...

Buah pada sejatinya memiliki manfaat yang baik, namun ada beberapa buah yang tidak boleh dimakan setelah minum obat karena khawatir akan menimbulkan reaksi tertentu. Selain itu, jika Anda mengonsumsi buah ini, maka khasiat obat menjadi hilang atau tidak efektif.

Sebelum membahas tentang buah apa saja yang sebaiknya dihindari setelah minum obat, Anda dapat membaca artikel 5 Manfaat Konsumsi Buah sebagai Cara Menjaga Kesehatan Tubuh berikut ini! Mari simak ulasan tentang buah yang sebaiknya dihindari setelah minum obat.

Mengapa Ada Buah yang Tidak Boleh Dimakan Setelah Minum Obat?

Mengapa Ada Buah yang Tidak Boleh Dimakan Setelah Minum Obat

Memang, buah merupakan bahan makanan yang mengandung gizi dan nutrisi baik. Namun, ada kalanya jika dikonsumsi berbarengan atau setelah minum obat dapat menghilangkan efisiensi gizi dan fungsi obat itu sendiri.

Alasan mengapa ada buah yang tak boleh dimakan setelah minum obat adalah zat-zat yang terkandung dalam buah dapat kontradiktif dengan zat yang ada di dalam obat. Hal tersebut menjadikan efek obat menjadi tidak efisien dan dapat membahayakan.

Selain itu, buah yang tidak boleh dikonsumsi setelah minum obat bertujuan agar obat dapat berfungsi optimal dalam menyembuhkan berbagai penyakit di dalam tubuh. Maka dari itu, perhatikan asupan buah yang Anda makan, ya!

Jenis Buah yang Sebaiknya Dihindari Setelah Minum Obat

Jenis Buah yang Sebaiknya Dihindari Setelah Minum Obat

Ada beberapa buah yang tidak boleh dimakan setelah minum obat yang perlu Anda ketahui dan perhatikan. Berikut ini daftar buah yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi setelah minum obat:

1. Grapefruit (Jeruk Bali)

Jeruk Bali

Jeruk bali memang memiliki tingkat antioksidan tinggi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, jika buah ini dikonsumsi setelah minum obat maka akan mengganggu metabolisme obat-obatan yang Anda minum.

Kandungan buah jeruk bali dapat meningkatkan konsentrasi obat yang justru akan meningkatkan risiko kerusakan hati dan otot. Beberapa contoh obat yang berisiko dikonsumsi bersamaan dengan jeruk bali adalah statin, simvastatin dan lovastatin.

2. Pisang

Pisang

Pisang merupakan sumber kalium yang baik, mineral yang berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung. Kalium membantu mengatur tekanan darah dengan menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh. 

Namun, jika dikonsumsi bersamaan dengan obat hipertensi tertentu, seperti penghambat ACE (Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitors) atau diuretik hemat kalium, dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah secara berlebihan (hiperkalemia). Kondisi ini berisiko mengganggu irama jantung (aritmia) dan, dalam kasus tertentu, memperburuk hipertensi.

3. Jeruk dan Buah Citrus Lainnya

Selain jeruk bali, beberapa jenis jeruk lain seperti jeruk manis atau lemon dapat berinteraksi dengan obat tertentu. Kandungan asam sitratnya bisa memengaruhi tingkat keasaman lambung sehingga mengubah cara obat diserap oleh tubuh.

4. Delima

Buah delima diketahui dapat memperlambat metabolisme beberapa jenis obat di hati. Akibatnya, kadar obat dalam darah bisa meningkat dan menimbulkan risiko efek samping lebih besar, terutama pada obat-obatan untuk jantung atau tekanan darah.

5. Buah yang Mengandung Tinggi Serat

Buah yang Mengandung Tinggi Serat

Buah yang tidak boleh dimakan setelah minum obat adalah buah-buahan tinggi serat. Hal ini dikarenakan serat pada buah akan mengurangi efektivitas obat dan sebaiknya di jeda jika Anda ingin mengonsumsi buah setelah minum obat. Baca 8 Manfaat Jus Strawberry untuk Kesehatan Tubuh.

Dampak Mengonsumsi Buah Tertentu Setelah Minum Obat

Beberapa dampak mengonsumsi buah tertentu setelah minum obat sudah disebutkan beberapa di atas. Dampak tersebut biasanya merupakan dampak ringan, tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada dampak yang lebih berat. Berikut ini dampak mengonsumsi buah setelah minum obat:

  1. Efektivitas obat menjadi berkurang, bahkan hilang.
  2. Berpotensi menimbulkan atau meningkatkan reaksi alergi.
  3. Timbul efek mual, pusing bahkan dapat membuat penyakit orang yang mengonsumsinya menjadi semakin parah.

Cara Aman Mengonsumsi Buah setelah Minum Obat

Lalu, bagaimana cara aman mengonsumsi buah setelah minum obat? Jawabannya adalah memberikan interval atau jeda antara waktu minum obat dengan konsumsi buah. Umumnya, Anda dapat mengambil interval 1-3 jam setelah minum obat untuk boleh mengonsumsi buah.

Atau, Anda dapat mengkonsultasikan kepada apoteker dan/atau tenaga kesehatan terkait. Memerhatikan interval atau jarak minum obat dan makan buah tertentu sangat penting untuk efisiensi obat yang dikonsumsi.

Mandira Distra Abadi Pedagang Besar Farmasi untuk Memenuhi Kebutuhan Pengadaan Obat

Penjelasan di atas dapat Anda pahami bahwa tidak semua buah baik untuk kesehatan apabila dikonsumsi bersamaan dan/atau setelah minum obat. Agar efek samping dapat dicegah, sebaiknya Anda taati anjuran yang tertera.

Jika Anda ingin mencari distributor obat terpercaya dan terlengkap, PT Mandira Distra Abadi dapat menjadi distributor/Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang dapat Anda andalkan. Kunjungi situs dan hubungi kami jika Anda mencari distributor pengadaan obat terpercaya.