Salah satu tanggung jawab penting yang pedagang besar farmasi miliki adalah perlu menangkal pengiriman obat kedaluwarsa.

Pedagang besar farmasi memiliki peranan penting dalam menjaga kestabilan pasokan obat-obatan. Ada banyak permasalahan yang dapat merugikan konsumen apabila peredaran obat di pasaran tidak terpantau.

Konsumen merupakan end user yang kerap dirugikan karena pemalsuan. Hal ini menyebabkan adanya hambatan sembuhnya penyakit, bahkan timbulnya alergi yang berakibatkan kematian. Padahal untuk mendapatkan obat konsumen sudah membayar.

Baca Juga: Bagaimana Cara Bekerja Sama dengan Pedagang Besar Farmasi

Bidang distribusi menduduki posisi vital. Tanggung jawab pedagang besar dalam hal ini harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini bertujuan agar bukan hanya terhadap masyarakat sebagai konsumen namun juga Negara.

Tanggung Jawab Pedagang Besar Farmasi

Berkaitan dengan kesehatan dan keberlangsungan hidup orang banyak, distribusi obat dilakukan dengan aturan ketat. Pedagang besar harus memiliki izin resmi. Legalitas ini harus bisa dipertanggungjawabkan.

Pedagang besar farmasi perlu melakukan pemantauan dibantu seorang Apoteker. Pemantauan dilakukan khususnya dalam hal masa pakai obat atau kedaluwarsa. Hal ini untuk meminimalisir obat kedaluwarsa beredar.

Perlindungan konsumen adalah fokus utama. Obat yang sudah dekat dengan tanggal kedaluwarsa pada saat pengiriman perlu menjadi catatan khusus. Sebisa mungkin konsumen mendapatkan obat dengan masa kedaluwarsa panjang sesuai standar.

Kesalahan dalam penyaluran maupun penyimpanan bisa saja terjadi. Kesalahan di level pedagang besar farmasi bisa menurunkan kepercayaan masyarakat. Bahkan, hal ini bisa mengakibatkan sanksi dari pemerintah.

Hak konsumen mendapatkan obat dengan masa kedaluwarsa aman tertuang dalam peraturan Undang-undang perlindungan konsumen pasal 4. Konsumen memiliki hak penuh dalam mendapatkan kenyamanan, keamanan serta keselamatan.

Langkah Pencegahan Pengiriman Obat Kedaluwarsa

Guna menghindari kesalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kesehatan konsumen maka penyaluran obat harus tepat. Berikut adalah langkah yang perlu diterapkan di tingkat pedagang besar.

1. Cek Ketersediaan Stok Obat

Mengecek stok obat secara berkala menggunakan sistem komputerisasi. Proses kerjanya lebih mudah, cepat dan hasilnya akurat. Sebelumnya sudah dilakukan pendataan barang masuk berdasarkan batch dan tanggal kedaluwarsa.

2. Pemisahan Stok Obat sesuai Rentang Masa Kedaluwarsa

Pemisahan barang yang ada berdasarkan rentang masa kedaluwarsa. Pedagang besar farmasi perlu memiliki data produk dengan masa kedaluwarsa kurang dari 6 bulan, lebih dari 6 bulan, lebih dari 1 tahun dan lebih dari 2 tahun.

3. Pemindahan Barang

Memindahkan stok obat yang memiliki masa kedaluwarsa pendek kurang dari 6 bulan. Barang-barang tersebut kemudian dihitung berapa banyak jumlahnya lalu disimpan dalam gudang karantina.

4. Cek dan Perhitungan Fisik Barang Stok

Pengecekan serta perhitungan secara fisik barang stok dengan masa kedaluwarsa antara 6 bulan hingga 1 tahun. Stok ini masih dapat diretur kepada pihak produsen sehingga bisa diganti dengan barang dengan masa kedaluwarsa lebih panjang.

5. Pencatatan Stok dengan Masa Kedaluwarsa Pendek

Pencatatan barang dengan masa kedaluwarsa pendek dengan baik agarketika konsumen mencari barang yang sama dapat diinformasikan kondisi sebenarnya. Jika dibutuhkan pemakaian jangka panjang, maka pihak pedagang besar farmasi bisa merekomendasikan barang lain.

6. Barang yang Disalurkan Harus Memenuhi Syarat

Barang dengan masa kedaluwarsa antara 3-6 bulan masih bisa disalurkan kepada konsumen. Namun, barang harus memenuhi syarat bahwa penggunaannya benar-benar agar barang tersebut pada dasarnya masih aman digunakan.

Secara umum proses kerja pedagang farmasi sudah diatur dalam Permenkes nomor 1148 tahun 2011. BPOM juga merilis aturan yang mengikat secara teknis cara pendistribusian obat. Keduanya menjadi landasan dan prinsip kerja pedagang besar farmasi dalam menangkal pengiriman obat kedaluwarsa.

Baca Juga: Apa Saja Bentuk Vitamin C? Begini Penjelasannya

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.