maupun dewasa.
- Dekongestan: Anda dapat mengonsumsi jenis obat batuk ini untuk melegakan hidung yang tersumbat.
- Ekspektoran: Jenis obat batuk ini bekerja dengan melonggarkan saluran pernapasan agar tubuh dapat mengeluarkan produksi dahak berlebih. Ekspektoran seringkali dikonsumsi ketika seseorang mengalami batuk berdahak.
- Antihistamin: Jenis obat batuk ini seringkali dikonsumsi ketika seseorang mengalami batuk yang disebabkan alergi. Batuk alergi biasanya ditandai dengan gatal, mata berair, dan bersin.
5 Jenis Batuk
Berdasarkan gejalanya, Anda dapat membedakan batuk ke dalam 5 jenis sebagai berikut.
1. Batuk Berdahak
Jenis batuk ini dikenal sebagai batuk produktif karena disertai dengan adanya produksi dahak berlebih di dalam saluran pernapasan. Seseorang yang mengalami batuk berdahak akan merasakan sesuatu yang mengganjal di bagian tenggorokan. Hal ini terjadi karena lendir atau dahak yang menggumpal. Sebenarnya, produksi dahak berperan untuk mendukung saluran pernapasan dalam menjaga kelembaban tenggorokan dan paru-paru. Tidak hanya itu, dahak berfungsi untuk membersihkan partikel asing atau iritan berbahaya dari saluran pernapasan.
2. Batuk Kering
Batuk kering disebut sebagai batuk non produktif karena tidak disertai dengan adanya produksi lendir berlebih di dalam saluran pernapasan. Jenis batuk ini biasanya semakin memburuk pada malam hari. Frekuensi dari batuk kering memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis batuk lainnya. Seseorang yang mengalami jenis batuk ini akan merasakan perih di bagian tenggorokan.
3. Batuk Darah
Jenis batuk ini memiliki istilah lain hemoptisis yang menandakan asal darah yang dikeluarkan ketika seseorang mengalami batuk. Darah dapat berasal dari bagian tenggorokan, paru-paru, atau bagian saluran pernapasan di sekitarnya. Umumnya, warna dan tekstur dari darah, yaitu merah terang hingga pekat yang sedikit berbusa karena bercampur dengan dahak.
4. Batuk Rejan
Jenis batuk ini memiliki istilah lain pertusis. Batuk rejan sering menular di antara usia anak-anak dan remaja secara cepat. Infeksi bakteri Bordetella pertussis di dalam saluran pernapasan menjadi penyebab dari jenis batuk ini. Batuk rejan disebut sebagai batuk seratus hari karena biasanya berlangsung selama 4 hingga 8 minggu.
5. Batuk Kronis
Berdasarkan jangka waktu berlangsung, batuk dikategorikan ke dalam 3 jenis. Pertama, batuk akut yang biasanya berlangsung selama 3 minggu. Kedua, batuk sub-akut yang biasanya berlangsung selama 3 hingga 8 minggu. Keempat, batuk kronis yang biasanya berlangsung selama 8 minggu hingga lebih.
Sebenarnya, batuk dapat hilang dengan sendirinya. Pada beberapa kasus, Anda tetap perlu berhati-hati terhadap jenis batuk yang berlangsung dalam jangka waktu panjang. Dengan berbagai jenis obat batuk dan kegunaannya yang berbeda-beda, Anda perlu menyesuaikannya dengan jenis batuk yang dialami.
Baca Juga: Golongan Obat Antibiotik dan Resistensi Antibiotik
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Sep 24, 2021 | Tips Kesehatan
Suplemen dan obat merupakan dua produk yang saat ini sedang dicari oleh masyarakat melalui berbagai distributor obat herbal.
Pengobatan herbal kini semakin diminati. Selain karena lebih alami, dipercaya manjur meredakan berbagai macam gejala. Namun, ada beberapa kriteria distributor obat herbal agar lebih dipercaya seperti memiliki izin resmi dan produk bersertifkat BPOM, Memiliki alamat yang jelas baik offline maupun online, dan harga yang ditawarkan tidak mencurigakan banyak orang. Tingginya peminat obat herbal dilatarbelakangi dari tuntutan hidup sehat dan menjaga kebugaran tubuh di masa pandemi.
Masyarakat harus benar-benar memastikan kondisi tubuh bugar dan sehat sehingga potensi tertular virus cenderung minim. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi dan perangkat digital, menyeleksi distributor obat herbal juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit yang mengaku terpercaya, tetapi pada kenyataannya hanyalah kemasan atau pemasaran saja.
Selain itu Anda juga perlu mengetahui Peran Penting Distributor Obat Herbal di Masa Pandemi ini bisa menjadi referensi Anda dalam menjual obat herbal. Peran penting ini perlu ditanamkan, agar para distributor dapat melakukan produktivitas dengan baik dan efektif.
4 Kriteria yang Harus Dimiliki Distributor Obat Herbal
Sebagai bagian dari masyarakat, Anda harus jeli dalam memilih toko atau distributor. Kurang jeli dalam mempelajari toko bisa menimbulkan kerugian secara finansial maupun kesehatan. Untuk mempermudah menyeleksinya, berikut ini beberapa kriterianya.
1. Memiliki Izin Resmi dan Produknya Bersertifikasi BPOM
Kesehatan adalah hal yang sangat mahal. Karenanya, di Indonesia harus ada standarisasi apabila ada produk-produk kesehatan yang hendak diedarkan oleh masyarakat. Salah satunya adalah melalui BPOM untuk memastikan aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping.
Masyarakat Indonesia masih identik dengan kepercayaan tradisional sehingga terkadang pengetahuan masa lalu langsung diterapkan tanpa ada bukti secara ilmiah. Hal ini juga yang membuat banyak orang bisa mengklaim bahwa obatnya bisa menyembuhkan penyakit tertentu.
Adanya izin resmi mengedarkan obat dan memiliki sertifikat BPOM bisa mencegah adanya spekulasi-spekulasi tersebut. Selain itu, sebagai konsumen bisa lebih lega dan mengetahui khasiat spesifiknya sehingga bisa bijak dalam mengonsumsi obat herbalnya.
2. Alamat Jelas, Secara Fisik Maupun Online
Ketika berselancar di internet dengan kata kunci “obat herbal”, ada banyak sekali rekomendasi toko yang menjualnya. Masing-masing toko akan mengklaim bahwa dirinya terpercaya dan memiliki sertifikat dari BPOM. Cara memeriksa apakah toko tersebut benar-benar terpercaya adalah dengan memeriksa kejelasan alamatnya.
Pertama, mulai dari memeriksa apakah menggunakan domain gratisan atau berbayar. Hindari membeli produk dari domain gratisan karena cenderung tidak profesional. Kedua, periksalah alamat fisiknya dan pastikan jelas dan lengkap.
Anda juga bisa memeriksanya secara langsung menggunakan google maps apabila di dekat jalan. Meskipun tidak akurat, cara ini bisa memastikan apakah alamatnya benar-benar ada.
3. Harga yang Ditawarkan Tidak Mencurigakan
Harga juga bisa menjadi indikator apakah distributor obat herbal dapat dipercaya atau tidak. Terkadang ada brand-brand obat herbal yang sudah terkenal dan beredar luas di pasaran sehingga harganya cukup stabil. Namun, apabila ada yang menawarkan jauh di bawah itu, patut dicurigai.
Bisa juga dengan memeriksa apakah obat sejenis memiliki harga serupa atau dari toko lain menjual dengan harga yang sama. Perbedaan yang signifikan bisa menjadi tanda ada sesuatu dari distributornya. Terlalu murah mencurigakan, terlalu mahal juga perlu dipertanyakan.
4. Tidak Menawarkan Obat Segala Macam Penyakit
Fenomena ini pastinya sering ditemui ketika hendak membeli suplemen atau obat herbal. Tawaran agar bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Khasiat itu antara fiksi atau hanya kemasan semata karena sejatinya tidak ada bahan yang dapat mengobati segala macam penyakit.
Pada kondisi tertentu, diperlukan zat untuk menurunkan tekanan darah yang berfungsi mengobati hipertensi. Namun, kondisi lainnya diperlukan zat menaikkan tekanan darah apabila sedang mengalami hipotensi. Ini ilustrasi bahwa tidak ada obat segala macam penyakit.
Mengobati dan meningkatkan imun tubuh bisa diperoleh dengan ramuan herbal. Bahan alami dari tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran sudah lama digunakan untuk menunjang kebugaran tubuh. Namun, Anda harus jeli dalam memilih distributor obat herbal agar tidak merugi.
Ingin mendapatkan distributor farmasi terbai? Anda dapat Simak 5 Tips Memilih Distributor Farmasi Terbaik yang dapat Anda implementasikan dengan baik.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
oleh mandiraadmin | Sep 22, 2021 | Tips Kesehatan
Untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, Anda bisa mengonsumsi obat antibiotik.
Cara kerjanya adalah dengan menghambat pertumbuhan bakteri di dalam tubuh sehingga meredakan gejala dan mengobati penyakit yang diderita. Penting diketahui bahwa obat antibiotik tidak bisa dikonsumsi untuk mengobati mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus. Bakteri sendiri terdiri atas berbagai jenis, mulai dari aerob dan anaerob hingga gram positif dan gram negatif. Oleh karena itu, tidak semua obat antibiotik efektif melawan bakteri. Di sini, kami telah merangkum golongan obat antibiotik yang biasa digunakan dan kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan resistensi antibiotik.
Baca Juga: Waspada! Vitamin Anak Belum Tentu Baik bagi Kesehatan
10 Golongan Obat Antibiotik
Obat antibiotik tersedia dalam spektrum sempit yang melawan jenis bakteri spesifik dan spektrum luas yang melawan beberapa jenis bakteri sekaligus.
- Penicillin
- Tetracycline
- Cephalosporin
- Quinolone
- Lincomycin
- Makrolida
- Sulfonamide
- Glycopeptide
- Aminoglikosida
- Carbapenem
Jangan Lakukan Kebiasaan Buruk Ini untuk Menghindari Resistensi Antibiotik
Berbeda dari jenis obat-obatan lainnya, obat antibiotik tidak boleh terlalu sering dikonsumsi, apalagi dengan cara yang kurang benar. Kesalahan dalam aturan penggunaan obat antibiotik dapat menyebabkan terjadi resistensi antibiotik. Hal ini bukan berarti tubuh menjadi resisten atau kebal terhadap obat antibiotik, melainkan bakteri menjadi kebal terhadap obat antibiotik yang memang dirancang untuk melawannya. Akibatnya, Anda pun akan semakin tidak lekas sembuh. Selama proses pengobatan yang mengharuskan Anda mengonsumsi obat antibiotik, ada beberapa kebiasaan buruk yang jangan dilakukan untuk menghindari resistensi antibiotik.
1. Berhenti Mengonsumsi Obat Antibiotik
Pertama, jangan berhenti mengonsumsi obat antibiotik meskipun Anda merasa penyakit yang diderita jauh lebih membaik. Mengapa? Kebiasaan buruk ini mungkin hanya membunuh beberapa bakteri saja. Sementara itu, bakteri yang sudah kebal terhadap obat antibiotik akan kembali dengan ketahanan yang lebih kuat saat penyakit yang sama kambuh nantinya.
2. Mengurangi atau Menambah Dosis Obat Antibiotik
Kedua, jangan mengurangi atau menambah dosis obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Apabila lupa mengonsumsi obat antibiotik, Anda juga tidak diperbolehkan mengonsumsi dua obat antibiotik sekaligus. Mengapa? Kebiasaan buruk ini justru meningkatkan potensi resistensi antibiotik. Bahkan, memicu beberapa efek samping lainnya, mulai dari gangguan pada saluran pencernaan hingga.
3. Saling Berbagi Obat Antibiotik dengan Orang Lain
Ketiga, jangan saling berbagi obat antibiotik yang sedang dikonsumsi dengan orang lain. Setiap orang memiliki kebutuhan akan obat antibiotik yang berbeda-beda sehingga dosis Anda pun belum tentu sama dengan orang lain.
4. Mengonsumsi Obat Antibiotik untuk Mencegah Infeksi
Keempat, jangan mengonsumsi obat antibiotik untuk mencegah infeksi, apalagi mengobati mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus. Sekali lagi, obat antibiotik memang dirancang hanya bisa melawan bakteri, bukan virus.
5. Menyisakan Obat Antibiotik untuk Dikonsumsi ketika Sakit pada Kemudian Hari
Kelima, obat antibiotik harus dikonsumsi sampai habis sesuai dengan dosis yang diresepkan oleh dokter. Apabila menyisakan obat antibiotik, Anda tidak mengikuti resep dokter. Jika sakit pada kemudian hari, Anda tetap akan membutuhkan obat antibiotik baru sesuai dengan dosis yang diresepkan oleh dokter. Jadi, tidak boleh hanya sekadar melanjutkan mengonsumsi obat antibiotik yang sebelumnya.
Baca Juga: Jangan Keliru, Begini Cara Menghitung Dosis Obat yang Benar
Demikianlah penjelasan tentang golongan obat antibiotik dan resistensi antibiotik yang perlu Anda ketahui. Hindari kelima tindakan di atas untuk menghindari resistensi antibiotik. Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.