...

Inspeksi diri pedagang besar farmasi sudah tersedia di peraturan yang berlaku.

Pedagang besar farmasi (PBF) jadi perusahaan badan hukum yang memiliki izin khusus di dunia farmasi. Izin khusus PBF dapat digunakan untuk mengadakan menyalurkan dan menyimpan obat dalam jumlah besar. 

Proses distribusi yang dilakukan oleh PBF memiliki standar prosedurnya sendiri. Hal ini sudah ada di dalam aturan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Prosedur perlu dilakukan untuk menjaga mutu, kualitas dan karakteristik obat agar kondisinya tetap baik setelah diedarkan.

Baca Juga: Cara Pedagang Besar Farmasi Tangkal Pengiriman Obat Kedaluwarsa

Ketika melakukan distribusi, ada prosedur lain yang perlu diperhatikan yaitu Inspeksi Diri. Proses distribusi membutuhkan pemantauan agar prosedurnya sesuai dengan CDOB. Inspeksi diri perlu dilakukan untuk melihat apakah pedagang besar farmasi sudah menjalani prosedur atau tidak.

Kegiatan distribusi yang tidak optimal akan dicatatkan ke dalam laporan evaluasi. Dengan adanya inspeksi diri, kepatuhan distributor bisa pantau secara menyeluruh. Inspeksi diri juga berfungsi untuk mengatasi masalah secara efektif dan membatasi terjadinya kesalahan saat bekerja.

Prosedur Pelaksanaan Inspeksi Diri Pedagang Besar Farmasi

Pada dasarnya ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan saat melakukan inspeksi diri. Di bawah ini ada beberapa prosedur yang bisa dilakukan saat menjalani inspeksi. Setiap PBF perlu mengikuti prosedur tersebut agar proses distribusinya lancar tanpa ada kendala.

1. Proses Inspeksi Memperhatikan Tenggat Waktu

Proses inspeksi dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan tenggat waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dari proses yang sudah dilakukan, PBF wajib mencatat dan mendokumentasikannya sebagai bahan analisis evaluasi.

2. Proses Pelaksanaan Terperinci

Proses pelaksanaannya dilakukan secara rinci dan independen. Personel lapangan yang ditunjuk oleh pedagang besar farmasi harus kompeten. Baik itu supervisor, kepala cabang atau tim audit, semua harus kompeten dalam mengawasi kepatuhan penerapan CDOB.

3. Memperhatikan Aspek yang Diperiksa Ketika Mendistribusikan Produk

Beberapa aspek yang diperiksa ketika mendistribusikan produk harus dicatat terlebih dahulu dalam sebuah daftar pertanyaan. Daftar tersebut digunakan sebagai form ceklist self assesment yang terdapat di BPOM.

4. Proses Inspeksi Diri yang Dilakukan oleh Audit Mutu Subkontrak Harus Menjadi Bagian Program PBF

Proses inspeksi diri yang dilakukan oleh audit mutu subkontrak harus menjadi bagian dari program PBF. Jadi, Pedagang Besar Farmasi dan audit dapat bekerja sama jika terdapat dalam 1 program yang sama.

Dengan kelima prosedur tersebut, proses inspeksi diri dapat dilakukan dengan optimal. PBF harus mengetahui setiap aspek yang dibutuhkan agar prosesnya berjalan lancar. Kepatuhan distribusi harus sesuai dengan CDOB karena sudah ada di dalam peraturan perundangan.

Corrective Action dan Preventive Action Mandira Distra

Penanganan yang menyimpang dalam proses distribusi akan diatasi langsung berdasarkan CAPA (Corrective Action dan Preventive Action). Mandira Distra jadi salah satu perusahaan pedagang besar farmasi yang sudah berdiri sejak tahun 1993 dan lulus BPOM.

Mandira Distra menggunakan protokol CAPA yang sesuai dengan peraturan badan pengawas obat dan makanan nomor 9 tahun 2019. CAPA digunakan untuk mengetahui sumber masalah dan upaya penanganan yang tepat agar proses distribusinya mematuhi CDOB. Tindakan yang perlu diperhatikan di antaranya :

  1. Temuan
  2. Penyebab
  3. GAP analisis
  4. Aspek CDOB
  5. Tindakan perbaikan
  6. Tingkat Kritis
  7. Tindakan Pencegahan
  8. Waktu kejadian beserta Penanggung Jawab

Dengan memperhatikan semua aspek di atas, pedagang besar farmasi dapat menemukan sumber masalah yang terjadi saat proses distribusi berlangsung. Tindakan pencegahan dapat dilakukan pada saat itu juga dengan mematuhi CAPA dan peraturan yang berlaku.

Jika terjadi temuan, pihak terkait dapat mengajukan laporan ke PBF untuk ditindaklanjuti. Proses penanganan keluhan juga sudah tersedia di dalam aturan CDOB 2019. Mandira Distra sebagai distributor farmasi selalu memperhatikan mutu pelayanannya.

Laporan terjadinya kendala produk akan langsung dianalisis, diverifikasi dan ditindaklanjuti. Jika terjadi masalah pada proses distribusi, CAPA digunakan untuk mengatasi masalahnya. Sebagai pedagang besar farmasi, Mandira Distra selalu mematuhi peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Melakukan Kerja Sama dengan Mandira Pedagang Besar Farmasi

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.