Sakit kepala merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh banyak orang di tempat kerja. Salah satu alternatif solusinya adalah dengan mengkonsumsi Makanan Penambah Stamina Agar Tidak Cepat Lelah dan vitamin untuk sakit kepala sesuai resep serta anjuran dokter.
Namun, penting untuk diketahui bahwa sakit kepala dapat terjadi karena faktor penyebab yang berbeda-beda. Karena itu, ketahui pula apa saja penyebab dan alternatif cara lain untuk mengatasinya!
7 Penyebab Sakit Kepala saat Kerja
Pada dasarnya, ada beberapa hal yang dapat memicu timbulnya sakit kepala saat sedang bekerja. Berikut beberapa di antaranya:
1. Digital Eye Strain
Digital eye strain adalah kondisi ketegangan otot mata akibat penggunaan perangkat digital yang berlebihan, seperti komputer, laptop, atau layar ponsel. Ketika otot-otot mata yang tegang terus bekerja tanpa istirahat, kondisi dapat menyebabkan sakit kepala. Hal ini sering menyebabkan sakit kepala pada pekerja kantor, desainer grafis, dan profesi lain yang membutuhkan penggunaan komputer.
2. Sinusitis
Sinusitis adalah kondisi ketika sinus yang berada di sekitar hidung mengalami peradangan. Salah satu gejalanya adalah sakit kepala yang terasa berdenyut di bagian depan wajah, di atas mata, atau di pelipis. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh alergi atau infeksi mikroba yang terjadi di sekitar rongga kecil hidung.
3. Sakit Kepala Tegang
Tension headache atau sakit kepala tipe ketegangan terjadi akibat otot yang tegang atau nyeri. Penyebabnya bisa berupa lelah berlebih, gelisah, kurang tidur, lapar, masalah pada gigi, kurang zat besi, atau postur tubuh yang kurang baik saat bekerja.
4. Kurang Istirahat
Saat tubuh manusia tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, tubuh akan menjadi lelah, termasuk bagian otak. Hal ini dapat menyebabkan risiko sakit kepala meningkat.
5. Dehidrasi
Ketika kebutuhan cairan tidak tercukupi, tubuh dapat menandakan kondisi tersebut melalui sakit kepala. Sakit kepala tersebut terjadi karena otak berkontraksi saat kehilangan cairan. Hal ini menyebabkan otak menarik diri dari tengkorak, yang kemudian mengakibatkan sakit kepala karena dehidrasi. Saat sibuk bekerja, orang bisa saja lupa memenuhi asupan air putih dan menyebabkan sakit kepala ini.
6. Beban Pikiran
Beban pikiran berlebihan dapat menyebabkan stres dan gangguan psikologis lainnya yang kemudian berdampak pada kesehatan fisik, terutama sakit kepala.
7. Makanan
Konsumsi makanan olahan, gula berlebih, kafein, atau bahan aditif tertentu dapat memicu sakit kepala. Selain itu, telat makan juga bisa menjadi salah satu faktor pemicunya.
Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Bekerja
Berdasarkan berbagai faktor penyebab di atas, berikut ini beberapa rekomendasi cara mengatasi sakit kepala saat bekerja yang bisa Anda terapkan:
- Istirahatkan mata secara teratur. Upayakan untuk berhenti menatap layar sejenak setiap 20-30 menit.
- Perhatikan pola makan dengan cara konsumsi makanan sehat dan bergizi tepat waktu. Bila perlu, konsumsi suplemen serta vitamin untuk sakit kepala.
- Kelola stres dengan baik. Kalau perlu, praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau istirahat singkat.
- Cukupi kebutuhan cairan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
- Atur lingkungan kerja yang nyaman dan ergonomis.
5 Suplemen dan Vitamin untuk Sakit Kepala di Tempat Kerja
Selain langkah-langkah di atas, mengkonsumsi suplemen dan vitamin tertentu juga bisa membantu mengurangi sakit kepala. Sebaiknya, lakukan konsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis vitamin atau suplemen yang sesuai dengan kondisi Anda dengan lebih tepat. Adapun beberapa jenis suplemen atau vitamin untuk sakit kepala yang mungkin akan dokter Anda anjurkan adalah:
1. Vitamin B2
Salah satu studi dari jurnal Nutritional Neuroscience menyatakan bahwa konsumsi vitamin B2 (riboflavin) selama 3 bulan dengan dosis 400 mg bisa mengurangi migrain (sakit kepala sebelah) secara signifikan. Sebab, vitamin B2 diketahui dapat mengurangi inflamasi di otak serta stres oksidatif yang terjadi saat migrain.
2. Magnesium
Magnesium adalah mineral esensial yang berperan dalam menjaga fungsi tekanan darah, saraf, hingga otot. Menurut suatu studi, tubuh yang kekurangan asupan magnesium akan lebih rentan mengalami migrain atau sakit kepala.
3. Vitamin D
Penelitian lainnya dari Multidisciplinary Digital Publishing Institute menunjukkan bahwa konsumsi suplemen vitamin D bisa membantu mengurangi tingkat keparahan, durasi, hingga frekuensi migrain secara signifikan.
4. Melatonin
Melatonin adalah hormon pengatur siklus tidur yang dihasilkan oleh otak pada malam hari. Sebuah penelitian yang Functional Neurology terbitkan mengklaim bahwa rendahnya tingkat melatonin bisa menyebabkan migrain. Dengan demikian, dokter mungkin akan menyarankan untuk mengkonsumsi suplemen melatonin sebagai solusi migrain Anda.
5. Coenzyme q10
Coenzyme Q10 adalah suplemen antioksidan bagi tubuh, mirip seperti vitamin. The Journal of Headache and Pain menerbitkan penelitian yang menemukan bahwa konsumsi Coenzyme Q10 yang teratur dapat mengurangi sakit kepala dan kelelahan pada para partisipan. Suplemen ini juga sering digunakan sebagai penunjang dalam pengobatan penyakit jantung, diabetes, migrain, atau penyakit Parkinson.
Setelah memperoleh resep dan Anjuran Minum Vitamin dari dokter, Anda dapat memperoleh produk vitamin atau suplemen dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.