...

Microcytic anemia atau anemia mikrositik merupakan salah satu kondisi medis di mana sel darah merah dalam tubuh menjadi lebih kecil dari biasanya. Hal ini terjadi karena kurangnya produksi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Jika sel darah merah lebih kecil dari yang seharusnya, maka sintesis sel darah merah dengan hemoglobin akan ikut terganggu dan akibatnya tubuh akan kesulitan menerima oksigen.

Kondisi ini juga bisa menjadi tanda dari beberapa jenis anemia dan gangguan darah lainnya. Adapun tindak penanganan dan pencegahannya bisa dilakukan dengan Vitamin dan Suplemen yang Membantu Melancarkan Aliran Darah, juga mengidentifikasi gejala dan penyebabnya terlebih dahulu.

Apa itu Anemia Mikrositik?

Anemia mikrositik terjadi karena sel darah merah yang diproduksi terlalu kecil dan lebih sedikit dari seharusnya. Anemia mikrositik umumnya dapat berkembang menjadi anemia inflamasi, anemia sideroblastik, anemia defisiensi besi, serta talasemia termasuk dalam jenis anemia ini.

Gejala Anemia Mikrositik Hipokromik

Gejala yang muncul pada setiap orang bisa berbeda dan dapat terasa ringan maupun berkembang seiring berjalannya waktu. Berikut beberapa gejala umumnya:

1. Merasa Lemah dan Lelah

Karena anemia mikrositik dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah, penderita akan cenderung merasa kelelahan dan lemah secara terus-menerus. Penderita akan merasa lelah bahkan meski hanya melakukan aktivitas ringan dan sulit untuk mendapatkan energi.

2. Pusing atau Pingsan

Kekurangan sel darah merah yang mengandung hemoglobin dapat menyebabkan aliran oksigen yang tidak memadai ke otak. Kurangnya oksigen pada organ tersebut akan menyebabkan rasa pusing, pingsan, atau kehilangan kesadaran dalam beberapa kasus.

3. Kulit Lebih Pucat

Selain membuat asupan oksigen ke otak tidak memadai, kadar hemoglobin yang rendah dapat menyebabkan kulit tampak lebih pucat atau kusam, terutama pada area wajah, kuku, dan selaput lendir, yakni bagian dari lapisan kulit dalam yang menghasilkan keringat dan menyerap kelembaban dari kulit.

4. Kulit Terasa Lebih Kering

Anemia mikrositik juga dapat mempengaruhi kondisi kulit, sehingga kulit menjadi kering, kusam, atau ‘bersisik’. Kekurangan oksigen dan nutrisi yang diperlukan oleh kulit dapat menyebabkan kehilangan kelembaban alami kulit dan menimbulkan kondisi ‘sisik’ akibat kekurangan kelembaban tersebut.

5. Kulit Lebih Mudah Memar

Kondisi anemia mikrositik juga mengganggu fungsi normal pembekuan darah. Jika tubuh kesulitan membekukan darah setelah luka terjadi, kulit Anda akan menjadi lebih rentan terhadap memar. Cedera ringan sekalipun juga dapat menciptakan memar pada kulit Anda.

6. Jantung Berdebar

Anemia mikrositik juga dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah yang kurang mengandung oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini membuat detak jantung meningkat sehingga organ tersebut terasa lebih berdebar-debar.

7. Sesak Napas

Kekurangan oksigen dalam darah dapat mengganggu fungsi pernapasan. Itu sebabnya penderita anemia mikrositik seringkali mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas, terutama saat beraktivitas fisik.

Berbagai Kondisi Medis yang Menyebabkan Anemia Mikrositik

Anemia mikrositik adalah kondisi medis yang ditandai dengan sel darah merah yang berukuran lebih kecil dari normal. Sel darah merah yang berukuran lebih kecil ini disebut sebagai sel darah merah mikrositik.

Anemia mikrositik dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis, antara lain:

1. Defisiensi Zat Besi

Defisiensi zat besi adalah penyebab anemia mikrositik yang paling umum. Defisiensi zat besi terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan atau suplemen. Zat besi penting untuk produksi hemoglobin, protein yang memberi warna merah pada sel darah merah dan membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh.

2. Defisiensi Vitamin B12

Defisiensi vitamin B12 juga dapat menyebabkan anemia mikrositik. Vitamin B12 penting untuk produksi sel darah merah yang sehat.

3. Defisiensi Folat

Defisiensi folat juga dapat menyebabkan anemia mikrositik. Folat penting untuk produksi DNA dan sel darah merah yang sehat.

4. Penyakit Hati

Penyakit hati, seperti sirosis, dapat menyebabkan anemia mikrositik. Penyakit hati dapat merusak sumsum tulang, tempat sel darah merah diproduksi.

5. Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal, seperti gagal ginjal, juga dapat menyebabkan anemia mikrositik. Penyakit ginjal dapat mengganggu produksi hormon yang diperlukan untuk produksi sel darah merah.

6. Penyakit Kronis

Penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan penyakit paru-paru, juga dapat menyebabkan anemia mikrositik. Penyakit kronis dapat menyebabkan tubuh menggunakan lebih banyak zat besi daripada biasanya.

7. Kelainan Genetik

Kelainan genetik, seperti anemia sel sabit dan anemia sel falciformis, juga dapat menyebabkan anemia mikrositik. Kelainan genetik ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel darah merah.

Selain kondisi medis yang disebutkan di atas, anemia mikrositik juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat-obatan kemoterapi dan obat-obatan untuk mengobati penyakit ginjal.

Penanganan Anemia Mikrositik

Anemia mikrositik dapat didiagnosis melalui tes darah berupa hitung darah (Complete Blood Count), Peripheral Blood Smear, dan hitung retikulosit, metode untuk menilai aktivitas produksi eritrosit (sel darah merah) pada sumsum tulang. 

Penanganan umum dilakukan dengan mengobati penyebab dasar anemia mikrositik yang dialami. Adapun langkah pencegahan sederhana yang bisa diikuti adalah sebagai berikut:

  • Terapkan pola makan yang sehat, sebab anemia umumnya terjadi jika tidak mendapat cukup zat besi, vitamin B12, dan vitamin B9
  • Istirahat yang cukup
  • Minum cukup air
  • Konsumsi suplemen khusus, terutama jika anemia disebabkan oleh defisiensi zat tertentu dalam tubuh

Sebagai pencegahan, Anda dapat mempelajari 11 Tanaman yang Manjur sebagai Obat Herbal Darah Tinggi. Anda juga bisa memperoleh suplemen khusus menangani ataupun mencegah anemia mikrositik sesuai resep dokter dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.