...

Metode ABC-VEN membantu Anda mengelola stok obat dengan dua kacamata sekaligus. Anda melihat dampak biaya dari tiap item, dan Anda melihat dampak klinisnya.

Metode ini cocok untuk apotek dan rumah sakit yang ingin:

  1. memprioritaskan item penting,
  2. menekan risiko kekurangan obat,
  3. mengurangi stok menumpuk dan kedaluwarsa.

Apa itu metode ABC VEN?

Sama seperti artikel sebelumnya.

Pengertian dan fungsi metode ABC

Metode ABC mengelompokkan item berdasarkan kontribusinya terhadap nilai konsumsi atau anggaran. Pola yang sering dipakai mengikuti prinsip Pareto. 

Sekitar 10 persen item bisa menyerap sekitar 70 persen anggaran (kelompok A), berikutnya sekitar 20 persen item menyerap sekitar 20 persen (kelompok B), dan sisanya menyerap porsi kecil (kelompok C). Angka ini bersifat pola umum, bukan angka wajib. 

Fungsi ABC:

  1. memfokuskan kontrol pada item yang paling besar dampaknya ke biaya,
  2. membantu pengadaan lebih tertarget,
  3. membantu mengurangi pemborosan akibat stok yang tidak perlu.

Pengertian dan fungsi metode VEN

Metode VEN mengelompokkan item berdasarkan tingkat kepentingan klinisnya: vital, esensial, dan non-esensial. VEN membantu prioritisasi pemilihan dan pengadaan obat saat dana atau kapasitas stok terbatas.

Kombinasi ABC dan VEN dalam manajemen stok obat

Jika Anda hanya memakai ABC, Anda fokus ke biaya, tetapi bisa “melewatkan” item vital yang nilainya kecil. Jika Anda hanya memakai VEN, Anda fokus ke urgensi klinis, tetapi bisa kehilangan kontrol biaya.

Kombinasi ABC-VEN menggabungkan keduanya. Anda bisa memberi kontrol ketat pada item yang mahal dan juga pada item yang sangat penting secara klinis. 

Data yang dibutuhkan sebelum mulai analisis ABC-VEN

Siapkan data ini agar hasil analisis tidak bias:

  1. daftar item obat (nama, bentuk, kekuatan, kemasan),
  2. jumlah pemakaian per periode (umumnya 12 bulan),
  3. harga per unit atau harga beli,
  4. data stok awal dan stok akhir (untuk cek kewajaran),
  5. sumber penetapan VEN (misalnya acuan formularium dan keputusan tim farmasi).

Untuk konteks rumah sakit, instalasi farmasi bertanggung jawab pada pengelolaan perbekalan farmasi, dan komite farmasi dan terapi berperan dalam penetapan formularium. Ini membantu penetapan VEN lebih konsisten.

Matriks ABC-VEN (AV sampai CN) dan kelompok prioritas

Setelah Anda punya ABC dan VEN, Anda gabungkan menjadi 9 kotak:

AV, AE, AN

BV, BE, BN

CV, CE, CN

Banyak literatur mengelompokkan hasil matriks ini menjadi prioritas Group I, Group II, dan Group III. Contoh pembagian yang sering dipakai:

  • Group I (prioritas tertinggi): AV, AE, AN, BV, CV
  • Group II: BE, BN, CE
  • Group III (prioritas terendah): CN 

Makna praktisnya:

  1. Group I perlu kontrol paling ketat karena gabungan dampak klinis dan atau biaya.
  2. Group II perlu kontrol terjadwal.
  3. Group III cukup kontrol sederhana, fokus pada efisiensi ruang dan dana.

Cara Kerja Metode ABC dalam Pengelolaan Stok

Sama seperti artikel sebelumnya.

Klasifikasi obat A, B, dan C

Setelah Anda urutkan dari nilai konsumsi terbesar, Anda bagi menjadi A, B, dan C dengan pendekatan Pareto. Pola yang sering dipakai: kelompok A menyerap porsi anggaran terbesar, disusul B, lalu C. 

Obat kategori A

Kelompok A biasanya membutuhkan kontrol paling ketat karena dampaknya paling besar ke anggaran.

Obat kategori B

Kelompok B biasanya berada di tengah. Anda tetap kontrol, tetapi intensitasnya tidak seketat A.

Obat kategori C

Kelompok C biasanya jumlah itemnya paling banyak, tetapi kontribusi nilainya kecil. Anda bisa mengelola lebih sederhana, namun tetap pantau agar tidak menumpuk.

Cara mengimplementasikan metode ABC

Langkah praktis ABC:

  1. Ambil data pemakaian per item untuk 12 bulan.
  2. Ambil harga per unit per item.
  3. Hitung nilai konsumsi tahunan.
  4. Urutkan dari nilai terbesar ke terkecil.
  5. Hitung persentase kumulatif nilai, lalu kelompokkan menjadi A, B, dan C.

Rumus nilai konsumsi tahunan dan contoh hitung sederhana

Rumus sederhana:
Nilai konsumsi tahunan = jumlah pemakaian tahunan x harga per unit

Contoh sederhana (angka ilustrasi):

  1. Obat X: 1.000 unit x Rp10.000 = Rp10.000.000
  2. Obat Y: 200 unit x Rp30.000 = Rp6.000.000
  3. Obat Z: 5.000 unit x Rp1.000 = Rp5.000.000
    Lalu Anda urutkan dari nilai terbesar, hitung kumulatif, dan tentukan A, B, C.

Cara Kerja Metode VEN dalam Pengelolaan Stok

Sama seperti artikel aslinya.

Cara menetapkan VEN agar konsisten

Agar VEN tidak subjektif, pakai aturan internal yang konsisten:

  1. tetapkan kriteria V, E, N berbasis layanan yang Anda jalankan,
  2. gunakan acuan formularium internal,
  3. lakukan review berkala bersama tim farmasi.

Pada konteks rumah sakit, instalasi farmasi mengelola perbekalan farmasi, dan komite farmasi dan terapi berperan dalam penetapan formularium. Ini membantu penetapan VEN lebih rapi. 

Pengelolaan obat berlanjut berdasarkan urgensi dalam metode VEN

Setelah VEN terbentuk, Anda atur strategi pengadaan dan ketersediaan:

  1. V: pastikan tingkat ketersediaan paling tinggi.
  2. E: pastikan ketersediaan stabil sesuai pola penyakit dan permintaan.
  3. N: kelola lebih selektif agar tidak menumpuk.

Implementasi metode VEN di apotek dan rumah sakit

Di apotek, VEN membantu Anda menetapkan prioritas item yang harus selalu tersedia sesuai kebutuhan pelanggan dan layanan yang Anda jalankan.

Di rumah sakit, VEN sering terkait dengan kontrol formularium dan kebutuhan klinis layanan. Penetapan formularium yang konsisten membuat VEN lebih akurat.

Bagaimana ABC VEN membantu mengurangi kekurangan obat

ABC-VEN membantu Anda menurunkan risiko kekurangan obat lewat prioritas yang jelas. Literatur juga menggambarkan ABC-VEN sebagai alat kontrol persediaan yang menggabungkan aspek anggaran dan kepentingan fungsional.

Praktiknya:

  1. Anda jaga ketat item Group I.
  2. Anda atur jadwal review untuk Group II.
  3. Anda tekan risiko penumpukan pada Group III.

Tindakan Kontrol Stok berdasarkan Hasil ABC-VEN

Anda bisa gunakan tindakan ini sebagai SOP sederhana:

Group I (AV, AE, AN, BV, CV)

  • Kontrol paling ketat.
  • Lakukan review stok lebih sering.
  • Pastikan data lead time dan safety stock jelas.

Group II (BE, BN, CE)

  • Kontrol terjadwal.
  • Review pola pemakaian dan tren permintaan.
  • Pastikan rotasi stok berjalan baik (FEFO).

Group III (CN)

  • Kontrol sederhana.
  • Batasi pembelian berlebih.
  • Fokus ke efisiensi ruang dan dana.
  • Pantau deadstock agar tidak menumpuk.

Kesalahan Umum saat Menerapkan ABC-VEN

  1. Memakai data pemakaian yang terlalu pendek sehingga hasil tidak stabil.
  2. Mengubah VEN tanpa aturan sehingga hasil matriks berubah-ubah.
  3. Tidak menggabungkan hasil ABC-VEN dengan rotasi stok (FEFO) dan stock opname.
  4. Menganggap angka 70/20/10 itu wajib. Padahal itu pola umum Pareto.

FAQ Metode ABC-VEN

  1. Apakah ABC-VEN cocok untuk apotek kecil?
    Cocok jika Anda punya data pemakaian dan harga yang rapi. Anda bisa mulai dari top 50 item dulu.
  2. Berapa lama periode data yang ideal?
    Banyak penerapan memakai data 12 bulan agar pola musiman lebih kebaca.
  3. Apa manfaat utama ABC-VEN dibanding hanya ABC?
    ABC fokus biaya. VEN fokus urgensi klinis. Gabungan ABC-VEN membantu prioritas lebih seimbang.

Penuhi Kebutuhan Apotek dan Rumah Sakit Anda Bersama Mandira Distra Abadi

Metode ABC-VEN akan lebih efektif jika Anda punya supply yang stabil dan alur pengadaan yang rapi. Mandira Distra Abadi adalah Pedagang Besar Farmasi (PBF). Website Mandira menyebut Mandira melayani distribusi sejak 1994.

Jika Anda ingin menata pengadaan berdasarkan prioritas ABC-VEN, Anda bisa hubungi Mandira lewat halaman kontak dan sesuaikan ritme pengadaan dengan kebutuhan layanan Anda.