Kusta merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang cukup ditakuti karena bisa menyebabkan berbagai dampak pada tubuh, bahkan bisa sampai menyebabkan kelumpuhan. Maka dari itu, ciri-ciri penyakit kusta pun sebaiknya diketahui, supaya bisa lebih waspada terhadap penyakit yang satu ini.
Selain ciri-ciri, gejala yang umum terjadi pada penderita penyakit kusta pun sebaiknya dipahami. Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan bakteri, sehingga sangat baik jika Anda Mengenal Jenis-jenis Infeksi dan Cara Mencegahnya. Jika Anda membutuhkan obat sesuai dengan resep dokter untuk pencegahan terjadinya infeksi, bisa Anda dapatkan dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Ciri-ciri Penyakit Kusta
Selain menyerang kulit, kusta juga bisa menyerang bagian mata, jaringan saraf perifer, serta jaringan selaput yang ada di dalam bagian hidung. Maka, penyakit ini memang perlu diwaspadai dan segera ditangani jika sudah muncul ciri atau gejalanya.
Penyebab dari penyakit kusta adalah adanya penularan atau pertumbuhan bakteri, lebih tepatnya bakteri Mycobacterium leprae (M. Leprae). Meskipun secara umum penyakit ini sangat jarang menjadi penyebab kematian, namun ada berbagai risiko menyebabkan kecacatan.
Penyakit ini memiliki berbagai ciri-ciri yang sebaiknya Anda ketahui, sehingga bisa menjadi lebih waspada terhadap jenis penyakit ini.
1. Terlihat Ada Bercak di Kulit
Ciri pertama yang umumnya terlihat dari penyakit kusta yaitu munculnya berbagai bercak pada kulit. Bercak ini dapat muncul dengan warna dan juga bentuk yang berbeda, tergantung dari jenis kusta yang sedang dideritanya.
Ada dua jenis penyakit kusta, yaitu PB atau pausi basiler dan MB atau multi basiler. Untuk jenis PB, biasanya bercak yang muncul berwarna putih. Bercak ini seringkali terabaikan karena cenderung terlihat seperti penyakit panu yang juga merupakan penyakit kulit cukup umum dialami.
Selanjutnya, untuk jenis MB, bercak yang muncul di kulit akan memiliki warna yang cenderung kemerahan, lalu disertai juga dengan munculnya penebalan pada bagian kulit.
2. Fungsi Indera Peraba Mulai Berkurang
Ciri-ciri kedua, mulai berkurangnya fungsi dari indra peraba, sehingga kulit bisa menjadi kebas atau mati rasa. Ciri ini dapat terjadi secara bertahap, sehingga dapat dimulai dengan susah merasakan, hingga akhirnya bisa menjadi mati rasa sepenuhnya.
Inilah faktor yang menjadikan kusta bisa menyebabkan kecacatan. Jika hilangnya fungsi indra ini tidak ditangani atau dibiarkan saja, maka bisa saja seseorang tidak akan merasakan sakit meski jarinya terluka atau bahkan terputus.
Gejala Penyakit Kusta
Selain ciri-ciri penyakit kusta di atas, sebenarnya masih ada berbagai gejala yang juga penting untuk diketahui dan diwaspadai, misalnya sebagai berikut:
- Otot menjadi semakin lemah bahkan bisa sampai mengalami kelumpuhan, terutama untuk bagian kaki dan tangan
- Mata menjadi semakin kering, biasanya hal ini terjadi ketika masih belum muncuk bercak
- Mata menjadi semakin jarang untuk berkedip
- Terjadi pembesaran di bagian saraf tepi, terlebih untuk bagian lutut, siku, dan sisi leher.
- Mengalami nyeri di bagian sendi
- Berat badan menurun secara tidak wajar
- Rambut menjadi rontok secara tidak wajar dan tanpa alasan yang jelas, bahkan bisa sampai membuat bulu mata rontok
- Terjadi benjolan atau pembengkakan di area daun telinga atau wajah, namun tidak terasa sakit
- Mengalami mimisan atau hidung tersumbat
- Mengalami ruam atau lepuh di area tertentu
- Muncul luka, namun rasa sakitnya tidak terasa
Itulah penjelasan tentang berbagai ciri-ciri dan gejala dari penyakit kusta yang sebaiknya Anda ketahui. Dengan mengetahui hal-hal di atas, maka Anda bisa menjadi lebih waspada terhadap kesehatan, dan bisa lebih peka jika ternyata melihat ciri atau gejala di atas.
Ciri-ciri penyakit kusta memang bisa saja mirip dengan jenis penyakit lainnya, seperti tuberkulosis karena menghasilkan nodul atau benjolan. Untuk mengetahui perbedaannya Anda dapat mengenali 6 Penyebab Penyakit Tuberkulosis dan Cara Penularannya. Jika hal ini terjadi pada Anda sebaiknya segera melakukan konsultasi ke dokter. Selain itu, jika membutuhkan obat atau vitamin tertentu, Anda dapat memperoleh obat-obatan berkualitas dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini dan membaca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini.