...

Pelayanan Informasi Obat (PIO) adalah layanan kefarmasian yang membantu pasien, masyarakat, dan tenaga kesehatan memahami penggunaan obat dengan benar. Di apotek, PIO termasuk bagian dari standar pelayanan farmasi klinik. Standar ini juga memuat kewajiban apotek untuk mengikuti ketentuan pelayanan kefarmasian yang berlaku.

PIO tidak berhenti pada “menjawab pertanyaan”. PIO idealnya memakai referensi yang tepercaya, menyampaikan informasi yang tidak memihak, lalu mendokumentasikan layanan agar bisa ditelusuri kembali.

Untuk memahami konteks layanan kefarmasian lain yang terkait, Anda bisa membaca artikel tentang dispensing dan pemantauan terapi obat di website Mandira.

Apa itu Pelayanan Informasi Obat?

Definisi dan tujuannya

Menurut standar pelayanan kefarmasian di apotek, PIO merupakan kegiatan yang dilakukan apoteker untuk memberikan informasi obat yang tidak memihak, dievaluasi secara kritis, dan berbasis bukti terbaik kepada pasien, masyarakat, atau profesi kesehatan lain.

Tujuan PIO di praktiknya:

  1. Membantu penggunaan obat yang tepat dan aman.
  2. Membantu tenaga kesehatan dan pasien mengambil keputusan terkait obat dengan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Contoh layanan informasi obat

Contoh layanan PIO yang umum di apotek dan fasilitas layanan kesehatan:

  1. Menjawab pertanyaan obat secara lisan atau tertulis (tatap muka, telepon, atau pesan tertulis).
  2. Membuat dan menyebarkan materi edukasi seperti buletin, brosur, atau leaflet, termasuk kegiatan penyuluhan.
  3. Memberikan informasi dan edukasi obat saat pasien menerima obat.

Dasar Hukum dan Standar Pelayanan PIO

PIO dalam standar pelayanan di apotek

Permenkes 73 Tahun 2016 menetapkan standar pelayanan kefarmasian di apotek. Di dalamnya, PIO tercantum sebagai salah satu komponen pelayanan farmasi klinik. Dokumen yang sama juga menyatakan apotek wajib mengikuti standar pelayanan kefarmasian tersebut.

PIO dalam standar pelayanan di rumah sakit dan klinik

Di rumah sakit, petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian membahas PIO, mulai dari definisi, tujuan, sampai tahapan pelaksanaan dan kebutuhan sumber informasi.

Di klinik, Permenkes 34 Tahun 2021 tentang standar pelayanan kefarmasian di klinik juga memuat kerangka layanan farmasi klinis yang mencakup kewajiban ketersediaan layanan dan pencatatan sesuai standar.

Informasi Apa saja yang Termasuk dalam PIO?

PIO bisa mencakup banyak topik informasi obat, misalnya:

  1. Dosis dan aturan pakai.
  2. Bentuk sediaan dan formulasi khusus.
  3. Rute dan metode pemberian.
  4. Efikasi dan alternatif terapi.
  5. Keamanan pada ibu hamil dan menyusui.
  6. Efek samping dan interaksi obat.
  7. Stabilitas, ketersediaan, dan informasi harga.
  8. Informasi sifat fisika atau kimia obat bila relevan.

Alur Kerja PIO (ringkas)

Pada layanan PIO formal, petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit menjabarkan tahapan kerja yang bisa Anda adaptasi di apotek atau klinik:

Tahap inti dari menerima pertanyaan sampai follow-up

  1. Terima pertanyaan (telepon, tertulis, atau tatap muka).
  2. Identifikasi penanya (nama, status, asal unit, tujuan bertanya).
  3. Klarifikasi data yang dibutuhkan agar pertanyaan spesifik.
  4. Tetapkan urgensi.
  5. Telusur referensi secara sistematis (mulai dari sumber tersier, lalu sekunder, lalu primer jika perlu).
  6. Lakukan penilaian kritis terhadap jawaban dari literatur (petunjuk teknis menyebut minimal 3 literatur).
  7. Susun jawaban yang jelas.
  8. Sampaikan jawaban (verbal atau tertulis).
  9. Lakukan follow-up untuk memastikan jawaban membantu.
  10. Dokumentasikan kegiatan dan waktu penyusunan jawaban.

Dokumentasi PIO yang Disarankan

Dokumentasi membuat layanan PIO bisa ditelusuri kembali, sekaligus membantu evaluasi mutu layanan.

Data minimum yang dicatat

Mengacu pada standar pelayanan kefarmasian di apotek, hal yang perlu ada dalam dokumentasi PIO mencakup:

  1. Topik pertanyaan.
  2. Tanggal dan waktu PIO diberikan.
  3. Metode (lisan, tertulis, telepon).
  4. Data pasien (misalnya umur, jenis kelamin, berat badan, informasi klinis relevan).
  5. Uraian pertanyaan.
  6. Jawaban yang diberikan.
  7. Referensi yang dipakai.
  8. Identitas apoteker yang memberikan PIO dan cara penyampaian jawabannya.

Contoh kategori pertanyaan untuk memudahkan pencatatan

Contoh kategori yang sering dicatat pada formulir dokumentasi PIO meliputi: dosis, interaksi, efek samping, stabilitas, ketersediaan, dan lain-lain.

Peran Apoteker dalam Pelayanan Informasi Obat

Edukasi kepada pasien

Peran apoteker tidak hanya menyerahkan obat. Apoteker juga memberi edukasi agar pasien paham cara pakai, apa yang perlu diperhatikan selama penggunaan, dan bagaimana menyimpan obat dengan benar. 

Ini selaras dengan praktik pemberian informasi obat sebagai bagian pelayanan di apotek.

Konsultasi obat dan dosis

Apoteker membantu menjelaskan dosis, aturan pakai, durasi penggunaan, potensi efek samping, dan interaksi yang perlu diwaspadai. Topik-topik ini termasuk dalam cakupan PIO di standar pelayanan kefarmasian.

Menyusun materi edukasi dan referensi informasi obat

Selain menjawab pertanyaan, apoteker dapat menyusun materi edukasi seperti buletin atau leaflet, serta memastikan apotek punya rujukan informasi obat yang tepercaya (buku teks, jurnal, dan sumber resmi).

Manfaat Pelayanan Informasi Obat bagi Masyarakat

Mencegah kesalahan penggunaan obat

PIO membantu menurunkan risiko salah pakai obat karena pasien menerima informasi yang jelas tentang aturan pakai, efek samping, dan hal-hal yang perlu dihindari selama terapi.

Meningkatkan kepatuhan terhadap terapi

Saat pasien paham tujuan terapi dan cara pakai yang benar, kepatuhan cenderung lebih baik. Ini ikut mendukung hasil terapi yang diharapkan.

Mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional

Standar pelayanan kefarmasian menempatkan PIO sebagai bagian dari upaya melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dan meningkatkan keselamatan pasien.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang PIO

Apa bedanya PIO, dispensing, dan konseling?

  1. Dispensing mencakup penyiapan, penyerahan, dan pemberian informasi obat saat penyerahan obat.
  2. PIO fokus pada pemberian informasi obat yang tidak memihak, kritis, dan berbasis bukti untuk pasien, masyarakat, atau tenaga kesehatan.
  3. Konseling adalah proses interaktif apoteker dengan pasien/keluarga untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan, serta membantu menyelesaikan masalah terkait penggunaan obat.

Apakah PIO hanya untuk obat resep?

Tidak. Standar pelayanan kefarmasian di apotek menyebut informasi obat mencakup obat resep, obat bebas, dan obat herbal.

Apakah PIO harus didokumentasikan?

Ya. Standar pelayanan kefarmasian di apotek menyatakan PIO harus didokumentasikan agar dapat ditelusuri kembali dalam waktu relatif singkat.

Butuh pemasok obat untuk apotek, klinik, atau rumah sakit? Hubungi Mandira Distra Abadi

Jika Anda mengelola apotek, klinik, atau rumah sakit dan membutuhkan pemasok obat melalui Pedagang Besar Farmasi (PBF), Mandira Distra Abadi siap menjadi mitra distribusi untuk membantu ketersediaan stok dan kelancaran suplai.

Untuk kerja sama dan permintaan penawaran, silakan hubungi Mandira melalui halaman kontak. Untuk melihat produk yang didistribusikan, kunjungi halaman prinsipal di website Mandira.