...

Seorang pasien lansia 72 tahun datang ke apotek membawa kantong berisi 12 kotak obat dari berbagai dokter spesialis berbeda. 

Ada obat jantung dari kardiolog, obat diabetes dari internist, obat nyeri sendi dari ortopedi, dan obat lambung yang diresepkan sendiri karena merasa perut tidak nyaman sejak minum obat-obatan tersebut. Ini adalah gambaran polifarmasi yang terjadi setiap hari di apotek seluruh Indonesia.

Apa Itu Polifarmasi dan Mengapa Lansia Rentan?

Perubahan Fisiologis Lansia yang Mempengaruhi Metabolisme Obat

Polifarmasi adalah kondisi di mana seseorang mengonsumsi banyak obat secara bersamaan, umumnya didefinisikan sebagai 5 obat atau lebih. Lansia sangat rentan karena dua faktor utama: pertama, mereka cenderung memiliki beberapa kondisi kronis sekaligus yang masing-masing ditangani dengan obat berbeda. 

Kedua, tubuh lansia mengalami perubahan fisiologis yang memengaruhi cara obat bekerja.

  • Penurunan fungsi ginjal mengurangi laju ekskresi obat, meningkatkan risiko akumulasi toksik.
  • Penurunan fungsi hati memperlambat metabolisme obat sehingga kadar obat dalam darah bisa lebih tinggi dan lebih lama.
  • Massa lemak tubuh yang meningkat mengubah distribusi obat yang larut lemak.
  • Penurunan albumin plasma mengurangi ikatan protein obat, meningkatkan fraksi bebas obat yang aktif.
  • Sensitivitas reseptor yang berubah membuat lansia lebih sensitif terhadap efek samping sedasi, pusing, dan hipotensi.

Berapa Banyak Obat yang Dianggap Polifarmasi?

Meskipun batas umumnya adalah 5 obat atau lebih, penting dipahami bahwa angka bukan satu-satunya indikator masalah. Pasien dengan 4 obat yang tidak sesuai indikasi lebih berbahaya dari pasien dengan 7 obat yang semuanya diindikasikan dengan benar. Kualitas dan rasionalitas penggunaan obat sama pentingnya dengan kuantitas.

Risiko Utama Polifarmasi pada Pasien Lansia

Interaksi Obat-Obat yang Berbahaya

Semakin banyak obat, semakin tinggi kemungkinan interaksi. Contoh klasik yang sering terjadi pada lansia: warfarin (pengencer darah) berinteraksi dengan aspirin meningkatkan risiko perdarahan; ACE inhibitor berinteraksi dengan NSAID merusak fungsi ginjal; kombinasi beberapa obat sedatif mengakibatkan risiko jatuh yang tinggi.

Cascading Effect (Obat untuk Mengobati Efek Samping Obat Lain)

Ini adalah pola yang sangat umum pada polifarmasi: pasien mendapat efek samping dari obat A, lalu dokter meresepkan obat B untuk mengatasi efek samping tersebut, lalu obat B menyebabkan efek samping lain yang diobati dengan obat C. Pada akhirnya, separuh dari daftar obat pasien bukan mengobati penyakit aslinya, tapi mengobati efek samping dari obat lain.

Kriteria Beers: Daftar Obat yang Harus Dihindari pada Lansia

Kriteria Beers, yang diterbitkan oleh American Geriatrics Society dan terakhir diperbarui tahun 2023, adalah panduan global untuk mengidentifikasi obat yang sebaiknya dihindari pada pasien lansia. Beberapa kelas obat yang masuk daftar ini antara lain: antihistamin generasi pertama (seperti difenhidramin), benzodiazepine dan hipnotik Z-drug, NSAID dosis tinggi jangka panjang, dan antipsikotik untuk demensia. Informasi lengkapnya tersedia di situs American Geriatrics Society.

Cara Apoteker Mengenali dan Mengelola Polifarmasi

Medication Reconciliation di Apotek

Medication reconciliation adalah proses membandingkan seluruh obat yang dikonsumsi pasien dengan resep atau rencana pengobatan yang baru. Di apotek, ini bisa dilakukan dengan meminta pasien atau keluarganya membawa semua obat yang sedang dikonsumsi, termasuk suplemen dan obat herbal, untuk dievaluasi.

Kapan Harus Rujuk ke Dokter?

Apoteker harus merujuk ke dokter jika menemukan: obat duplikat dari kelas yang sama, obat yang masuk Kriteria Beers untuk pasien lansia, atau pola cascading effect yang jelas terlihat. Ini sejalan dengan peran konsultasi apoteker sebagai bagian dari pelayanan kefarmasian yang komprehensif.

Tips untuk Keluarga dalam Mengelola Obat Lansia di Rumah

  • Buat daftar lengkap semua obat yang dikonsumsi orang tua, termasuk nama, dosis, dan jadwal minum.
  • Gunakan pill organizer (kotak obat harian) untuk mencegah kebingungan dan lupa minum.
  • Bawa daftar obat lengkap setiap kali kunjungan ke dokter manapun, agar tidak ada obat yang bertumpang tindih.
  • Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa konsultasi dokter.
  • Perhatikan tanda-tanda efek samping: pusing berlebihan, bingung mendadak, jatuh, atau fungsi ginjal memburuk.

Mandira Distra: Dukung Pelayanan Farmasi yang Aman untuk Lansia

Apotek yang melayani pasien lansia dengan baik membutuhkan stok obat berkualitas dari sumber terpercaya. Mandira Distra Abadi adalah mitra distribusi PBF yang memastikan ketersediaan obat untuk berbagai kondisi kronis yang umum pada lansia, dari kardiovaskular hingga diabetes, dengan jaminan kualitas dan keaslian produk.

Lihat Katalog Produk

Hubungi Tim Kami

FAQ

Berapa jumlah obat yang sudah dianggap polifarmasi?

Tidak ada konsensus universal, tapi secara umum penggunaan 5 obat atau lebih secara bersamaan dianggap sebagai polifarmasi. Beberapa sumber menggunakan batas 4 obat, sementara ‘hyperpolypharmacy’ mengacu pada 10 atau lebih obat sekaligus.

Apakah semua polifarmasi buruk?

Tidak selalu. Ada ‘appropriate polypharmacy’, di mana pasien dengan kondisi medis kompleks memang membutuhkan banyak obat untuk kondisi berbeda secara bersamaan, dan setiap obat memang diindikasikan. Yang berbahaya adalah ‘inappropriate polypharmacy’, di mana ada obat yang tidak diindikasikan, duplikat, atau menimbulkan risiko lebih besar dari manfaatnya.

Apa itu Kriteria Beers dan siapa yang membuatnya?

Kriteria Beers adalah daftar obat yang sebaiknya dihindari atau digunakan dengan hati-hati pada pasien lansia (usia 65 tahun ke atas). Dibuat oleh American Geriatrics Society dan diperbarui secara berkala. Mencakup obat-obatan yang risikonya pada lansia melebihi manfaatnya.

Apa yang harus dilakukan jika orang tua saya mengonsumsi lebih dari 10 jenis obat?

Diskusikan dengan dokter keluarga atau spesialis geriatri untuk melakukan medication review secara menyeluruh. Libatkan apoteker untuk melakukan medication reconciliation. Buat daftar lengkap semua obat yang dikonsumsi, termasuk suplemen dan obat herbal.