Kista ovarium, dikenal juga sebagai penyakit ovarium, muncul sebagai kantong berisi cairan pada indung telur, dan bisa terjadi pada wanita yang sedang dalam masa subur. Penyakit ini adalah Penyakit Kelamin Wanita yang Perlu Anda Waspadai.
Kista ovarium bisa berkembang menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh sebab itu, kesadaran akan penyakit ini sangat diperlukan agar bisa dilakukan upaya pencegahan dan pengobatan yang efektif. Anda juga dapat memperoleh obat resep dokter dari Mandira, salah satu distributor obat Indonesia.
Pengertian dan Bahaya Penyakit Ovarium
Seperti yang telah dijelaskan, kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam atau di permukaan ovarium (organ reproduksi wanita).
Fenomena ini umum terjadi selama masa subur wanita, dan dalam banyak kasus, kista ini bersifat jinak dan dapat menghilang sendiri.
Meskipun demikian, kista ovarium memiliki potensi yang sangat berbahaya jika dibiarkan. Ketika kista mulai membesar, gejala mulai muncul, termasuk rasa sakit atau nyeri di area bawah perut, perubahan menstruasi, dan masalah pencernaan.
Selain itu, kista ini bisa menghambat pasokan darah ke ovarium yang menyebabkan komplikasi serius.
Penyebab Penyakit Kista Ovarium
Kista ovarium bisa terjadi karena berbagai alasan, dan beberapa faktor yang berkontribusi terhadap perkembangannya adalah:
1. Pertumbuhan Sel yang Tidak Normal
Ada jenis kista ovarium yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak normal. Misalnya, kista dermoid yang terbentuk dari sel-sel embrio.
2. Kehamilan
Kadang-kadang, kista bisa terbentuk saat kehamilan sebagai bagian dari proses normal. Namun, jika kista tidak hilang setelah kehamilan, penanganan medis mungkin diperlukan untuk mengatasinya.
3. Infeksi Panggul dan Penyakit Lain
Infeksi panggul yang menyebar ke ovarium bisa menyebabkan terbentuknya kista. Selain itu, penyakit seperti hipotiroidisme atau Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) bisa meningkatkan risiko terbentuknya kista ovarium.
Penanganan Penyakit Kista Ovarium
Terdapat berbagai cara menangani penyakit ovarium ini untuk mengatasi gejala yang mungkin timbul dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut penjelasannya.
1. Pemantauan Berkala
Untuk kista ovarium yang bersifat jinak dan tidak menimbulkan gejala, dokter mungkin akan menyarankan pemantauan berkala. Pemeriksaan tersebut umumnya termasuk pemeriksaan fisik rutin dan ultrasonografi untuk memantau ukuran dan perkembangan kista.
2. Pengobatan Medis
Ada beberapa pilihan pengobatan medis yang mungkin ditawarkan, termasuk:
- Pil KB: Mengkonsumsi pil kontrasepsi oral bisa mengendalikan siklus menstruasi dan mencegah terbentuknya kista ovarium baru.
- Obat Penghilang Rasa Sakit: Untuk mengatasi rasa sakit atau nyeri yang mungkin timbul dari kista ovarium.
- Prosedur Operasi: Dalam beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan, terutama jika kista ovarium:
- Bersifat ganas atau memiliki potensi menjadi ganas
- Menyebabkan gejala yang parah atau mengganggu
- Terlalu besar atau tumbuh dengan cepat
- Menghambat aliran darah ke ovarium
Jenis operasi yang dilakukan bisa berupa laparoskopi atau laparotomi, tergantung pada ukuran dan sifat kista.
3. Konsultasi dengan Dokter Spesialis
Setiap kasus kista ovarium unik dan pengobatan yang paling efektif bergantung pada banyak faktor termasuk usia, riwayat kesehatan, dan jenis kista. Konsultasi dengan dokter spesialis dalam menentukan rencana pengobatan yang paling tepat.
Dampak Pengobatan terhadap Kesuburan
Dampak pengobatan kista memiliki implikasi jangka panjang, terutama bagi wanita yang berencana untuk memiliki anak di masa depan. Berikut penjelasan dampak dari jenis pengobatan yang dilakukan.
1. Operasi Pengangkatan Kista
Terkadang, pengangkatan kista ovarium melalui operasi menjadi pilihan pengobatan yang tepat. Namun, dampaknya terhadap kesuburan bisa bervariasi:
- Pengangkatan Satu Ovarium: Jika kista ovarium berukuran besar atau bersifat ganas, mungkin diperlukan pengangkatan satu ovarium. Meskipun metode ini bisa mempengaruhi kesuburan, wanita masih memiliki peluang untuk hamil dengan ovarium yang tersisa.
- Pengangkatan Kedua Ovarium: Dalam kasus yang sangat jarang, mungkin diperlukan pengangkatan kedua ovarium. Ini akan mengakibatkan infertilitas permanen.
2. Pengaruh Terhadap Siklus Menstruasi
Kista ovarium dan pengobatannya bisa mempengaruhi siklus menstruasi, yang pada gilirannya bisa mempengaruhi kesuburan. Karenanya, sangat penting bagi Anda untuk memahami Pencegahan Penyakit Reproduksi Beserta Vitamin agar dapat menghindarinya di masa depan.
Jika pengobatan Anda memerlukan produk obat, suplemen, atau vitamin, Anda dapat memperoleh produk-produk tersebut dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini.
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.