...

Sudahkah Anda mengetahui tentang ciri-ciri aritmia? Aritmia merupakan salah satu gangguan kesehatan pada jantung, berupa detak jantung tidak teratur, baik lebih lambat maupun cepat. Umumnya, penyakit ini tidak berbahaya, tetapi tetap bisa berakibat fatal apabila tidak langsung diberikan penanganan yang tepat. 

Aritmia bisa menyebabkan kematian mendadak apabila tidak diperhatikan dengan baik. Untuk itu, ketahui pula 9 Cara Jaga dan Rekomendasi Vitamin untuk Kesehatan Jantung agar terhindar dari aritmia.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai aritmia, apa saja gejala, penyebab, cara mencegahnya, serta ciri-ciri aritmia, berikut informasinya.

Mengetahui Apa Itu Aritmia dan Penyebabnya

Aritmia atau disritmia merupakan penyakit detak jantung tidak teratur, baik terlalu cepat maupun lambat. Hal ini dapat ditandai dengan heart rate di atas atau di bawah kondisi normal. Untuk diketahui, dalam kondisi normal jantung berdetak pada kisaran antara 50-100 denyut per menit.

Beberapa penyebab terjadinya disritmia adalah:

  • Penyakit arteri koroner.
  • Perubahan yang terjadi pada bagian otot jantung.
  • Pasien yang baru melakukan operasi bedah jantung dan dalam masa pemulihan.
  • Elektrolit dalam darah tidak seimbang.
  • Irama jantung tidak teratur yang bisa terjadi pada jantung normal dan sehat.

Jenis-jenis Aritmia yang Perlu Diketahui

Dilansir dari situs Mitra Keluarga (2022), penyakit aritmia dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Hal ini dapat diketahui dengan mengamati gejala dan penyebabnya pada orang yang bersangkutan.

1. Premature Atrial Contractions

Premature Atrial Contractions adalah gangguan detak yang ditandai dengan adanya denyut tambahan di awal dari atrium bagian atas. Penyakit ini sangat mungkin disembuhkan dengan menggunakan pengobatan dan terapi.

2. Premature Ventricular Contractions (PVCs)

Salah satu jenis aritmia yang paling sering terjadi yaitu denyut atau lompatan menjadi lebih cepat. Aritmia ini bisa disebabkan oleh stress, terlalu banyak kafein atau nikotin, atau terlalu banyak latihan.

3. Atrial Fibrilasi (AF)

Atrial Fibrilasi adalah irama detak yang tidak teratur sehingga ruang atrium berkontraksi secara abnormal. Penderita AF berisiko tinggi mengalami stroke karena atrium berdenyut dengan tidak beraturan.

4. Atrial Flutter

Jenis aritmia ini disebabkan satu atau lebih sirkuit atrium. Biasanya, aritmia ini terjadi pada penderita penyakit jantung setelah melakukan pembedahan.

5. Ventricular Tachycardia (V-tach)

Gangguan aritmia ini berasal dari ventrikel sehingga membuat hanya sedikit darah yang terpompa ke seluruh tubuh.

6. Paroxysmal Supraventricular Tachycardia (PSVT)

Gangguan berasal dari bagian atas ventrikel sehingga menyebabkan detak sangat cepat dengan irama teratur. Terdapat dua jenis tipe, yaitu accessory pathway tachycardia dan AV nodal reentrant tachycardia.

7.  Ventricular Fibrilasi

Ventricular Fibrilasi ditandai dengan irama jantung sangat cepat dan tidak teratur. Gangguan ini disebabkan oleh kegagalan ventrikel dalam memompa darah atau tidak adanya darah dipompakan keluar dari jantung.

3 Ciri-ciri Aritmia yang Perlu Anda Pahami

Ciri-ciri seseorang mengalami aritmia bisa bermacam-macam tergantung jenisnya. Ciri yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut:

1. Takikardia

Ciri satu ini merupakan yang paling sering terjadi dan merupakan gejala sangat umum. Ciri ini ditandai dengan kenaikan detak pada jantung di atas 100 kali per menit tanpa adanya pemicu tertentu.

Pada orang normal, kenaikan kecepatan debaran pada organ jantung memang sering terjadi, tapi dengan pemicu tertentu, misalnya stress atau trauma. Namun, ciri-ciri aritmia yang satu ini ditandai debaran tanpa sebab dan dapat terjadi kapan saja.

2.  Bradikardia

Berkebalikan dengan takikardia, bradikardia merupakan keadaan di mana jantung berdetak lebih lambat, yaitu di bawah 60 kali per menit. Kondisi ini tidak menimbulkan gejala, tapi dapat membahayakan beberapa organ vital dalam tubuh.

Misalnya, hal ini dapat membahayakan otak dan beberapa organ dalam lain karena tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Jika dibiarkan dalam waktu lama, maka dapat mengurangi fungsi organ dalam dan membahayakan nyawa.

3.  Irama Jantung Tidak Beraturan

Selain ciri-ciri aritmia di atas, juga terdapat ciri atau gejala di mana detak akan menjadi tidak beraturan, seperti:

  • Terasa seperti memiliki detak tambahan.
  • Detak terlambat.
  • Terasa bergetar selama beberapa detik.

Kondisi seperti ini akan menurunkan kinerja jantung dan membuat kemampuannya memompa darah menurun sehingga berefek pada fungsi organ lainnya. Kondisi ini dapat memunculkan:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Gangguan kecemasan
  • Mudah lelah
  •  Sakit kepala ringan
  • Pingsan
  •  Keringat dingin

Pasien dengan riwayat aritmia bisa mendapatkan gejala sesekali, hilang timbul, berlangsung lama, bahkan permanen. Oleh sebab itu, aritmia harus ditangani dengan tepat. Kebanyakan kasus penderita dapat normal kembali dengan bantuan dokter serta obat-obatan.

Obat-obatan aritmia harus dikonsumsi sesuai resep dokter dan membeli produk berkualitas harus dipastikan sudah berizin dan aman dikonsumsi. Jika Anda merasakan ciri-ciri aritmia seperti disebutkan di atas, maka segera lakukan konsultasi dengan dokter.

Selain menggunakan obat-obatan, ada baiknya Anda mengonsumsi asupan bernutrisi. Ternyata, ada buah yang bagus untuk kesehatan jantung, maka Inilah Manfaat Pepaya bagi Kesehatan Jantung.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.

Referensi:Mitrakeluarga.com. (2022, 24 Februari). Apa Itu Aritmia? Kenali Jenis, Gejala, dan Pengobatannya. Diakses pada 1 Desember 2022 dari https://www.mitrakeluarga.com/artikel/artikel-kesehatan/aritmia-2