...

Menurut WHO atau World Health Oranization, masa remaja dimulai sejak usia 12 hingga 24 tahun. Masa ini merupakan fase yang penuh perubahan dan eksplorasi bagi anak. Meskipun demikian, tanpa kebiasaan sehat yang tepat, masa ini juga dapat membuat anak mengalami berbagai masalah kesehatan remaja.

Semasa usia remaja, anak Anda bisa saja memiliki kendala kesehatan yang tidak terlihat langsung tanpa diagnosis medis. Oleh sebab itu, penting untuk memahami apa saja penyakit yang bisa muncul pada masa ini.

Penyakit yang Rentan Menjadi Masalah Kesehatan Remaja

Untuk lebih memahami masalah kesehatan yang sering dihadapi remaja, simak penjelasan berikut ini.

1. Gangguan Mental

Dalam transisi masa kecil menuju masa remaja, seringkali anak mengalami tekanan emosional yang tinggi, baik dari lingkungan sosial maupun akademik. Hal ini dapat memicu gangguan mental atau Tanda-tanda Mental Illness yang Harus Kamu Tahu.

Anda dapat mulai mencegah gangguan ini dengan menyediakan waktu untuk mendengarkan keluhan remaja tanpa langsung menghakimi mereka. Biarkan mereka menjalani hidup, namun tetap berikan bimbingan agar mereka juga dapat mengetahui apa saja yang mungkin terjadi di lingkungan mereka.

Jika remaja tetap merasa terganggu atau memiliki masalah yang sulit untuk dibicarakan, Anda dapat merujuk ke tenaga psikologis profesional untuk bantuan yang lebih lanjut.

2. Obesitas

Gaya hidup modern yang cenderung sedentari dan kemudahan akses makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko obesitas pada remaja.

Obesitas pada remaja juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Selain itu, kepercayaan diri anak bisa turun yang dapat memicu masalah psikologis.

3. Gangguan Makan

Anoreksia, Binge Eating Disorder, dan Bulimia Nervosa adalah tiga gangguan makan yang sering terjadi pada remaja, terutama perempuan. Gangguan ini biasanya dipicu oleh diet ekstrim dan tekanan untuk memiliki tubuh ideal yang seringkali tidak realistis.

4. Hipertensi

Meski lebih sering terjadi pada orang dewasa, hipertensi juga bisa menyerang remaja. Faktor-faktor seperti stres, merokok, pola makan yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik dapat memicu penyakit ini.

5. Kanker Usus

Meski jarang, remaja bisa terkena kanker usus, terutama jika salah satu anggota keluarga memiliki riwayat penyakit ini. Untuk menghindarinya, biasakan anak untuk menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang di sepanjang masa remajanya.

6. Kanker Serviks

Masalah kesehatan remaja selanjutnya adalah kanker serviks. Kanker serviks umumnya ditemukan pada wanita pada usia 25 tahun ke atas, namun tidak berarti penyakit ini tidak akan menyerang wanita di bawah batas usia tersebut.

Kanker serviks dapat dicegah sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan berkala sert vaksinasi HPV. Penting juga bagi Anda untuk memberikan pendidikan seks komprehensif pada anak agar mereka paham akan apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan.

7. Diabetes

Konsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak dan gula tinggi berlebih dapat memicu diabetes tipe 1 dan 2 pada remaja ketika kandungan gula dalam darah melewati batas normal. Diabetes pada usia muda dapat meningkatkan risiko komplikasi serius di kemudian hari, seperti penyakit jantung dan gagal ginjal. Oleh sebab itu, kebiasaan makan sehat teratur harus ditanamkan sejak dini dan ditegaskan di masa remaja.

8. HIV/AIDS

Remaja yang aktif secara seksual tanpa perlindungan berisiko tinggi terkena HIV/AIDS. Edukasi tentang seks yang sehat dan aman sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

9. Meningitis

Penyakit ini merujuk pada peradangan di saraf tulang belakang dan lapisan pelindung otak. Meningitis bisa disebabkan oleh berbagai jenis bakteri, parasit, jamur, dan virus. Pencegahan terbaik adalah dengan vaksinasi.

10. Stroke

Meski jarang ditemukan, stroke juga bisa terjadi pada remaja, terutama pada remaja yang memiliki kondisi hipertensi dan diabetes. Stroke pada remaja biasanya memiliki potensi untuk berkembang yang lebih tinggi dibandingkan stroke pada orang dewasa.

11. Gagal Ginjal

Penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk diabetes, gaya hidup yang buruk, dan hipertensi. Konsumsi makan dan minuman dengan kandungan gula dan lemak tinggi berlebih juga dapat memicu kondisi ini.

12. Penyakit Paru-Paru

Polusi udara dan merokok bisa memicu penyakit paru-paru pada remaja, terutama jika anak Anda sering berada di lingkungan yang membuatnya jadi perokok pasif (menghirup asap rokok dari perokok lain).

13. Gangguan Saraf Akut

Masalah kesehatan remaja ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti penggunaan obat-obatan, diabetes, cedera, stroke, dan gangguan autoimun. Terlebih lagi, penyakit ini bisa muncul pada anak hingga remaja dan meningkatkan risiko kelumpuhan (paralisis).

14. Cronh’s Disease

Crohn’s disease adalah peradangan pada lapisan dinding sistem pencernaan yang juga dapat menyerang mulut sampai anus anak. Cronh’s disease umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok, genetik, gaya hidup. dan pola makan yang buruk.

15. Tumor Otak

Tumor otak bisa terjadi pada setiap kalangan, termasuk dari usia 15 sampai 50 tahun. Salah satu jenisnya adalah Ependymoma yang umum menyerang anak-anak hingga remaja. Jika anak atau remaja mulai mengalami sakit kepala berkepanjangan, segera periksakan ke tenaga medis profesional.

16. Lupus Eritematosus Sistemik (LES)

Penyakit autoimun ini lebih dikenal dengan penyakit lupus. LES merupakan penyakit rematik-autoimun yang menyerang berbagai sistem organ di tubuh manusia dan lebih sering dialami oleh perempuan usia produktif, namun juga ada yang menyerang laki-laki pada usia remaja dan dewasa muda.

Cara Mengurangi Masalah Kesehatan Remaja

Untuk mengurangi masalah kesehatan masa remaja, ada beberapa langkah yang bisa Anda bantu anak lakukan sejak dini. Pertama, menjaga pola makan yang sehat dan teratur. Pola makan ini mencakup konsumsi makanan sehat seperti buah, sayur, dan protein rendah lemak, serta menghindari makanan olahan dan tinggi gula.

Anda juga perlu memastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup, idealnya sekitar 7-9 jam setiap malam. Jika perlu, dorong anak untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit setiap hari agar mereka terbiasa untuk berolahraga.

Terakhir, ajarkan juga pada anak agar dapat menceritakan gangguan fisik ataupun mental yang dialami sesegera mungkin sehingga kondisi kesehatan anak dapat dipulihkan secepatnya.

Selain hal di atas, masalah kesehatan remaja juga dapat dicegah dengan konsumsi vitamin dan Suplemen Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh agar Kuat dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.