...

Metode ABC-VEN: Cara Hitung dan Contoh Penerapan di Stok Obat

Metode ABC-VEN membantu Anda mengelola stok obat dengan dua kacamata sekaligus. Anda melihat dampak biaya dari tiap item, dan Anda melihat dampak klinisnya.

Metode ini cocok untuk apotek dan rumah sakit yang ingin:

  1. memprioritaskan item penting,
  2. menekan risiko kekurangan obat,
  3. mengurangi stok menumpuk dan kedaluwarsa.

Apa itu metode ABC VEN?

Sama seperti artikel sebelumnya.

Pengertian dan fungsi metode ABC

Metode ABC mengelompokkan item berdasarkan kontribusinya terhadap nilai konsumsi atau anggaran. Pola yang sering dipakai mengikuti prinsip Pareto. 

Sekitar 10 persen item bisa menyerap sekitar 70 persen anggaran (kelompok A), berikutnya sekitar 20 persen item menyerap sekitar 20 persen (kelompok B), dan sisanya menyerap porsi kecil (kelompok C). Angka ini bersifat pola umum, bukan angka wajib. 

Fungsi ABC:

  1. memfokuskan kontrol pada item yang paling besar dampaknya ke biaya,
  2. membantu pengadaan lebih tertarget,
  3. membantu mengurangi pemborosan akibat stok yang tidak perlu.

Pengertian dan fungsi metode VEN

Metode VEN mengelompokkan item berdasarkan tingkat kepentingan klinisnya: vital, esensial, dan non-esensial. VEN membantu prioritisasi pemilihan dan pengadaan obat saat dana atau kapasitas stok terbatas.

Kombinasi ABC dan VEN dalam manajemen stok obat

Jika Anda hanya memakai ABC, Anda fokus ke biaya, tetapi bisa “melewatkan” item vital yang nilainya kecil. Jika Anda hanya memakai VEN, Anda fokus ke urgensi klinis, tetapi bisa kehilangan kontrol biaya.

Kombinasi ABC-VEN menggabungkan keduanya. Anda bisa memberi kontrol ketat pada item yang mahal dan juga pada item yang sangat penting secara klinis. 

Data yang dibutuhkan sebelum mulai analisis ABC-VEN

Siapkan data ini agar hasil analisis tidak bias:

  1. daftar item obat (nama, bentuk, kekuatan, kemasan),
  2. jumlah pemakaian per periode (umumnya 12 bulan),
  3. harga per unit atau harga beli,
  4. data stok awal dan stok akhir (untuk cek kewajaran),
  5. sumber penetapan VEN (misalnya acuan formularium dan keputusan tim farmasi).

Untuk konteks rumah sakit, instalasi farmasi bertanggung jawab pada pengelolaan perbekalan farmasi, dan komite farmasi dan terapi berperan dalam penetapan formularium. Ini membantu penetapan VEN lebih konsisten.

Matriks ABC-VEN (AV sampai CN) dan kelompok prioritas

Setelah Anda punya ABC dan VEN, Anda gabungkan menjadi 9 kotak:

AV, AE, AN

BV, BE, BN

CV, CE, CN

Banyak literatur mengelompokkan hasil matriks ini menjadi prioritas Group I, Group II, dan Group III. Contoh pembagian yang sering dipakai:

  • Group I (prioritas tertinggi): AV, AE, AN, BV, CV
  • Group II: BE, BN, CE
  • Group III (prioritas terendah): CN 

Makna praktisnya:

  1. Group I perlu kontrol paling ketat karena gabungan dampak klinis dan atau biaya.
  2. Group II perlu kontrol terjadwal.
  3. Group III cukup kontrol sederhana, fokus pada efisiensi ruang dan dana.

Cara Kerja Metode ABC dalam Pengelolaan Stok

Sama seperti artikel sebelumnya.

Klasifikasi obat A, B, dan C

Setelah Anda urutkan dari nilai konsumsi terbesar, Anda bagi menjadi A, B, dan C dengan pendekatan Pareto. Pola yang sering dipakai: kelompok A menyerap porsi anggaran terbesar, disusul B, lalu C. 

Obat kategori A

Kelompok A biasanya membutuhkan kontrol paling ketat karena dampaknya paling besar ke anggaran.

Obat kategori B

Kelompok B biasanya berada di tengah. Anda tetap kontrol, tetapi intensitasnya tidak seketat A.

Obat kategori C

Kelompok C biasanya jumlah itemnya paling banyak, tetapi kontribusi nilainya kecil. Anda bisa mengelola lebih sederhana, namun tetap pantau agar tidak menumpuk.

Cara mengimplementasikan metode ABC

Langkah praktis ABC:

  1. Ambil data pemakaian per item untuk 12 bulan.
  2. Ambil harga per unit per item.
  3. Hitung nilai konsumsi tahunan.
  4. Urutkan dari nilai terbesar ke terkecil.
  5. Hitung persentase kumulatif nilai, lalu kelompokkan menjadi A, B, dan C.

Rumus nilai konsumsi tahunan dan contoh hitung sederhana

Rumus sederhana:
Nilai konsumsi tahunan = jumlah pemakaian tahunan x harga per unit

Contoh sederhana (angka ilustrasi):

  1. Obat X: 1.000 unit x Rp10.000 = Rp10.000.000
  2. Obat Y: 200 unit x Rp30.000 = Rp6.000.000
  3. Obat Z: 5.000 unit x Rp1.000 = Rp5.000.000
    Lalu Anda urutkan dari nilai terbesar, hitung kumulatif, dan tentukan A, B, C.

Cara Kerja Metode VEN dalam Pengelolaan Stok

Sama seperti artikel aslinya.

Cara menetapkan VEN agar konsisten

Agar VEN tidak subjektif, pakai aturan internal yang konsisten:

  1. tetapkan kriteria V, E, N berbasis layanan yang Anda jalankan,
  2. gunakan acuan formularium internal,
  3. lakukan review berkala bersama tim farmasi.

Pada konteks rumah sakit, instalasi farmasi mengelola perbekalan farmasi, dan komite farmasi dan terapi berperan dalam penetapan formularium. Ini membantu penetapan VEN lebih rapi. 

Pengelolaan obat berlanjut berdasarkan urgensi dalam metode VEN

Setelah VEN terbentuk, Anda atur strategi pengadaan dan ketersediaan:

  1. V: pastikan tingkat ketersediaan paling tinggi.
  2. E: pastikan ketersediaan stabil sesuai pola penyakit dan permintaan.
  3. N: kelola lebih selektif agar tidak menumpuk.

Implementasi metode VEN di apotek dan rumah sakit

Di apotek, VEN membantu Anda menetapkan prioritas item yang harus selalu tersedia sesuai kebutuhan pelanggan dan layanan yang Anda jalankan.

Di rumah sakit, VEN sering terkait dengan kontrol formularium dan kebutuhan klinis layanan. Penetapan formularium yang konsisten membuat VEN lebih akurat.

Bagaimana ABC VEN membantu mengurangi kekurangan obat

ABC-VEN membantu Anda menurunkan risiko kekurangan obat lewat prioritas yang jelas. Literatur juga menggambarkan ABC-VEN sebagai alat kontrol persediaan yang menggabungkan aspek anggaran dan kepentingan fungsional.

Praktiknya:

  1. Anda jaga ketat item Group I.
  2. Anda atur jadwal review untuk Group II.
  3. Anda tekan risiko penumpukan pada Group III.

Tindakan Kontrol Stok berdasarkan Hasil ABC-VEN

Anda bisa gunakan tindakan ini sebagai SOP sederhana:

Group I (AV, AE, AN, BV, CV)

  • Kontrol paling ketat.
  • Lakukan review stok lebih sering.
  • Pastikan data lead time dan safety stock jelas.

Group II (BE, BN, CE)

  • Kontrol terjadwal.
  • Review pola pemakaian dan tren permintaan.
  • Pastikan rotasi stok berjalan baik (FEFO).

Group III (CN)

  • Kontrol sederhana.
  • Batasi pembelian berlebih.
  • Fokus ke efisiensi ruang dan dana.
  • Pantau deadstock agar tidak menumpuk.

Kesalahan Umum saat Menerapkan ABC-VEN

  1. Memakai data pemakaian yang terlalu pendek sehingga hasil tidak stabil.
  2. Mengubah VEN tanpa aturan sehingga hasil matriks berubah-ubah.
  3. Tidak menggabungkan hasil ABC-VEN dengan rotasi stok (FEFO) dan stock opname.
  4. Menganggap angka 70/20/10 itu wajib. Padahal itu pola umum Pareto.

FAQ Metode ABC-VEN

  1. Apakah ABC-VEN cocok untuk apotek kecil?
    Cocok jika Anda punya data pemakaian dan harga yang rapi. Anda bisa mulai dari top 50 item dulu.
  2. Berapa lama periode data yang ideal?
    Banyak penerapan memakai data 12 bulan agar pola musiman lebih kebaca.
  3. Apa manfaat utama ABC-VEN dibanding hanya ABC?
    ABC fokus biaya. VEN fokus urgensi klinis. Gabungan ABC-VEN membantu prioritas lebih seimbang.

Penuhi Kebutuhan Apotek dan Rumah Sakit Anda Bersama Mandira Distra Abadi

Metode ABC-VEN akan lebih efektif jika Anda punya supply yang stabil dan alur pengadaan yang rapi. Mandira Distra Abadi adalah Pedagang Besar Farmasi (PBF). Website Mandira menyebut Mandira melayani distribusi sejak 1994.

Jika Anda ingin menata pengadaan berdasarkan prioritas ABC-VEN, Anda bisa hubungi Mandira lewat halaman kontak dan sesuaikan ritme pengadaan dengan kebutuhan layanan Anda.

Laporan Keuangan Apotek: Jenis, Format, & Contoh Struktur Akun

Laporan keuangan apotek membantu Anda melihat arah bisnis dari angka, bukan dari perkiraan. Anda bisa tahu apakah apotek untung, di mana biaya paling besar, apakah stok terlalu berat, dan apakah kas aman untuk belanja ulang.

Di artikel ini, Anda akan belajar pengertian laporan keuangan apotek, komponen dan jenis laporannya, format yang relevan untuk UMKM, contoh struktur akun sederhana, serta langkah menyusunnya per bulan.

Internal link yang bisa Anda sisipkan: Pajak apotek, stock opname obat, deadstock, defecta, safety stock, pengadaan obat di apotek, dan HNA.

Apa itu Laporan Keuangan Apotek?

Sama seperti artikel sebelumnya.

Komponen Laporan Keuangan Apotek

Saya perluas agar tidak hanya neraca. Karena laporan keuangan juga bicara pendapatan dan beban.

Sama seperti artikel aslinya.

Pendapatan, beban, dan laba rugi

Komponen ini muncul di laporan laba rugi. Untuk apotek, Anda biasanya perlu memisahkan:

  1. Pendapatan penjualan (misalnya penjualan obat dan produk kesehatan)
  2. Harga pokok penjualan (HPP) yang sangat dipengaruhi persediaan
  3. Beban operasional seperti gaji, sewa, listrik, promosi, dan kerugian kedaluwarsa

Fungsi Laporan Keuangan Apotek

Sama seperti artikel sebelumnya.

Mendukung kepatuhan pajak dan pembukuan

Laporan keuangan membantu Anda menyusun pembukuan dan kewajiban pajak. Di ketentuan perpajakan, WP badan dan WP orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha diatur untuk menyelenggarakan pembukuan (Pasal 28 UU KUP). 

