...

Begini Perbedaan Obat Asli atau Palsu

Sebagai pemilik bisnis retail obat atau apotek, Anda harus mengetahui perbedaan obat asli dan palsu dengan baik. Pemalsuan produk obat Ini bisa berlaku pada nama merek maupun produk obat generik, di mana identitas sumbernya disalahartikan dengan cara yang menunjukkan bahwa obat tersebut adalah produk yang disetujui secara asli. 

Cara mengenali obat palsu ini dapat dilakukan dengan beragam upaya, dan salah satunya adalah dengan Cek Keamanan Produk Distributor Obat-obatan Apotik, atau dengan penjelasan berikut ini.

Perbedaan Obat Asli dan Palsu

Banyak oknum tidak bertanggung jawab yang memproduksi obat-obatan palsu demi mengeruk keuntungan yang besar. Untuk mengantisipasi produk-produk palsu tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggencarkan pengawasan pada jenis obat-obatan yang beredar dan obat yang tidak memiliki izin BPOM harus ditarik dari pasaran. 

Sebagai pebisnis bidang medis, Anda juga harus dapat mengetahui perbedaan obat asli dan palsu. Berikut ini adalah beberapa ciri khas yang bisa Anda temui di obat palsu:

  1. Kualitas kemasan obatnya tidak sebaik kualitas kemasan obat original. Hal ini dapat Anda perhatikan dari warna, tampilan, atau bahkan tekstur bahan pengemas yang berbeda dari kemasan sebelumnya.
  2. Kualitas cetakan atau teks pada kemasan juga akan berbeda. Kemasan obat palsu tulisannya menjadi lebih buram dan tidak sejelas kemasan obat asli, atau mungkin menggunakan gaya tulisan atau warna yang berbeda.
  3. Anda akan menemukan nama produsen obat yang asing atau berbeda dari obat yang asli pada umumnya.
  4. Tidak ditemukan nomor izin edar tercantum di kemasan obat.
  5. Tidak mencantumkan nomor batch produksi di kemasan obat palsu.
  6. Efek setelah konsumsi obatnya juga akan berbeda dari ketika usai mengkonsumsi obat yang sebenarnya. Beberapa obat palsu justru tidak menunjukkan efek apapun sama sekali.

Tips Mengetahui Perbedaan Obat Asli atau Palsu

Obat palsu tidak hanya akan merugikan konsumen, namun reputasi Anda serta sejumlah rekan yang berkaitan. Agar tidak terjadi hal tersebut, perhatikan hal-hal di bawah ini sebelum melakukan kerja sama dengan penyedia atau distributor.

1. Mengecek Legalitas PBF 

PBF atau Pedagang Besar Farmasi haruslah memiliki izin legalitas hukum untuk melakukan pengadaan, penyimpanan serta pendistribusian obat-obatan medis dalam jumlah besar. Hal ini sudah diatur dalam Permenkes RI No. 1148/Menkes/Per/VI/2011. 

PBF yang menyediakan produk obat dan peralatan kesehatan ke bisnis Anda harus sudah memiliki izin resmi dan bersertifikasi BPOM. Anda bisa melakukan pengecekan kembali di cekbpom.pom.go.id. Jika Anda mendapati obat beredar tanpa mendapatkan perizinan bisa segera dilaporkan ke halobpom@pom.go.id.

2. Mengamati Kemasan Obat 

Anda harus benar-benar memperhatikan detail informasi yang tertera pada kemasan obat yang hendak Anda beli. Selain perlu memastikan kemasannya yang utuh sempurna, Anda juga harus membaca setiap detail informasi di kemasan dengan teliti. 

Terimalah produk-produk obat yang berada dalam kondisi baik dan dengan segel yang utuh. Informasi yang tercantum di kemasan juga harus sesuai, meliputi nama obat, dan nomor izin edar. Nama serta alamat produsen, nomor produksi, tanggal kadaluarsa, dan lain-lainnya harus jelas serta terjamin keasliannya.

3. Obat yang Tidak Mudah Hancur

Dilansir dari Detik Health, berdasarkan keterangan dari mantan Direktur Pengawasan Produk BPOM menyebutkan bahwa salah satu perbedaan obat asli dan palsu adalah kondisi obat palsu yang mudah hancur. 

