...

Kanker darah atau leukimia merupakan jenis penyakit yang sudah familiar di kalangan masyarakat. Leukimia merupakan penyakit yang disebabkan oleh produksi dan fungsi sel darah putih yang berlebihan. Penyakit ini juga disebut sebagai kondisi produksi leukosit (sel darah putih) yang abnormal. Jenis kanker ini dapat menyerang orang dewasa maupun anak-anak. Pada artikel di bawah ini akan berfokus pada kanker darah pada anak, yang mana menjadi salah satu kasus kanker tertinggi yang dialami oleh pasien usia dini.

Simak penjelasannya berikut ini dan Anda dapat mengetahui juga Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Kanker Darah! Jika membutuhkan obat atau suplemen sesuai dengan resep dokter, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.

Mengenal Kanker Darah Pada Anak

Anda dapat memahami leukimia dengan lebih baik setelah memahami penjelasan kanker darah sendiri. Telah disebutkan sebelumnya bahwa leukemia adalah salah satu jenis kanker yang menyerang jaringan pembentuk sel darah putih. 

Sel darah putih adalah sel yang membentuk sel-sel baru yang nanti masuk ke dalam sistem imun tubuh. Pada kondisi normal, sel darah putih akan diproduksi oleh tulang sumsum dan selalu mengalami regenerasi sesuai dengan siklus hidup. Namun, penderita leukimia atau kanker darah mengalami kondisi sel darah putih yang dihasilkan dari tulang sumsum dengan jumlah yang di atas batas normal.

Selain itu, pada dasarnya terdapat berbagai jenis leukemia berdasarkan usia pengidapnya. Kanker darah pada anak disebut dengan kondisi Leukemia Limfositik Akut dan Leukemia Mielositik Akut. Kondisi ini dapat berpotensi kematian karena perkembangannya yang cepat dan tiba-tiba.

Penyebab Leukimia pada Anak

Sebenarnya tidak ada penyebab pasti yang dapat menjadi penyebab munculnya kondisi leukimia pada anak. Namun, terdapat beberapa faktor yang menimbulkan risiko seorang anak mengidap kanker darah atau leukimia.

Penyebab kanker darah pada anak dapat terjadi karena faktor genetik seperti down syndrome dan ataxia telangiectasia. Lalu, paparan radiasi atau bahan kimia ketika bayi di dalam kandungan juga dapat menyebabkan kondisi kanker darah pada usia anak.

Selain itu, orang tua yang merokok ketika anak masih berada di dalam kandungan juga meningkatkan risiko anak memiliki kondisi kanker darah. Namun perlu Anda ketahui bahwa penyebab-penyebab di atas merupakan faktor risiko bukan berarti seorang anak sudah pasti terkena leukimia apabila terkena risiko tersebut. Jika Anda mencurigai risiko kondisi anak, sebaiknya segera lakukan diagnosis profesional dengan dokter.

Gejala Leukimia Pada Anak

Hal selanjutnya yang perlu Anda ketahui adalah gejala-gejala leukimia pada anak. Gejala leukimia pada anak dapat beragam dan tergantung dari jenis leukemia yang diidap. Namun, terdapat gejala umum yang perlu Anda waspadai sebagai berikut:

  • Kulit terlihat pucat dan kelelahan
  • Nyeri tulang dan sendi
  • Mudah memar dan berdarah
  • Sesak nafas dan batuk
  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan secara drastis
  • Pembengkakan pada perut, wajah, lengan leher atau selangkngan

Gejala-gejala umum di atas dapat Anda perhatikan sejak dini pada anak. Hal pertama yang dapat Anda lakukan ketika mendapatkan gejala-gejala tersebut secara terus-menerus adalah segera memeriksakan anak ke dokter.

Dokter akan memperhatikan riwayat medis anak secara keseluruhan melalui serangkaian pemeriksaan fisik untuk menghasilkan diagnosis yang lebih pasti. Semakin dini Anda melakukan proses screening kesehatan pada anak, maka kesempatan anak untuk sembuh dari kondisi leukimia akan lebih tinggi.

Pencegahan Kanker Darah pada Anak

Mencegah kondisi leukimia pada anak dapat dilakukan sejak dini. Berikut ini hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko anak Anda terkena leukimia yang dapat dilakukan sejak dini, yaitu:

1. Screening Kesehatan Rutin

Anda dapat melakukan screening kesehatan secara rutin untuk anak untuk mencegah dan memperkecil risiko munculnya kondisi leukimia. Apabila melakukan screening kesehatan sejak dini, maka akan semakin baik.

2. Hindari Paparan Bahan Kimia dan Radiasi

Anak juga dapat meminimalisir risiko leukemia dengan menghindari paparan bahan kimia dan radiasi tertentu. Salah satu contoh bahan kimia yang wajib Anda hindari adalah benzene. Kandungan bahan kimia ini dapat membahayakan tulang sumsum dan sel darah apabila terpapar terlalu sering.

3. Mengonsumsi Makanan Sehat

Mengonsumsi makanan sehat memang tidak sepenuhnya bisa mencegah kanker darah, akan tetapi pola makan sehat dapat menurunkan risiko pemicu kanker darah pada anak. Oleh sebab itu, lakukan pola makan sehat seperti berikut: 

  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Membatasi konsumsi daging olahan
  • Makan buah dan sayur

4. Jaga Kesehatan Secara Menyeluruh

Pencegahan risiko leukemia pada anak yang terakhir adalah menjaga kesehatan secara menyeluruh. Baik orang tua maupun anak wajib menerapkan lifestyle yang sehat, misal hindari penggunaan rokok, mengonsumsi makanan sehat, dan menjaga berat badan.

Kesimpulannya, kanker darah pada anak dapat saja terjadi dan menjadi salah satu kasus kanker yang menjadi perhatian masyarakat. Selain itu, Pahami juga Resiko Terkena Penyakit Kelainan Darah sebagai bentuk informasi, supaya dapat melakukan pencegahan terkena penyakit tersebut. Kemudian, jika Anda membutuhkan berbagai obat tertentu, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini dan membaca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini.