Terdapat berbagai jenis obat untuk hipertensi, tentunya wajib disertai dengan konsultasi bersama dokter.
Bagi Anda yang sedang mencari informasi seputar jenis obat untuk penyakit hipertensi, kami bisa memberikannya dengan lengkap untuk pembaca. Penyakit hipertensi atau darah tinggi, memang menjadi salah satu penyakit yang harus dipantau secara langsung oleh penderitanya.
Karena tekanan darah bisa mengalami kenaikan atau penurunan secara drastis, dan biasanya bisa dipengaruhi oleh makanan dan gaya hidup. Jika tidak dipantau dengan baik, khawatir tekanan darah bisa meninggi dan terjadi komplikasi di dalam tubuh, hingga mengancam hidup penderita.
Baca Juga: Inilah 5 Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi
Pahami dengan baik jenis obat yang aman dikonsumsi, dan selalu periksa dengan rutin kondisi kesehatan Anda. Tekanan darah tinggi yang terlambat ditangani, bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah, stroke, penyakit jantung juga gagal ginjal.
Pada umumnya menjalani hidup sehat, menjadi salah satu cara bagi penderita untuk menjaga agar tekanan darah tetap stabil. Seperti rutin mengonsumsi buah dan sayur, hindari makanan bercita rasa asin atau daging olahan, lalu hindari juga minuman soda atau kandungan gula tinggi.
Jenis Obat bagi Penderita Hipertensi untuk Mencegah Berbagai Komplikasi
Komplikasi menjadi salah satu hal yang harus dihindari oleh penderita darah tinggi, sebab jika kondisi tersebut terjadi pada Anda, maka keselamatan jiwa Anda akan lebih terancam. Tentu kita ingin memiliki waktu hidup lebih lama dan menikmatinya, bukan hanya terbaring di rumah sakit.
1. ARB
Jenis obat untuk hipertensi adalah ARB atau angiotensin II receptor blocker, bekerja dengan menghalangi hormon angiotensin yang bisa menyempitkan pembuluh darah, sehingga pembuluh akan melebar dan membuat sirkulasi menjadi lancar dan tekanan darah normal.
Hanya saja ARB bisa menyebabkan efek samping bagi sebagian orang, seperti rasa pusing, sakit kepala, juga tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena berpengaruh pada janin.
2. Diuretik
Selanjutnya adalah Diuretik, dimana obat ini bekerja dengan membuang air dan natrium yang berlebihan di dalam tubuh. Dengan begitu jumlah cairan serta garam di dalam pembuluh bisa menurun, alhasil tekanan darah menjadi normal.
Beberapa efek samping yang ditimbulkannya adalah rasa haus, kram otot, dehidrasi serta asam urat, maka dari itu disarankan untuk mengonsumsi banyak air.
3. Nitrat
Jenis obat berikutnya adalah Nitrat, berfungsi untuk melebarkan atau mengendurkan pembuluh darah, sehingga aliran darah ke jantung meningkat. Beberapa obat yang mengandung Nitrat adalah Isosorbide Dinitrate, Isosorbide Mononitrate, dan Glyceryl Trinitrate.
4. ACE Inhibitor
ACE Inhibitor atau angiotensin-converting enzyme inhibitor, bermanfaat sebagai penghambat bagi tubuh untuk memproduksi hormon angiotensin. Dengan begitu otot pada dinding pembuluh darah lebih rileks dan melebar, serta membuat tekanan menjadi menurun.
ACE Inhibitor aman jika dikonsumsi oleh lansia ataupun penderita hipertensi, yang mengidap kondisi kesehatan lain, seperti diabetes, penyakit jantung atau penyakit ginjal. Beberapa obat yang mengandung ACE Inhibitor yaitu, Enalapril, Lisinopril, Captopril dan Perindopril.
5. Penghambat Alfa
Jenis obat darah tinggi lainnya adalah penghambat Alfa, berguna untuk menghambat hormon Norepinefrin bekerja, yang bisa membuat aliran darah menyempit dan otot kontraksi. Beberapa obat yang tergolong penghambat alfa adalah Prazosin, Tamsulosin dan Terazosin.
6. Penghambat Beta
Adapun penghambat Beta yang bisa menghambat kerjanya hormon Epinefrin, dimana hormon tersebut bisa menyebabkan tekanan darah meningkat. Dengan mengonsumsi penghambat beta, maka jantung di dalam tubuh akan berdenyut lebih lambat dan tekanan darah menurun.
Namun obat ini tidak baik dikonsumsi oleh penderita asma, karena memiliki efek samping yaitu pusing, sakit kepala, sesak napas, susah tidur dan mual. Penghambat beta aman digunakan bagi pengidap aritmia atau kelainan irama jantung, penyakit jantung, serta hipertiroidisme.
7. CCB
Adapun obat bernama CCB atau calcium channel blocker, biasanya terdapat pada Amlodipine Verapamil, Diltiazem dan Nicardipine. Diketahui bahwa kalsium merupakan mineral, yang bekerja untuk meningkatkan kekuatan otot jantung serta pembuluh darah.
Dengan adanya CCB di dalam tubuh, maka jalan masuk kalsium akan terhambat ke dalam otot jantung juga pembuluh darah, sehingga sel-sel jantung juga pembuluh akan mengendur dan menjadi rileks, efek samping yang timbul berupa kaki bengkak, dada berdebar, sembelit.
Itu dia beberapa obat yang disarankan untuk penderita hipertensi. Pastikan bahwa Anda mengonsumsi jenis obat yang tepat, dan tetap jaga gaya hidup sehat agar kesehatan Anda terjaga dengan baik.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurangi Gula Darah? Hindari Jenis Makanan Ini
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.