Menstruasi adalah siklus yang dialami wanita dan memiliki berbagai gejala normal yang dirasakan secara alami. Namun, ada pula jenis gangguan menstruasi yang sebaiknya Anda ketahui dan waspadai.
Dalam artikel ini, akan dibahas tentang jenis-jenis dari gangguan pada menstruasi tersebut. Akan dijelaskan pula berbagai faktor penyebab dan gejala ketika mengalami gangguan yang satu ini. Selain itu, untuk informasi tambahan Anda juga dapat mengetahui Pantangan Makanan untuk Penderita PCOS. Kemudian jika membutuhkan obat atau suplemen, Anda dapat memperolehnya dari Mandira, salah satu distributor obat terpercaya di Indonesia.
Faktor Penyebab Gangguan Menstruasi
Gangguan kesehatan yang satu ini dapat disebabkan oleh berbagai hal dan hal ini sebaiknya diketahui oleh setiap wanita. Berikut adalah beberapa faktor umum yang bisa menyebabkan adanya gangguan ini:
- Sedang dalam kondisi hamil atau menyusui, sehingga siklusnya tidak seperti biasanya.
- Mengalami penurunan berat badan secara ekstrem
- Melakukan olahraga atau aktivitas fisik secara berlebihan
- Mengalami gangguan makan
- Mengalami PCOS atau Polycystic ovary syndrome, ini merupakan gangguan pada sistem endokrin, sehingga muncul kista di bagian indung telur
- Mengalami kegagalan ovarium prematur, sehingga fungsi ovarium menghilang sebelum usia 40 tahun
- Menderita penyakit inflamasi panggul
- Terjadi pertumbuhan uterus yang tidak diikuti dengan sifat kanker, atau kondisi yang disebut dengan fibroid rahim
Gejala Gangguan Menstruasi
Ketika sedang berada dalam masa menstruasi, terjadi perubahan hormon yang bisa berdampak pada kondisi fisik dan psikologis seseorang.
Ada berbagai gejala yang biasa dialami wanita ketika menstruasi, namun masih tergolong dengan kondisi yang normal. Gejala ini meliputi muncul jerawat, nafsu makan meningkat, mengalami nyeri punggung, payudara terasa lebih membesar dan lembut, mudah merasa lelah, mengalami kram perut, merasakan perubahan suasana hari, hingga merasa gelisah.
- Gejala di atas tidak perlu dikhawatirkan, karena wajar dialami setiap wanita. Namun, terdapat pula tanda-tanda atau gejala yang perlu diwaspadai, karena merupakan gejala gangguan menstruasi, berikut adalah beberapa di antaranya:
- Terdapat gumpalan darah ketika menstruasi
- Terjadi perdarahan secara berlebihan dan terjadi lebih dari satu minggu
- Mengalami pusing dan sakit kepala, namun tidak segera membaik
- Kulit berubah menjadi lebih pucat
- Tarikan napas berubah jadi lebih pendek
- Perlu mengganti pembalut secara berlebihan, misalnya lebih dari sekali dalam durasi waktu satu jam
- Siklus menstruasi lebih pendek atau lebih panjang dari kisaran yang normal, yakni rata-rata selama 24 hari hingga 34 hari
Jika Anda merasakan gejala di atas, maka sebaiknya segera periksa dan konsultasikan ke dokter, supaya tahu ada masalah atau tidak.
Jenis-jenis Gangguan Menstruasi
Di bawah ini adalah beberapa jenis gangguan terhadap menstruasi beserta dengan penjelasan singkatnya.
1. Dismenorea
Pertama, ada gangguan yang disebut dismenore atau kram perut yang terjadi secara berlebihan. Bagi sebagian wanita, mengalami kram perut saat menstruasi memang menjadi hal wajar dan rutin terjadi. Namun, jika Anda merasakan kram secara berlebihan, maka hal tersebut perlu diwaspadai.
Gangguan ini biasanya juga diikuti dengan tanda-tanda seperti tubuh lemas, berkeringat, kepala terasa ringan, serta menjadi pucat. Jika masih dalam kondisi ringan, maka bisa saja gangguan ini tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
2. Amenorea
Kedua, ada amenorea yang berkaitan dengan siklus menstruasi wanita. Ini adalah gangguan yang menyebabkan wanita tidak mengalami menstruasi atau melewatkan jadwal menstruasinya.
Ada pula tanda-tanda lain dari gangguan ini, misalnya merasa sakit kepala, keluar cairan dari bagian puting payudara, dan merasa nyeri di bagian panggul dan sekitarnya.
Namun, tidak semua kondisi amenorea merupakan gejala dari penyakit. Bisa saja, hal ini disebabkan oleh kondisi lain, misalnya sedang mengalami masa kehamilan.
3. Oligomenorea
Oligomenorea merupakan kondisi kelainan yang membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur, padahal masih berada di dalam masa usia subur. Kondisi ini ditandai dengan wanita yang memiliki jarak yang cukup panjang antara masa menstruasi satu dengan lainnya, biasanya lebih dari 35 hari.
Pada tahap tertentu, seseorang bahkan bisa tidak mengalami menstruasi hingga lebih dari 3 bulan atau 90 hari.
4. Menorrhagia
Selanjutnya, ada masalah menstruasi yang cukup umum terjadi yakni menorrhagia. Ini adalah kondisi yang bisa membuat wanita mengeluarkan darah menstruasi dalam jumlah yang banyak.
Darah kotor yang keluar jauh lebih banyak dibandingkan menstruasi normal, sehingga bisa terlalu sering mengganti pembalut. Kondisi ini juga bisa diiringi dengan gejala lain, misalnya muncul gumpalan darah yang berukuran cukup besar ketika menstruasi.
5. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)
Sebelum memasuki masa menstruasi, banyak wanita yang mengalami berbagai gejala. Misalnya, merasa sakit kepala, kram perut ringan, dan mengalami diare.
Selain itu, ada pula gejala psikologis yang bisa terjadi, misalnya mudah emosi, cemas, gelisah, dan terjadi berbagai perubahan mood secara mendadak. Kondisi ini sering dikenal dengan sebutan PMS atau premenstrual syndrome.
Namun, ada pula kondisi ketika wanita mengalami PMS secara parah hingga mengganggu berbagai kegiatan sehari-hari, inilah yang disebut dengan PMDD. Gejala lain dari PMMD yakni merasa tidak memiliki energi, kesulitan berkonsentrasi, hingga mengalami depresi.
Itulah berbagai penjelasan tentang gangguan pada siklus menstruasi, mulai dari penyebab, gejala yang dialami, hingga penjabaran tentang berbagai jenis gangguan tersebut. Dengan mengetahui informasi ini, maka diharapkan para wanita semakin menjaga kesehatan dan mewaspadai jika munjuk gejala yang tidak normal.
Sementara itu, Anda juga dapat Mengenal Bagaimana Siklus Haid yang Normal. Jika Anda membutuhkan berbagai obat tertentu atau suplemen, bisa didapatkan dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original.
Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini dan membaca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini.