...

Kenali Perbedaan Gejala Flu Batuk dan Covid-19

Gejala flu dan batuk bisa terjadi kepada siapa saja dan penyebabnya juga sangat beragam.

Namun, pada dua tahun terakhir, gejala flu batuk menjadi indikasi penyakit Covid-19 sehingga dirasa cukup menakutkan bagi masyarakat. Namun, bukan berarti orang yang mengalami kedua gejala tersebut terkena virus Corona, melainkan bisa saja penyakit musiman saja. Jadi, jangan langsung mengambil kesimpulan sebelum dilakukan tes untuk mengetahui kebenarannya.

Ketika Anda berada dalam kondisi tersebut, tidak selalu harus langsung melakukan tes laboratorium. Gejala flu dan batuk pada penyakit biasa tidak sama dengan serangan virus Corona. Jika Anda mengetahui perbedaannya, akan mudah untuk mengidentifikasi apakah itu  flu dan batuk berbahaya atau tidak. Kali ini, kami akan berbagi mengenai cara membedakan gejala coronavirus dan rhinovirus.

Baca Juga: Bagaimana Posisi Tidur dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan

Penyebab Munculnya Gejala

Pertama-tama, Anda harus mengetahui apa saja yang bisa menjadi penyebab kedua gejala ini. Keduanya sangat umum terjadi dan bisa mengindikasikan berbagai penyakit, baik ringan maupun mematikan.Flu dan batuk bisa muncul karena perubahan cuaca dari panas ke dingin dan sebaliknya. Ketika kondisi imun tubuh kurang baik, Anda akan mudah mengalaminya apalagi jika tidak terbiasa dengan cuaca dingin.

Kedua gejala ini juga bisa terjadi akibat kebiasaan buruk, seperti merokok. Kebiasaan seperti ini akan memicu penyakit berbahaya, seperti gangguan pada organ jantung dan paru-paru sehingga menimbulkan batuk berkepanjangan. Selain itu, polusi udara juga bisa menjadi penyebab terjadinya batuk dan flu karena polutan yang mengandung banyak virus serta bakteri. Jadi, jika mengalami kedua gejala ini, Anda harus cek dahulu penyebabnya sehingga dapat mengambil penanganan cepat.

Perbedaan Gejala Flu Batuk Biasa dan Covid-19

Kekhawatiran terjangkit virus Corona memang membuat banyak orang takut, tetapi tidak boleh berlebihan. Jangan sampai terlalu takut sehingga membuat Anda mengalami depresi. Lebih baik belajar mengenali perbedaan gejala batuk biasa dan Covid-19 berikut ini:

1. Waktu Kemunculan Gejala

Penderita pilek biasanya akan memunculkan gejala setelah terinfeksi selama 2-3 hari, kemudian mengalami batuk, bersin, hidung berair, juga hidung tersumbat. Selain itu, juga akan merasa tenggorokan kering dan sakit. Fokus utamanya adalah saluran pernapasan bagian atas. Pada penderita Covid-19, gejalanya terjadi pada saluran pernapasan bagian bawah yang bisa muncul kapan saja. Bahkan, pada banyak kasus, terjadi tanpa adanya gejala sehingga memang lebih sulit dideteksi.

2. Jenis Virus

Gejala flu dan batuk biasanya terjadi karena infeksi virus rhinovirus, sedangkan Covid-19 terjadi karena virus severe acute respiratory syndrome coronavirus. Meskipun keduanya bisa memperlihatkan gejala yang sama, tetapi berasal dari virus berbeda. Oleh sebab itu, penangannya sangat berbeda. Penyakit akibat rhinovirus dapat diobati dengan cara alami dan mengonsumsi obat pilek. Berbeda dengan coronavirus yang harus diobati khusus, baik dengan isolasi mandiri maupun perawatan di rumah sakit.

3. Terjadinya Demam

Umumnya, penderita pilek akan mengalami demam yang diikuti rasa sakit di bagian kepala. Demamnya cenderung tidak terlalu tinggi, bahkan beberapa penderita tidak mengalami demam. Berbeda dengan coronavirus yang menyebabkan demam tinggi secara tiba-tiba. Meskipun demikian, tidak semua penderita akan mengalami demam, beberapa bahkan tidak merasakan kenaikan suhu tubuhnya.

4. Terjadinya Sesak Napas

Sesak napas sangat sering terjadi pada penderita infeksi coronavirus, bahkan keadaan ini seringkali menjadi penyebab kematian. Adanya komplikasi yang muncul merupakan penyebab kematian yang disebabkan coronavirus. Sementara itu, pada penderita pilek, sesak napas terjadi akibat adanya lendir di bagian tenggorokan dan hidung.

Keadaan ini tidak memerlukan perawatan serius dan bisa diobati dengan berbagai cara alami. Pada pasien Covid-19, harus dilakukan perawatan intensif karena tingkat saturasi oksigen harus selalu berada di atas 90%. Apabila kurang dari itu, akan membahayakan nyawa pasien.

Baca Juga: Setelah Vaksin Harus Apa? Simak Hal-Hal Berikut ini

Jadi terlihat jelas bahwa pilek biasa berbeda dengan Covid-19 sehingga dapat dibedakan cukup mudah. Anda dapat melihat dari gejala flu dan batuk yang dialami penderita dan apa penyebabnya, tetapi untuk lebih jelasnya bisa langsung lakukan pemeriksaan ke dokter.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Bagaimana Posisi Tidur dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan

Apakah Anda mengetahui bagaimana posisi tidur di malam hari akan memengaruhi kesehatan?

Sangat umum terjadi, ketika salah posisi tidur membuat badan terasa pegal dan kaku, bukan? Hampir semua orang pernah mengalaminya. Hal ini terjadi karena ketika mengambil posisi yang salah dan bertahan di waktu lama akan membuat tubuh menjadi nyeri dan lemas. Jadi, tujuan tidur untuk beristirahat justru tidak tercapai karena tidak memosisikan diri dengan benar.

Ketidaknyamanan ini bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti kasur terlalu keras, sprei tidak nyaman, sarung bantal kasar, atau karena kebiasaan. Jika Anda seringkali merasa tidak nyaman saat bangun di pagi hari, bisa saja karena salah satu alasan tersebut. Nah, kali ini kami ingin membahas bagaimana posisi tidur yang memberikan dampak bagi kesehatan. Dengan demikian, Anda dapat memilih posisi mana paling sesuai dan dapat digunakan memperbaiki kualitas tidur pada malam hari.

Baca Juga: Setelah Vaksin Harus Apa? Simak Hal-Hal Berikut ini

Bagaimana Posisi Tidur Memengaruhi Kesehatan

Beristirahat pada malam hari menjadi hal wajib bagi semua orang karena sangat berpengaruh ketika bangun pada pagi hari. Namun, terkadang istirahat malam tidak memberikan dampak sesuai keinginan Anda dan malah menimbulkan ketidaknyamanan. Hal ini terjadi salah satunya karena posisi tidur yang salah. Akibatnya, terjadi kram otot, sirkulasi darah tidak lancar, dan rasa sakit di bagian tubuh tertentu yang akhirnya membuat kesehatan tubuh memburuk.

Keluhan yang paling sering muncul adalah rasa sakit di bagian punggung sehingga membuat Anda terbangun di tengah malam. Kondisi ini juga akan menyebabkan insomnia, kemudian memperburuk kondisi tubuh. Jika tidak segera ditangani, kemungkinan Anda akan mengalami gangguan pada tulang dan bagian tubuh lainnya sangatlah tinggi. Oleh karena itu, Anda harus segera memperbaiki posisi tidur dan mengubah kebiasaan buruk yang selama ini dilakukan.

Pengaruh Pemilihan Posisinya Bagi Kesehatan

Agar dapat memilih posisi tidur dengan benar, kami akan memberikan informasi mengenai hal tersebut. Berikut ini adalah 5 posisi tidur yang sering dilakukan dan pengaruhnya bagi kesehatan.

1. Telungkup

Sebaiknya Anda jangan tidur telungkup karena sangat tidak bagus untuk kesehatan. Tidak hanya menyebabkan nyeri pada tulang belakang, tetapi juga menyebabkan keriput dini di wajah. Saat tengkurap dalam waktu lama, apalagi sepanjang malam, membuat bagian punggung tidak ditopang dan menimbulkan nyeri.

Selain itu, nyeri juga akan terasa di bagian leher sebab semalaman berputar hampir 90 derajat. Wajah yang menempel terus menerus pada bantal juga akan menimbulkan keriput karena tergesek dengan permukaan bantal. Tambahan lagi, kelembapan kulit juga terganggu sehingga membuat cepat kering dan menjadi penyebab keriput.

2. Hadap Samping

Bagaimana posisi tidur yang baik adalah menghadap ke samping. Posisi ini akan membuat tulang belakang dan leher menjadi lebih nyaman. Bahkan, posisi tidur ini disarankan bagi penderita penyakit asam lambung dan ibu hamil.

Posisi ini dapat mengurangi refluks asam lambung sehingga membuat penderita penyakit asam lambung merasa nyaman. Lalu, bagi ibu hamil akan meningkatkan aliran darah ke rahim.

3. Telentang

Posisi ini yang paling bagus karena merupakan posisi alami sehingga menghindarkan Anda dari nyeri otot dan sendi. Gunakan posisi bantal yang pas agar istirahat semakin nyaman, terutama bagi penderita penyakit asam lambung.

4. Meringkuk

Meringkuk adalah posisi beristirahat yang dipilih oleh banyak orang karena dinilai memberikan kenyamanan dan juga perlindungan. Sebenarnya, posisi ini juga bagus, terutama bagi ibu hamil.

Namun, bagi penderita radang sendi di bagian punggung tidaklah baik beristirahat dengan posisi meringkuk. Hal ini akan menyebabkan bagian punggung menerima tekanan lebih dan dapat memperparah radang yang diderita.

5. Lengan ke Atas

Banyak juga orang tidur dengan mengangkat lengan ke atas karena dapat mengatasi permasalahan kulit dan penuaan dini. Selain itu, posisi ini juga mampu mengatasi masalah pada area punggung. Namun, sisi negatifnya adalah dapat memicu Anda untuk mendengkur dan membuat penyakit asam lambung kambuh. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan bantal ideal sehingga asam lambung tidak naik ke kerongkongan.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Efek Stress Pada Tubuh

Nah, bagaimana posisi tidur yang biasa Anda lakukan? Apakah sudah baik atau justru sebaliknya? Mulai sekarang perhatikan bagaimana posisi tidur yang nyaman sehingga memberikan manfaat bagi tubuh Anda. Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Setelah Vaksin Harus Apa? Simak Hal-hal Berikut ini

Mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui setelah vaksin harus apa.

Sesudah divaksin bukan berarti pola hidup kembali sama seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. Supaya vaksinasi bisa menghadirkan manfaat optimal bagi masyarakat, Setelah vaksin harus apa? Anda perlu memperhatikan beberapa hal penting. Dengan begitu, pandemi bisa segera mereda dan masyarakat dapat hidup dalam kondisi lebih baik.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Efek Stress Pada Tubuh

Hal Penting Mengenai Setelah Vaksin

Vaksin ditujukan untuk meningkatkan antibodi. Namun, bukan berarti bisa menerapkan pola hidup tidak sehat. Anda tetap harus berupaya menjaga kesehatan. Selain itu, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti di bawah ini.

1. Tetap Memakai Masker

Meskipun sudah mendapat vaksin Covid-19, bukan berarti sudah terbebas dari potensi serangan virus tersebut. Akan memerlukan selama beberapa waktu agar tubuh mampu menghasilkan antibodi maksimal. Meskipun nanti akan mendapatkan vaksin (1-2 kali dosis tergantung pada jenis vaksin), Anda tetap perlu melindungi diri dari serangan virus.

Vaksin tidak bisa melindungi 100 persen, tetapi hanya berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Oleh karena itu, Anda tetap perlu mematuhi protokol kesehatan. Salah satu protokol kesehatan tersebut ialah memakai masker. Anda perlu memakai masker ketika keluar rumah, baik itu pada jarak dekat maupun jauh.

2. Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan

Setelah menjalani vaksin, banyak orang berpikir untuk bebas bepergian, seperti liburan ke luar kota atau luar negeri. Aktivitas tersebut akan mendekatkan diri dengan kerumunan orang dan kontak sosial.

Oleh karena itu, setelah vaksin harus apa? Tetap wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan karena Anda masih berpotensi tertular atau menularkan virus Covid-19.

3. Merawat Anggota Keluarga

Seseorang yang sudah mendapat vaksin bisa membantu merawat anggota keluarga penderita Covid-19. Contohnya dengan membantu mengantarkan makanan atau minuman dan memeriksa suhu tubuh.

Namun, Anda harus tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Anda juga perlu konsultasi kepada dokter mengenai usaha bantuan tersebut sehingga tidak menyebabkan penularan virus.

Setelah Vaksin Harus Apa, Tetap Memakai Masker

Sesudah vaksin, masih ada kewajiban untuk memakai masker. Vaksinasi ditujukan untuk membangun kekebalan sehingga penularan penyakit dapat dikendalikan. Oleh karena itu, seluruh masyarakat dianjurkan untuk mengikutinya.

1. Masih Berpotensi Menularkan

Meskipun vaksin dianggap efektif untuk mencegah penularan Covid-19, bukan berarti bisa kebal 100%. Vaksin juga belum terbukti mampu mencegah seseorang menyebarkan virus tersebut kepada orang-orang di sekitarnya. Vaksin Covid-19 diinjeksikan ke dalam otot dan bekerja menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi.

Kemudian, menjadi tameng untuk menangkal infeksi dan gejala berat. Paru-paru dapat diakses oleh antibodi. Namun, antibodi ini belum mampu menetralkan virus yang sudah menempel di kelenjar mukosa pada hidung. Virus tersebut masih berpotensi menular pada orang lain.

2. Terdapat Kemungkinan Varian Virus Baru

Tetap memakai masker juga bertujuan untuk melindungi dari serangan varian virus baru. Terdapat kemungkinan vaksin yang sudah dijalani belum mampu menangkal varian virus baru. Oleh karena itu, masker dijadikan sebagai salah satu alat perlindungan diri.

3. Mengikuti Etika Kolektif

Indonesia telah menetapkan protokol kesehatan berupa memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Hal ini wajib dilaksanakan oleh semua orang tanpa terkecuali. Oleh karena itu, wajib untuk mengikutinya meskipun sudah mendapat vaksin.

Mengikuti protokol kesehatan merupakan bentuk tanggung jawab dan etika bahwa setiap anggota masyarakat bersama berupaya mencegah penularan virus Covid-19.

Baca Juga: Inilah 5 Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi

Setelah vaksin, banyak orang berpikir sudah kebal 100% dari virus Covid-19. Padahal, masih ada potensi tertular dan menularkannya. Oleh karena itu, perlu menerapkan hal-hal penting setelah vaksin harus apa saja. Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Wajib Tahu! Ini Efek Stress Pada Tubuh

Efek stress pada tubuh sangat bermacam-macam.

Stres sendiri merupakan reaksi tubuh yang muncul ketika seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau suatu perubahan. Selain itu, stres juga dapat muncul karena pikiran yang membuat putus asa, gugup, atau marah. Hal-hal di atas akan memicu respon tubuh, baik secara fisik maupun mental. Respon tubuh dapat berupa napas dan detak jantung yang cepat, otot menjadi kaku, hingga tekanan darah meningkat.

Baca Juga: Inilah 5 Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi

Mengenal Gejala Stress

Stres biasanya dipicu oleh tekanan batin, seperti masalah di dalam keluarga, hubungan sosial, patah hati, hingga masalah keuangan. Apabila mempunyai anggota keluarga yang mudah mengalami stres, dapat menular kepada orang-orang di sekitarnya.

Stres dapat berhenti ketika situasi dan kondisi yang menjadi penyebabnya berhasil dilewati. Sementara itu, apabila berlangsung dalam kurun waktu lama, dapat mengganggu kesehatan fisik, bahkan melemahkan daya tahan tubuh. Tidak hanya itu, stres juga dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan hingga sistem reproduksi.

Apabila berlangsung terus menerus, juga dapat menimbulkan gangguan tidur. Padahal, istirahat sangat penting bagi kesehatan. Banyak gejala yang muncul ketika mengalami stres. Gejala tersebut dapat berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada penyebab dan cara menyikapinya.

Gejala Emosi

Pertama, gejala emosi, seperti gusar, frustasi, dan suasana hati yang mudah berubah. Kemudian, gejala emosi juga dapat berupa kesulitan untuk menenangkan pikiran, rendah diri, merasa kesepian, tidak berguna, bingung, dan hilang kendali. Bahkan, sampai menghindari orang lain dan mudah mengalami depresi.

Gejala Fisik

Kedua, gejala fisik, seperti lemas, pusing, migrain, sakit kepala tegang, dan gangguan pencernaan (mual, diare, susah buang air besar). Gejala fisik juga dapat berupa nyeri otot, jantung berdebar, sering batuk pilek, hingga gangguan tidur. Kemudian, gejala fisik juga dapat berupa hasrat seksual menurun, tubuh gemetar, telinga berdengung, kaki tangan terasa dingin hingga berkeringat, mulut kering dan sulit menelan. Bagi perempuan, stres dapat menimbulkan gangguan menstruasi.

Gejala Kognitif

Ketiga, gejala kognitif. Misalnya, sering lupa, sulit memusatkan perhatian, pesimis, mempunyai pandangan negatif, dan membuat keputusan tidak baik. Keempat, gejala perilaku, seperti tidak ingin makan atau justru makan secara berlebihan. Gejala perilaku juga dapat berupa menghindari tanggung jawab dan menunjukkan sikap gugup, seperti menggigiti kuku atau berjalan bolak-balik. Kemudian, gejala perilaku juga dapat berupa merokok hingga mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

Berbagai Efek Stress Pada Tubuh

Stres dapat berpotensi menurunkan imunitas tubuh karena dianggap sebagai faktor penyebab berkurangnya daya tahan tubuh hingga menyebabkan mudah sakit. Terdapat beberapa efek stres di dalam penjelasan di bawah ini.

1. Menurunnya Kekebalan Tubuh

Ketika mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol. Hormon ini memiliki peran penting dalam mengendalikan gula darah melalui pelepasan insulin. Namun, kadar hormon kortisol yang  tinggi dapat menghambat pelepasan histamin. Kemudian, menghambat respons peradangan untuk melawan zat asing. Oleh karena itu, stres dalam jangka waktu lama dapat berpotensi menyebabkan mudah terinfeksi penyakit.

2. Sesak Napas

Kondisi tertekan dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Saat berada dalam kondisi pemicu tertekan, otak melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. Keduanya akan meningkatkan fungsi tubuh, termasuk peningkatan denyut jantung. Hal ini berdampak pada menyempitnya otot-otot saluran pernapasan dan pembuluh darah. Anda akan mengambil napas dengan pendek dan cepat secara tidak sadar yang dapat menyebabkan sesak napas.

3. Meningkatnya Risiko Hipertensi

Hormon kortisol dan adrenalin tadi akan membuat jantung berdetak lebih cepat. Hal ini menjadikan pembuluh darah yang menuju ke otot besar dan jantung melebar. Tekanan dan volume darah yang dipompa ke seluruh tubuh naik sehingga meningkatkan risiko hipertensi.

Baca Juga: Olahraga di Rumah? Ini Pentingnya bagi Kesehatan

Tekanan hidup banyak dirasakan oleh manusia sehingga dapat menyebabkan stres. Situasi dan kondisi tersebut dapat mempengaruhi kesehatan. Efek stress pada tubuh berupa hal negatif sehingga Anda perlu mewaspadainya. Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Inilah 5 Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi

Mengatasi tekanan darah tinggi berguna untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius nantinya.

Penyakit yang biasa disebut dengan hipertensi ini merupakan sebuah kondisi ketika seseorang mempunyai tekanan darah di atas batas normal. Jika hipertensi dibiarkan saja, akan memicu berbagai penyakit lain, seperti serangan jantung, gagal ginjal, stroke, hingga masalah kesehatan retina mata. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab hipertensi dan cara mengatasi tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Olahraga di Rumah? Ini Pentingnya bagi Kesehatan

Penyebab Hipertensi

Hipertensi dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari pola hidup yang tidak sehat hingga mengonsumsi makanan pemicu hipertensi. Simak beberapa penyebabnya yang wajib diwaspadai berikut ini.

1. Jarang Melakukan Aktivitas Fisik

Salah satu pemicu meningkatnya tensi darah, yaitu jarang melakukan aktivitas fisik. Kurang bergerak dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras dalam memompa darah sehingga berdampak pada terjadinya hipertensi.

2. Obesitas

Sudah bukan rahasia lagi apabila obesitas dapat memicu berbagai penyakit berat. Semakin berat massa tubuh, oksigen dan nutrisi yang diperlukan semakin tinggi. Hal ini membuat jantung bekerja lebih keras sehingga menjadikan tekanan darah meningkat.

3. Merokok

Merokok tidak hanya menyebabkan gangguan pernapasan, tetapi juga gangguan jantung. Kandungan zat kimia di dalam rokok dapat membuat lapisan dinding arteri menjadi rusak. Hal ini membuat arteri menyempit dan tekanan darah naik.

4. Faktor Usia

Untuk mengatasi tekanan darah tinggi pada orang lanjut usia mungkin lebih sulit. Semakin bertambahnya usia, organ dan pembuluh darah akan mengalami penurunan fungsi, salah satunya ginjal. Ketika ginjal tidak dapat bekerja secara optimal maka garam dan cairan tubuh menjadi tidak seimbang. Penambahan usia juga dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku sehingga meningkatkan risiko hipertensi.

5.  Minuman Beralkohol

Minuman keras atau minuman yang mengandung alkohol menjadi pemicu hipertensi. Mengonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan lemak darah dan memicu penumpukan lemak di dinding arteri.

6.  Stres

Peningkatan hormon stres, seperti kortisol dan adrenalin dapat memicu hipertensi dan gangguan kesehatan lainnya, seperti serangan jantung hingga stroke. Oleh karena itu, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Gaya Hidup Sehat sebagai Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi

Setelah membahas mengenai berbagai penyebab hipertensi, pada bagian ini akan mengulas cara mengontrol dan mengurangi hipertensi. Simak beberapa cara di bawah ini.

1. Rutin Mengonsumsi Makanan Sehat

Anda perlu mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian secara rutin. Kandungan potasium yang terdapat di dalamnya dapat membantu mengurangi efek natrium pada tekanan darah. Tidak hanya itu, Anda juga perlu mengonsumsi susu rendah lemak dan mengurangi makanan mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Makanan sehat tersebut dapat mencegah berbagai penyakit lainnya.

2. Menjaga Berat Badan Ideal

Hipertensi biasa dikaitkan dengan obesitas. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga berat badan agar tetap dalam kondisi ideal. Apabila berat badan di atas normal, Anda perlu menurunkannya.

3. Rutin Berolahraga

Olahraga dapat membantu menghindari hipertensi. Cukup melakukan olahraga selama 30 menit  secara rutin  setiap hari atau sesuai petunjuk dokter. Beberapa olahraga yang dapat dicoba, seperti jalan kaki, jogging, dan bersepeda.

4. Mengurangi Natrium

Anda perlu membatasi konsumsi natrium sampai di bawah 2.300 miligram per hari. Cara untuk meminimalkan asupan natrium di antaranya, seperti mengurangi konsumsi makanan olahan, cermat membaca label makanan, dan mengurangi penggunaan garam.

5.  Mengelola Stres dan Cek Tekanan Darah

Stres yang berlangsung dalam kurun waktu lama dapat berpotensi menyebabkan hipertensi. Oleh karena itu, Anda perlu mengelola stres dengan baik. Misalnya, dengan meluangkan waktu untuk bersantai dan berlatih bersyukur. Tidak hanya mengelola stres. Anda juga perlu menghindari terjadinya stres dengan memperhatikan berbagai pemicunya. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan cek tekanan darah secara rutin.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Efek Stress Pada Tubuh

Berbagai gangguan kesehatan dapat disebabkan oleh hipertensi. Cara mengatasi tekanan darah tinggi dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat sehingga tekanan darah berada di batas normal. Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Olahraga di Rumah? Ini Pentingnya bagi Kesehatan

Olahraga di rumah menjadi kegiatan yang perlu dilakukan selama masa pandemi berlangsung.

Kegiatan ini sangat penting untuk mendukung kesehatan mental dan fisik. Jadi, tidak perlu pergi ke gym hanya untuk berolahraga. Olahraga di rumah dapat mencegah Anda untuk melakukan kontak sosial dengan orang lain. Secara tidak langsung, Anda ikut mencegah penularan virus covid-19. Selain itu, kegiatan ini juga lebih menghemat waktu, biaya, dan kemudahan akses berolahraga.

Baca Juga: Vegetarian Adalah? Ini Mitos Tentang Pola Makannya

Berbagai Manfaat Olahraga di Rumah

Bekerja dari rumah atau work from home bukan alasan untuk meninggalkan olahraga. Mengapa? Cukup dengan melaksanakan olahraga ringan dapat memberikan manfaat yang besar. Kegiatan ini sangat penting dilakukan, jadi jangan menundanya lagi.  

1. Menurunkan Risiko Hipertensi dan Diabetes

Olahraga akan membantu mengurangi lemak tubuh sehingga dapat mencegah penyakit diabetes tipe 2. Dengan berkurangnya lemak tubuh, juga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

2. Menunda Keterbatasan Fisik di Usia Tua

Berlari atau latihan aerobik lainnya terbukti dapat menunda terjadinya keterbatasan fisik pada orang lanjut usia. Aktivitas ini penting untuk dilaksanakan secara rutin.

3. Menekan Risiko Osteoporosis

Risiko penyakit ketika memasuki usia tua, yaitu osteoporosis. Penyakit tersebut dapat dicegah dengan mengangkat beban yang dilaksanakan secara teratur. Aktivitas ini dapat membantu proses pembentukan tulang.

4. Menangkal Obesitas

Manfaat olahraga di rumah berikutnya, yaitu membangun massa otot dan  meningkatkan metabolisme tubuh. Kegiatan ini akan membantu menurunkan berat badan sehingga dapat mencegah obesitas yang menjadi pemicu berbagai penyakit.

5. Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke

Olahraga secara rutin akan membantu mencegah penyakit jantung dan stroke. Kegiatan ini memperkuat otot jantung, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kolesterol baik high-density lipoprotein (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat low-density lipoprotein (LDL).

6. Mencegah Nyeri Punggung

Meningkatnya kekuatan dan ketahanan otot serta fleksibilitas tubuh yang diperoleh melalui olahraga rutin mampu membantu mencegah nyeri punggung. Terutama bagi orang yang bekerja dalam kondisi duduk sepanjang hari.

7. Menambah Energi

Olahraga memang membuat tubuh lelah. Akan tetapi, juga dapat menambah energi bahkan membantu pemulihan orang yang yang sedang sakit. Namun olahraga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh, kebiasaan dan usia.

Olahraga Tanpa Alat

Ketika mendengar kata olahraga, umumnya yang terpikirkan adalah gym dengan berbagai alat pendukung. Akan tetapi, kegiatan ini dapat dilakukan tanpa pergi ke gym dan tanpa membutuhkan alat.

1. Jalan Kaki

Opsi pertama ialah jalan kaki. Anda tidak membutuhkan alat apapun. Anda bisa melakukannya sambil berkeliling kompleks perumahan ketika pagi hari. Karena suasana sejuk dan udara masih dalam kondisi bersih.

2. Joging

Berjalan kaki mungkin dianggap terlalu santai bagi sebagian orang. Apabila Anda juga merasa begitu, bisa mencoba joging. Anda bisa melakukan jogging sambil mendengarkan musik favorit. Akan tetapi jogging tidak disarankan bagi penderita cedera lutut.

3. Naik Turun Tangga

Apabila Anda hanya ingin olahraga di rumah, maka naik turun tangga adalah jawabannya. Melalui kegiatan ini Anda akan mengeluarkan banyak keringat. Selain itu juga mampu memperkuat otot dan tulang kaki.

4. Jumping Jack

Opsi lain yang dapat Anda pilih ialah jumping jack. Gerakan ini terbilang mudah dan praktis untuk dilakukan. Tidak hanya itu, jumping jack juga merupakan latihan kardio yang baik untuk pemanasan.

5. Push Up, Leg Lift, Sit Up

Push up, leg lift dan sit up merupakan gerakan yang mudah dilakukan di rumah. Gerakan leg lift mampu memperkuat otot kaki. Sementara sit up membantu mengencangkan otot perut. Push up dapat membantu mengencangkan otot lengan. 

6. Squat

Apabila ingin memperkuat bagian kaki dan punggung, Anda dapat melakukan gerakan squat. Caranya cukup melakukan gerakan menurunkan pinggul dari posisi berdiri kemudian berdiri kembali. Lakukan gerakan ini secara berulang-ulang.

Baca Juga: Inflamasi adalah? Ini Gejala dan Penyebabnya

Bekerja dari rumah bukan menjadi alasan untuk mengabaikan masalah kesehatan. Olahraga di rumah dapat dilakukan secara mudah dan praktis tanpa membutuhkan alat serta bisa memberikan berbagai manfaat kesehatan. Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.