PMK 54/PMK.03/2021 juga menegaskan pembukuan harus diselenggarakan berdasarkan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia, kecuali ketentuan perpajakan mengatur lain. 

Membantu Anda menentukan keputusan bisnis

Anda bisa memakai angka untuk memutuskan kapan belanja stok, kapan mengurangi item yang tidak laku, dan kapan menekan biaya.

Jenis Laporan Keuangan Apotek

Saya ubah dari “tiga jenis” menjadi daftar yang lebih lengkap, karena kebutuhan apotek bisa berbeda menurut skala.

Laporan laba dan rugi

Laporan ini menunjukkan kinerja apotek pada periode tertentu. Anda bisa lihat pendapatan, HPP, beban, dan laba atau rugi.

Laporan arus kas

Laporan arus kas menunjukkan arus masuk dan keluar kas. Ini membantu Anda menilai kemampuan bayar belanja stok dan biaya operasional.

Neraca keuangan

Neraca menunjukkan posisi keuangan pada tanggal tertentu, meliputi aset, kewajiban, dan ekuitas.

Laporan perubahan ekuitas

Laporan ini menunjukkan perubahan modal pemilik dari awal sampai akhir periode, termasuk penambahan modal dan laba ditahan. Komponen ini termasuk dalam laporan keuangan lengkap menurut PSAK. 

Catatan atas laporan keuangan

Catatan atas laporan keuangan berisi penjelasan detail, seperti kebijakan pencatatan persediaan, rincian akun, dan informasi penting lain. Ini juga termasuk komponen laporan keuangan lengkap menurut PSAK. 

Format Laporan Keuangan yang Relevan untuk Apotek UMKM

Minimum laporan menurut SAK EMKM

Kalau apotek Anda masih skala UMKM, SAK EMKM bisa menjadi acuan praktis. SAK EMKM berlaku efektif 1 Januari 2018. 

Di SAK EMKM, laporan keuangan minimum terdiri dari:

  1. Laporan posisi keuangan
  2. Laporan laba rugi
  3. Catatan atas laporan keuangan

Jika Anda butuh laporan lengkap menurut PSAK

PSAK tentang penyajian laporan keuangan menjelaskan laporan keuangan lengkap mencakup laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. 

Contoh Struktur Akun (Chart of Accounts) Sederhana untuk Apotek

Struktur akun yang rapi membuat laporan keuangan lebih cepat jadi dan lebih mudah dianalisis.

Contoh akun inti yang umum dipakai apotek:

  1. Aset lancar
    1. Kas
    2. Bank
    3. Piutang usaha
    4. Persediaan obat dan produk kesehatan
  1. Aset tetap
    1. Peralatan dan perlengkapan apotek
    2. Akumulasi penyusutan
  1. Kewajiban
    1. Utang dagang
    2. Utang pajak (jika relevan)
  1. Ekuitas
    1. Modal pemilik
    2. Laba ditahan
  1. Pendapatan
    1. Penjualan (bisa dipisah per kategori sesuai kebutuhan Anda)
  1. HPP dan penyesuaian
    1. Harga pokok penjualan
    2. Retur pembelian atau penyesuaian pembelian (bila Anda memisahkan)
    3. Penyesuaian persediaan (hasil stock opname)
    4. Kerugian barang kedaluwarsa (bisa dipisah agar terlihat)
  1. Beban operasional
    1. Gaji
    2. Sewa
    3. Listrik dan internet
    4. Promosi
    5. Administrasi dan lain-lain

Langkah Menyusun Laporan Keuangan Apotek per Bulan

Kumpulkan data transaksi dan dokumen

Kumpulkan data penjualan, pembelian, retur, diskon, dan biaya. Pastikan bukti transaksi rapi. Untuk pembelian, faktur obat membantu pencatatan utang dagang dan biaya pembelian.

Rekonsiliasi kas, bank, dan piutang

Cocokkan:

  1. Kas fisik vs catatan kas
  2. Mutasi bank vs catatan bank
  3. Piutang (jika ada) vs catatan penagihan

Stock opname dan hitung HPP

Stock opname membantu Anda mencocokkan stok fisik dan stok di sistem. Ini krusial karena persediaan memengaruhi HPP dan laba rugi. Anda bisa tautkan ke artikel Mandira tentang stock opname obat.

Setelah itu, hitung HPP sesuai metode pencatatan Anda dan koreksi selisih stok bila ada.

Susun laporan dan lakukan review

Susun laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Lalu review 5 hal:

  1. Laba kotor dan tren margin
  2. Beban terbesar bulan ini
  3. Nilai persediaan dan item yang tidak bergerak
  4. Kas cukup atau ketat
  5. Utang dagang jatuh tempo

Tips Menyusun Laporan Keuangan Apotek

Sama seperti artikel aslinya.

Analisis laporan keuangan dengan indikator kunci apotek

Agar analisis tidak sekadar membaca angka, pakai indikator yang dekat dengan operasional apotek:

  1. Laba kotor (gross profit) dan tren margin
  2. Perputaran persediaan dan porsi stok tidak bergerak. Anda bisa tautkan ke artikel deadstock.
  3. Selisih stock opname. Anda bisa tautkan ke artikel stock opname. 
  4. Ketersediaan stok untuk item penting. Anda bisa tautkan ke safety stock dan defecta.

Pakai format standar

Pilih format yang konsisten. Untuk UMKM, Anda bisa mulai dari struktur minimum SAK EMKM. 

Simpan laporan dengan aman

Simpan file dan bukti transaksi. Buat sistem penamaan per bulan agar mudah dicari.

Pakai sistem pencatatan yang konsisten

Gunakan sistem pencatatan yang Anda jalankan secara disiplin. Yang paling penting adalah konsisten, rapi, dan bisa dipakai untuk stock opname serta rekonsiliasi.

Kesalahan Umum yang Bikin Laporan Keuangan Apotek Tidak Akurat

  1. Tidak melakukan stock opname sehingga persediaan dan HPP meleset 
  2. Mencampur kas pribadi dan kas apotek
  3. Retur dan diskon pembelian tidak tercatat rapi
  4. Barang kedaluwarsa tidak dicatat sebagai kerugian terpisah sehingga margin terlihat “seolah baik”
  5. Tidak melakukan rekonsiliasi bank

FAQ Laporan Keuangan Apotek

Apotek kecil perlu laporan apa dulu?

Mulai dari laporan laba rugi, posisi keuangan, dan catatan sederhana. Itu sejalan dengan minimum laporan pada SAK EMKM. 

Kenapa persediaan sering jadi sumber masalah laporan apotek?

Karena persediaan memengaruhi HPP, dan selisih stok membuat laba rugi tidak akurat. Stock opname membantu menutup celah ini. 

Apakah laporan keuangan berkaitan dengan pajak?

Ya. Pembukuan menjadi dasar kepatuhan. Ketentuan pembukuan diatur dalam UU KUP dan dijelaskan lagi dalam ketentuan turunan seperti PMK 54/2021. 

Jaga Ketersediaan Stok dan Alur Pengadaan: Mandira Distra Abadi

Laporan keuangan yang rapi akan lebih mudah Anda kaitkan dengan keputusan belanja stok jika pengadaan berjalan jelas dan jadwal pengiriman bisa diprediksi.

Mandira Distra Abadi adalah Pedagang Besar Farmasi (PBF). Di website Mandira disebut beroperasi sejak 1994.

Wilayah utama distribusi yang tercantum di website Mandira mencakup Jabodetabek, Karawang, Banten, Cikampek, dan Cikarang. 

Untuk kerja sama dan informasi, Anda bisa arahkan pembaca ke halaman Kontak dan Prinsipal.

Metode FIFO, LIFO, dan FEFO untuk Stok Obat

Manajemen stok obat menentukan dua hal yang paling penting di apotek. Obat tersedia saat dibutuhkan, dan obat tidak terbuang karena kedaluwarsa.

Untuk obat, praktik penyimpanan yang baik menekankan rotasi stok yang benar. WHO Good Storage Practices menyebut stok harus diputar dengan tepat dan prinsip first expired, first out (FEFO) harus diikuti.

Artikel ini membahas FIFO, LIFO, dan FEFO, lalu fokus ke cara menerapkan FEFO secara praktis di apotek.

Apa itu Manajemen Stok Obat?

Manajemen stok obat adalah pengendalian, pengawasan, dan pengelolaan persediaan obat dari penerimaan, penyimpanan, sampai pengeluaran. Tujuannya agar aliran barang tercatat, stok terkendali, dan pelayanan tidak terganggu.

Manajemen stok juga perlu dokumentasi dan pencatatan. WHO menekankan pentingnya instruksi tertulis dan catatan untuk aktivitas di area penyimpanan, termasuk penanganan stok kedaluwarsa.

Mengenal metode FIFO, LIFO, dan FEFO untuk stok obat

Ada beberapa metode yang sering dipakai untuk mengatur urutan pengeluaran barang. Untuk obat, Anda perlu memahami bedanya karena ada faktor kedaluwarsa.

FIFO: barang yang lebih dulu masuk dikeluarkan lebih dulu

FIFO atau First In First Out berarti barang yang masuk lebih dulu, dikeluarkan lebih dulu. Metode ini membantu mencegah barang “tertahan” terlalu lama di rak.

FIFO sering dipakai bila produk relatif stabil dan tanggal kedaluwarsanya tidak berbeda jauh antar batch. Namun untuk obat, Anda tetap perlu mengecek tanggal kedaluwarsa agar tidak ada batch yang kedaluwarsa duluan tetapi tertinggal.

LIFO: barang yang terakhir masuk dikeluarkan lebih dulu

LIFO atau Last In First Out berarti barang yang terakhir masuk, dikeluarkan lebih dulu.

Penjelasan lama tentang “wabah” saya hapus karena tidak ada rujukan yang kuat dan berpotensi salah konteks untuk praktik stok obat.

Catatan penting untuk obat

Untuk produk yang memiliki tanggal kedaluwarsa, LIFO berisiko membuat stok lama tertinggal di belakang dan meningkatkan potensi kedaluwarsa. Karena itu, untuk obat, praktik rotasi biasanya mengutamakan FEFO.

FEFO: barang yang lebih dulu kedaluwarsa dikeluarkan lebih dulu

FEFO atau First Expired First Out berarti barang yang tanggal kedaluwarsanya lebih dekat, harus dikeluarkan lebih dulu, terlepas dari kapan barang itu masuk.

WHO Good Storage Practices menyebut stok harus diputar dengan tepat dan prinsip FEFO harus diikuti.

Metode mana yang paling tepat untuk stok obat?

Mengapa FEFO jadi prioritas untuk obat

Karena kualitas dan keamanan obat terkait masa simpan. Dengan FEFO, Anda meminimalkan risiko obat kedaluwarsa tertinggal di rak. WHO juga menyebut stok perlu rotasi yang tepat dan FEFO harus diikuti.

Kapan FIFO masih relevan untuk obat

FIFO masih berguna sebagai aturan penataan fisik di rak, terutama bila Anda menerima batch baru dengan tanggal kedaluwarsa yang mirip. Namun keputusan pengeluaran tetap harus melihat kedaluwarsa. Praktiknya sering menjadi “FEFO dulu, FIFO sebagai penguat penataan”.

Kenapa LIFO jarang dipakai untuk pengeluaran obat

LIFO membuat stok lama berisiko tertinggal. Pada obat, ini menambah risiko kedaluwarsa dan kerugian. Karena itu, rotasi stok obat lebih aman bila berpusat pada FEFO.

Cara menerapkan FEFO di apotek dan gudang obat

Saat penerimaan barang: data yang wajib dicatat

Saat barang datang, pastikan data ini tercatat rapi:

  1. Nama produk dan bentuk sediaan
  2. Nomor batch
  3. Tanggal kedaluwarsa
  4. Tanggal penerimaan dan jumlah unit

WHO Good Storage Practices menekankan catatan untuk setiap delivery, termasuk batch number, tanggal penerimaan, dan expiry date.

Saat penataan rak: aturan simpel yang mudah dijalankan

Aturan praktis FEFO di rak:

  1. Produk yang kedaluwarsa lebih cepat ditempatkan paling depan atau paling mudah diambil
  2. Beri label “near expiry” untuk batch yang mendekati kedaluwarsa agar tim cepat mengenali
  3. Pisahkan area karantina untuk produk yang belum release atau perlu pemeriksaan

Hindari overstock

Panduan WHO untuk penyimpanan dan transport produk sensitif waktu dan suhu menyebut overstocking membuat penanganan FIFO atau FEFO menjadi sulit atau bahkan tidak mungkin.

Saat pengeluaran: pastikan FEFO berjalan konsisten

Sebelum barang dikeluarkan:

  1. Cek kedaluwarsa batch yang akan diambil
  2. Ambil yang expiry-nya paling dekat
  3. Jika ada batch baru masuk, jangan otomatis diletakkan depan. Pastikan urutan FEFO tetap aman

Untuk konteks distribusi obat, dokumen BPOM juga mencantumkan prinsip FIFO pada pengeluaran produk, yaitu produk yang lebih dulu diterima agar lebih dulu didistribusikan. Ini menguatkan pentingnya sistem rotasi stok yang berjalan. 

Kontrol stok: stock reconciliation dan cek kedaluwarsa

Rotasi stok tidak akan jalan kalau catatan stok berantakan. WHO Good Storage Practices menyebut perlunya periodic stock reconciliation dengan membandingkan stok aktual dan stok tercatat, serta perlunya cek rutin untuk mencegah produk obsolete dan outdated keluar ke pelanggan.

Praktik yang bisa Anda terapkan:

  1. Stock reconciliation berkala
  2. Cek daftar near-expiry mingguan
  3. Rencana aksi untuk near-expiry: promosi etis sesuai aturan, bundling yang wajar, atau retur sesuai kebijakan pemasok

Manfaat Menggunakan Metode FIFO, LIFO, dan FEFO

Manfaat utama bila rotasi stok berjalan:

  1. Risiko kedaluwarsa turun
  2. Kerugian dari deadstock lebih kecil
  3. Ketersediaan obat lebih stabil
  4. Proses kerja tim lebih rapi karena aturan jelas

Kesalahan Umum saat Menerapkan Rotasi Stok Obat

  1. Tidak mencatat batch dan kedaluwarsa saat penerimaan
  2. Menumpuk stok terlalu banyak sehingga FEFO sulit dijalankan
  3. Menaruh batch baru di depan tanpa cek expiry
  4. Tidak ada daftar near-expiry yang dipantau rutin
  5. Tidak ada stock reconciliation berkala

Checklist SOP Rotasi Stok Obat (Siap Dipakai)

A. Saat barang datang

  1. Cek fisik dan label
  2. Catat batch dan kedaluwarsa
  3. Simpan sesuai kondisi yang direkomendasikan di label

B. Saat menata rak

  1. Susun berdasarkan kedaluwarsa (FEFO)
  2. Beri tanda untuk near-expiry
  3. Pisahkan barang karantina bila perlu

C. Saat pengeluaran

  1. Ambil expiry terdekat
  2. Pastikan stok tercatat berkurang

D. Kontrol rutin

  1. Stock reconciliation berkala
  2. Cek produk obsolete dan outdated secara rutin

FAQ FIFO, LIFO, dan FEFO untuk stok obat

Apakah apotek wajib pakai FEFO?

Untuk obat, FEFO adalah praktik yang direkomendasikan dalam Good Storage Practices WHO.

Apakah FIFO salah untuk obat?

FIFO tidak selalu salah. Tapi untuk obat, Anda perlu memastikan pengeluaran tetap mengikuti kedaluwarsa. Praktiknya sering “FEFO dulu, FIFO untuk penataan”.

Kenapa LIFO berisiko untuk obat?

Karena stok lama bisa tertinggal dan meningkatkan risiko kedaluwarsa. FEFO lebih aman untuk kontrol masa simpan.

Jaga Ketersediaan Stok Obat dengan Pemasok yang Tepat: Mandira Distra Abadi

Manajemen stok akan lebih mudah jika suplai obat stabil dan jadwal pengadaan bisa diprediksi. Mandira Distra Abadi adalah Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan di website Mandira disebut beroperasi sejak 1994. 

Untuk melihat layanan dan informasi kerja sama, Anda bisa cek halaman Tentang Kami, Jasa, dan Kontak Mandira.

Franchise Apotek: Biaya, Legalitas, dan Checklist Memilih

Jika Anda ingin membuka apotek, Anda bisa memilih apotek mandiri atau franchise apotek. Franchise biasanya memberi sistem operasional, standar layanan, dan dukungan brand. Anda tetap perlu menghitung biaya, memahami perjanjian, dan mengecek aspek legal sebelum memilih.

Artikel ini membahas pengertian franchise apotek, komponen biaya yang umum, contoh jaringan yang sering dicari, plus minus, dan checklist memilih.

Apa itu Bisnis Franchise Apotek?

Secara sederhana, waralaba adalah kerja sama bisnis di mana Anda menjalankan usaha dengan merek dan sistem yang sudah ditetapkan oleh pemberi waralaba.

Definisi singkat waralaba dan dokumen yang perlu dicek

Regulasi waralaba di Indonesia sudah diperbarui. PP 35 Tahun 2024 tercatat mencabut PP 42 Tahun 2007 dalam metadata JDIH Kementerian Perdagangan. 

Di praktiknya, Anda perlu mengecek dokumen waralaba dan pendaftaran yang berlaku, termasuk STPW. Permendag 25 Tahun 2025 mengatur tata cara penerbitan STPW oleh pemerintah daerah. 

Perbedaan franchise, kemitraan, dan KSO

Di lapangan, istilah “franchise” sering bercampur dengan “kemitraan” atau “KSO”. KSO biasanya berarti kerja sama operasional yang formatnya bisa berbeda dari waralaba klasik. Karena itu, Anda perlu membaca skema kerja sama yang ditawarkan, bukan hanya labelnya. 

Berapa Biaya Franchise Apotek dan Apa Saja Komponennya?

Biaya franchise apotek tidak hanya “modal awal”. SERP biasanya menampilkan komponen biaya yang perlu Anda pahami sebelum tanda tangan.

Franchise fee dan royalty fee

Franchise fee adalah biaya awal untuk hak memakai merek dan sistem. Royalty fee adalah biaya rutin yang biasanya dihitung dari omzet atau skema lain. 

Stok awal, fit out, sistem, dan modal kerja

Komponen yang sering paling besar:

  1. Stok obat awal.
  2. Fit out dan renovasi outlet.
  3. Sistem IT dan software.
  4. Modal kerja beberapa bulan.

Biaya rutin yang sering terlewat

  1. Sewa lokasi dan utilitas.
  2. Gaji SDM dan pelatihan.
  3. Promosi lokal.
  4. Biaya audit internal atau evaluasi berkala dari pusat, bila ada di perjanjian.

Keuntungan dan Kekurangan Franchise Apotek

Keuntungan

  1. Sistem operasional sudah ada. Anda tidak mulai dari nol.
  2. Brand lebih cepat dikenal dibanding membangun merek baru.
  3. Pelatihan dan standar layanan biasanya sudah disiapkan.
  4. Dukungan pembukaan outlet dan materi promosi sering tersedia.

Kekurangan

  1. Anda harus mengikuti SOP pusat. Ruang eksperimen terbatas.
  2. Ada biaya franchise fee dan royalty fee, tergantung skema.
  3. Keputusan produk, harga, dan promosi bisa dikunci oleh pusat.
  4. Risiko lokasi tetap ada, walau brand kuat.

Checklist Memilih Franchise Apotek sebelum Tanda Tangan

Cek legal waralaba dan STPW

  1. Minta dokumen pendaftaran waralaba dan bukti administrasi yang relevan, termasuk STPW jika skema Anda memang waralaba. Permendag 25 Tahun 2025 mengatur tata cara penerbitan STPW oleh pemda. 
  2. Minta ringkasan hak dan kewajiban dalam perjanjian, terutama biaya yang harus dibayar dan kondisi pengakhiran kerja sama.

Cek dukungan operasional dan KPI

  1. Dukungan pembukaan outlet: desain, rekrutmen, pelatihan, sistem IT.
  2. KPI dan evaluasi: apa yang dinilai, kapan dievaluasi, dan konsekuensinya.
  3. Dukungan marketing: mana yang ditanggung pusat dan mana yang ditanggung outlet.

Cek pasokan obat dan alur pengadaan

  1. Apakah Anda wajib membeli dari pusat, dari distributor tertentu, atau Anda boleh memilih pemasok.
  2. Mekanisme retur, barang slow moving, dan pengendalian kedaluwarsa.
  3. Lead time pengiriman dan ketentuan minimum order.

Langkah memulai franchise apotek

  1. Tentukan kota dan tipe lokasi yang Anda incar.
  2. Pilih 2 sampai 3 jaringan untuk dibandingkan.
  3. Minta proposal dan rincian biaya tertulis.
  4. Audit perjanjian. Fokus pada biaya, durasi, hak pakai merek, dan exit clause.
  5. Hitung ulang investasi dengan skenario konservatif. Masukkan modal kerja.
  6. Siapkan pemasok dan alur pengadaan sesuai aturan dari franchisor.

FAQ Franchise Apotek

Berapa modal franchise apotek?

Bervariasi menurut jaringan dan lokasi. Contoh rujukan yang dipublikasikan resmi, K-24 menyebut investasi mulai Rp1,2 miliar dan mencakup beberapa komponen termasuk modal kerja 6 bulan. 

Apa yang paling sering bikin biaya membengkak?

Stok awal, fit out, sewa lokasi, dan modal kerja di awal.

Dokumen apa yang wajib saya cek saat memilih waralaba?

Perjanjian kerja sama dan bukti pendaftaran yang relevan, termasuk STPW bila skemanya waralaba.

Distributor Obat untuk Apotek Franchise: Mandira Distra Abadi

Setelah Anda memilih skema franchise, Anda tetap perlu memastikan pasokan obat berjalan rapi sesuai kebutuhan outlet dan ketentuan pengadaan dari franchisor.

Mandira Distra Abadi adalah Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan menyebut sudah berdiri sejak 1994. 

Wilayah utama distribusi Mandira yang tercantum di website mencakup Jabodetabek dan beberapa area sekitar. 

Untuk melihat prinsipal dan produk yang tersedia, kunjungi halaman prinsipal. Untuk kerja sama, Anda bisa hubungi Mandira melalui halaman kontak.

Cara Memakai Obat Tetes Mata yang Benar dan Aman

Cara pakai obat tetes mata yang benar itu sederhana, tapi sering keliru. Kesalahan kecil seperti ujung botol menyentuh mata atau meneteskan terlalu cepat bisa menurunkan efek obat dan meningkatkan risiko kontaminasi. 

Artikel ini membahas aturan pakai tetes mata, langkah step-by-step, jarak antar tetes mata 5 menit, dan cara aman jika Anda memakai lensa kontak.

Kenapa Teknik Pakai Tetes Mata itu Penting?

Efektivitas dosis dan pencegahan kontaminasi ujung botol

  • Satu tetes biasanya sudah cukup. Meneteskan berkali-kali tidak membuat obat “lebih cepat sembuh”, malah bisa terbuang.
  • Menekan sudut mata (saluran air mata) membantu obat tidak cepat mengalir ke hidung, jadi lebih banyak yang bekerja di mata.
  • Ujung botol yang menyentuh mata, bulu mata, atau tangan bisa membawa kuman masuk ke botol. Ini meningkatkan risiko infeksi.

Langkah Memakai Obat Tetes Mata (Step-by-Step)

Persiapan sebelum meneteskan (cuci tangan, cek label, posisi)

  1. Cuci tangan pakai sabun dan air, lalu keringkan.
  2. Cek label dan tanggal kedaluwarsa. Pastikan obat yang Anda pegang benar dan untuk mata yang benar.
  3. Kalau botol perlu dikocok, kocok sesuai instruksi pada label.
  4. Duduk atau berbaring. Tengadahkan kepala dan arahkan pandangan ke atas.
  5. Buka tutup botol. Letakkan tutup di tisu bersih.

Cara meneteskan 1 tetes dengan benar

  1. Tarik kelopak bawah perlahan sampai terbentuk “kantong” kecil.
  2. Pegang botol di atas kantong tersebut. Jaga jarak aman.
  3. Teteskan 1 tetes ke kantong kelopak bawah.
  4. Jangan biarkan ujung botol menyentuh mata, bulu mata, kelopak, atau jari.

Tip praktis jika tangan sering gemetar:

  • Sandarkan tangan yang memegang botol pada tangan lain atau pada tulang pipi/knuckle agar lebih stabil.

Tutup mata dan tekan sudut mata (biar obat tidak cepat keluar)

  • Tutup mata perlahan, jangan mengucek.
  • Tekan lembut sudut mata bagian dalam (dekat hidung) selama 30 sampai 60 detik. Jika disarankan tenaga kesehatan, bisa sampai 1 menit.
  • Lap cairan yang menetes di pipi dengan tisu bersih.
  • Tutup kembali botol rapat.

Jika pakai lebih dari 1 tetes mata

Jeda minimal antar tetes (aturan praktis yang umum dipakai)

Kalau Anda memakai lebih dari satu jenis tetes mata di mata yang sama:

  • Beri jarak antar tetes mata minimal 5 menit.

Tujuannya supaya tetes pertama tidak “terbilas” oleh tetes berikutnya.

Jika Anda memakai salep mata bersamaan

Jika Anda mendapat tetes mata dan salep mata:

  • Pakai tetes mata dulu.
  • Tunggu minimal 5 menit.
  • Baru gunakan salep mata.

Salep bisa membentuk lapisan yang membuat tetes mata berikutnya sulit terserap jika urutannya terbalik.

Hal yang sebaiknya dihindari

Ujung botol menyentuh mata, bulu mata, atau tangan

Ini penyebab paling sering botol menjadi tidak steril. Biasakan:

  • Pegang botol “menggantung” di atas kelopak.
  • Jangan menempelkan ujung botol untuk “mengarahkan”.

Berbagi tetes mata dengan orang lain

Jangan berbagi tetes mata, meski keluhannya mirip. Risiko penularan infeksi tetap ada, dan obatnya bisa salah indikasi.

Lensa kontak dan tetes mata

Kapan sebaiknya lensa dilepas dan dipasang lagi

Aturan aman yang umum dipakai:

  • Lepas lensa kontak sebelum memakai obat tetes mata, kecuali dokter Anda bilang boleh tetap dipakai.
  • Pada beberapa obat dan pengawet tetes mata, zat bisa menempel di lensa kontak dan mengiritasi mata.
  • Jika Anda sedang menjalani pengobatan pada mata yang “terkena”, banyak panduan menganjurkan tidak memakai lensa kontak selama masa terapi, kecuali ada instruksi khusus dari dokter atau optometris.

Jika Anda wajib memakai lensa kontak, tanyakan ke dokter atau apoteker:

  • Apakah lensa perlu dilepas.
  • Berapa lama jeda aman sebelum memasang kembali.

Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?

Nyeri berat, penglihatan buram mendadak, reaksi alergi

Segera periksa jika Anda mengalami:

  • Nyeri mata berat.
  • Penglihatan buram mendadak atau penurunan penglihatan yang cepat.
  • Mata sangat merah disertai sensitif cahaya berat.
  • Bengkak pada kelopak, gatal hebat, atau ruam yang mengarah ke reaksi alergi.
  • Keluhan tidak membaik atau makin parah setelah memakai obat sesuai aturan.

Peran Apoteker untuk Membantu Aturan Pakai yang Tepat

Pertanyaan yang bisa Anda ajukan saat menerima obat tetes mata

Agar aturan pakai tetes mata Anda jelas, tanyakan:

  • Ini tetes mata untuk mata kanan, kiri, atau keduanya?
  • Dosisnya 1 tetes atau lebih, dan berapa kali sehari?
  • Berapa lama obat dipakai. Kapan harus kontrol lagi?
  • Kalau saya punya dua tetes mata, urutannya bagaimana, dan apakah jedanya 5 menit?
  • Kalau ada salep mata, pakainya sebelum atau sesudah tetes?
  • Obat ini aman dipakai saat menggunakan lensa kontak atau harus berhenti dulu?
  • Cara simpan yang benar, dan kapan harus dibuang setelah dibuka?

