Sakit maag pada anak tentunya merupakan gangguan kesehatan yang amat mengganggu si kecil. Ya, dispepsia atau yang akrab dikenal dengan sakit maag tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa.

Orang tua perlu tahu bahwa anak-anak juga bisa mengalaminya. Sakit maag sendiri umumnya bisa dialami oleh anak berusia empat tahun ke atas. Ketika buah hati Anda mengalami kondisi tersebut, tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Baca Juga: Deretan Vitamin dan Suplemen untuk Penderita Asam Lambung

Kekhawatiran semakin bertambah karena adanya kecenderungan anak yang belum bisa mengungkapkan ketidaknyamanan yang dirasakannya. Dampaknya biasanya mereka akan lebih rewel. Untuk itu, orang tua perlu mengetahui lebih jauh mengenai sakit maag yang terjadi pada anak.

Penyebab Sakit Maag pada Anak

Perlu Anda ketahui, sakit maag kebanyakan dikarenakan oleh gangguan fungsional yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Pada usia kanak-kanak, berikut ini adalah berbagai penyebab yang bisa menimbulkan sakit maag pada anak.

1.  Persoalan Psikis

Persoalan psikis menjadi salah satu penyebab gangguan fungsional tersebut. Pada anak, persoalan psikis bisa terjadi akibat sejumlah permasalahan yang dialaminya. Sebagai contoh, anak mengalami masalah di sekolah, rumah, lingkungan bermain, dan lainnya.

Masalah psikis dapat mengakibatkan sistem biokimiawi dalam tubuh menjadi kacau. Neurotransmitter pada serabut-serabut saraf di sistem pencernaan terganggu sehingga dapat memicu produksi asam lambung.

Ini membuat otak mempersepsikan rasa nyeri, mengirimkannya sebagai sinyal ke tubuh, dan mengakibatkan sakit maag pada anak. Karena disebabkan oleh gangguan fungsional, sakit maag dapat terjadi secara berulang (kambuh) bahkan bisa berlanjut sampai dewasa.

2.  Infeksi Bakteri

Penyebab lain anak mengalami sakit maag adalah adanya kelainan organik atau pencernaan seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori. Infeksi ini dapat diketahui dengan memeriksa luka/ulkus di usus melalui pemeriksaan endoskopi (pemeriksaan invasif).

Selain itu, pemeriksaan urea breath test (UBT) yang bersifat non invasif juga bisa dijadikan alternatif pemeriksaan infeksi bakteri berikutnya. Helicobacter pylori sendiri dapat menginfeksi tubuh melalui minuman atau makanan. Namun, infeksi ini tidak berlangsung seketika, melainkan bisa berbulan-bulan atau lebih lama.

3.  Makanan

Beberapa makanan juga bisa memicu sakit maag, umumnya jenis-jenis makanan yang berpotensi membuat lambung teriritasi, misalnya makanan pedas, makanan berlemak, hingga minuman dengan kandungan kafein.

Gejala Sakit Maag pada Anak

Agar dapat memberikan perawatan sesegera mungkin pada sang buah hati, mau tidak mau orang tua harus mengenali apa saja gejala-gejala sakit maag yang dialami anak-anak.

Kondisi ini antara lain ditandai oleh beberapa gejala seperti mual dan muntah yang terjadi secara berulang, perut kembung, buang air besar tidak lancar, nafsu makan berkurang, serta sering buang angin.

Gejala-gejala tersebut adalah sebagai akibat dari serangan lambung mengingat sakit maag pada anak termasuk penyakit gangguan pencernaan. Anda perlu memperhatikan apabila si kecil mengalami mual dan muntah.

Selain itu, waspadai pula gejala-gejala kemungkinan dehidrasi yang terjadi. Adapun tanda-tanda dehidrasi, diantaranya buang air kecil berkurang, anak tidak mau minum, mata cekung, muntah yang disertai bercak darah, hingga menangis tanpa mengeluarkan air mata.

Orang Tua, Lakukan Ini untuk Merawat Anak Saat Sakit Maag

Ketika si kecil jatuh sakit, orang tua pasti merasa khawatir. Begitu pula ketika buah hati yang Anda sayangi mengalami sakit maag. Ada beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi asam lambung pada anak.

Apabila sakit maag disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori, maka pengobatannya yaitu menggunakan antibiotik yang dikombinasikan dengan obat golongan PPI, sulkrafat, serta antiemetik.

Sebagai langkah pencegahan, sebaiknya hindarkan si kecil dari makan makanan berminyak, asam, pedas, serta hindari memberi minuman mengandung kafein seperti kopi, teh, dan soda.

Penting juga untuk memperhatikan serta mengatur pola makan anak. Jangan biarkan anak dalam kondisi perut kosong karena dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Latih si kecil makan dalam porsi kecil tetapi sering.

Apabila sakit maag tidak bisa dikontrol melalui langkah pencegahan tersebut, segera konsultasikan dengan ahli medis agar anak bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter mampu menyediakan kebutuhan yang diperlukan untuk penyembuhan sesuai dengan kondisi anak.

Dengan mengetahui penyebab dan gejalanya, Anda bisa lebih waspada dan berhati-hati. Namun, apabila gejala-gejala yang ditimbulkan masih terus terjadi, segera periksakan ke dokter untuk mengatasi sakit maag pada anak.  

Baca Juga: Ini 7 Langkah Cara Mencegah GERD Anda Kambuh

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini