...

Unboxing adalah fase pembuktian. Tanpa bukti visual, distributor akan menolak proses klaim barang rusak saat pengiriman. Anda wajib mengecek kelengkapan dokumen, fisik koli, dan kondisi kemasan sebelum memasukkan barang ke sistem stok apotek.

Kenapa Unboxing Harus Punya SOP?

Risiko Umum: Selisih Qty, Salah Item, Kemasan Rusak

Proses distribusi pihak ketiga memiliki risiko tinggi. Anda sering menghadapi masalah selisih kuantitas, barang tertukar, atau segel pabrik terbuka. Cek koli obat saat penerimaan mencegah masalah ini masuk ke gudang.

Dampaknya: Retur Lambat, Stok Tidak Akurat, Layanan Terganggu

Klaim tanpa prosedur penerimaan obat dari ekspedisi yang benar membuat retur memakan waktu berminggu-minggu. Sistem stok Anda menjadi berantakan. Pasien tidak bisa menebus resep karena fisik obat tidak layak jual.

Persiapan Sebelum Unboxing (Biar Bukti Kuat)

Siapkan Area Penerimaan dan Alat

Sediakan meja khusus penerimaan yang terang dan bersih. Siapkan alat pemotong tumpul, spidol merah, stiker label karantina, telepon genggam untuk merekam, dan formulir penerimaan barang.

Cocokkan Dokumen Dulu

Jangan sentuh paket sebelum dokumen sesuai. Periksa nomor resi ekspedisi. Cocokkan jumlah koli fisik dengan angka di surat jalan. Pastikan nama apotek Anda tercetak benar di label tujuan.

SOP Unboxing Step-by-Step (Yang Bisa Dipakai Tim)

Langkah 1: Foto Kondisi Paket Sebelum Dibuka

Ambil gambar koli dari empat sisi berbeda. Potret label resi ekspedisi dan segel lakban dengan jelas. Rekam area kardus yang penyok atau basah sebelum Anda membukanya.

Langkah 2: Buka Koli dengan Aman (Hindari Merusak Isi)

Gunakan pemotong dengan mata pisau pendek. Sayat lakban secara perlahan. Jangan menekan pisau terlalu dalam agar tidak merobek kemasan obat di dalamnya.

Langkah 3: Foto Isi Per Layer (Bukti Urutan)

Potret tampilan atas sesaat setelah kardus terbuka. Lakukan pengambilan foto setiap kali Anda mengangkat satu lapisan barang. Ini menjadi bukti urutan susunan barang dari ekspedisi.

Langkah 4: Hitung dan Cocokkan Item, Batch, ED, dan Qty

Keluarkan barang satu per satu. Cocokkan nama produk dan jumlah fisik dengan faktur. Periksa kesesuaian nomor batch dan tanggal kedaluwarsa. Catat setiap selisih angka saat itu juga.

Langkah 5: Pisahkan Barang Bermasalah ke Karantina

Pindahkan obat yang cacat atau tidak sesuai pesanan ke area karantina. Tempelkan stiker merah berisi keterangan rusak, salah item, selisih, atau nomor batch buram.

Checklist Foto yang Sering Diminta Saat Klaim (Praktis)

Foto Wajib untuk Kerusakan

Siapkan foto kondisi luar kardus. Potret kondisi kemasan pelindung dalam. Ambil foto jarak dekat pada botol pecah atau strip penyok. Lampirkan foto nomor batch obat yang rusak tersebut.

Foto Wajib untuk Salah Kirim/Selisih

Potret surat jalan asli dari distributor. Ambil foto fisik barang salah yang Anda terima. Jejerkan seluruh barang dan potret bersamaan sebagai bukti unboxing paket obat untuk klaim selisih kuantitas.

Timeline Pelaporan

Laporkan masalah maksimal 1×24 jam setelah kurir pergi. Aturan internal distributor menolak klaim keterlambatan laporan karena dianggap sebagai kelalaian pihak apotek.

Cara Menulis Kronologi Klaim (Biar Cepat Diproses)

Format 5 Baris yang Cukup

Tulis laporan singkat dan padat. Tulis tanggal terima. Masukkan nomor dokumen faktur. Sebutkan nama item. Jelaskan masalah fisik barang. Lampirkan tautan bukti foto atau video.

Kesalahan yang Bikin Klaim Sulit

Anda lupa memotret paket sebelum terbuka. Anda tidak memotret nomor batch barang. Anda menunda laporan hingga lewat batas waktu maksimal.

Integrasi ke Stok dan Akuntansi (Supaya Tidak Ada “Stok Hantu”)

Kapan Boleh Diinput ke Stok Jual

Input barang ke sistem apotek hanya jika kondisi fisik sempurna dan sesuai faktur. Barang siap masuk rak etalase jual Anda.

Kapan Harus Hold Sampai Klaim Selesai

Tahan input sistem untuk barang selisih atau rusak. Kunci data sampai distributor menerbitkan nota retur resmi. Hubungkan prosedur ini ke Alur pengadaan obat dari PBF Mandira dan hitung Lead time obat Anda agar stok aman selama masa klaim.

FAQ

Apa Bedanya Bukti Foto dan Video Unboxing?

Video merekam proses pembukaan secara utuh tanpa jeda. Foto hanya merekam hasil akhir. Video memiliki kekuatan bukti mutlak untuk menolak tuduhan rekayasa dari pihak ekspedisi.

Kalau Paket Sudah Dibuka Kurir, Apa yang Harus Dilakukan?

Tolak paket tersebut. Jangan menandatangani surat jalan. Tulis keterangan paket terbuka di resi dan kembalikan langsung kepada kurir.

Selisih Qty Kecil Perlu Dibuat Klaim Juga?

Ya. Selisih satu tablet pun merusak laporan keuangan dan merusak validitas stok opname bulanan Anda.

Kapan Barang Boleh Masuk Rak Jual Setelah Unboxing?

Barang boleh masuk rak setelah petugas mencentang semua daftar periksa penerimaan dan memasukkan data final ke sistem komputer.

Apa yang Harus Dicatat Selain Foto?

Catat nama kurir pengantar, jam kedatangan, suhu koli untuk produk rantai dingin, dan kondisi fisik segel keamanan.

Mau Pengadaan Lebih Aman dari Penerimaan Sampai Stok?

Untuk pengadaan yang lebih tertib, Anda bisa lihat daftar Prinsipal dan kategori Produk yang tersedia. Jika Anda ingin menyelaraskan SOP unboxing dan penerimaan dengan alur pengadaan yang aman, hubungi tim Kontak untuk diskusi kebutuhan fasilitas Anda.