Kondisi kesehatan tubuh manusia bisa menurun seiring bertambahnya usia, termasuk berbagai fungsi organnya. Dengan demikian, terdapat berbagai penyakit lansia (lanjut usia) yang sering terjadi dan sebaiknya diwaspadai. Penting juga untuk mengkonsumsi Vitamin Daya Tahan Tubuh untuk Orang Tua atau obat resep dokter dari Mandira, salah satu distributor obat Indonesia.
Pada berbagai kasus, seorang lansia bahkan bisa menderita beberapa jenis penyakit dalam satu waktu. Untuk mencegah hal tersebut, simak penjelasan dari penyakit-penyakit yang umum terjadi pada lansia berikut.
18 Penyakit Lansia yang Umum Diderita
Penyakit Lansia
Dengan menurunnya fungsi organ dan kinerja tubuh, terdapat berbagai penyakit yang sangat mudah diderita oleh orang-orang yang saat mereka memasuki usia lanjut. Berikut adalah beberapa diantaranya.
1. Hipertensi
Hipertensi atau darah tinggi dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan jika terus dibiarkan, misalnya risiko stroke dan penyakit jantung. Risiko terjadinya penyakit lansia ini meningkat seiring dengan bertambahnya usia, terutama di atas 75 tahun.
2. Diabetes
Penyakit kencing manis dapat membuat tubuh tidak bisa mengolah gula dengan efektif. Diabetes pada lansia umumnya diderita oleh orang berusia 65 tahun dan ke atas.
3. Stroke
Stroke terjadi ketika tidak terpenuhinya suplai darah untuk otak, sehingga dapat menyebabkan otak kekurangan nutrisi dan oksigen. Penyakit ini sebenarnya dapat menyerang berbagai rentang usia, termasuk bayi dalam kandungan. Meskipun demikian, umumnya, risiko penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia, terutama bagi lansia berusia 55 tahun ke atas.
4. Katarak
Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata menjadi keruh, sehingga menyebabkan buramnya penglihatan. Penyebab umumnya yaitu faktor usia, paparan sinar ultraviolet, diabetes, serta merokok. Kondisi ini umumnya berkembang secara perlahan sejak seseorang berusia 40–50 tahun.
5. Malnutrisi
Malnutrisi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, misalnya menurunnya kekuatan otot dan sistem kekebalan tubuh. Kondisi malnutrisi pada usia lanjut dapat disebabkan oleh selera makan yang rendah, kecemasan, gangguan fungsi kognitif, depresi, hingga penyakit komorbid yang akan mempengaruhi status nutrisi pada orang lansia.
6. Degenerasi Makula
Degenerasi makula atau age-related macular degeneration (AMD) dapat menyebabkan kebutaan. Sebagian besar penderita degenerasi makula adalah lansia berusia 50 tahun ke atas. Kondisi ini juga ditandai dengan perubahan pandangan menjadi buram, dimulai dari tengah penglihatan.
7. Arthritis
Penyakit ini disebut juga sebagai radang sendi, terjadi ketika ada peradangan pada satu atau lebih sendi dalam tubuh. Tanda-tandanya yaitu muncul bengkak serta terasa kaku dan nyeri. Arthritis sering dialami oleh lansia yang berusia di atas 65 tahun.
8. Infeksi Saluran Kencing
Penyakit infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri atau jamur yang terjadi di bagian sistem kemih. Infeksi saluran kencing juga umum ditemukan pada lansia dengan gejala yang lebih parah daripada orang dewasa lain yang lebih muda.
9. Inkontinensia Urine
Inkontinensia merupakan kondisi yang menyebabkan penderitanya tidak mampu menahan kencing. Gangguan ini sering terjadi pada lanjut usia. Kejadian inkontinensia urin dapat disebabkan karena menurunnya fungsi kandung kemih dan penurunan otot di sekitar saluran kemih.
10. Osteoporosis
Penyakit yang satu ini disebut juga pengeroposan tulang, ditandai dengan berkurangnya massa dari tulang pada tubuh. Dampaknya, tulang menjadi mudah rapuh atau patah. Pada orang lansia, osteoporosis seringkali terjadi pada usia 65-85 tahun.
11. Penyakit Ginjal Kronis
Ini merupakan penyakit lansia yang terjadi secara bertahap, sehingga sering tidak disadari pada awalnya. Jika sudah memasuki tahap kronis, maka dapat memicu berbagai penyakit lainnya, seperti gagal ginjal dan penyakit jantung.
12. Kolesterol Tinggi
Ketika kadar kolesterol terlalu tinggi, hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit serius yang perlu diwaspadai. Lansia yang berusia 65 tahun ke atas sangat rentan pada penyakit ini.
13. Pneumonia
Penyakit ini disebabkan peradangan pada jaringan di paru-paru. Pada usia 65 tahun ke atas, pneumonia dapat menjadi serius karena risiko komplikasi yang lebih tinggi.
14. Penyakit Parkinson
Ini merupakan salah satu penyakit degeneratif yang mengakibatkan tremor, gerakan tersendat, dan kekakuan. Umumnya penyakit ini menyerang lansia pada usia antara 50 tahun ke atas.
15. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
PPOK terjadi ketika paru-paru dan saluran pernapasan mengalami kerusakan akibat peradangan yang terjadi. PPOK lebih sering menyerang seseorang dengan usia lanjut yang memiliki kebiasaan merokok, dan penyakit ini memiliki gejala seperti batuk yang tidak kunjung membaik, nyeri dada, hingga mengi.
16. Depresi
Usia tua dan penurunan kebugaran tubuh dapat menyebabkan hilangnya semangat hidup, status, dan kepercayaan diri orang lansia sehingga meningkatkan risiko depresi. Selain itu, gangguan mental yang dialami individu usia 60 tahun ke atas umumnya meliputi perasaan sedih, adanya kecemasan, sulit tidur dan tidak memiliki harapan.
17. Kanker
Ada berbagai jenis kanker yang rentan diderita lansia, yaitu kanker paru, kulit, kandung kemih, payudara, prostat dan perut.
18. Penyakit Alzheimer dan Demensia
Penyakit ini dapat menyebabkan penderita sulit berpikir, hilang ingatan, dan membuat keputusan yang kurang tepat.
Cara Menjaga agar Lansia tetap Sehat
Penyakit Lansia
Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh akan mulai menurun sehingga muncul berbagai risiko penyakit. Berikut adalah cara menjaga kesehatan untuk mengurangi risiko tersebut.
1. Tetap Aktif
Banyak lansia yang menjalani masa tuanya dengan berdiam diri di rumah dan hanya sedikit beraktivitas. Hal tersebut dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit bagi lansia, sehingga penting untuk mendukung agar lansia aktif bergerak serta melakukan olahraga meski hanya ringan.
2. Mengkonsumsi Makanan Sehat
Menjaga pola hidup sehat adalah hal penting, termasuk menjaga pola makan. Untuk lansia, pola makan yang baik yaitu rendah asupan lemak serta tinggi akan zat bergizi. Jurnal Dove Press menerbitkan penelitian yang merekomendasikan perhatian lebih pada pemenuhan vitamin B12, vitamin D, vitamin K, protein, calcium, dan zinc bagi lansia karena jenis-jenis nutrisi tersebut sangat penting bagi tubuh yang semakin menua.
3. Menjaga Berat Badan Tetap Ideal
Masih berhubungan dengan pola hidup sehat, terutama pola makan, hal penting yang perlu diperhatikan yaitu berat badan. Tubuh yang memiliki berat badan ideal akan memiliki tingkat kesehatan yang lebih berkualitas.
4. Memastikan Memperoleh Waktu Istirahat yang Cukup
Pastikan bahwa waktu istirahat dan tidur sudah cukup, supaya stamina dan kondisi tubuh tetap terjaga.
5. Berhubungan Baik dengan Orang Lain
Cara selanjutnya yaitu dengan menjaga hubungan baik dengan orang lain di sekitar. Sosialisasi dengan banyak orang merupakan hal yang bisa membantu tubuh tetap sehat, misalnya dengan keluarga, teman, atau tetangga.
6. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan secara Rutin
Pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan hal penting bagi lansia, karena ada berbagai jenis penyakit yang mungkin mengancam tanpa menimbulkan gejala. Selanjutnya, jika perlu, gunakan Tips dan Rekomendasi Suplemen Jaga Lansia Sehat, mengkonsumsi vitamin atau obat sesuai dengan arahan dari dokter.
Jika dokter meresepkan obat-obatan atau vitamin, Anda dapat mendapatkan produk tersebut dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
Menjaga kesehatan merupakan hal penting bagi semua orang, termasuk lansia. Maka dari itu, Olahraga Pagi merupakan aktivitas yang sebaiknya dilakukan secara rutin. Mengingat faktor usia dan lain sebagainya, tentu saja ada golongan rekomendasi olahraga untuk lansia (lanjut usia) yang bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
Mulai dari olahraga ringan seperti berjalan, hingga olahraga yang menyenangkan seperti berdansa, dapat membantu orang lansia untuk menjaga bahkan meningkatkan kualitas hidup mereka. Anda juga dapat memperoleh obat atau vitamin resep dokter dari Mandira, distributor obat terpecaya untuk mendapatkan produk yang terjamin kualitasnya. Simak artikel ini hingga tuntas untuk mendapat penjelasan lebih lengkapnya!
Kenapa Orang Lansia Wajib Olahraga?
Olahraga untuk Lansia
Ada berbagai alasan pentingnya lansia melakukan olahraga rutin, terutama bagi orang tua. Berikut merupakan penjelasan lebih lengkapnya.
1. Menjaga Kesehatan Mental
Bagi orang lanjut usia, gangguan kesehatan mental seringkali terjadi. Pada masa tua, banyak orang yang cenderung merasa kesepian sehingga menjadi mudah cemas atau stres.
Salah satu cara untuk menjaga supaya kesehatan mental lansia tetap baik yaitu dengan rutin berolahraga. Selain baik untuk fisik, olahraga merupakan aktivitas yang baik untuk mental. Hal ini dikarenakan tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin saat berolahraga. Hormon endorfin adalah hormon yang bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri fisik serta dapat memelihara kesehatan mental. Selain itu, ini juga bisa menjadi ajang untuk bersosialisasi dengan keluarga atau lingkungan di sekitar.
2. Meningkatkan Kesehatan Otot dan Tulang
Olahraga memiliki peran yang sangat baik dalam meningkatkan kesehatan otot dan tulang bagi semua usia, termasuk lansia. Dengan rutin berolahraga, lansia dapat juga meningkatkan koordinasi tubuh dan keseimbangan, sehingga dapat mengurangi risiko terjatuh atau tergelincir ketika sedang beraktivitas.
3. Mengendalikan Berat Badan dan Menurunkan Gula Darah
Bagi lansia, permasalahan tentang gula darah dan berat badan seringkali terjadi. Untuk mencegah atau mengatasi hal tersebut, dapat dilakukan dengan menjaga pola makan serta rutin melakukan olahraga.
4. Menjaga Kesehatan Jantung
Selain permasalahan gula darah, ada berbagai permasalahan jantung yang umum diderita lansia. Kondisi ini juga dapat dicegah dengan menjaga pola makan, menghindari stres, dan rutin olahraga.
5. Meningkatkan Kualitas Tidur
Biasanya, olahraga dilakukan pada pagi hari, sehingga dapat membuat lansia dapat memperoleh sinar matahari pagi yang cukup. Selain itu, salah satu pendekatan non farmakologis yang dianjurkan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah dengan berolahraga. Badan Kesehatan Dunia atau WHO juga merekomendasikan agar melakukan olahraga rutin dengan intensitas sedang minimal 150 menit per minggu untuk penanganan insomnia.
7 Rekomendasi Olahraga untuk Lansia
Olahraga untuk Lansia
Olahraga dapat dilakukan dengan berbagai aktivitas, serta bisa menjadi ajang untuk refreshing supaya pikiran tetap terjaga. Inilah rekomendasi jenis olahraga yang baik untuk lansia.
1. Bersepeda
Kegiatan bersepeda dapat membuat sendi dan tulang menjadi lebih kuat. Bersepeda juga cara yang bagus untuk mencegah penyakit kronis seperti stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung. Selain itu, mengendarai sepeda dapat memberikan kesempatan yang bagus bagi lansia untuk bersosialisasi.
2. Berjalan
Olahraga untuk lansia tidak selalu harus dilakukan secara berat atau rumit, Anda bisa melakukannya dengan sederhana, misalnya dengan berjalan. Jenis olahraga ini dapat dilakukan di mana saja, misalnya di area dalam dan sekitar rumah.
3. Yoga
Senam yoga adalah jenis olahraga yang bisa melatih pernapasan serta fokus pikiran. Ini dapat menjadi alternatif baik untuk mencegah berbagai gangguan mental, misalnya stres atau depresi.
4. Berdansa
Dansa bisa menjadi olahraga yang menyenangkan bagi segala usia. Olahraga dansa dapat menjaga keseimbangan serta kebugaran tubuh, sehingga sangat sesuai untuk orang lansia.
5. Berenang
Rekomendasi olahraga untuk lansia selanjutnya yaitu berenang. Ini menjadi pilihan bagus, karena bisa menjaga kesehatan paru-paru, otak, dan jantung. Selain itu, juga dapat melancarkan aliran darah serta meningkatkan kekuatan sendi dan otot.
6. Tai Chi
Ini merupakan olahraga dari Tiongkok yang mirip dengan senam, namun memakai ritme yang cenderung lebih lambat. Tai chi dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan keseimbangan, kekuatan, serta kelenturan tubuh para lansia.
7. Latihan Keseimbangan
Penurunan keseimbangan umum dialami oleh lansia, sehingga sebaiknya rutin melakukan latihan keseimbangan. Sebagai contoh, dengan berjalan jinjit atau berdiri dengan satu kaki. Dengan olahraga ini, maka risiko terjatuh dan cedera bisa diminimalisir.
Durasi Olahraga untuk Lansia
Mengatur waktu untuk melakukan olahraga menjadi hal penting bagi lansia, untuk menjaga kondisi tubuhnya supaya tetap sehat. Untuk orang lansia, durasi waktu olahraga yang disarankan dari Badan Kesehatan Dunia yaitu:
Olahraga dengan intensitas berat sebanyak 75 menit seminggu, atau olahraga dengan intensitas ringan dengan durasi minimal 150 menit dalam seminggu.
Olahraga ketahanan otot atau kekuatan, paling sedikit dua kali dalam seminggu.
Olahraga keseimbangan, sebaiknya dilakukan minimal tiga kali seminggu.
Selain rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan, penting juga untuk mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin Tulang untuk Lansia dan mengkonsultasikan kondisi lansia ke dokter atau ahli untuk dapat mengetahui pantangan dan rekomendasi kesehatan dengan lebih akurat.
Jika dokter meresepkan obat-obatan atau vitamin, Anda dapat mendapatkan produk tersebut dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
Memiliki tubuh sehat dengan jantung yang kuat dapat memberikan dukungan untuk berbagai aktivitas yang Anda jalani. Dengan demikian, sangat penting bagi Anda untuk memahami dan mengenali berbagai ciri-ciri jantung lemah yang sebaiknya diwaspadai sejak dini.
Supaya bisa menjaga kesehatan jantung dan menghindari risiko jantung lemah, terdapat juga berbagai cara juga bisa Anda lakukan. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi Vitamin untuk Kesehatan Jantung atau obat resep dokter dengan produk dari distributor obat Mandira. Simak penjelasan berikut hingga tuntas untuk mengetahui lebih lanjut tentang jantung lemah.
Apa Itu Jantung Lemah?
Kardiomiopati atau jantung lemah merupakan kondisi dimana terjadi peradangan pada organ jantung serta otot jantung mulai melemah. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan jantung tidak sanggup memompa darah, atau disebut juga sebagai gagal jantung.
Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab utamanya, yaitu gaya hidup yang tidak sehat, infeksi viral, terjadinya serangan jantung, serta faktor genetika. Berikut ciri-ciri jantung lemah yang perlu diwaspadai.
Ciri-ciri Jantung Lemah
Kondisi jantung lemah memiliki berbagai ciri yang sebaiknya Anda waspadai, yaitu sebagai berikut:
Mudah kelelahan
Detak jantung tidak teratur dan cepat
Mengalami sesak napas
Merasa kurang waspada dan sulit konsentrasi
Kurang nafsu makan dan merasa mual
Terjadi pembengkakan pada kaki
Berat badan bertambah dengan sangat cepat
Berkurangnya kemampuan berolahraga
Batuk terus-menerus
Terjadi pembengkakan pada area perut
Kepala terasa ringan
Tiba-tiba pingsan ketika beraktivitas
4 Jenis dan Penyebab Kardiomiopati
Ciri-ciri Jantung Lemah
Kardiomiopati dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, dan berikut merupakan penjelasan setiap jenisnya.
1. Kardiomiopati Dilatasi
Dikenal juga sebagai Dilated Cardiomyopathy, varian ini merupakan jenis lemah jantung yang sering terjadi. Penyakit ini ditandai dengan membesarnya rongga jantung, sehingga memicu otot jantung menjadi lemah serta tidak bisa melakukan pompa darah secara normal. Hal ini umumnya mengarah ke kondisi gagal jantung yang banyak ditemukan pada kasus pasien lemah jantung dilatasi.
2. Kardiomiopati Hipertrofik
Gen keturunan merupakan faktor utama penyebab Hypertrophic Cardiomyopathy. Jenis lemah jantung kardiomiopati hipertrofik terjadi saat munculnya penebalan pada massa otot jantung di bagian bilik kiri atau dinding di antara kedua bilik jantung. Dampak dari kondisi ini adalah penghambatan aliran darah untuk masuk ke dalam bilik. Kondisi kardiomiopati hipertrofik termasuk cukup jarang terjadi.
3. Kardiomiopati Aritmogenik
Arrhythmogenic Right Ventricular Dysplasia (ARVD) atau Kardiomiopati Aritmogenik adalah kardiomiopati yang lebih sering ditemukan pada pria. Lemah jantung ini terjadi ketika otot jantung telah tergantikan oleh lemak dan jaringan parut atau fibrosis. Permasalahan jantung ini dapat menjadi gangguan untuk salah satu atau kedua bilik jantung.
4. Kardiomiopati Restriktif
Restrictive Cardiomyopathy atau kardiomiopati restriktif juga cukup jarang terjadi. Lemah jantung ini terjadi saat munculnya kekakuan lapisan otot yang berada di bagian tengah dinding jantung dan mengganggu aliran darah ke bagian dalam bilik.
Faktor Risiko Jantung Lemah
Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi faktor risiko kardiomiopati, yaitu:
Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat membuat organ jantung menjadi bengkak dan semakin lemah.
Penyakit jantung koroner dapat merusak otot jantung dan menyebabkannya menjadi lemah.
Penyakit katup jantung dapat menyebabkan aliran balik darah tidak bisa dipompa dengan baik.
Aritmia dapat menyebabkan jantung menjadi tidak normal dalam melakukan pemompaan darah.
Tindakan Mencegah Jantung Lemah
Kondisi jantung lemah dapat dicegah dengan rutinitas yang disiplin dan pengetahuan terkait ciri-ciri jantung lemah. Berikut adalah tindakan yang dapat Anda lakukan.
1. Mengenali dan Mencegah Faktor Risiko Jantung Lemah
Dengan mengenali faktor risiko jantung lemah, Anda dapat melakukan tindakan preventif dan mulai menerapkan pola hidup sehat dengan lebih dini.
2. Memeriksakan Diri ke Dokter
Untuk diagnosa yang lebih akurat, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter dan memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih menyeluruh.
3. Membiasakan Diri Mengkonsumsi Makanan Sehat
Pola makan tentu saja menjadi faktor kesehatan yang sebaiknya selalu diperhatikan. Salah satu artikel Colorado State University Extension menyebutkan bahwa Anda dapat meningkatkan kesehatan jantung mengkonsumsi sayur, buah-buahan, dan biji-bijian, membatasi konsumsi lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol, memilih daging tanpa lemak dan nabati sumber protein, serta membatasi makanan dan minuman dengan gula berlebih.
4. Mengurangi Asupan Garam
Artikel Colorado State University Extension tersebut juga menyebutkan bahwa konsumsi sodium, komponen utama garam, perlu dikurangi agar tubuh dapat mengontrol tekanan darah tinggi (hipertensi) dan membantu meringankan kinerja jantung.
5. Menghentikan Kebiasaan Merokok
Jika ingin lebih terhindar dari risiko jantung lemah, maka sebaiknya Anda berhenti merokok serta menjauhi asap rokok. Hal ini menjadi lebih penting ketika mulai muncul ciri-ciri jantung lemah. Salah satu artikel dari Journal of Thoracic Disease juga melaporkan bahwa berhenti merokok dapat mengurangi risiko penyakit jantung secara signifikan.
6. Olahraga secara Teratur
Olahraga secara teratur sangat penting untuk meningkatkan kesehatan jantung dan melancarkan sirkulasi darah. Rutin berolahraga juga dapat membantu tubuh untuk meningkatkan performa jantung sehingga Anda juga mampu membangun stamina.
7. Mengelola Stres
Stres dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit, salah satunya jantung lemah. Maka dari itu, menjadi penting untuk mengelola stress dengan baik. Journal of Clinical Medicine juga menerbitkan artikel yang menyatakan bahwa stres merupakan faktor risiko yang dapat memicu penyakit jantung terutama pada perempuan.
8. Cukup Istirahat
Pastikan Anda tidak kurang istirahat, termasuk waktu tidur yang idealnya 7-9 jam per hari. Salah satu penelitian yang Cureus terbitkan juga menyebutkan bahwa individu dengan kurang tidur memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.
Jenis-jenis Pengobatan Kardiomiopati
Ciri-ciri Jantung Lemah
Pengobatan untuk kardiomiopati dapat disesuaikan dengan kondisi pasien. Bagi penderita yang belum mengalami gejala, dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi 6 Minuman Sehat untuk Jantung. Untuk penderita yang sudah mengalami gejala dapat segera memeriksakan diri ke dokter untuk pengobatan dan penanganan lebih lanjut.
Beberapa pasien mungkin akan direkomendasikan untuk menjalani operasi jantung, misalnya implan alat pacu jantung, transplantasi jantung, atau operasi miomektomi.
Jika dokter meresepkan obat-obatan atau vitamin, Anda dapat mendapatkan produk tersebut dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.
Peradangan kulit atau yang sering disebut sebagai psoriasis merupakan salah satu masalah kesehatan kulit yang umum terjadi di masyarakat seperti Jenis-jenis Alergi Kulit yang Wajib Diketahui. Penyebabnya dapat bermacam-macam, tergantung jenis peradangan yang terjadi.
Meskipun bukan penyakit menular, masalah kesehatan ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Karena itu, ketahui seperti apa gejala, penyebab, hingga jenis psoriasis agar bisa mengidentifikasi solusi untuk mengatasinya.
Kenali Gejala Peradangan Kulit atau Psoriasis
Gejala spesifik psoriasis bisa berbeda-beda tergantung jenisnya. Namun secara umum, gejalanya ditandai oleh munculnya bercak merah dengan sisik tebal dan lapisan kering pada kulit. Kondisi ini membuat kulit menjadi menebal, mudah terkelupas, serta terasa gatal atau terbakar.
Biasanya, kondisi ini muncul di area kulit siku, lutut, punggung bawah, atau kulit kepala. Namun, pada beberapa jenis psoriasis, peradangannya juga bisa menyebar pada area kuku dan sel kulit di bawah kuku.
Pahami Penyebab Peradangan Kulit atau Psoriasis
Sama seperti gejalanya, penyebab spesifik terjadinya peradangan pada kulit juga bisa berbeda-beda tergantung jenis psoriasis-nya. Secara umum, psoriasis adalah sejenis penyakit inflamasi (peradangan) sistemik yang terjadi pada kulit akibat kondisi autoimun.
Kondisi ini terjadi ketika terjadi penumpukan sel kulit hingga menghasilkan bercak bersisik yang terasa kering dan gatal. Pada kondisi normal, proses pergantian sel-sel kulit butuh waktu sekitar sebulan.
Namun, proses ini terjadi lebih cepat pada penderita psoriasis, bahkan hanya memakan waktu beberapa hari. Akibatnya, kulit menebal, bersisik, dan terasa gatal. Faktor penyebab utamanya diduga terjadi karena gangguan sistem kekebalan tubuh yang dipicu oleh faktor lain seperti cuaca dingin, stres, dan infeksi tenggorokan.
Ketahui Jenis-Jenis Peradangan Kulit atau Psoriasis
Untuk mengetahui lebih jelas terkait gejala dan penyebab spesifik untuk masing-masing jenis psoriasi, simak penjelasan lengkapnya berikut ini:
1. Psoriasis Inversi
Jenis psoriasis ini berupa peradangan yang dipicu oleh infeksi jamur di area lipatan kulit yang lembab, misalnya di area ketiak, lipatan payudara, atau lipatan paha. Gejalanya ditandai dengan timbulnya bercak merah dan lapisan putih yang tipis.
2. Psoriasis Pustular
Dapat terjadi akibat infeksi, stres, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Jenis psoriasis ini bisa menyebabkan demam, rasa nyeri, dan gatal yang cukup intens, ditandai dengan munculnya kulit memerah yang disertai bintik bernanah.
3. Psoriasis Eritrodermik
Jenis psoriasis ini termasuk jenis psoriasis langka yang dipengaruhi oleh kondisi autoimun. Salah satu gejalanya yaitu timbul ruam yang mengelupas yang disertai rasa gatal dan sensasi terbakar. Jenis psoriasis eritrodermik juga dapat memicu dehidrasi.
4. Psoriasis Arthritis
Psoriasis arthritis terjadi pada sendi penderita. Gejalanya bisa berupa kekakuan pada sendi, iritasi kulit, dan perubahan warna kuku. Penyebabnya bisa terjadi karena faktor genetik atau gangguan autoimun.
5. Psoriasis Plak
Psoriasis plak adalah salah satu jenis peradangan yang paling umum terjadi, dengan gejala berupa munculnya plak kemerahan dengan sisik-sisik putih atau keperakan yang tebal pada kulit. Penyebabnya adalah akibat pertumbuhan sel-sel kulit yang terlalu cepat.
6. Psoriasis Gutata
Terakhir adalah psoriasis gutata yang dipicu oleh infeksi bakteri pada saluran pernapasan bagian atas, misalnya radang tenggorokan. Gejala utamanya adalah bercak merah kecil yang terasa gatal dengan diameter kurang dari 1 cm, dan kulit bersisik.
Umumnya, Masalah Kulit Kering yang Sering Terjadi pada Perempuan dan psoriasis ditangani dengan memberikan obat oles, obat minum, suntikan, hingga fototerapi. Selain itu, penderita psoriasis juga direkomendasikan untuk selalu menjaga kesehatan kulit dengan cara rutin menggunakan tabir surya dan krim pelembab.
Anda bisa memperoleh obat oles atau obat minum untuk mengatasi peradangan kulit dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatandi sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan dihalaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kamidi sini.
Lensa kontak adalah salah satu solusi populer untuk mengatasi mata minus selain dari menggunakan kacamata. Mata minus atau rabun jauh (hipermetropi) adalah kondisi ketika bayangan fokus jatuh di depan retina, bukan tepat pada retina. Akibatnya, objek yang jauh terlihat kabur. Anda dapat menghindari kondisi ini dengan melakukan Cara Jaga Kesehatan Mata yang Efektif.
Banyak orang yang lebih memilih lensa kontak dibanding kacamata karena dianggap lebih praktis dan tidak mengganggu penampilan. Namun, sebaiknya kenali apa saja risiko penggunaan lensa kontak dan alternatif cara untuk obati mata minus untuk menjaga kesehatan Anda dengan lebih baik.
Mata Minus, Haruskah Gunakan Lensa Kontak?
Lensa kontak adalah sejenis lensa yang menempel langsung pada mata untuk mengoreksi masalah refraksi (proses masuknya cahaya) agar bayangan fokus bisa jatuh pada retina. Ini memungkinkan penglihatan yang lebih jelas tanpa mengganggu penampilan fisik.
Namun, haruskah penderita mata minus menggunakan alat ini? Sebenarnya, keputusan terbaik harus didasari oleh konsultasi bersama pihak medis profesional. Sebab tidak semua orang cocok menggunakan lensa kontak, terutama jika terdapat masalah kesehatan lainnya.
Perhatikan Risiko Penggunaan Lensa Kontak
Meskipun lensa kontak bisa memberikan banyak manfaat, ada beberapa risiko dan komplikasi tertentu yang dapat timbul akibat penggunaannya. Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Mata Mudah Kering
Lensa kontak bisa menyebabkan cairan mata menguap lebih cepat, mengakibatkan mata terasa kering dan teriritasi. Hal ini karena semakin lunak lensanya, kadar airnya akan semakin tinggi. Untuk mempertahankan kadar airnya, maka lensa tersebut akan semakin banyak menyerap cairan mata.
2. Menyebabkan Luka pada Kornea
Penggunaan jenis lensa yang tidak tepat atau lensa yang kurang bersih dapat meningkatkan risiko luka pada kornea. Luka ini bisa disebabkan oleh partikel kotoran yang tertinggal atau gesekan dari lensa yang tidak pas dengan permukaan mata.
3. Penyebab Keratitis
Keratitis adalah kondisi peradangan pada kornea yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau zat asing lainnya. Hal ini bisa terjadi akibat penggunaan lensa kontak dengan cara yang salah atau kurang menjaga kebersihan lensa.
4. Mata Menjadi Merah
Mata merah adalah salah satu indikasi yang timbul akibat iritasi/peradangan pada mata, kondisi mata kering, dan lain sebagainya. Ini bisa menjadi tanda bahwa Anda harus melepas lensa kontak untuk sementara.
Cara Menangani Mata Minus
Untuk mengatasi mata minus, penggunaan lensa kontak atau kacamata tidak selalu menjadi solusi utama. Sebagai alternatif, berikut ini beberapa metode alami yang dapat membantu kesehatan mata minus.
1. Konsumsi Wortel dan Buah Kaya Vitamin A
Wortel mengandung beta-karoten yang sangat penting untuk kesehatan mata. Beta-karoten diubah menjadi vitamin A oleh tubuh, dan vitamin A adalah zat yang berperan dalam menjaga kesehatan retina.
2. Jangan Terlalu Lama Menatap Layar
Menatap layar monitor dalam jangka waktu yang terlalu lama dapat menguras tenaga otot mata, sehingga Anda sesekali perlu mengistirahatkan mata.
Anda dapat mengistirahatkan mata dengan teknik 20-20-20, yakni alihkan pandangan pada suatu objek dengan jarak 20 kaki (sekitar 6 meter dari posisi mata) selama 20 detik dan dilakukan setiap 20 menit sekali.
3. Kurangi Penggunaan Kaca Mata
Selain lensa kontak, penggunaan kacamata berlebihan pada jarak dekat juga perlu dikurangi. Sebab, terlalu sering memakai kacamata akan membuat otot mata kaku karena bola mata jarang bergerak. Ini juga bisa membantu merangsang fokus mata.
4. Lakukan Senam Mata
Seperti bagian tubuh lainnya, mata juga membutuhkan latihan. Senam mata dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah di sekitarnya dan merangsang otot-otot mata agar bisa berkontraksi dengan baik.
Jika dokter menyarankan Anda untuk mengkonsumsi Vitamin Kesehatan Mata atau suplemen, dapatkan produk terpercaya dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatandi sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan dihalaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kamidi sini.
Sakit kepala merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh banyak orang di tempat kerja. Salah satu alternatif solusinya adalah dengan mengkonsumsi Makanan Penambah Stamina Agar Tidak Cepat Lelah dan vitamin untuk sakit kepala sesuai resep serta anjuran dokter.
Namun, penting untuk diketahui bahwa sakit kepala dapat terjadi karena faktor penyebab yang berbeda-beda. Karena itu, ketahui pula apa saja penyebab dan alternatif cara lain untuk mengatasinya!
7 Penyebab Sakit Kepala saat Kerja
Pada dasarnya, ada beberapa hal yang dapat memicu timbulnya sakit kepala saat sedang bekerja. Berikut beberapa di antaranya:
1. Digital Eye Strain
Digital eye strain adalah kondisi ketegangan otot mata akibat penggunaan perangkat digital yang berlebihan, seperti komputer, laptop, atau layar ponsel. Ketika otot-otot mata yang tegang terus bekerja tanpa istirahat, kondisi dapat menyebabkan sakit kepala. Hal ini sering menyebabkan sakit kepala pada pekerja kantor, desainer grafis, dan profesi lain yang membutuhkan penggunaan komputer.
2. Sinusitis
Sinusitis adalah kondisi ketika sinus yang berada di sekitar hidung mengalami peradangan. Salah satu gejalanya adalah sakit kepala yang terasa berdenyut di bagian depan wajah, di atas mata, atau di pelipis. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh alergi atau infeksi mikroba yang terjadi di sekitar rongga kecil hidung.
3. Sakit Kepala Tegang
Tension headache atau sakit kepala tipe ketegangan terjadi akibat otot yang tegang atau nyeri. Penyebabnya bisa berupa lelah berlebih, gelisah, kurang tidur, lapar, masalah pada gigi, kurang zat besi, atau postur tubuh yang kurang baik saat bekerja.
4. Kurang Istirahat
Saat tubuh manusia tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, tubuh akan menjadi lelah, termasuk bagian otak. Hal ini dapat menyebabkan risiko sakit kepala meningkat.
5. Dehidrasi
Ketika kebutuhan cairan tidak tercukupi, tubuh dapat menandakan kondisi tersebut melalui sakit kepala. Sakit kepala tersebut terjadi karena otak berkontraksi saat kehilangan cairan. Hal ini menyebabkan otak menarik diri dari tengkorak, yang kemudian mengakibatkan sakit kepala karena dehidrasi. Saat sibuk bekerja, orang bisa saja lupa memenuhi asupan air putih dan menyebabkan sakit kepala ini.
6. Beban Pikiran
Beban pikiran berlebihan dapat menyebabkan stres dan gangguan psikologis lainnya yang kemudian berdampak pada kesehatan fisik, terutama sakit kepala.
7. Makanan
Konsumsi makanan olahan, gula berlebih, kafein, atau bahan aditif tertentu dapat memicu sakit kepala. Selain itu, telat makan juga bisa menjadi salah satu faktor pemicunya.
Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Bekerja
Berdasarkan berbagai faktor penyebab di atas, berikut ini beberapa rekomendasi cara mengatasi sakit kepala saat bekerja yang bisa Anda terapkan:
Istirahatkan mata secara teratur. Upayakan untuk berhenti menatap layar sejenak setiap 20-30 menit.
Perhatikan pola makan dengan cara konsumsi makanan sehat dan bergizi tepat waktu. Bila perlu, konsumsi suplemen serta vitamin untuk sakit kepala.
Kelola stres dengan baik. Kalau perlu, praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau istirahat singkat.
Cukupi kebutuhan cairan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Atur lingkungan kerja yang nyaman dan ergonomis.
5 Suplemen dan Vitamin untuk Sakit Kepala di Tempat Kerja
Selain langkah-langkah di atas, mengkonsumsi suplemen dan vitamin tertentu juga bisa membantu mengurangi sakit kepala. Sebaiknya, lakukan konsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis vitamin atau suplemen yang sesuai dengan kondisi Anda dengan lebih tepat. Adapun beberapa jenis suplemen atau vitamin untuk sakit kepala yang mungkin akan dokter Anda anjurkan adalah:
1. Vitamin B2
Salah satu studi dari jurnal Nutritional Neuroscience menyatakan bahwa konsumsi vitamin B2 (riboflavin) selama 3 bulan dengan dosis 400 mg bisa mengurangi migrain (sakit kepala sebelah) secara signifikan. Sebab, vitamin B2 diketahui dapat mengurangi inflamasi di otak serta stres oksidatif yang terjadi saat migrain.
2. Magnesium
Magnesium adalah mineral esensial yang berperan dalam menjaga fungsi tekanan darah, saraf, hingga otot. Menurut suatu studi, tubuh yang kekurangan asupan magnesium akan lebih rentan mengalami migrain atau sakit kepala.
3. Vitamin D
Penelitian lainnya dari Multidisciplinary Digital Publishing Institute menunjukkan bahwa konsumsi suplemen vitamin D bisa membantu mengurangi tingkat keparahan, durasi, hingga frekuensi migrain secara signifikan.
4. Melatonin
Melatonin adalah hormon pengatur siklus tidur yang dihasilkan oleh otak pada malam hari. Sebuah penelitian yang Functional Neurology terbitkan mengklaim bahwa rendahnya tingkat melatonin bisa menyebabkan migrain. Dengan demikian, dokter mungkin akan menyarankan untuk mengkonsumsi suplemen melatonin sebagai solusi migrain Anda.
5. Coenzyme q10
Coenzyme Q10 adalah suplemen antioksidan bagi tubuh, mirip seperti vitamin. The Journal of Headache and Pain menerbitkan penelitian yang menemukan bahwa konsumsi Coenzyme Q10 yang teratur dapat mengurangi sakit kepala dan kelelahan pada para partisipan. Suplemen ini juga sering digunakan sebagai penunjang dalam pengobatan penyakit jantung, diabetes, migrain, atau penyakit Parkinson.
Setelah memperoleh resep dan Anjuran Minum Vitamin dari dokter, Anda dapat memperoleh produk vitamin atau suplemen dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatandi sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan dihalaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kamidi sini.