Penyakit Alzheimer dan Demensia adalah salah satu penyakit neurodegeneratif yang paling umum terjadi di kalangan lansia. Penyakit ini mempengaruhi kemampuan kognitif, memori, dan perilaku penderitanya secara perlahan. Karena itu, pengobatan Alzheimer cenderung perlu dilakukan sedini mungkin.
Sebenarnya alzheimer adalah jenis penyakit yang belum bisa disembuhkan secara total hingga saat ini. Biasanya, pengobatan yang dilakukan hanya bisa membantu mengurangi gejala serta memperlambat perkembangan penyakitnya, seperti dengan produk obat resep dokter yang dapat Anda peroleh dari Mandira, salah satu distributor obat Indonesia. Beberapa cara penanganan kondisi ini biasanya dilakukan dengan konsumsi obat dari distributor seperti Mandira.
Apa itu Alzheimer?
Alzheimer adalah penyakit degeneratif, termasuk jenis yang dapat mengganggu fungsi otak, menyebabkan gangguan pada ingatan, pikiran logis, serta kemampuan berbicara dan berpikir pada seseorang.
Gejala awal penyakit ini bisa termasuk mudah lupa, kebingungan, dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas sehari-hari. Biasanya, penyakit ini terjadi pada lansia (lanjut usia) di atas 60 tahun, dan pengobatan Alzheimer biasa diberikan dalam bentuk psikoterapi dan obat-obatan.
Penyebab dan Faktor Risiko
Sebagai salah satu bentuk demensia neurodegeneratif, penyakit ini disebabkan oleh gangguan protein dalam otak yang menghambat kinerja sel saraf atau neuron. Saat protein otak tidak berfungsi dengan benar, komunikasi antara sel-sel tersebut akan terganggu.
Akhirnya, hal ini bisa mengakibatkan kerusakan dan kematian neuron. Adapun dua jenis protein otak utama yang terlibat dalam penyebab Alzheimer adalah:
1. Beta-amiloid
Pengendapan protein ini dapat menyebabkan gangguan dalam komunikasi antara sel otak. Akumulasi berlebihan dari protein ini akan membentuk plak yang bisa merusak fungsi sel otak.
2. Neurofibril
Protein ini bertanggung jawab untuk membawa nutrisi ke dalam sel otak. Jika protein ini tidak berfungsi dengan benar, proses pengiriman nutrisi akan terganggu, yang kemudian dapat menyebabkan kerusakan sel otak.
Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan penyakit alzheimer, di antaranya yaitu:
- Pertambahan usia
- Riwayat keluarga (faktor genetik)
- Down syndrome
- Jenis kelamin (wanita umumnya memiliki risiko alzheimer lebih tinggi dibanding pria)
- Gangguan kognitif
- Trauma pada kepala (misal cedera serius akibat olahraga, kecelakaan, atau prosedur operasi)
- Paparan terhadap polusi udara dalam jangka panjang
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Pola tidur buruk
- Gaya hidup tidak sehat
- Kesehatan jantung (pengidap kolesterol dan hipertensi cenderung lebih beresiko)
Tahapan Penyakit Alzheimer
Terapi pengobatan Alzheimer bisa berbeda-beda tergantung pada tahapan penyakitnya. Berdasarkan gejala yang terjadi, penyakit ini bisa dibedakan menjadi 3 tahap sebagai berikut:
1. Tahap Awal
Tahap awal penyakit Alzheimer ditandai oleh gejala-gejala ringan yang mungkin tampak sepele namun secara perlahan mempengaruhi kemampuan penderita. Beberapa gejala pada tahap ini meliputi:
- Kesulitan mengingat nama tempat dan benda
- Lupa akan percakapan baru-baru ini
- Kemampuan navigasi menurun, sering tersesat di tempat yang seharusnya dikenal
- Meletakkan barang-barang di tempat yang salah
- Tampak kebingungan dalam situasi tertentu
2. Tahap Pertengahan
Tahap pertengahan ditandai oleh gejala yang semakin serius, mempengaruhi fungsi kognitif dan perilaku penderita. Beberapa gejalanya meliputi:
- Penurunan ingatan yang lebih parah, termasuk kesulitan mengingat nama keluarga dan teman
- Tingkat kebingungan semakin meningkat, sering kali tidak mengenali tempat dan waktu
- Perubahan suasana hati yang cepat dan impulsif
- Munculnya delusi, yaitu pemikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan, dan halusinasi
- Sulit berkomunikasi, termasuk kesulitan dalam memahami dan merespons pembicaraan
3. Tahap Akhir
Tahap akhir merupakan tahap paling parah dari penyakit Alzheimer, di mana gejala mencakup kerusakan signifikan dalam fungsi fisik dan mental penderita. Beberapa gejala pada tahap ini meliputi:
- Kesulitan makan dan menelan makanan
- Perubahan berat badan yang drastis
- Kejadian sering mengompol atau buang air besar tanpa sengaja
- Ketergantungan total pada orang lain untuk bergerak dan melakukan kegiatan sehari-hari
- Tidak mampu melakukan aktivitas dasar sendiri seperti makan, mandi, dan buang air
Pengobatan Alzheimer
Meskipun belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit alzheimer, namun terdapat berbagai pendekatan medis dan terapi yang dapat membantu memperlambat perkembangan gejala serta meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit ini.
Pengobatan ini tentu memerlukan hasil diagnosis serta resep dari dokter. Beberapa obat yang umum diresepkan adalah:
1. Penghambat Kolinesterase
Dokter akan meresepkan obat-obatan yang akan meningkatkan komunikasi antara sel-sel otak. Pengobatan ini dapat membantu memperlambat gejala agar tidak memburuk dengan cara meningkatkan kadar asetilkolin, zat kimia penting dalam fungsi kognitif.
2. Inhibitor Kolinesterase
Ada juga obat Inhibitor yang dapat membantu memperbaiki gejala neuropsikiatri seperti agitasi dan depresi yang seringkali terkait dengan alzheimer.
3. Memantine (Namenda)
Obat ini bertujuan untuk memperlambat perkembangan gejala Alzheimer pada tingkat sedang hingga berat. Memantine bekerja dengan mengatur aktivitas glutamat, sebuah neurotransmitter penting dalam otak.
4. Antidepresan
Penderita Alzheimer sering mengalami gejala perilaku yang dapat diatasi dengan antidepresan. Meski begitu, perlu dilakukan dengan hati-hati karena beberapa antidepresan dapat mempengaruhi tekanan darah.
Selain itu, pengobatan Alzheimer juga bisa dilakukan melalui stimulasi kognitif dan terapi berbicara (psikoterapi). Meskipun tidak ada pengobatan definitif untuk alzheimer, kombinasi dari berbagai pendekatan medis dan perubahan gaya hidup dapat membantu.
Pencegahan Penyakit Alzheimer
Karena penyakit ini belum bisa disembuhkan secara total, penting untuk melakukan tindakan pencegahan. Salah satu artikel yang Alzheimer’s Association terbitkan menyarankan gaya hidup sehat, konsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari rokok, tidur teratur, berolahraga teratur, hingga menjaga stimulasi mental dan sosial agar Lansia Sehat dan Bahagia sebagai langkah-langkah mencegah penyakit ini.
Anda juga dapat mengkonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter dari distributor obat resmi Mandira. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.