...

Manajemen stok obat menentukan dua hal yang paling penting di apotek. Obat tersedia saat dibutuhkan, dan obat tidak terbuang karena kedaluwarsa.

Untuk obat, praktik penyimpanan yang baik menekankan rotasi stok yang benar. WHO Good Storage Practices menyebut stok harus diputar dengan tepat dan prinsip first expired, first out (FEFO) harus diikuti.

Artikel ini membahas FIFO, LIFO, dan FEFO, lalu fokus ke cara menerapkan FEFO secara praktis di apotek.

Apa itu Manajemen Stok Obat?

Manajemen stok obat adalah pengendalian, pengawasan, dan pengelolaan persediaan obat dari penerimaan, penyimpanan, sampai pengeluaran. Tujuannya agar aliran barang tercatat, stok terkendali, dan pelayanan tidak terganggu.

Manajemen stok juga perlu dokumentasi dan pencatatan. WHO menekankan pentingnya instruksi tertulis dan catatan untuk aktivitas di area penyimpanan, termasuk penanganan stok kedaluwarsa.

Mengenal metode FIFO, LIFO, dan FEFO untuk stok obat

Ada beberapa metode yang sering dipakai untuk mengatur urutan pengeluaran barang. Untuk obat, Anda perlu memahami bedanya karena ada faktor kedaluwarsa.

FIFO: barang yang lebih dulu masuk dikeluarkan lebih dulu

FIFO atau First In First Out berarti barang yang masuk lebih dulu, dikeluarkan lebih dulu. Metode ini membantu mencegah barang “tertahan” terlalu lama di rak.

FIFO sering dipakai bila produk relatif stabil dan tanggal kedaluwarsanya tidak berbeda jauh antar batch. Namun untuk obat, Anda tetap perlu mengecek tanggal kedaluwarsa agar tidak ada batch yang kedaluwarsa duluan tetapi tertinggal.

LIFO: barang yang terakhir masuk dikeluarkan lebih dulu

LIFO atau Last In First Out berarti barang yang terakhir masuk, dikeluarkan lebih dulu.

Penjelasan lama tentang “wabah” saya hapus karena tidak ada rujukan yang kuat dan berpotensi salah konteks untuk praktik stok obat.

Catatan penting untuk obat

Untuk produk yang memiliki tanggal kedaluwarsa, LIFO berisiko membuat stok lama tertinggal di belakang dan meningkatkan potensi kedaluwarsa. Karena itu, untuk obat, praktik rotasi biasanya mengutamakan FEFO.

FEFO: barang yang lebih dulu kedaluwarsa dikeluarkan lebih dulu

FEFO atau First Expired First Out berarti barang yang tanggal kedaluwarsanya lebih dekat, harus dikeluarkan lebih dulu, terlepas dari kapan barang itu masuk.

WHO Good Storage Practices menyebut stok harus diputar dengan tepat dan prinsip FEFO harus diikuti.

Metode mana yang paling tepat untuk stok obat?

Mengapa FEFO jadi prioritas untuk obat

Karena kualitas dan keamanan obat terkait masa simpan. Dengan FEFO, Anda meminimalkan risiko obat kedaluwarsa tertinggal di rak. WHO juga menyebut stok perlu rotasi yang tepat dan FEFO harus diikuti.

Kapan FIFO masih relevan untuk obat

FIFO masih berguna sebagai aturan penataan fisik di rak, terutama bila Anda menerima batch baru dengan tanggal kedaluwarsa yang mirip. Namun keputusan pengeluaran tetap harus melihat kedaluwarsa. Praktiknya sering menjadi “FEFO dulu, FIFO sebagai penguat penataan”.

Kenapa LIFO jarang dipakai untuk pengeluaran obat

LIFO membuat stok lama berisiko tertinggal. Pada obat, ini menambah risiko kedaluwarsa dan kerugian. Karena itu, rotasi stok obat lebih aman bila berpusat pada FEFO.

Cara menerapkan FEFO di apotek dan gudang obat

Saat penerimaan barang: data yang wajib dicatat

Saat barang datang, pastikan data ini tercatat rapi:

  1. Nama produk dan bentuk sediaan
  2. Nomor batch
  3. Tanggal kedaluwarsa
  4. Tanggal penerimaan dan jumlah unit

WHO Good Storage Practices menekankan catatan untuk setiap delivery, termasuk batch number, tanggal penerimaan, dan expiry date.

Saat penataan rak: aturan simpel yang mudah dijalankan

Aturan praktis FEFO di rak:

  1. Produk yang kedaluwarsa lebih cepat ditempatkan paling depan atau paling mudah diambil
  2. Beri label “near expiry” untuk batch yang mendekati kedaluwarsa agar tim cepat mengenali
  3. Pisahkan area karantina untuk produk yang belum release atau perlu pemeriksaan

Hindari overstock

Panduan WHO untuk penyimpanan dan transport produk sensitif waktu dan suhu menyebut overstocking membuat penanganan FIFO atau FEFO menjadi sulit atau bahkan tidak mungkin.

Saat pengeluaran: pastikan FEFO berjalan konsisten

Sebelum barang dikeluarkan:

  1. Cek kedaluwarsa batch yang akan diambil
  2. Ambil yang expiry-nya paling dekat
  3. Jika ada batch baru masuk, jangan otomatis diletakkan depan. Pastikan urutan FEFO tetap aman

Untuk konteks distribusi obat, dokumen BPOM juga mencantumkan prinsip FIFO pada pengeluaran produk, yaitu produk yang lebih dulu diterima agar lebih dulu didistribusikan. Ini menguatkan pentingnya sistem rotasi stok yang berjalan. 

Kontrol stok: stock reconciliation dan cek kedaluwarsa

Rotasi stok tidak akan jalan kalau catatan stok berantakan. WHO Good Storage Practices menyebut perlunya periodic stock reconciliation dengan membandingkan stok aktual dan stok tercatat, serta perlunya cek rutin untuk mencegah produk obsolete dan outdated keluar ke pelanggan.

Praktik yang bisa Anda terapkan:

  1. Stock reconciliation berkala
  2. Cek daftar near-expiry mingguan
  3. Rencana aksi untuk near-expiry: promosi etis sesuai aturan, bundling yang wajar, atau retur sesuai kebijakan pemasok

Manfaat Menggunakan Metode FIFO, LIFO, dan FEFO

Manfaat utama bila rotasi stok berjalan:

  1. Risiko kedaluwarsa turun
  2. Kerugian dari deadstock lebih kecil
  3. Ketersediaan obat lebih stabil
  4. Proses kerja tim lebih rapi karena aturan jelas

Kesalahan Umum saat Menerapkan Rotasi Stok Obat

  1. Tidak mencatat batch dan kedaluwarsa saat penerimaan
  2. Menumpuk stok terlalu banyak sehingga FEFO sulit dijalankan
  3. Menaruh batch baru di depan tanpa cek expiry
  4. Tidak ada daftar near-expiry yang dipantau rutin
  5. Tidak ada stock reconciliation berkala

Checklist SOP Rotasi Stok Obat (Siap Dipakai)

A. Saat barang datang

  1. Cek fisik dan label
  2. Catat batch dan kedaluwarsa
  3. Simpan sesuai kondisi yang direkomendasikan di label

B. Saat menata rak

  1. Susun berdasarkan kedaluwarsa (FEFO)
  2. Beri tanda untuk near-expiry
  3. Pisahkan barang karantina bila perlu

C. Saat pengeluaran

  1. Ambil expiry terdekat
  2. Pastikan stok tercatat berkurang

D. Kontrol rutin

  1. Stock reconciliation berkala
  2. Cek produk obsolete dan outdated secara rutin

FAQ FIFO, LIFO, dan FEFO untuk stok obat

Apakah apotek wajib pakai FEFO?

Untuk obat, FEFO adalah praktik yang direkomendasikan dalam Good Storage Practices WHO.

Apakah FIFO salah untuk obat?

FIFO tidak selalu salah. Tapi untuk obat, Anda perlu memastikan pengeluaran tetap mengikuti kedaluwarsa. Praktiknya sering “FEFO dulu, FIFO untuk penataan”.

Kenapa LIFO berisiko untuk obat?

Karena stok lama bisa tertinggal dan meningkatkan risiko kedaluwarsa. FEFO lebih aman untuk kontrol masa simpan.

Jaga Ketersediaan Stok Obat dengan Pemasok yang Tepat: Mandira Distra Abadi

Manajemen stok akan lebih mudah jika suplai obat stabil dan jadwal pengadaan bisa diprediksi. Mandira Distra Abadi adalah Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan di website Mandira disebut beroperasi sejak 1994. 

Untuk melihat layanan dan informasi kerja sama, Anda bisa cek halaman Tentang Kami, Jasa, dan Kontak Mandira.