Volume vaksin, insulin, dan produk darah yang ditangani rumah sakit jauh lebih besar dibanding apotek pada umumnya. Karena itu, penerapan cold chain obat rumah sakit tidak bisa disamakan begitu saja dengan sekadar menyimpan obat di kulkas kecil, ada standar dan pengawasan yang jauh lebih ketat di baliknya.
Kenapa Cold Chain Kritis bagi Rumah Sakit, Bukan Sekadar Apotek
Obat termolabil bisa rusak secara permanen kalau rantai suhunya terputus, sekalipun hanya sebentar, dan kerusakan ini kerap tidak terlihat dari luar kemasan. Kalau ini terjadi pada obat program seperti vaksin nasional, dampaknya bisa jauh lebih luas dibanding kerusakan stok obat biasa.
3 Kategori Obat yang Wajib Cold Chain
1. Vaksin Sensitif Beku dan Sensitif Panas
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi, vaksin sensitif beku umumnya disimpan pada suhu 2 sampai 8 derajat Celsius, sementara vaksin sensitif panas seperti polio memerlukan suhu di bawah nol derajat.
2. Insulin dan Produk Biologis Lain
Produk ini membutuhkan penyimpanan pada rentang suhu tertentu agar kandungan aktifnya tidak rusak.
3. Produk Darah dan Plasma
Termasuk kategori paling ketat pengawasan suhunya, karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien penerima transfusi.
Standar Suhu dan Pemantauan Sesuai Regulasi Terbaru
Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pengawasan Pengelolaan Obat dan Bahan Obat di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian dan Fasilitas Lain menegaskan bahwa produk rantai dingin wajib diperiksa saat diterima di fasilitas kesehatan, mencakup:
- Kondisi kemasan
- Catatan pemantauan suhu selama pengiriman
- Indikator Vaccine Vial Monitor atau VVM
Cara Menangani Temperature Excursion di Level RS
Temperature excursion adalah kondisi saat produk sempat terpapar suhu di luar batas yang dipersyaratkan, misalnya akibat listrik padam atau kulkas rusak. Kalau ini terjadi, langkah yang perlu diambil meliputi:
- Memisahkan produk yang terpapar dari stok lain
- Mencatat detail kejadian, termasuk suhu dan durasi paparan
- Segera menghubungi distributor atau produsen untuk memastikan apakah produk masih layak digunakan
Cold Chain yang Terjaga Sejak dari Gudang Mandira Distra
Mandira Distra Abadi memastikan seluruh proses distribusi obat termolabil, termasuk vaksin dan insulin, dilakukan sesuai standar CDOB dengan sistem pemantauan suhu yang konsisten sejak dari gudang hingga pengiriman. Kalau fasilitas Anda membutuhkan distributor yang memperhatikan standar rantai dingin dengan serius, hubungi tim kami, atau kunjungi halaman prinsipal kami untuk melihat cakupan produk yang kami distribusikan.
FAQ Cold Chain Obat untuk Rumah Sakit
Berapa suhu ideal penyimpanan vaksin?
Umumnya 2 sampai 8 derajat Celsius untuk vaksin sensitif beku, sementara vaksin sensitif panas seperti polio membutuhkan suhu di bawah nol derajat.
Apa itu VVM dan cara membacanya?
VVM atau Vaccine Vial Monitor adalah indikator pada label vaksin yang berubah warna kalau terpapar panas berlebih. Kalau warna bagian dalam VVM sudah sama gelap atau lebih gelap dari lingkaran di sekitarnya, vaksin sebaiknya tidak digunakan lagi.
Bagaimana jika terjadi temperature excursion saat pengiriman dari distributor?
Segera pisahkan produk yang terdampak, catat detail kejadiannya, dan hubungi distributor untuk mendapat kepastian apakah produk masih bisa digunakan.