Anda juga bisa baca panduan tentang peran apoteker dan pelayanan informasi obat di Mandira.

Baca Lebih Banyak Tips Kesehatan di Mandira Distra

Untuk edukasi pasien dan tim apotek, Anda bisa lanjut ke:

Cara Menggunakan Insulin Pen dengan Aman (Ringkas dan Benar)

Insulin pen adalah alat berbentuk pena untuk menyuntikkan insulin ke bawah kulit. Banyak orang memilih insulin pen karena praktis, mudah dibawa, dan dosisnya bisa diatur lewat putaran angka di pena. 

Walau terlihat sederhana, cara menggunakan insulin pen tetap perlu urutan yang benar supaya dosis masuk penuh dan jarum dibuang dengan aman.

Apa itu Insulin Pen dan Kenapa Banyak Dipakai

Insulin pen bekerja dengan cara:

  • Anda memasang jarum di ujung pena.
  • Anda memutar dosis sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  • Anda menyuntik insulin melalui jarum kecil.

Kenapa banyak dipakai:

  • Lebih portabel dan umumnya lebih mudah dipakai dibanding spuit dan vial.
  • Jarum pen biasanya lebih kecil dan terasa lebih nyaman.

Catatan: tidak semua jenis insulin bisa digunakan dengan pen, dan biaya pen bisa berbeda tergantung jenis dan cakupan asuransi.

Persiapan Sebelum Injeksi

Cek label insulin dan kondisi fisik

Sebelum menyuntik:

  • Pastikan label insulin benar. Jangan sampai tertukar jenis insulin.
  • Cek kondisi fisik pena dan insulin. Kalau ada kerusakan, kebocoran, atau tampilan insulin tidak seperti biasanya, jangan dipakai dulu. Hubungi apoteker atau dokter.

Biasakan juga rotasi lokasi suntik. Menyuntik di area yang sama terus-menerus bisa memicu benjolan atau penumpukan lemak di bawah kulit dan membuat penyerapan insulin kurang stabil.

Pasang jarum baru dan siapkan dosis

Langkah ringkas:

  • Pasang jarum pen yang baru.
  • Siapkan dosis sesuai instruksi alat.
  • Jika perangkat Anda meminta langkah “uji aliran” atau langkah awal sebelum suntik, ikuti petunjuk di leaflet pen atau arahan tenaga kesehatan.

Cara Menyuntik dengan Insulin Pen (Ringkas)

Atur dosis sesuai anjuran tenaga kesehatan

  • Putar angka dosis sesuai resep dan edukasi dari dokter atau edukator diabetes.
  • Jangan menaikkan atau menurunkan dosis sendiri hanya karena “merasa gula darah naik atau turun”. Kalau ada pola gula darah yang berubah, bahas saat kontrol.

Suntik dan tahan sesuai instruksi perangkat

Langkah inti saat penyuntikan:

  • Suntik sesuai teknik yang diajarkan tenaga kesehatan.
  • Tekan tombol injeksi sampai dosis masuk.
  • Setelah dosis masuk, tahan jarum tetap di kulit sekitar 5–10 detik agar insulin tidak mudah bocor dari titik suntik.
  • Cabut jarum, lalu buang jarum ke wadah benda tajam (sharps container) yang aman.

Aturan Aman yang Sering Dilupakan

Insulin pen hanya untuk satu orang (jangan dipakai bergantian)

Insulin pen tidak boleh dipakai bergantian, bahkan jika jarumnya diganti. Ada risiko darah masuk kembali ke pen saat injeksi, sehingga pemakaian bergantian bisa menularkan infeksi. Pastikan pen diberi label nama pemiliknya, terutama bila digunakan di rumah dengan beberapa anggota keluarga atau di fasilitas layanan.

Ganti jarum setiap suntik dan buang dengan aman

Hal yang sering dilanggar:

  • Memakai jarum berulang kali.
  • Melepas jarum lalu menyimpan kembali untuk dipakai nanti.

Yang lebih aman:

  • Pakai jarum baru setiap suntik.
  • Buang jarum segera setelah dipakai ke wadah benda tajam.
  • Jangan membuang jarum bekas langsung ke tempat sampah biasa tanpa wadah yang aman.

Cara Menyimpan Insulin Pen (Umum)

Panduan umum yang sering dipakai:

  • Insulin pen yang belum dipakai biasanya disimpan di lemari es.
  • Insulin pen yang sedang dipakai biasanya disimpan pada suhu ruangan.
  • Hindari suhu ekstrem. Jangan dibekukan. Jangan ditinggal di tempat panas seperti mobil atau dekat jendela.

Untuk pembahasan lebih detail soal suhu penyimpanan obat dan prinsip menjaga stabilitas produk, Anda bisa baca Suhu Penyimpanan Obat yang Tepat untuk Memastikan Keamanan

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter/Apoteker

Konsultasi jika:

  • Anda sering ragu apakah dosis benar-benar “masuk” atau sering bocor setelah suntik.
  • Muncul benjolan yang makin besar di area suntik, nyeri menetap, atau tanda infeksi.
  • Gula darah sering terlalu tinggi atau terlalu rendah setelah Anda mulai memakai pen.
  • Anda bingung membedakan jenis insulin atau cara rotasi lokasi suntik.

Baca Lebih Banyak Tips Kesehatan di Mandira Distra

Untuk edukasi pasien dan tim apotek, Anda bisa jelajahi:

Catatan kecil untuk Anda yang juga memakai terapi inhalasi:

Topik seperti cara pakai inhaler MDI (metered dose inhaler), cara pakai inhaler dengan spacer, teknik inhaler yang benar, kesalahan menggunakan inhaler, kumur setelah inhaler steroid, sampai inhaler tidak terasa efeknya punya panduan yang berbeda dari insulin pen. Jangan menyamakan langkahnya.