Apa itu hormon melatonin? Hormon melatonin merupakan senyawa kimia yang berpengaruh terhadap siklus dan kualitas tidur manusia. Jika hormon ini bermasalah, misalnya tidak seimbang produksinya, maka akan menyebabkan susah tidur.
Ada banyak faktor yang menjadi pemicu ketidakseimbangan melatonin. Seperti adanya radiasi elektromagnetik, yang biasa terjadi pada masyarakat di sekitar SUTET atau menara listrik. Contoh paling mudah adalah ketika Anda menyalakan lampu terang saat akan tidur.
Baca Juga: Cegah 8 Makanan agar Tidur Nyenyak dan Rekomendasi Vitamin
Melatonin dapat secara alami diproduksi oleh tubuh, namun ada juga tersedia dalam bentuk suplemen yang tersusun dari material sintetis atau kelenjar pineal pada hewan. Makanan tertentu juga dipercaya meningkatkan jumlah melatonin, sehingga bisa membantu tidur lebih nyenyak.
Manfaat Apa itu Hormon Melatonin untuk Mengatasi Gangguan Tidur
Meski tubuh dapat memproduksi sendiri, nyatanya banyak orang yang tetap mengkonsumsi suplemen. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan dalam tubuh cukup banyak dan kurang terpenuhi jika tidak didampingi dengan pola hidup sehat atau konsumsi suplemen. Salah satu manfaat dari konsumsi melatonin yang paling dikenal adalah mengatasi gangguan tidur.
Apa itu hormon melatonin dalam mengatasi gangguan tidur? Gangguan tidur bukan hanya tidak dapat istirahat, tetapi lebih seperti mata kesulitan terpejam bahkan tidak mengantuk selama lebih dari 2 hari.
Gangguan juga bisa terjadi dalam bentuk siklus tidur tidak teratur. Ini akan sangat berdampak terhadap mood Anda setiap hari. Siklus tersebut berimbas langsung terhadap jam biologis seseorang, termasuk pola makan.
Mengapa hal-hal diatas perlu diatasi dengan hormon melatonin? Hal ini karena gangguan tidur dapat berakibat fatal bagi kesehatan. Penampilan orang kurang istirahat akan terlihat lebih layu, tidak segar, muncul kantung mata, cepat keriput, dan tanda penuaan lainnya.
Melatonin juga efektif mengurangi nyeri haid, mengendalikan kecemasan, mengobati gangguan lambung, dan efek kenyamanan lainnya. Inilah yang akhirnya menimbulkan efek lebih mudah ngantuk dan tertidur.
Apabila Anda memiliki kebutuhan tinggi, misalnya karena insomnia akut, Anda perlu mengkonsumsi apa itu hormon melatonin suplemen. Namun, perlu digaris bawahi bahwa konsumsi harus didampingi dengan konsultasi dan resep dokter, tidak boleh sembarangan. Hal ini karena, terdapat efek samping penggunaannya dalam jangka panjang apabila tidak sesuai anjuran dokter.
Ibu hamil dan menyusui disarankan untuk tidak mengkonsumsi suplemen tersebut meski mengalami gangguan pola istirahat. Begitu juga untuk penderita gangguan hati, ginjal, dan autoimun, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter.
Efek Samping Penggunaan Melatonin yang Perlu Dihindari
Sulit tidur dalam waktu lama memang sangat mengganggu karena istirahat sangat diperlukan tubuh untuk memperbarui energi. Konsumsi suplemen dengan kandungan melatonin memang dapat membantu, tetapi terdapat juga efek samping yang harus diperhatikan.
Untuk menghindari efek samping, lebih baik konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan dosis yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut ini adalah efek samping penggunaan melatonin.
1. Sakit Kepala atau Pusing
Efek samping pertama adalah pusing atau sakit kepala. Ini dapat terjadi karena konsumsi melatonin berkaitan dengan fungsi saraf otot pada kepala. Respon tubuh setiap orang berbeda, sakit kepala ini umumnya dialami pada pertama kali mengkonsumsi.
2. Ketergantungan
Setelah mengkonsumsi, siklus dan gangguan tidur dapat teratasi dengan baik. Karena hal tersebut, tubuh akan meminta lebih dan terus menerus. Saat memutuskan berhenti, maka akan kembali mengalami kesulitan tidur. Kemudian, saat akan mulai mengkonsumsi kembali, maka dosisnya sudah lebih tinggi.
Sangat disayangkan apabila akhirnya menimbulkan ketergantungan karena tidak mengerti apa itu hormon melatonin. Maka, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis sesuai keluhan dan usia konsumen.
3. Mengantuk Lebih Lama
Karena mengkonsumsi suplemen yang membantu tidur, berarti konsumen akan merasa mengantuk. Bukan hanya sesaat setelah mengkonsumsi, rasa mengantuk bisa lebih panjang. Bahkan, pada siang hari yang seharusnya Anda produktif, justru Anda bisa mengantuk karena suplemen masih bekerja dalam tubuh.
4. Gangguan Mood
Gangguan disini dalam sisi negatif, bisa mengarah pada depresi jangka pendek. Hal ini karena hormon yang berasal dari luar artinya tidak dari dalam tubuh sehingga konsumsinya belum tentu sesuai dengan kebutuhan.
Boleh saja mengkonsumsi berbagai suplemen supaya tidur lebih berkualitas. Namun, Anda harus mengikuti ketentuan, peraturan, maupun syarat dengan melakukan konsultasi dengan dokter. Paling penting memahami apa itu hormon melatonin.
Baca Juga: Bahayakah Tidur Terlalu Lama? Ini Risiko yang Mengancam
Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.