Produk obat-obatan palsu dapat dikenali dari bentuknya yang lebih mudah hancur dibandingkan obat asli. Hal itu sudah menunjukkan kualitas atau jaminan mutu obat. Jika obat diproduksi tidak sesuai standar maka produk akan lebih mudah hancur dibandingkan dengan obat yang asli.

4. Harga yang Lebih Murah

Biasanya obat-obatan palsu juga dijual dengan harga yang lebih rendah daripada obat asli. Jika produk obat palsu dibuat dengan cukup mirip dengan produk asli, harga murah ini dapat mengundang lebih banyak pelanggan untuk menyebarluaskan produk palsu. 

Kesimpulannya, utamakan keaslian dan mutu produk dan pelajari cara mengenali produk obat palsu untuk melindungi reputasi, rekan, serta pelanggan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, ada baiknya untuk mempelajari Cara Pedagang Besar Farmasi Mengirim Obat. Apabila Anda membutuhkan pemasok obat-obatan yang berpengalaman dan profesional, Anda dapat mulai bekerja sama dengan Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

7 Tips Memilih Pedagang Besar Farmasi Terbaik

Pedagang Besar Farmasi atau disebut juga dengan PBF merupakan usaha-usaha di bidang farmasi yang kaitannya dengan distribusi dan penyimpanan obat-obatan dan alat medis. PBF ini menjadi salah satu pemasok atau supplier untuk retail obat atau apotek yang beredar.

Dengan demikian, PBF adalah Usaha di Bidang Obat-obatan yang menjadi penghubung antara pabrik atau produsen obat-obatan medis dengan apotek, rumah sakit, puskesmas, klinik, atau instansi kesehatan yang menjual obat-obatan. Apabila Anda merupakan pemilik usaha retail obat medis maupun apotek, Anda perlu bekerja sama dengan PBF yang tepat. Berikut ini cara untuk memilih Pedagang Besar Farmasi terbaik untuk bisnis Anda!

7 Tips untuk Memilih Pedagang Besar Farmasi yang Terbaik di Indonesia

PBF atau Pedagang Besar Farmasi adalah lembaga yang memang telah memiliki izin secara perundang-undangan untuk melakukan kegiatan berupa pengadaan, penyimpanan dan penyaluran obat-obatan medis dalam skala yang besar. 

Suatu PBF wajib memiliki izin hukum dan beroperasi secara legal sesuai dalam aturan Cara Distribusi Obat yang Baik atau CDOB yang tengah berlaku. PBF juga berkewajiban untuk melakukan pemenuhan kebutuhan masyarakat atas obat-obatan medis secara merata. Perhatikan langkah di bawah ini untuk memilih PBF yang tepat bagi bisnis Anda.

1. Jaminan Kualitas Produk

Faktor utama yang bisa jadi bahan pertimbangan dalam memilih PBF yang bermutu adalah kualitas produknya. Pastikan bahwa produk-produk yang suatu PBF sediakan telah lolos dan berlabel Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), baik produk obat medis maupun alat kesehatan untuk menjamin kualitas produk mereka.

2. Riwayat yang Baik

Untuk mengetahui tepat tidaknya suatu Pedagang Besar Farmasi, Anda dapat melakukan riset dari detail riwayat atau rekam jejak lembaga tersebut. 

Cara sederhananya bisa dengan melakukan pencarian di internet, mewawancarai rekan PBF tersebut, mencari informasi tambahan di forum atau komunitas yang terkait, dan lain sebagainya.

Apabila riwayat PBF terbukti bagus dan telah bekerja sama dengan banyak klien dengan ulasan positif, Anda dapat mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan Pedagang Besar Farmasi tersebut secara lebih lanjut.

3. Kapasitas untuk Kerjasama Jangka Panjang

Sangat disarankan untuk bekerja sama dengan PBF yang memiliki kapasitas untuk bisa bekerja sama dalam kurun waktu yang panjang. Pastikan ketersediaan produk PBF tersebut juga sanggup untuk memenuhi kebutuhan obat medis Anda. 

Jika Anda dapat bekerja sama dalam jangka panjang dengan sebuah PBF juga dapat lebih menghemat biaya dan waktu. Dengan demikian, Anda tidak perlu mencari penyedia per periodik dan dapat menggunakan waktu dengan lebih efisien.

4. Pertimbangkan Harga

Harga adalah salah satu aspek terpenting dalam membangun kesuksesan, karenanya penting untuk bekerja sama dengan PBF yang dapat menyediakan harga dengan margin kompetitif. Selain itu, Anda juga harus dapat memastikan bahwa harga yang Anda dapatkan sesuai dengan kemampuan bisnis Anda.

5. Terdapat Layanan Konsumen

PBF yang profesional tentu menyediakan layanan konsumen yang komprehensif. Layanan ini ditujukan untuk membantu pelanggan serta meningkatkan pelayanan agar PBF tersebut diketahui sebagai lembaga yang dapat dipercaya serta diandalkan. 

Terdapat banyak aspek yang dapat dinilai dari layanan ini, namun umumnya pelayanan ini sangat mengutamakan kemampuan respon yang tanggap dan cepat. Hal ini sebagai antisipasi jika ada pertanyaan seputar produk ataupun kendala pada proses pengiriman. Layanan konsumen yang berfungsi dengan baik akan sangat membantu Anda untuk lebih memahami produk dan layanan dari PBF. 

6. Menawarkan Garansi

Garansi pada produk obat-obat medisnya dapat berupa layanan pengembalian jika terdapat produk yang rusak. Garansi juga berarti jaminan yang menyatakan bahwa produk merupakan asli dan kualitasnya sudah melalui quality control dan sesuai harapan konsumen.

7. Kebijakan Pengembalian Produk

Anda perlu memahami aturan kebijakan ini karena tiap jenis obat atau peralatan medis seringkali memiliki kebijakan pengembalian yang berbeda juga. Tiap jenis obat atau produk peralatan medis memiliki kategori produk rusak atau cacat tersendiri, sehingga perlu bagi pihak apotek untuk mengembalikan produk kurang sempurna tersebut pada PBF. Dengan memahami dan mempelajari kebijakan ini tentu saja akan memudahkan kedua belah pihak di masa mendatang.

Anda juga dapat mempelajari Bagaimana Cara Bekerja Sama dengan Pedagang Besar Farmasi. Untuk pemenuhan obat-obatan medis bagai retail obat atau apotek, Anda dapat mempercayakannya pada Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Kenali 4 Bahaya Minum Kopi Setiap Hari

Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, bahkan dapat dibilang sebagai bagian terpenting dalam produktivitas sehari-hari berbagai generasi saat ini. Pandemi tahun 2021 lalu juga menyebabkan terjadinya perubahan tren minum kopi pada kalangan masyarakat penikmat kopi di Indonesia. Kebiasaan minum kopi yang tadinya sering dilakukan di kafe maupun kantor menjadi terbatas karena adanya PSBB untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19. Dengan demikian, risiko bahaya minum kopi setiap hari semakin meninggi di masyarakat.

Bahaya minum kopi setiap hari telah umum masyarakat, namun banyak orang yang cenderung mengabaikan risiko demi keuntungan minuman kafein tersebut. Dengan semakin populernya olahan kopi yang dipadukan dengan berbagai rasa, tren minum kopi setiap hari semakin meluas. 

Konsumsi kopi menjadi berlebihan dapat memberikan risiko fatal bagi tubuh manusia. Penting untuk mengetahui aturan minum kopi yang sehat, seperti apakah boleh Perut Kosong Minum Kopi, makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan kopi, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah rangkuman dari ulasan medis mengenai efek konsumsi kopi yang tidak wajar setiap hari.

4 Bahaya Minum Kopi Setiap Hari Bagi Kesehatan

Tahukah Anda bahwa kopi juga memiliki manfaat bagi kesehatan? Dalam takaran yang tepat, konsumsi kopi dapat meminimalisir risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, Parkinson, asam urat, bahkan hingga penyakit kanker.

Akan tetapi, apabila Anda mengkonsumsinya dengan berlebihan akan memberikan dampak yang tidak baik kesehatan. Berikut adalah penjelasannya.

Masalah Pada Pencernaan

Salah satu bahaya dari minuman berkafein yang satu ini adalah dapat meningkatkan asam lambung. Asam lambung yang terlalu tinggi berpotensi terkena iritasi pada saluran pencernaan dan mengakibatkan diare, sakit maag, dan GERD (gastroesophageal reflux disease).

Kopi berlebih juga akan menimbulkan rasa yang panas seperti terbakar pada kerongkongan dan dada Anda. Kafein bisa membuat otot katup yang ada di bagian bawah tenggorokan Anda jadi melemah dan tidak mampu lagi menahan cairan lambung yang jadi lebih asam. 

Dengan demikian, sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi kopi sebelum makan sama sekali. Minum kopi saat perut kosong dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan, seperti mual, mulas, maag, dan bahkan irritable bowel syndrome (IBS). 

Gangguan Tidur dan Kecemasan

Beberapa orang mengkonsumsi kopi agar lebih berkonsentrasi saat bekerja dan menghilangkan rasa kantuk yang menyerang. Sebab, kandungan kafein dalam kopi bisa membuat saraf dan otak jadi lebih terstimulasi untuk meningkatkan konsentrasi Anda. 

Kafein berlebih juga bisa menimbulkan gangguan pada tidur Anda. Hal itu disebabkan oleh cara kerja kafein yang melakukan blokir pada adenosine.

Adenosine adalah zat kimia yang membuat kita mengantuk. Semakin banyak adenosin, tubuh akan semakin terasa lelah, dan zat inilah yang dihalangi oleh kafein dari mencapai otak manusia. Struktur kafein yang mirip dengan reseptor adenosin menggantikan adenosin pada reseptor, dan membuat tubuh terasa lebih bertenaga dan segar. 

Meski kafein dapat mengurangi rasa lelah, kafein berlebih juga akan membuat Anda semakin mudah stres. Kafein meningkatkan tekanan darah dan juga meningkatkan hormon stres yang dikenal dengan katekolamin. Hormon inilah yang menyebabkan Anda mengalami stres.

Tekanan Darah Meningkat 

Bahaya minum kopi setiap hari dalam jumlah berlebihan adalah resiko meningkatnya tekanan darah anda. Pembuluh darah Anda akan menyempit dan membuat tekanan darah Anda lebih tinggi dari seharusnya. Hal ini akan memicu jantung jadi berdebar lebih cepat dan meningkatkan risiko kondisi hipertensi pada tubuh Anda. 

Kecanduan

Apabila Anda memiliki kebiasaan untuk mengonsumsi kopi setiap hari, tubuh akan terbiasa untuk mendapat asupan kafein dan membuat Anda kecanduan kopi. Setelah kecanduan, Anda akan memiliki kebutuhan untuk terus mengkonsumsi kopi. Jika suatu ketika Anda mendadak tidak mengkonsumsinya, Anda akan mengalami gejala caffeine withdrawal atau gejala fisik penarikan kafein. Ciri-ciri yang biasanya Anda alami adalah rasa lelah, lemas, mengantuk, tidak fokus, dan juga perubahan suasana hati yang tidak jelas. 

Kopi merupakan salah satu bahan konsumsi yang mudah untuk didapat, tersedia dalam berbagai rasa, serta sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas. Meski demikian, Anda tetap harus mengkonsumsi kopi dalam kadar yang sehat. Anda juga dapat mengakali kebiasaan sehari-hari untuk membuat tubuh lebih segar tanpa kopi, seperti dengan Tidur Berkualitas, berolahraga, dan mengkonsumsi suplemen vitamin.

Suplemen terbaik bisa Anda peroleh dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Bunion Pain: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Bunion pain merupakan benjolan yang berkembang bertahap di daerah sendi ibu jari maupun di kelingking kaki. Kondisi tersebut disebabkan kelainan bentuk sendi di pangkal ibu jari atau kelingking kaki yang membuat sendi yang menghubungkan tulang ibu jari atau kelingking dengan tulang telapak kaki bergeser dari posisi yang seharusnya. Kelainan tersebut menyebabkan sendi miring ke arah samping.

Penyakit bunion ini ditandai dengan pergeseran ujung ibu jari serta kelingking ke jari kaki. Dalam kurun waktu beberapa tahun, pergeseran ini dapat mengakibatkan kemunculan benjolan di sendi yang menghubungkan telapak kaki dan ibu jari kaki, akhirnya benjolan semakin lama menjadi semakin terlihat.

Penyakit ini bukan hanya mengubah struktur tulang yang berada di jari kaki, tapi bisa menyebabkan rasa yang kurang nyaman, pembengkakan serta ruam kemerahan di kaki, dan lainnya. Anda dapat mulai mencegah penyakit ini dengan menggunakan alas kaki yang nyaman dan sesuai dengan ukuran Anda, serta Menjaga Kesehatan Tulang.

Gejala Bunion Pain

Umumnya, gejala utama dari bunion adalah benjolan yang terlihat menonjol di sendi dan tidak jauh dari pangkal jari kaki. Benjolan ini bisa terjadi dengan maupun tanpa disertai dengan gejala lain yang muncul dengan bertahap seiring perkembangan bunion. Sejumlah gejala yang dapat terjadi antara lain:

  • Posisi ibu jari serta jari kelingking terlihat miring ke jari sebelahnya, sehingga posisi kedua jari seperti menyilang
  • Sulit berjalan
  • Sulit menggerakkan ibu jari serta jari kelingking
  • Rasa sakit yang hilang timbul atau terus menerus
  • Perubahan bentuk di bagian jari kaki
  • Umumnya, di permukaan kulit jari kaki terlihat kapalan
  • Rasa nyeri atau sensasi terbakar di daerah benjolan atau di kaki depan
  • Sensasi nyeri atau terbakar di benjolan atau kaki depan
  • Kemerahan atau rasa kaki yang berada di bagian pangkal ibu jari
  • Pembengkakan di sendi ibu jari atau jari kelingking sehingga kaki akan lebih lebar dibandingkan dengan ukuran normal. 

Penyebab Bunion Pain

Bunion ini terjadi karena kelainan bentuk sendi yang berada di pangkal ibu jari serta kelingking kaki. Kondisi tersebut membuat sendi yang menjadi penghubung tulang ibu jari atau kelingking bergeser dari posisi yang sebenarnya. 

Penggeseran ini membuat ibu jari atau kelingking  condong di jari sebelahnya. Seiring dengan berjalannya waktu, pergeseran menjadi lebih besar dan akhirnya muncul benjolan. 

Penyebab dari kelainan ini sulit diketahui, namun umumnya bunion dianggap muncul karena faktor genetika, kelainan bentuk kaki ketika lahir, hingga adanya tekanan pada kaki. 

Selain penyebab tersebut, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko bunion, seperti:

  • Sering berdiri dalam waktu lama
  • Menderita osteoarthritis
  • Menggunakan sepatu yang sempit dan ketat, sehingga jari kaki menjadi berhimpitan
  • Mengenakan sepatu hak tinggi
  • Menderita kelainan saraf otot
  • Mempunyai kelainan genetik
  • Memiliki anggota keluarga yang merupakan pengidap bunion 

Cara Mengobati 

Pada dasarnya, penanganan dari bunion ini bergantung dari tingkat keparahan yang dimilikinya. Agar dapat meredakan tekanan yang berlebihan serta nyeri kaki, dokter akan melakukan sejumlah metode penanganan seperti:

  • Menggunakan alat bantu medis seperti plester, bantalan, dan pemisah jari. Hal ini dilakukan agar dapat mengembalikan posisi serta sudut sendi ibu jari, dan menurunkan rasa nyeri yang ditimbulkan. 
  • Mengompres ibu jari kaki menggunakan air es agar membantu meredakan bengkak serta peradangan yang terjadi di ibu jari. 
  • Memberi sejumlah obat agar dapat meredakan nyeri. 

Tindak Operasi

Bila sejumlah penanganan di atas tidak dapat mengatasi atau meredakan bunion, dokter akan melakukan prosedur operasi. Operasi yang akan dilakukan seperti:

  • Menyatukan tulang-tulang di dalam sendi yang turut meradang.
  • Memposisikan ulang tulang kaki agar kembali ke posisi normal dan memperbaiki sudut tulang ibu jari yang mengalami masalah.
  • Meluruskan ibu jari atau kelingking dengan cara mengikir bagian tulang tertentu.
  • Mengangkat jaringan yang berada di sekitar ibu jari yang menjadi sumber dari peradangan. 

Bukan hanya operasi, tetapi terapi pijat, terapi ultrasound, hingga terapi fisik bisa dilakukan agar mencegah penyatuan jaringan lunak serta meredakan sakit yang disebabkan oleh peradangan. Dalam beberapa kasus, dokter juga akan memberikan suntikan steroid untuk meredakan rasa nyeri yang disebabkan pembengkakan. 

Anda dapat mencegah penyakit ini dengan menggunakan alas kaki yang nyaman, menjalani pola hidup sehat, serta konsumsi vitamin dan suplemen yang menyehatkan tulang. Anda dapat memperoleh sejumlah Jenis Suplemen Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh agar Kuat dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Vaksin Tuberkulosis: Cara Kerja dan Efek Samping

Vaksin tuberkulosis atau BCG berasal dari Mycobacterium tuberculosis yang sudah dilemahkan. Penyuntikan vaksin BCG ini ini dapat membantu tubuh mengenal serta membentuk kekebalan pada bakteri tersebut. 

Untuk mengerti cara kerja vaksinasi dalam tubuh dengan lebih lanjut, Anda dapat  Pahami Beda Bakteri dan Virus. Lantas, seperti apa cara kerja serta efek samping yang ditimbulkan dari penyuntikan vaksin ini? Berikut selengkapnya!

Mengenal Vaksin BCG 

Imunisasi menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melawan penyakit yang serius. Pemberian vaksin yang dilakukan pada anak ditujukan agar dapat mencegah penularan sejumlah penyakit dengan cara pembentukan kekebalan tubuh atau imunitas pada infeksi penyakit. 

Vaksin tuberkulosis atau BCG telah menjadi vaksin wajib untuk memberikan perlindungan untuk anak agar terhindar dari penyakit tuberkulosis. Fungsi dari vaksin ini utamanya adalah sebagai pencegah serta mengurangi risiko terjangkit penyakit tuberkulosis. Bukan hanya itu, vaksin BCG dapat mencegah potensi penularan penyakit tuberkulosis sampai dengan persentase sebesar 70%. 

Cara Kerja Vaksin BCG

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, vaksin BCG ini terbuat dari bakteri yang menyebabkan tuberkulosis. Bakteri yang berada di dalam vaksin ini telah dilemahkan sehingga dapat memicu respon kekebalan tubuh sehingga tubuh dapat terlindungi dari infeksi. 

Setelah mendapatkan vaksin, sistem kekebalan tubuh mengenalinya sebagai benda asing dan menciptakan sel-sel memori dan antibodi yang melindungi tubuh dari infeksi bakteri tersebut. Vaksin ini juga dapat memberi perlindungan konsisten pada bentuk TB yang parah, seperti tuberkulosis meningitis yang diidap anak-anak.

Siapa yang Harus Diberi Vaksin BCG? 

Perlu diketahui, vaksin BCG ini hanya diberikan untuk anak-anak atau orang dewasa yang berisiko tinggi terkena penyakit BCG. Selain itu vaksin BCG hanya boleh diberikan sekali dalam seumur hidup. Kelompok yang harus memperoleh vaksin BCG ini melingkupi individu yang:

  • Melakukan kontak fisik atau berdekatan dalam waktu lama dengan orang yang mengidap tuberkulosis paru.
  • Berada di area yang memiliki tingkat tuberkulosis yang tinggi selama 3 bulan atau lebih.
  • Mempunyai orang tua maupun kakek nenek yang lahir di area dengan tingkat penularan tuberkulosis tinggi.
  • Bayi serta anak berusia dibawah 5 tahun dan tinggal di wilayah yang memiliki tingkat tuberkulosis tinggi. 

Bayi serta anak yang usianya dibawah 16 tahun menjadi kelompok risiko yang umumnya diberikan vaksin BCG ini. Walaupun cara kerja yang dimiliki vaksin BCG kurang efektif pada orang dewasa, tetapi individu yang berusia sampai 35 tahun dianjurkan untuk memperoleh vaksin BCG ini. 

Vaksin ini sangat dianjurkan terutama bila Anda tinggal di daerah endemik tuberkulosis atau mempunyai pekerjaan yang berisiko terkena penyakit ini. Sebaliknya, bagi Anda yang pernah mengalami tuberkulosis sebelumnya, tidak dianjurkan menerima vaksin BCG. 

Jika Anda mengalami tuberkulosis sebelum menerima vaksin, sistem kekebalan tubuh Anda sudah mengenali TBC. Karena Anda sudah memiliki kekebalan terhadap TBC, vaksin BCG justru akan menimbulkan efek samping yang tidak baik bagi tubuh. 

Peringatan Sebelum Menjalani Vaksin BCG

Umumnya, vaksin BCG diberikan dokter serta petugas medis. Sebelum menjalani vaksin BCG, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, seperti:

  • Beritahu petugas medis bila sedang hamil, menyusui, maupun merencanakan kehamilan.
  • Informasikan dokter bila sedang mengkonsumsi sejumlah produk herbal, suplemen, atau obat seperti antibiotik. 
  • Beritahu dokter bila sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi. 
  • Bila tinggal dengan orang yang menderita tuberkulosis maupun orang yang menjalani terapi tuberkulosis, Anda juga harus memberitahu dokter. 
  • Sampaikan pada dokter bila memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena AIDS, HIV, limfoma, kanker dan yang lainnya. 
  • Bila memiliki riwayat alergi, langsung sampaikan pada dokter karena vaksin BCG ini tidak dianjurkan diberikan pada orang yang alergi pada vaksin ini. 

Efek Samping Vaksin Tuberkulosis

Layaknya vaksin seperti pada umumnya, cara kerja yang dimiliki vaksin BCG juga bisa menyebabkan efek samping. Sejumlah efek samping yang ditimbulkan dari vaksin BCG seperti:

  • Nyeri tepat pada tempat suntikan
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bawah ketiak

Pada kebanyakan anak, vaksin BCG dapat menyebabkan luka yang terjadi di tempat suntikan. Hal ini tidak perlu dicemaskan karena menjadi hal yang normal dan hanya akan meninggalkan bekas luka kecil sesudah sembuh. 

Dalam beberapa kasus, terjadi komplikasi yang serius seperti radang tulang, abses, serta tuberkulosis. Efek samping yang serius pada vaksin ini jarang terjadi, meskipun demikian, Anda harus tetap waspada terhadap gejalanya. Bila mengalami gatal di kulit, tenggorokan membengkak, sesak nafas, dan nyeri dada, segera temui dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. 

Vaksin tuberkulosis berguna sebagai pencegahan penyakit ini. selain itu, konsumsi suplemen dan vitamin yang berguna untuk meningkatkan sistem imun dengan 8 Rekomendasi Vitamin dan Mineral Dibutuhkan untuk Imun. Anda bisa mendapatkan sejumlah suplemen dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

6 Penyebab Penyakit Tuberkulosis dan Cara Penularannya

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan karena infeksi via udara serta memiliki dampat sangat serius terhadap kesehatan manusia. Penyakit ini umum menargetkan organ paru-paru dan dikenali sebagai 1 dari 10 penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Agar tidak terinfeksi, pastikan mengetahui penyebab penyakit tuberkulosis ini.

Infeksi tuberkulosis mulai mengalami peningkatan di tahun 1985. Hal tersebut disebabkan karena kemunculan HIV yang membuat sistem kekebalan tubuh seseorang menjadi lemah dan penderitanya tidak dapat melawan kuman tuberkulosis. 

Penyakit ini dapat dicegah dengan mengetahui penyebarannya, juga dengan meningkatkan imunitas tubuh. Anda dapat meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh Anda dengan Jenis Suplemen Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh agar Kuat berikut.

Faktor Risiko Penyebab Penyakit Tuberkulosis

Penyebab utama dari penyakit tuberkulosis adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain dari bakteri tersebut, terdapat sejumlah faktor risiko yang meningkatkan peluang tertular bakteri penyebab tuberkulosis ini, seperti: 

  1. Diabetes, Gagal Ginjal Stadium Akhir, atau Kanker 

Pengidap diabetes, gagal ginjal stadium akhir, serta kanker memiliki peluang tertular bakteri tuberkulosis lebih tinggi dari orang dengan kondisi yang lebih sehat. 

  1. Malnutrisi

Seseorang yang kekurangan nutrisi juga akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih rencah, sehingga meningkatkan peluang tertular bakteri yang menjadi penyebab dari penyakit tuberkulosis. 

  1. Rokok atau Alkohol

Pengkonsumsi alkohol dan perokok dalam jangka waktu lama juga memiliki risiko tertular tuberkulosis cukup tinggi. 

  1. HIV

Penyakit HIV maupun mempunyai situasi lain yang berbahaya bagi sistem kekebalan tubuh juga dapat menjadi penyebab penyakit ini. 

  1. Penggunaan Obat-obatan

Umumnya, penggunaan obat yang berakibat menekan sistem kekebalan dapat membuat orang memiliki risiko penyakit tuberkulosis, termasuk obat yang membantu pencegahan tubuh mengalami penolakan transplantasi organ. 

  1. Lingkungan Rentan TB

Penyebab penyakit tuberkulosis yang lainnya jika seseorang pergi atau tinggal di daerah yang ramai dengan penderita tuberkulosis. 

Cara Penularan Penyakit Tuberkulosis

Bakteri penyakit tuberkulosis ditularkan dari tetesan (droplet) yang terinfeksi melalui udara. Saat tetesan ini masuk ke udara, siapa saja yang berada di dekatnya bisa menghirupnya. Seseorang yang memiliki tuberkulosis bisa menularkan bakteri dari batuk, bersin, nyanyian, dan berbicara. Berikut adalah tahapan dari penularan penyakit tuberkulosis.

1. Infeksi Primer

Tahap yang pertama adalah infeksi primer. Pada tahap ini, seseorang yang menghirup tetesan (droplet) yang nantinya menyebabkan bakteri masuk ke hidung dan mulut dan menuju ke bagian luar paru-paru yakni alveolus. 

Berikutnya, bakteri memperbanyak diri, kemudian sebagian kecil dari bakteri tersebut akan masuk di kelenjar limpa. Tahap ini umumnya belum memiliki gejala yang signifikan. 

2. Infeksi Aktif

Dengan sejumlah penyebab tuberkulosis, daya tahan tubuh yang lemah bisa menyebabkan lapisan sel pertahanan tubuh yang sudah dibangun menjadi runtuh. Akhirnya, terjadi penyebaran infeksi tuberkulosis. 

Bakteri ini akan merusak dinding pertahanan sel tubuh dan memperbanyak diri. WHO atau badan kesehatan dunia mengatakan kondisi bakteri yang aktif kembali menginfeksi menjadi onset dari tuberkulosis aktif. Fase inilah infeksi bakteri mulai memunculkan gejala dari tuberkulosis seperti batuk.

Meskipun demikian, tidak ada ciri khusus dari gejala awal tuberkulosis yang spesifik selain dari kondisi batuk tersebut. Umumnya, perubahan tuberkulosis laten menjadi tuberkulosis aktif bisa berlangsung selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. 

3. Infeksi Laten

Bila sudah melalui tahapan primer, sel makrofag yang berada di dalam sistem imun akan mulai melakukan pertahanan. Sel ini memiliki tugas untuk melawan bakteri tuberkulosis. Kemudian, sistem imun akan mencari cara pertahanan dengan membentuk lapisan yang keras dan menjadi dinding pelindung mencegah penyebaran infeksi.

Bila sistem imun tubuh cukup kuat, sel pertahanan dapat menghancurkan bakteri. Bila tidak, bakteri dapat masuk di status dorman atau tidak aktif berkembang. Bakteri tuberkulosis dapat berada dalam status ini dalam waktu lama serta tidak menyebabkan gejala apun. Inilah alasan orang yang tertular tuberkulosis tidak menunjukkan gejala awal.

Fase ini disebut dengan tuberkulosis laten. Walaupun terdapat bakteri tuberkulosis yang berada di dalam tubuh, penderita tuberkulosis laten tidak dapat menularkan penyakit tuberkulosis ini.

Mengenal penyebab penyakit tuberkulosis menjadi hal yang penting, dengan mengetahui penyebabnya, kita dapat menghindari infeksi ini. Selain mengetahui berbagai penyebabnya, ketahui pula cara mencegah penyakit tuberkulosis ini.

Salah satu langkah untuk mencegahnya adalah mengkonsumsi suplemen kesehatan untuk menjaga imunitas tubuh. Ada berbagai macam pilihan vitamin dan suplemen dari Mandira, atau juga mengkonsumsi Kombucha sebagai Cara Memperkuat Daya Tahan Tubuh. Kunjungi halaman prinsipal untuk melihat informasi produk atau langsung hubungi kami di sini.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.