Kesehatan pada anak tentu menjadi prioritas penting bagi para orang tua. Perkembangan kesehatannya pasti selalu dipantau dari waktu ke waktu. Namun, terkadang masih ada anak yang terlahir dengan kondisi kesehatan yang langka yaitu sindrom moebius.
Sindrom moebius merupakan kelainan bawaan pada saraf dan biasanya mengganggu perkembangan motorik anak. Karenanya, penting untuk mengenali pengertian, penyebab atau gejala serta diagnosis sindrom langka tersebut. Anda juga dapat mengetahui kelainan saraf lainnya dengan Mengenali Jenis Cerebral Palsy Sejak Dini. Jika membutuhkan obat atau suplemen sesuai dengan resep dokter, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Apa Itu Sindrom Moebius?
Moebius syndrome merupakan kelainan saraf langka bawaan yang menyebabkan penderitanya memiliki kelemahan atau saraf kranial tertentu. Penderita kelainan saraf langka ini biasanya dapat terdeteksi sejak lahir.
Saraf kranial merupakan saraf yang bertugas untuk menghubungkan bagian otak ke kepala, leher dan badan. Jika seseorang menderita sindrom moebius, kondisi ini akan mengganggu saraf kranial VI dan VII, yang mana kedua saraf tersebut merupakan saraf pengendali gerakan mata dan ekspresi wajah.
Salah satu ciri anak-anak penderita kelainan ini adalah ketidakmampuan untuk tersenyum, cemberut, mengangkat alis, dan wajah terlihat seperti topeng. Kelainan ini dapat terdeteksi sejak lahir, namun biasanya gejala yang telah terdeteksi memiliki kesempatan untuk memburuk dari waktu ke waktu.
Penyebab Kondisi Sindrom Moebius
Kondisi ini cukup langka dan penyebab pasti dari kondisi tersebut belum diketahui. Namun, beberapa peneliti serta dokter berpendapat bahwa kelainan sindrom moebius ini merupakan kelainan genetik yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.
Penyebab kelainan ini karena kelainan genetik kromosom 3, 10 dan 13. Selain itu, ditemukan fakta bahwa penggunaan narkoba kokain secara aktif dapat menjadi penyebab kondisi anak terkena kelainan sindrom moebius.
Disamping faktor tersebut, kasus kelainan ini selalu terjadi secara acak dan dapat menyerang siapa pun. Hingga saat ini, diketahui sindrom moebius terjadi pada tiap 1 dari 500.000 kasus di dunia.
Untuk meminimalisir dampaknya, Anda wajib mengetahui berbagai cara untuk mencegah kelainan saraf ini terjadi pada anak. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan menghindari penyalahgunaan obat dan selalu berkonsultasi pada ahli atau dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu. Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin juga dapat mencegah berbagai kondisi kelainan terjadi pada anak Anda.
Gejala Sindrom Moebius
Jika Anda sudah mengetahui pengertian serta penyebab dari kelainan langka seperti sindrom moebius, langkah selanjutnya adalah mengetahui gejala dari kelainan saraf ini, yang mana Anda dapat mengetahuinya sejak bayi baru lahir.
Gejala umum awal yang dapat Anda perhatikan adalah keterlambatan motorik dan telat bicara pada balita. Selain itu, gejala kondisi ini juga dapat hadir dalam bentuk:
- Tidak mampu untuk berekspresi seperti tersenyum, cemberut atau bahkan menutup kelopak mata
- Kesulitan menelan makanan dan berbicara
- Ukuran dagu atau rahang kecil
- Bibir sumbing
- Mata mengalami iritasi dan kering
- Produksi air liur yang berlebihan
- Deformitas tangan dan kaki, seperti clubfoot atau kaki bengkok/pengkor
- Mikrostomia atau mulut kecil
- Otitis media atau infeksi telinga bagian tengah
- Keterlambatan kemampuan motorik, seperti menggerakkan kepala, kaki, tangan dan jari
Diagnosis Kelainan Syndrome Moebius
Gejala-gejala yang disebutkan di atas merupakan gejala umum yang tidak dapat serta merta dijadikan acuan pasti. Walaupun didasarkan dari pemeriksaan gejala fisik terlebih dahulu, namun, terdapat berbagai rangkaian pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti atau diagnosis kelainan ini.
Jika anak mengalami gejala-gejala umum yang seibutkan di atas, Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan penunjang sebagai awal diagnosis. Anda dapat melakukan tes genetik, CT Scan, MRI dan EMG (Elektromiografi). Pemeriksaan tersebut merupakan tahap awal untuk mengetahui secara pasti kondisi yang dialami adalah kelainan saraf sindrom moebius atau bukan.
Pemeriksaan secara dini dapat membantu Anda dalam mengetahui kelainan-kelainan yang dialami anak Anda. Walaupun sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan kelainan saraf ini, namun ada beberapa rangkaian pengobatan yang dapat Anda lakukan ketika anak mengalami sindrom moebius, yaitu:
- Jika gejala yang dialami adalah kaki pengkor (clubfoot) maka pemasangan gips menjadi perawatan yang wajib dilakukan
- Obat tetes mata yang berguna untuk melumasi mata
- Rangkaian operasi untuk mengatasi mata juling, kelopak mata agar tertutup dan memperbaiki jalan napas
- Pemasangan protesis atau bagian tubuh buatan untuk anggota tubuh yang mengalami kelainan saraf moebius
Kesimpulannya, sindrom moebius merupakan kelainan saraf langka yang dapat terjadi pada anak dan akan terus memburuk hingga dewasa jika tidak dilakukan perawatan. Anda dapat melakukan screening test kesehatan agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah pencegahan sejak dini dan lakukan gaya hidup sehat, seperti konsumsi makanan yang bernutrisi tinggi selama kehamilan, dan mengetahui 5 Makanan Wajib untuk Nutrisi Awal Kehamilan Bagi Ibu. Kemudian, jika Anda membutuhkan berbagai obat tertentu, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini dan membaca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini.