Metode perencanaan obat pada dasarnya memiliki peranan penting dalam memastikan ketersediaan obat di apotek. Melalui proses sistematis, apotek bisa melakukan pembelian obat sesuai dengan kebutuhan stok.
Artinya, melalui metode ini, apotek Anda tidak akan kekurangan ataupun kelebihan stok obat. Proses pengadaan obat ada kalanya memang cukup kompleks.
Maka dari itu, Anda Perlu Tahu Alur Pengadaan Obat dan metode perencanaannya. Untuk memahami berbagai jenis metode perencanaan persediaan stok obat, ikuti penjelasannya berikut ini:
Mengenal Metode Perencanaan Obat
Seperti yang diketahui, ketersediaan obat menjadi salah satu indikator krusial dalam pelayanan kefarmasian apotek maupun rumah sakit.
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/94596#:~:text=Ketersediaan%20obat%20adalah%20tingkatOleh sebab itu itu, untuk memastikan ketersediaan obat, diperlukan sebuah metode perencanaan yang tepat. Perencanaan kebutuhan obat ini pada intinya adalah proses menentukan tipe, jumlah/kuantitas, dan harga yang sesuai dengan keperluan serta biaya.
Lantas, apa tujuannya? Perencanaan ini digunakan untuk mencegah kekosongan obat berdasarkan metode yang tepat.
Jenis-jenis Metode Perencanaan Obat
Berikut adalah beberapa macam metode perencanaan persediaan stok obat yang bisa Anda terapkan pada apotek Anda:
1. Perencanaan Obat Metode Konsumsi
Metode yang pertama adalah metode perencanaan konsumsi. Metode ini bisa dibilang menjadi cara yang paling akurat dalam proses perencanaan pengadaan stok obat.
Metode konsumsi ini akan menekankan pada riwayat konsumsi atau pola penjualan pada periode sebelumnya. Metode ini tentu akan cocok digunakan untuk apotek yang sudah lama buka. Akan tetapi, metode konsumsi tidak bisa diterapkan pada apotek baru.
Selain mengandalkan informasi pola penjualan, metode ini juga bisa menggunakan data stok minimal dan serta memperhatikan sisa stok obat yang ada.
2. Perencanaan Metode Morbiditas
Berbeda dari metode konsumsi, cara ini lebih memperhatikan terkait pola penyakit yang ada. Metode morbiditas akan menganalisis kebutuhan obat tertentu yang dipertimbangkan berdasarkan fenomena penyakit, perkembangan kasus, serta pola penyembuhan penyakit tertentu.
Meski demikian, data pola penyakit ada kalanya cukup terbatas sehingga metode ini jarang diterapkan.
3. Metode Perencanaan Obat Proxy Consumption
Jangan khawatir jika Anda memiliki apotek baru, metode proxy consumption bisa jadi pilihan tepatnya.
Metode ini memperhatikan pada data penyakit, penjualan obat, permintaan obat, serta distribusi obat dari apotek yang telah mempunyai sistem manajemen obat.
Metode ini bisa digunakan oleh apotek yang memiliki kesamaan dalam bidang pelayanan dan kemiripan kasus pasien. Maka dari itu, metode ini mengeksplorasi tingkat konsumsi dan kebutuhan berdasarkan populasi serta tingkat pelayanan.
4. Perencanaan Obat Metode Defecta
Metode terakhir adalah metode Defecta. Defecta Adalah Rahasia di Balik Ketersediaan Obat di Apotek. Metode ini berfokus pada pencatatan pemesanan obat. Hal ini dilakukan agar ketersediaan obat di apotek tetap terjaga.
Ketersediaan ini meliputi obat-obatan, alat medis, bahan, kosmetik, dan lain sebagainya. Tujuan pencatatan ini adalah mengendalikan dan mengetahui pergerakan obat. Lantas, apa gunanya?
Hal ini tentu berguna untuk menghindari produk yang terlewat dalam proses pemesanan. Pada akhirnya, apotek mampu menyediakan obat dengan stok yang memadai sesuai dengan kebutuhan pasien.
Percayakan Jenis Obat-Obatan bersama Mandira Distra Abadi
Demikian informasi mengenai metode perencanaan obat yang wajib Anda kelola agar kualitas pelayanan farmasi menjadi optimal. Untuk memenuhi kebutuhan obat apotek, Anda bisa mempercayakannya pada Mandira.
Telusuri macam-macam obat yang Anda butuhkan pada laman prinsipal Mandira. Kami tentu siap melayani proses persediaan obat Anda dengan profesional. Jika Anda butuh bantuan tertentu, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui kontak ini. Satu lagi, Anda juga bisa mengunjungi blog Mandira untuk mendapatkan berbagai informasi seputar dunia farmasi dan termasuk metode konsumsi perencanaan obat.